Selasa, 21 Juni 2011 Pw. St. Aloysius Gonzaga

Selasa, 21 Juni 2011
Pw. St. Aloysius Gonzaga

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Mat 7:12)


Doa Renungan


Allah Bapa yang maha penyayang, kami bersyukur, masih Kauperkenankan hidup, karena Kausayangi dan Kaupelihara dengan penuh perhatian. Kami mohon semoga kehadiran kami di tengah masyarakat menguntungkan sesama dan menggairahkan cinta kasih dalam pergaulan. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Pembacaan dari Kitab Kejadian (13:2.15-18)

"Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, sebab kita ini kerabat!"

Abram itu seorang yang sangat kaya. Ia memiliki banyak ternak, perak, dan emas. Juka Lot yang ikut bersama-sama dengan Abram, mempunyai domba dan lembu serta kemah. Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama. Karena itu terjadilah perkelahian antar para gembara Abram dan Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu. Maka berkatalah Abram kepada Lot, "Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, antara para gembalaku dan gembalamu, sebab kita ini kerabat. Bukankah seluruh negeri ini terbuka untukmu? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku: jika engkau ke kiri aku ke kanan, jika engkau ke kanan maka aku ke kiri." Lalu Lot melayangkan pandangannya, dan dilihatnyalah bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman Tuhan, seperti tanah Mesirm sampai ke Zoar. Hal itu terjadi sebelum Tuhan memusnahkan Sodom dan Gomora. Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu; lalu ia berangkat ke timur dan mereka berpisah. Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom. Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap Tuhan. Setelah Lot berpisah dari Abram, bersabdalah Tuhan kepada Abram, "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan ke barat, utara, dan selatan. Seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya. Dan Aku akan menjadi keturunanmu banyak seperti debu tanah. Sebagaimana debu tanah tak dapat dihitung, demikian pun keturunanmu tak terhitung banyaknya. Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu." Sesudah itu, Abram memindahkan kemahnya dan ia menetap di dekat pohon-pohon Tarbantin di Mamre, dekat Hebron. Lalu didirikannyalah mezbah di situ bagi Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan do = f, 3/4, PS 848
Ref. Tuhan siapa diam di kemah-Mu, siapa tinggal di gunung-Mu yang suci?
Ayat.
(Mzm 15:2-3ab.3cd-4ab.5)
1. Yaitu orang yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya; yang tidak menyebar fitnah dengan lidahnya.
2. Yang tidak berbuat jahat terhadap teman, dan tidak menimpakan cela kepada tetangganya; yang memandang hina orang-orang tercela tetapi menjunjung tinggi orang-orang yang takwa.
3. Yang tidak meminjamkan uangdengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian tidak akan goyah selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Akulah cahaya dunia; siapa yang mengikuti Aku, ia hidup dalam cahaya abadi.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (7:6.12-14)

"Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka."

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata, "Janganlah kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing, dan janganlah kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injak dengan kakinya, lalu babi itu berbalik mengoyak kamu. Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Masuklah melalui pintu yang sempit itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kebinasaan, dan banyak orang telah masuk melalui pintu dan jalan itu. Tetapi, sempitlah pintu dan sesaklah jalan yang menuju kehidupan dan sedikitlah orang yang menemukannya."
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan


Banyak orang memiliki sifat tidak puas. Cerita tentang pemuda pemecah batu menunjukkan hal itu. Pemecah batu itu kerja berat, tetapi penghasilannya sedikit, hanya bisa sekedar untuk bertahan hidup. Ia ingin memiliki rumah dan mobil seperti orang kaya. Jadilah ia orang kaya. Melihat raja lewat dan dihormati banyak orang, ia ingin menjadi raja. Raja itu kepanasan karena sina matahari; ia ingin menjadi matahari. Matahari itu kalah tertutup awan, ia ingin menjadi awan. Awan itu menjadi hujan agar airnya bisa memecahkan batu-batu di gunung dan sungai, namun tak berhasil. Akhirnya ia melihat tukang batu yang dengan mudah memecahkan batu-batu menurut yang dikehendakinya, maka ia kembali menjadi tukang pemecah batu.

Sebagai orang muda, Aloysius melawan arus keinginan yang tidak habis-habisnya di kalangan militer dan bangsawan. Hidup moral mereka bobrok, sangat mementingkan kekayaan dan kenikmatan yang tidak ada habis-habisnya. Ketika masih umur 16 tahun, sesudah sekian lama diajak ayahnya berkiprah di kalangan militer dan bangsawan, akhirnya ditinggalkannya seluruh kekayaan keluarga dan kedudukan ayahnya sebagai penguasa militer. Ia memutuskan untuk bergabung dengan Ordo Yesuit. Ia ditolak karena terlalu muda, sampai akhirnya umurnya mencukupi. Di Roma ia menemukan makna hidupnya: "Di sinilah tempat ketenanganku, di sinilah aku ingin menetap."

Ketika terjadi serangan wabah pes, ia tidak segan-segan ikut terjun membantu para penderita. Namun, pada usianya yang masih sangat muda 23 tahun, ia ikut terkena wabah itu dan meninggal. Jalan hidupnya singkat, namun penuh makna, itulah yang lebih berarti bagi Tuhan. Patutlah kalau ia dikatakan sebagai orang menjalani panggilan secara khusus dan memang hanya sedikit saja orang yang menempuh jalan itu. Seperti dikatakan dalam Injil: "karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya." (Mat 7:14)

Tuhan, indah sekali ajaran kasih-Mu ini; bantu aku untuk menghayatinya dengan mendahului berbuat baik pada semua orang yang kujumpai hari ini.

Mgr. Al. Sutrisnaatmaka - Inspirasi Batin 2011