Rabu, 14 September 2011 Pesta Salib Suci (Lumen)

Rabu, 14 September 2011
Pesta Salib Suci

MEMPEROLEH HIDUP YANG KEKAL

Yesus bersabda: ”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”. (Yoh 3:16)

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, kami bersyukur kepada-Mu karena boleh mengenal salib suci. Tanda salib inilah yang pertama kami kenal dan pelajari. Melalui tanda ini, kami mengenal Yesus Putra-Mu, sehingga kamipun seperti Paulus, berani berseru "Aku tahu kepada siapa aku percaya." Bersama Dia kami menjadi kuat dan setia memanggul derita. Tuhan, berkatilah agar selalu meluhurkan nama-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Dalam nama Bapa, dan Putra Dan Roh Kudus

Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus

Tujuan utama hidup manusia yang harus diperjuangkan ialah memperoleh hidup yang kekal. Hidup yang kekal berarti hidup bersama Allah selamanya. Sekarang ini di dunia, manusia hanya hidup sementara. Akan ada kehidupan baru setelah kita mati. Dan kita semua sedang memperjuangkan hidup abadi sama seperti orang Israel. Orang Israel sebagai bangsa yang dipilih Allah tidak secara langsung memperoleh keselamatan. Mereka juga mengalami kesengsaraan dan kesulitan dalam hidupnya. Musa sebagai tokoh yang sangat diagung-agungkan oleh kaum Israel tidak bisa menjamin mereka untuk masuk surga. Allah sangat mengasihi manusia dan tidak ingin manusia binasa. Hal ini dapat kita baca dalam Injil hari ini. Yesus bersabda: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal".

Saudara-saudari terkasih,

Kehadiran Tuhan Yesus di dunia adalah bukti dari cinta kasih Allah yang mendalam kepada umat manusia. Allah menghendaki semua manusia memperoleh keselamatan. Tetapi untuk memeperoleh keselamatan manusia harus percaya kepada Allah. Percaya kepada Allah tidak hanya sekedar kata-kata seperti doa "Aku Percaya" yang biasanya kita ucapkan saat perayaan Ekaristi. Percaya kepada Allah harus diwujudkan dalam tindakan. Selain itu, orang yang percaya kepada Allah lebih banyak mengucap bersyukur dan memuji Allah. Kita bisa belajar dari umat Israel. Pada waktu mereka sudah menyeberangi laut Teberau mereka berungut-sungut kepada Allah dan kepada Musa. Akibatnya banyak dari mereka yang digigit ular. Dan kita sendiri bisa melihat pengalaman kita bahwa sikap bersungut-sungut justru membuat hati kita tidak tentram dan damai. Sebaliknya sikap bersyukur dan berserah kepada kebaikan Allah akan mendatangkan suka cita.

Saudara-saudari terkasih,

Selama kita hidup di dunia kita tidak hanya memperjuangkan keselamatan tetapi juga banyak hal. Terutama berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab kita. Kita bisa melihat contoh yang bertentangan. Misalnya ada seorang bapak yang kaya. Sejak bapak itu menikah, dia bekerja dengan sungguh-sungguh. Memang bapak itu beruntung karena gaji yang dia peroleh tinggi. Namun walaupun bapak tersebut memperoleh gaji yang tinggi, mereka tetap hidup hemat dan tidak boros. Sebagian besar dari gaji si bapak ditabung. Hasil dari tabungan mereka bisa membuat rumah yang bagus. Namun sayang, bapak itu memiliki seorang yang nakal dan boros. Anak dari bapak itu setiap hari hidup foya-foya. Si anak tidak peduli bahwa ayahnya bekerja keras. Lama-kelamaan usia bapaknya terus bertambah. Dan sakit serta penyakit pun mulai menyerang si bapak sampai bapak itu meninggal dunia. Setelah ayahnya meninggal, anak itu hidup susah dan sengsara bersama ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan.

Saudara-saudari terkasih,

Kita memiliki Allah yang tidak menyayangkan anak-Nya, Yesus Kristus yang rela mati di atas kayu salib. Lewat kematian Yesus, Allah mencurahkan rahmat melimpah kepada manusia. Dengan kata lain kita memiliki kekayaan yang melimpah dalam Kristus Yesus. Pertama-tama bukan kekayaan materi atau uang melainkan kekayaan rahmat surgawi. Dengan kekayaan rahmat surgawi kita engikut Yesus mempunyai peluang dan kesempatan untuk memperoleh keselamatan kekal. Namun kita bisa menjadi seperti anak dalam kisah di atas. Kita bisa memboroskan harta surgawi lewat perilaku kita. Misalnya, kita selalu hidup sesui keinginan dan kehendak kita dengan melupakan Tuhan, sesama dan masa depan kita sendiri. Sebaliknya, kita bisa memperoleh kekayaan surgawi dengan setia mengikuti misa pada hari Minggu. Itu adalah suatu kesempatan bagi kita untuk mengumpulkan kekayaan rahmat surgawi. Selain itu, ada juga waktu-waktu tertentu dimana kita hendaknya menolong dan memperhatikan sesama yang berkekurangan.

REFLEKSI:

Apakah aku sudah berusaha dan berjuang dengan sungguh-sungguh untuk dapat memperoleh hidup yang kekal?

