| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

SURAT KEPADA KELUARGA BULAN NOVEMBER 2011


“Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.” (Lukas 20:38)



Waktu Bersamamu (dulu)

Waktu aku bersamamu, aku sungguh merasa berarti

Waktu aku membelaimu, aku merasa berharga dan lengkap

Sekarang engkau tiada lagi di rumah kita

Engkau telah ada di pangkuan Yang Mahakasih

Tetapi kenangan itu seakan menjadi bagian jiwa yang tak terhilangkan



Ketika engkau bersamaku di dalam rumah kita dulu

Betapa aku ingin menyampaikan harapan baikku untukmu

Bahwa aku sungguh mencintaimu dan menginginkanmu bahagia

Meski dulu kita sering berseberangan jalan dan saling mengecewakan

Tetapi ketahuilah, aku sungguh mengasihimu..



Keluarga-keluarga terkasih,

Ketika mengikuti misa-misa arwah, kita sering masih merasakan ada getaran kasih dari seluruh keluarga yang ditinggalkan. Kita masih merasakan relasi yang tertinggal dan begitu membekas dalam hati yang ditinggalkan. Ayah yang pergi meninggalkan kesan kebijaksanaan dan kesabarannya; ibu yang tiada meninggalkan cinta dan sejuta kenangan keibuannya yang membuat rindu dan rasa tentram. Anak yang terpaksa dipanggil Tuhan lebih dahulu rasanya masih meninggalkan kesedihan dan kenangan kebersamaan yang tiba-tiba hilang terenggut. Semua terasa mengharukan, meskipun mungkin mereka pernah menjadi kesulitan buat kita.

Mengapa kenangan manis akan orang-orang terkasih begitu terasa menyentuh? Karena mereka adalah orang-orang yang berarti dan penting bagi hidup kita. Kemungkinan lain adalah karena kita belum sempat melakukan kebaikan untuk mereka. Mereka yang sudah tiada memang selamanya akan hilang dari hubungan fisik kita. Mereka tidak bisa lagi mengatakan hal-hal baik (maupun buruk) kepada kita. Mereka adalah keheningan yang kekal. Ketika mereka tiada lagi, barulah kita menyadari bahwa ada mereka juga berarti dalam hidup keluarga kita.

Seringkali kita terlambat untuk menyampaikan pesan kasih kepada orang-orang serumah, yang membuat kita kesal, marah, bahkan menimbulkan dendam. Kita hidup bersama mereka dalam suasana panas, atau dalam kebekuan, atau bahkan dalam permusuhan mendalam. Hati yang membenci membuat kita lupa mengingat mereka sebagai bagian dari hidup kita yang tak tergantikan. Orang tua akan tetap menjadi orang tua kita, kendati mereka tidak cocok menurut pandangan kita. Anak-anak yang nakal tetaplah anak-anak yang membutuhkan pertolongan dan bimbingan penuh kasih. Kepergian mereka tetaplah duka mendalam yang bisa membawa penyesalan yang tidak ada gunanya lagi

Cobalah melihat kisah orang kaya dan Lazarus yang miskin dalam Injil Lukas (Luk.16:19-31). Perumpamaan dan kisah ini bukan hanya mau menjelaskan kejadian di dalam surga dan neraka, tetapi mau mengingakan kepada kita betapa pentingnya hidup di dunia. Penginjil Lukas mau mengatakan betapa berartinya dunia yang diciptakan Allah ini. Segala sesuatu dapat kita bangun dan ciptakan dalam kebaikan kalau kita mengusahakannya selama kita hidup. Allah sudah selalu menyediakan kesempatan itu selama nafas masih di dada kita. Dan kematian akan menjadi semacam panen raya untuk hal baik yang sudah kita usahakan bersama.

Lihatlah orang-orang di sekitarmu, orang tuamu, anak-anakmu, saudara-saudarimu, paman-bibimu, atau siapapun juga di dalam rumahmu. Mereka adalah manusia-manusia rapuh tetapi penuh kebaikan juga. Mereka menantikan saat mengatakan sesuatu yang baik kepada kita. Mereka merindukan sapaan ramah dan uluran tangan kasih. Mereka selalu menjadi bagian keluarga kita. Jangan sampai kita terlambat mencintai mereka. Mumpung kita masih diberi waktu oleh Allah di tengah keluarga.

Banyak orang membeli tanah makam yang mahal dan mewah, tetapi kita harus tetap sadar bahwa persembahan terindah adalah ketika mereka masih hidup bersama kita. Tidak ada cara lain untuk menghormati orang tua, selain menentramkan hati mereka dengan pengertian dan penerimaan ketika mereka menjadi tua dan rapuh. Anak-anak yang kurang terpelihara tetap membutuhkan saat-saat mesra bersama orang tuanya, bukan kelimpahan harta dan barang-barang. Kalau kita mau merayu hati kita sendiri untuk berbaikan dengan saudara saudari kita, betapa indahnya dunia di rumahkita!

