Doa kepada St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus

Doa kepada St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus

O Santa Teresia dari Kanak-kanak Yesus
tolong petikkan bagiku sekuntum mawar dari taman surgawi
dan kirimkan padaku dengan suatu amanat cinta.

O Bunga Kecil dari Yesus, mintalah kepada Allah hari ini
untuk menganugerahkan rahmat yang sangat kubutuhkan ......
(katakan kepada St. Teresia permohonanmu)

Santa Teresia, bantulah aku untuk senantiasa percaya kepada belaskasih Allah yang sedemikian besar, sebagaimana telah engkau wujudkan di dalam hidupmu, sehingga aku boleh mengikuti 'Jalan Kecil'mu setiap hari.
Santa Teresia, doakanlah kami. Amin.

Sabtu, 01 Oktober 2011 Pesta St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus, Perawan-Pujangga Gereja

Sabtu, 01 Oktober 2011
Pesta St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus, Perawan-Pujangga Gereja

"Hanya cinta kasih membuat kita berkenan kepada Tuhan" (St Teresia dari Kanak-kanak Yesus"

Antifon Pembuka

Tuhan membimbing dan mengajar Teresia, menjaganya laksana biji mata. Tuhan membentangkan sayap sebagai rajawali dan membawanya serta dengan aman sentosa. Hanya Tuhanlah pemimpinnya.

Doa Renungan

Puji Syukur bagi-Mu, ya Bapa yang mahabaik. Engkau berkenan memberi yang terbaik bagi segala makhluk ciptaan-Mu. Buatlah aku hari ini berani mempersembahkan keberadaanku kepada-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan Juruselamatku. Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (66:10-14c)

"Aku mengalirkan kepadanya keselamatan dari sungai."


Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem, dan bersorak-sorailah karenanya, hai semua orang yang mencintainya! Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya, hai semua orang yang pernah berkabung karenanya! Hendaknya kamu minum susu yang menyegarkan dan menjadi kenyang, hendaknya kamu menghirup dan menikmati susu yang bernas. Sebab beginilah firman Tuhan: Sungguh, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir. Kamu akan menyusu, akan digendong, dan akan dibelai-belai di pangkuan. Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah kamu akan Kuhibur, kamu akan dihibur di Yerusalem. Apabila kamu melihatnya, hatimu akan girang, dan kamu akan seperti rumput muda yang tumbuh lebat.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

atau

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (12:31-13:13)

"Sekarang tinggal iman, harapan, dan kasih, namun yang paling besar diantaranya adalah kasih."

Saudara-saudara, berusahalah memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi. Sekalipun aku dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan malaikat, tetapi jika tidak mempunyai kasih, aku seperti gong yang bergaung atau canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal. Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Jagalah aku dalam damai-Mu, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 131:1.2.3)

1. Tuhan, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.
2. Sungguh, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.
3. Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan-Mu Kaunyatakan kepada orang kecil.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (18:1-5)

"Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga."

Sekali peristiwa datanglah murid-murid kepada Yesus dan bertanya, "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, lalu berkata, "Aku berkata kepadamu: Sungguh, jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Nina sebelumnya tidak mengenal siapa Fredi yang sebenarnya. Selama ini Nina cuma tahu kalau Fredi tak banyak bicara dan suka menyendiri. Meskipun demikian, Fredi tidak cuek. Pernah suatu ketika Nina akan pulang dan mendadak hujan, Fredi berhenti dan menawarkan tumpangan membonceng motor. Di balik sikap tertutupnya, Fredi begitu peduli. Hal ini semakin diketahui Nina ketika Fredi punya ide untuk menggalang dana, untuk seorang teman yang ibunya telah lama berbaring di rumah sakit. Karena itu, Fredi disukai banyak teman.

Tak hanya itu sejak berkenalan dengan Fredi, justru Fredi yang selalu mengingatkan Nina untuk pergi ke Gereja pada hari Minggu. Lama sesudah itu, Nina makin tak percaya ketika Fredi mengajak ke rumahnya. Rumahnya itu begitu besar, dua orang satpam menjaga di depan, baru kali ini Nina masuk rumah seperti itu. Nina baru tau bahwa Fredi meskipun kaya, namun rendah hati. Ia mau bersepeda motor meskipun ada mobil, mau membantu mengelola usaha ayahnya setiap pulang kuliah dan mau memiliki hati kepada teman yang sedang susah. Nina semakin kagum kepada Fredi.

Yesus menghendaki siapa pun untuk merendahkan diri, menjadi rendah hati. Peduli, tergerak hati, tidak menonjolkan diri, tidak menunjukkan kemegahan diri, merupakan sikap rendah hati. Bukan sebaliknya meninggikan diri dan mencari pujian manusia yang merupakan sikap sombong. Yesus mengajak agar merendahkan diri dengan tulus di hadapan Tuhan. Seperti anak kecil yang merasa bukan apa-apa di hadapan Tuhan yang mahakuasa. Yesus menjadi rendah hati dengan mengosongkan diri.

Pada zaman ini, tidak mudah menjadi orang yang rendah hati. Semua orang cenderung menonjolkan diri, memikirkan keakuan diri, karena keegoisan. Aku sendiri yang hebat, orang lain bukan apa-apa. Hanya mereka yang sadar akan kebesaran Tuhan, akan mampu merendahkan diri di hadapan-Nya dan sesama. Bukan diriku, keakuanku, kebesaranku, namun Dia, Tuhan yang mahabesar yang hendaknya selalu dimuliakan.

