Kamis, 29 September 2011 Pesta St. Mikael, Gabriel dan Rafael, Malaikat Agung

Kamis, 29 September 2011
Pesta St. Mikael, Gabriel dan Rafael, Malaikat Agung


Lalu kata Yesus kepada Natanael: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.” (Yoh 1 : 51. )


Antifon Pembuka (Mzm 102:20)

Pujilah Tuhan, hai semua malaikat-Nya, hai pahlawan perkasa, pelaksana titah-Nya, yang memperhatikan segala sabda-Nya.


Doa Renungan

Allah Bapa yang Mahakuasa, terimakasih bahwa Engkau telah mengutus ketiga Malaikat Agung: Mikael, Gabriel dan Rafael, untuk menjaga keselamatan rohani kami. Semoga melalui pesta mereka pada hari ini aku menjadi semakin sadar akan kasih dan perhatian-Mu yang besar kepadaku. Dengan pengantaraan Kristus, Putera-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan dengan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, kini dan sepanjang masa. Amin.

Pembacaan dari Kitab Nubuat Daniel (7:9-10.13.14)

"Pakaian-Nya putih seperti salju."

Aku, Daniel, melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar; suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab. Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, re = b, 4/4, PS 834
Ref. Nama Tuhan hendak kuwartakan di tengah umat kumuliakan.
Ayat. (Mzm. 138:1-2ab.2cde-3.4.5)
1. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati, sebab Engkau mendengarkan kata-kata mulutku; di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu. Aku hendak bersujud ke arah bait-Mu yang kudus.
2. Aku hendak memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu, sebab Kaubuat nama dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
3. Semua raja di bumi akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, sebab mereka mendengar janji dari mulut-Mu; mereka akan menyanyi tentang jalan-jalan Tuhan, sebab besarlah kemuliaan Tuhan.

Bait Pengantar Injil, do = g, 4/4, PS 963
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. Pujilah Tuhan, hai segala tentara-Nya, muliakanlah Dia, hai para hamba yang melakukan kehendak-Nya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (1:47-51)

"Engkau akan melihat malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak manusia."

Pada waktu itu Natanael datang kepada Yesus atas ajakan Filipus. Tatkala melihat Natanael datang, Yesus berkata tentang dia, "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" Kata Natanael kepada Yesus, "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya, "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara." Kata Natanael kepada-Nya, "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" Yesus menjawab, kata-Nya "Karena Aku berkata kepadamu: "Aku melihat engkau di bawah pohon ara", maka engkau percaya? Hal-hal yang lebih besar daripada itu akan kaulihat." Lalu kata Yesus kepadanya, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka, dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.


Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Hari ini Gereja Katolik merayakan pesta Santo Mikael, Gabriel dan Rafael, Malaikat Agung. Meraka adalah Malaikat Allah. Dan Allah sendiri sebagai Hakim Agung. Bacaan hari ini mengajak kita untuk introspeksi diri, sejauh mana kita telah menjadi murid Yesus sejati. Malaikat Agung Allah yang cukup terkenal di dalam Gereja Katolik. Dengan menjadi orang Kristiani sejati, kita akan melihat kemuliaan Allah di sorga. Maka adakah hal-hal konkrit yang sudah kita lakukan, sebagai usaha kita untuk menjadi orang Kristiani sejati? Tuhan Yesus memuji Natanael sebagai seorang Israel sejati, yang tidak memiliki kepalsuan. Yesus juga menyatakan, bahwa ia akan melihat malaikat-malaikat Allah, turun naik kepada Anak Manusia. Sekarang inilah saatnya bagi kita, untuk mewujudkan iman serta kasih kita kepada sesama, seperti dikehendaki oleh Yesus.

Saudara-saudari terkasih.