Tradisi masing masing suku dan bangsa berbeda, tetapi ekspresi penghormatan dan kasih sayang yang mau disampaikan sama: “Kamu pernah berarti buat kami, maka kami mengenangmu dengan kasih.” Nyadran, Nyekar, Ceng Beng, intensi di dalam Ekaristi, Ibadat 40 hari, Ibadat nyewu, dll. Adalah bentuk suci dari hati yang mengasihi dan mengenang persaudaraan sejati. Pastikanlah itu sudah kita bina semasa kita hidup bersama sekarang ini.

Inilah saat terbaik, menghormati yang sudah tiada, mendoakan dan memohon doa mereka, sambil mengharapkan kerahiman Allah atas jiwa jiwa itu di surga. Akan tetapi kita juga mengingat bahwa mereka yang masih hidup lebih penting kita perhatikan. Ampunilah, maafkanlah, pahamilah, bimbinglah, nasihatilah dan ajaklah bicara mereka yang dekat dengan kita. Kita satu keluarga di dunia ini, dan kelak kita juga satu keluarga Allah dalam kemuliaan-Nya. Biarlah kehidupan yang baik itu kita mulai dari sekarang, tidak menunggu nanti. Tuhan memberkati kita semua. Amin

Salam dalam Yesus, Maria, dan Yosef

Rm. Alexander Erwin Santoso MSF

Minggu, 06 November 2011 Hari Minggu Biasa XXXII

Minggu, 06 November 2011
Hari Minggu Biasa XXXII

"Perbuatan kita yang paling sederhana sekalipun, kalau dilakukan karena cinta, akan membawa keuntungan bagi semua orang" (Katekismus Gereja Katolik, 1108)


Antifon Pembuka (Mzm 87:3)

Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu, dengarkanlah jeritan tangisku, ya Tuhan

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahakuasa dan maharahim, kasihanilah kami. Singkirkanlah kiranya segala yang merintang kebahagiaan kami. Semoga tiada sesuatu pun yang membebani jiwa atau pun raga kami untuk dengan tulus ikhlas melaksanakan apa yang berkenan di hati-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Kebijaksanaan (6:3-17)

"Kebijaksanaan ditemukan oleh mereka yang mencarinya."

Kebijaksanaan itu bersinar dan tak dapat layu, mudah dipandang oleh yang kasih kepadanya, dan ditemukan oleh mereka yang mencarinya. Ia mendahului memperkenalkan diri kepada orang yang menginginkannya. Barangsiapa pagi-pagi bangun demi kebijaksanaan tak perlu bersusah payah, sebab kebijaksanaan itu ditemukannya duduk di dekat pintu. Merenungkan kebijaksanaan merupakan pengertian sempurna, dan siapa yang berjaga karena kebijaksanaan segera akan bebas dari kesusahan. Sebab kebijaksanaan sendiri berkelililing mencari orang yang patut baginya, dan dengan rela memperlihatkan diri kepada mereka yang mencarinya; kebijaksanaan dijumpai pada tiap-tiap pemikiran mereka.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 2/2, PS 843
Ref. Jiwaku haus pada-Mu, Tuhan, ingin melihat wajah Allah.
Ayat. (Mzm 63:2.3-4.5-6.8-9; Ul: 2b, 2/4)

1. Ya Allah, Engkaulah Allahku, kucari-cari dan kudambakan Dikau jiwaku menghauskan Tuhanku laksana gurun gersang, tandus tanpa air.
2. Semoga hamba boleh memandang Tuhanku melihat kemuliaan-Mu yang besar. Cinta-Mu lebih berharga daripada hidup hendaknya mulutku memuji-Mu.
3. Demikianlah sepanjang hidupku aku hendak menghormati Engkau. Jiwaku dikenyangkan dengan lemak dan sumsum, aku bersorak-sorai dan memuji-muju.
4. Jiwaku melekat pada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku. Sungguh Engkau melulu yang menolongku dan di bawah sayap-Mu sentosalah aku.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika (1Tes 4:13-18)

"Mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama dengan Yesus."