MARILAH KITA BERDOA:

Tuhan Yesus Kristus, Engkau datang ke dunia sebagai bukti betapa besarnya kasih Allah kepada manusia. Ajarilah kami untuk berusaha hidup sesuai dengan teladan-Mu dan semakin mengimani Engkau sebagai penyelamat sehingga kami tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Doa ini kami persembahkan dalam nama Yesus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.



LUMEN NO : 6979 -- Renungan Lumen Indonesia

Rabu, 14 September 2011 Pesta Salib Suci

Rabu, 14 September 2011
Pesta Salib Suci

Gereja berarti suatu “kumpulan dari mereka yang dipanggil”, sebab Gereja “memanggil” segenap umat manusia dan mengumpulkannya. (St. Sirilus dari Yerusalem)


Antifon Pembuka (Gal 6:14)

Kita harus bangga akan salib Tuhan kita Yesus Kristus pohon keselamatan, kehidupan dan kebangkitan kita, sumber penebusan dan pembebasan kita.


Doa Pagi

Allah Bapa yang Mahakuasa dan kekal, melalui salib Putra-mu Engkau berkenan membawa kami kepada hidup yang kekal. Bantulah kami agar selalu menyadari akan kasih setia-Mu yang kekal abadi, melalui segala rahmat yang Engkau sediakan bagiku di sepanjang hari ini.
Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan Pertama

Umat Israel mengaku telah berdosa dan meminta Musa berdoa agar Allah melenyapkan ular-ular dari mereka. Musa menjadi perantara mereka dan menerima perintah untuk mengakhiri penderitaan. Agar tetap hidup, Israel masih membutuhkan orang lain, yakni Musa dan bahkan mereka membutuhkan Allah yang menyelamatkan.


Pembacaan dari Kitab Bilangan (21:4-9)

"Semua orang yang terpagut ular akan tetap hidup, bila memandang ular perunggu."

Ketika umat Israel berangkat dari Gunung Hor, mereka berjalan kea rah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom. Bangsa itu tidak dapat menahan hati di tengah jalan. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa, “Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air! Kami telah muak akan makanan hambar ini!” Lalu Tuhan menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel itu mati. Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata, “Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan Tuhan dan engkau; berdoalah kepada Tuhan, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami!” Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa, “Buatlah ular tedung dan taruhlah pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut ular, jika ia memandangnya, akan tetap hidup.” Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang. Maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan,
do = a, 2/4, PS 830
Ref. Aku wartakan karya agung-Mu Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan
Ayat. Mzm 78:1-2.34-35.36-37.38)

1. Dengarkanlah pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku. Aku mau membuka mulut untuk mengatakan Amsal, aku mau menuturkan hikmat dari zaman purbakala.
2. Ketika Allah membunuh mereka, maka mereka mencari Dia; mereka berbalik dan mendambakan Allah; mereka teringat bahwa Allah adalah Gunung Batu , bahwa Allah yang Mahatinggi adalah Penebus mereka.
3. Tetapi mulut mereka tidak dapat dipercaya, dan dengan lidah mereka membohongi Allah. Hati mereka tidak berpaut pada-Nya, dan mereka tidak setia pada perjanjian-Nya.
4. Akan tetapi Allah itu penyayang! Ia mengampuni kesalahan mereka dan tidak memusnahkan mereka; banyak kali Ia menahan amarah-Nya, dan tidak melampiaskan keberangan-Nya.

Bacaan Kedua

Yesus tidak melekat pada kedudukan-Nya yang tinggi dalam rupa Allah. Ia mengosongkan diri dari kedudukan yang tinggi dan mengambil rupa seorang hamba yang melayani dan hanya melakukan kehendak Bapa.

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi (2:6-11)

"Yesus merendahkan diri, maka Allah sangat meninggikan Dia."

Saudara-saudara, Yesus Kristus, walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Sebaliknya Ia telah mengosongkan diri, mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai wafat, bahkan sampai wafat di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia, dan menganugerahi-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lututlah segala yang ada di langit, dan yang ada di atas serta di bawah bumi, dan bagi kemuliaan Allah Bapa segala lidah mengakui, “Yesus Kristus adalah Tuhan.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = g, 2/4, PS 960
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. Ya Kristus, kami menyembah dan memuji Dikau, sebab dengan salib-Mu, Engkau telah menebus dunia.

Bacaan Injil

Allah kita adalah Allah yang digerakkan oleh kasih sedemikian besar sehingga Ia memberikan Anak-Nya sendiri kepada dunia, tidak untuk menghakimi, melainkan untuk menyelamatkan. Karena itu, kasih Allah merupakan prinsip dinamis bagi keselamatan dunia.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (3:13-17)

"Anak manusia harus ditinggikan."

Dalam percakapan-nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Renungan


Jelas tidak mudah dipahami, bagaimana derita dan kehinaan membuahkan hidup dan kebangkitan. Salib Kristus adalah jalan keselamatan bagi kita. Pada salib tersimpan kasih Allah yang luar biasa yang memberikan Putera-Nya. “Terpujilah salib satu-satunya harapan!”

Doa Malam


Ya Yesus Tuhanku, terkadang aku merasa tak mampu memikul salib kehidupan. Namun, aku percaya bahwa salib itu tak akan melebihi kemampuanku untuk aku pikul setiap hari. Mampukan aku selalu menyatukan pengalaman salib ini dalam kuasa salib-Mu yang kudus; dan semoga kasih setia-Mu selalu memberi kekuatan dan kegembiraan bagiku. Amin.


RUAH