Yesus, semoga aku dari hari ke hari semakin rendah hati di hadapan-Mu dan sesama. Amin.

Oase Rohani 2011, Renungan dan Catatan Harian

Jumat, 30 September 2011 Pw St. Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja

Jumat, 30 September 2011
Pw St. Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja

Cara Allah mengasihi menjadi ukuran kasih manusia. (Paus Benediktus XVI)

Antifon Pembuka (Yos 1:8)

Kitab Suci hendaknya kaubaca senantiasa dan kaurenungkan siang malam. Peliharalah dan laksanakanlah segala sesuatu yang tertulis di dalamnya. Maka, jalan hidupmu akan lurus dan sabda Tuhan akan kaupahami.

Doa Pagi


Ya Tuhan, kami sering berjalan dengan keinginan dan kemauan kami sendiri tanpa menghiraukan perintah-perintah-Mu. Untuk itu, ya Tuhan, bimbinglah kami lewat firman-Mu yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa yang kami mengerti, seperti dulu St. Hieronimus telah berusaha menerjemahkan Kitab Suci agar semakin banyak orang mengenal firman-Mu. Amin.

Setiap orang telah berdosa kepada Tuhan. Namun, tidak semua orang sadar bahwa mereka telah berbuat dosa, terlebih dengan ketidaktaatan dan ketidaksetiaan kepada Tuhan. Hanya orang yang rendah hati mau mengaku dengan jujur bahwa ia telah berdosa.

Pembacaan dari Kitab Barukh (1:15-22)

"Kami telah berdosa terhadap Tuhan dan tidak taat."

Katakanlah begini: pada hari ini menjadi nyata keadilan ada pada Tuhan, Allah kita, sedangkan kejahatan pada kami, sebagaimana halnya sekarang ini, yaitu pada orang-orang Yehuda dan penduduk Yerusalem, pada sekalian raja kami, para pemimpin, para imam dan nabi serta pada nenek moyang kami. Memang kami telah berdosa terhadap Tuhan. Kami tidak taat kepada-Nya dan tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami, untuk mengikuti segala ketetapan Tuhan yang telah ditaruhnya di hadapan kami. Semenjak Tuhan membawa nenek moyang kami ke luar dari negeri Mesir sampai dengan hari ini kami tidak taat kepada Tuhan, Allah kami. Sebaliknya, Tuhan telah kami alpakan karena kami tidak mendengarkan suara-Nya. Dari sebab itu melekatlah kepada kami semua bencana dan laknat yang telah diperintahkan Tuhan kepada Musa, hamba-Nya, waktu nenek moyang kami dibawa-Nya ke luar dari negeri Mesir untuk dianugerahi suatu tanah yang berlimpah susu dan madunya, sebagaimana halnya sekarang ini. Tetapi kami tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami, sesuai dengan sabda para nabi yang telah diutus Tuhan kepada kami. Bahkan kami telah berbakti kepada allah lain, masing-masing menurut angan-angan hati jahatnya, dan kami melakukan apa yang durjana dalam pandangan Tuhan, Allah kami.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Demi kemuliaan nama-Mu, ya Tuhan, bebaskanlah kami
Ayat. (Mzm 79:1-5.8-9)
1. Ya Allah, bangsa-bangsa lain telah masuk ke tanah milik-Mu, menajiskan bait kudus-Mu, dan membuat Yerusalem menjadi timbunan puing. Mereka memberikan mayat hamba-hamba-Mu kepada burung-burung di udara untuk dimakan; daging orang-orang yang Kaukasihi mereka berikan kepada binatang-binatang liar di bumi.
2. Mereka menumpahkan darah orang-orang itu seperti air sekeliling Yerusalem, dan tidak ada yang menguburkan. Kami menjadi celaan tetangga, olok-olok dan cemoohan orang sekitar. Berapa lama lagi, ya Tuhan, Engkau murka terus-menerus? Berapa lama lagi cemburu-Mu berkobar-kobar seperti api?
3. Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang! Kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemahlah kami.
4. Demi kemuliaan nama-Mu, tolonglah kami, ya Allah penyelamat! Lepaskanlah kami, dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Hari ini dengarkanlah suara Tuhan, dan janganlah bertegar hati.


Belajar dari pengalaman sejarah adalah satu hal penting untuk dilakukan. Tirus dan Sidon, kota-kota kafir, mampu membaca tanda-tanda yang tidak dilihat oleh Kapernaum. Itulah yang membuat tanggungan mereka lebih ringan

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (10:13-16)

"Barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku!"


Sekali peristiwa Yesus bersabda, “Celakalah engkau, Khorazim! Celakalah engkau, Betsaida! Sebab seandainya di Tirus dan Sidon terjadi mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengahmu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Maka pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu. Dan engkau, Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak! Engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati. Barangsiapa mendengarkan kalian, ia mendengarkan Daku; dan barangsiapa menolak kalian, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Mukjizat bukan menjadi tolok ukur keselamatan. Sejak permulaan karya-Nya Yesus menyatakan, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Allah sudah dekat!” Sebab itu, peristiwa kemuliaan Tuhan yang ajaib dan kita alami dalam hidup hendaknya memperkuat pertobatan kita kepada Allah.

Doa Malam


Firman-Mu, Tuhan, telah mengingatkan kami untuk bertobat dan bertobat lagi dalam perziarahan ini. Bantulah kami untuk peka dalam mendengarkan suara Roh Kudus yang tinggal dalam hati nurani kami, serta lindungilah kami dalam istirahat malam ini. Antarlah kami kepada hari baru yang menggembirakan hati. Amin.


RUAH