Pada ketiga Malaikat Agung Allah ini, kita mendapatkan keterangan. Mereka adalah utusan Allah. Mereka mengabdi Allah di surga dan malaksanakan perintah-Nya di dunia ini. Sebagai utusan Allah, mereka menyatakan firman Tuhan kepada kita, melindungi dan menyampaikan permohonan kita kepada Allah. Nama mereka mencerminkan tugas yang diemban. Mikael, artinya siapa menyemai Allah? Gabriel, artinya Utusan Allah. Rafael artinya Allah menyembuhkan. Dalam Injil, Yesus melukiskan Natanael melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia. Yesus mempersatukan yang di atas dan yang dibawah, yang ilahi dan yang duniawi. Para malaikat Allah memuji dan mewartakan keagungan Allah. Jika hidup kita murni, Allah akan memperkenankan kita mengalami sorga abadi, tempat tinggal para penghuni sorga. Kita tahu, bahwa berada di dunia ini tidaklah selamanya, tetapi hanyalah sementara saja. Namun ada banyak orang lupa, termasuk kita orang- orang Kristiani.

Saudara-saudari terkasih.

Dalam pembicaraan sehari-hari, sering secara spontan berkata: "Syukurlah, aku dilindungi oleh malaikat pelindung." Atau orang lain yang berkata: "Aku bisa sampai di sini karena dibimbing oleh Malaikat Tuhan." Memang orang Katolik cukup akrab dengan para malaikat Allah. Mereka ini diutus Allah untuk mnenyertai dan melindungi perjalanan kita. Sepantasnyalah kita bersyukur dan berterimakasih kepada para Malaikat Agung Allah: Mikael, Gabriel dan Rafael. Mikael berjasa sebagai pelindung dan pemimpin para malaikat yang setia kepada Allah. Gabriel, adalah pewarta khabar gembira kepada Perawan Maria dan Zakaria. Rafael, sebagai pelindung dan penunjuk dalam perjalanan. Bila kita masih tetap bisa selamat sebagai orang-orang Kristiani hingga saat ini, kalau kita masih bisa ke gereja untuk ikut misa kudus setiap hari atau setiap minggu, maka itulah jasa dan bantuan para malaikat agung dan malaikat-malaikat Allah lainnya. Tentang para malaikat Allah, bisa menjadi bahan mawas diri bagi kita orang Katolik. Sejauh manakah pengalaman rohani kita sehubungan para malaikat Allah?

Saudara-saudari terkasih.

Pada suatu kesempatan, setelah perayaan Ekaristi di lingkungan, seorang warga bertanya kepada Romo: "Romo, mengapa urutan menyebut nama Malaikat Agung selalu Mikael, Gabriel dan baru Rafael?" Romo menjawab: "Mungkin, jawabannya bisa dicari dari arti harafiahnya. Mikael berarti siapa seperti Allah? Allah itu Maha: kasih, besar dan kuasa. Gabriel berarti Allah adalah kuat, besar atau akbar, pembawa kabar gembira Allah. Rafael berarti sang pemimpin perang melawan kejahatan. Karena sangat mungkin pada waktu itu, manusia terlukai." Seorang bapak lain bertanya: "Romo, saya pernah mendengar ada malaikat Lucifer. Betulkah itu?" Jawab Romo: "Lucifer itu awal mulanya "malaikat Allah." Tetapi karena Lucifer menolak untuk menyembah, berbakti dan memuliakan Allah; maka oleh Allah dia diusir dari hadapan Allah. Lalu menjadi "kepala" setan. Memimpin setan-setan lainnya memberontak, melawan Allah."

REFLEKSI:

Sudahkah kita melibatkan Malaikat Agung Mikael, Gabriel dan Rafael dalam hidup sehari-hari?

MARILAH KITA BERDOA:


Tuhan Yesus, ampunilah kami karena belum menampilkan diri sebagai seorang Kristiani sejati. Ajarilah kami untuk berusaha menjadi seorang Kristiani, murid dan pengikut-Mu yang sejati dan setia, mewujudkan iman dalam perbuatan pada sesama, ya Yesus... Doa ini kami persembahkan dalam nama-Mu, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.



LUMEN NO : 6994 -- Renungan Lumen Indonesia