Saudara-saudara, kami ingin agar kamu mengetahui tentang orang-orang yang sudah meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena kalau kita percaya bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama dengan Yesus. Hal ini kami katakan kepadamu seturut sabda Allah ini. Kita yang hidup dan masih tinggal sampai kedatangan Tuhan sekali-kali takkan mendahului mereka yang sudah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberikan, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, Tuhan sendiri akan turun dari surga. Dan mereka yang meninggal dalam Kristus Yesus akan lebih dahulu bangkit. Sesudah itu, kita yang hidup dan masih tinggal akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Karena itu hendaklah kamu saling menghibur dengan perkataan-perkataan ini.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Bait Pengantar Injil, do = g, 2/4, PS 952
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. (Mat 24:42a.44)
Berjaga-jagalah dan bersiap-sedialah, sebab kamu tidak tahu bilamana Putera Manusia datang.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (25:1-13)

"Mempelai datang! Songsonglah dia!"

Pada suatu hari Yesus mengucapkan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya, "Hal Kerajaan Surga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Yang bodoh itu membawa pelita, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan yang bijaksana, selain pelita juga membawa minyak dalam buli-bulinya. Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang, mengantuklah mereka semua, lalu tertidur. Tengah malam terdengarlah suara berseru, ‘Pengantin datang! Songsonglah dia!’ Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada yang bijaksana, ‘Berilah kami sedikit dari minyakmu, sebab pelita kami mau padam.’ Tetapi yang bijaksana menjawab, ‘Tidak, jangan-jangan nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi membelinya pada penjual minyak.’ Tetapi, sementara mereka pergi membelinya, datanglah mempelai, dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama dia ke dalam ruang perjamuan nikah. Lalu pintu ditutup. Kemudian datanglah juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata, ‘Tuan, Tuan, bukakanlah kami pintu!’ Tetapi tuan itu menjawab, ‘Sungguh, aku berkata kepadamu, aku tidak mengenal kamu.’ Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun saatnya.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

YANG SIGAP DAN YANG KURANG WASPADA

Injil Minggu Biasa XXXII tahun A ini (Mat 25:1-13) menampilkan perumpamaan sepuluh gadis yang bermaksud mengiringkan pengantin lelaki menjemput mempelai perempuan dan ikut pesta pernikahan. Lima dari kesepuluh gadis tadi siap tetapi lima lainnya tidak. Mereka tidak membawa persediaan minyak bagi pelita mereka sehingga harus pergi membelinya. Tapi pada saat itu mempelai lelaki yang ditunggu-tunggu akhirnya datang dan kelima gadis yang pergi membeli minyak tadi tertinggal dan tak bisa ikut dalam pesta pernikahan.

Perumpamaan ini termasuk rangkaian pengajaran yang sama-sama bermuatkan pokok-pokok gagasan berikut:
- Ada dua kelompok orang yang menanti-nantikan: Mat 24:37-41 (yang satu terbawa, yang lain tertinggal); 45-51 (hamba setia, hamba jahat); 25:14-46 (domba di kanan, kambing di kiri).
- Tertundanya kedatangan orang yang dinantikan: Mat 24:48 (majikan para hamba); 25:14.19 (pemberi talenta).
- Saat kedatangannya tak terduga-duga: Mat 24:29-36; 50-51.
- Bisa diamati gelagatnya: Mat 24:29-36.43 (nasihat berjaga-jaga; inti pewartaan Mat 24-25).
- Perlu kewaspadaan dan usaha: Mat 24:45-51 (hamba yang berjaga-jaga) ; 25:14-30 (menjalankan talenta).
Marilah kita lihat dari dekat beberapa unsur di dalam perumpamaan sepuluh gadis ini.

"PADA WAKTU ITU..."

Petikan hari ini mulai dengan ungkapan "Pada waktu itu hal Kerajaan Surga seumpama...". Dibicarakan di sini saat pemisahan siapa yang akan masuk siapa yang akan tertinggal di luar, seperti juga sudah disebutkan dalam Mat 24:40 ("Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan") dan nanti dalam Mat 25:32 ("Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan [Anak Manusia yang datang dalam kemuliaannya] dan ia akan memisahkan mereka seorang dari yang lain, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing.").Yang dimaksud dengan "Hal Kerajaan Surga" ialah keadaan pada akhir zaman itu nanti.

Apakah ini ramalan? Banyak pembaca Injil Matius pada zaman itu berpikir demikian. Maklum mereka mengira bahwa akhir zaman akan segera datang. Namun perkiraan ini mau tak mau semakin disesuaikan dengan kenyataan bahwa akhir zaman yang ditandai dengan macam-macam kekalutan dan kekacauan tak kunjung tiba walau tanda-tanda yang disebutkan dalam Mat 24:4-18 sudah hadir. Nyatanya dunia masih terus berlangsung. Orang-orang juga terus hidup. Injil Matius menjelaskan bahwa akhir jagat tetap akan datang tidak lama lagi, tetapi kapan persisnya tidak diketahui. Tak ada yang tahu, malaikat tidak tahu, bahkan anak (manusia) sendiri yang akan datang dengan kemuliaan tidak mengetahuinya. Hanya Bapa di surga yang tahu. Diajarkan kepada komunitas orang percaya pada waktu itu agar tetap waspada dan sigap. Itulah sebabnya perumpamaan mengenai sepuluh gadis tadi tampil dalam pembicaraan mengenai akhir zaman. Di sini terlihat betapa iman mereka tetap hidup dan teologi mereka tidak mentok. Tidak terpancang pada gagasan dan perkiraan belaka.

Bagaimana dengan orang pada zaman ini? Bila pelita iman tetap dihidupkan dengan minyak nalar yang tak kering, maka tak usah takut menafsirkan Mat 24-25 bagi orang sekarang bukan sebagai ramalan bahwa akhir zaman akan segera datang. Namun demikian, kewaspadaan serta kesiagaan yang diajarkan di situ tetap memiliki bobot dan arti. Malah makin besar. Bagaimana penjelasannya?

IKUT PESTA PERNIKAHAN, PELITA, DAN MINYAK

Perumpamaan ini didasarkan pada kebiasaan yang pada zaman Matius sudah tidak ada lagi, tapi yang tetap menampilkan makna yang jelas. Di situlah kuatnya gaya tutur perumpamaan. Di sebuah dusun, menjadi aib besar bagi seorang gadis yang memasuki umur dewasa bila tidak sempat ikut meramaikan pesta pernikahan salah satu dari antara mereka sebagai pengiring pengantin. Akan susah baginya untuk bersuami. Ia akan sulit menemukan tunangan yang akan menjadi suaminya. Ia harus menantikan sampai ada yang menebusnya. Dan memang dalam masyarakat Yahudi dulu ada kelompok seperti ini. Kerap mereka yang tidak menikah ini tergolong bersama dengan kelompok "janda". Bukan kehidupan yang menyenangkan, dibicarakan orang, dicibiri, dijauhi. Hanya dipelihara, dikasihani.

Dalam perumpamaan ini nasib mereka dijelaskan sebagai akibat kebodohan mereka sendiri. Mereka teledor tidak membawa cukup bekal dan kehilangan kesempatan berharga ikut mempelai lelaki menjemput pengantinnya. Ketika mereka menyusul, pintu tidak akan dibuka bagi mereka. Terlambat. Permintaan mereka agar pintu dibuka tidak dilayani dan mereka dianggap orang yang tak dikenal.

Dalam sejarah penafsiran, kerap ada uraian mengenai pelita dan minyak. Pelita dapat dilihat sebagai lambang terang iman yang menuntun pembawanya. Penolakan lima gadis yang bijaksana untuk memberi minyak mereka tak usah ditafsirkan sebagai sikap menaruh kepentingan diri di atas kebutuhan sesama. Penolakan itu menunjukkan betapa minyak dan pelita menjadi bagian yang tak terpisahkan dari yang membawanya. Jelas yang dimaksud bukan minyak sungguhan, melainkan minyak yang menghidupkan orang dari dalam dan tak dapat diparuh untuk orang lain. Juga angka sepuluh sering dilihat sebagai cara mengatakan seluruh komunitas orang yang percaya, Gereja, di situ ada yang sigap dan ada yang lamban dalam menunggu sang Mempelai, yakni Kristus. Bila begitu, maka ada imbauan untuk membantu agar jangan sampai orang jadi lamban, siap-siaplah dengan bekal. Juga agar yang sigap hendaknya, dalam arah tafsir ini, agar tetap awas.

MENDENGARKAN SABDA


Petikan yang sedang dikupas kali ini mengingatkan pembaca akan erumpamaan orang bijak yang mendirikan rumah di atas batu (Mat 7:24-27). Rumahnya tak bakal rubuh bila hujan turun dan angin menerpa. Tetapi orang yang bodoh membangun rumah di atas pasir. Gampang. Tapi bila datang hujan dan banjir rumahnya akan musnah. Di situ bijaksana atau bodoh diukur dengan "mendengar perkataanku". Yang tidak mendengarkan tapi merasa sudah berseru "Tuhan, Tuhan" akan terpaksa mendengar jawaban "Aku tidak mengenalmu!" (7:21-23). Seruan sia-sia dan jawaban yang sama diperdengarkan kepada lima gadis lamban yang datang menyusul ketika pintu sudah ditutup (25:11-12).

Dari perbandingan itu jelas bahwa kebodohan kelima gadis tadi intinya ialah sikap kurang mau memberi ruang gerak pada Sabda Ilahi dalam kehidupan mereka. Bagi mereka, Sabda bukan kenyataan yang dihayati. Ini kecerobohan bertindak yang akhirnya membuat mereka tidak dapat ikut di dalam kegembiraan yang mereka harap-harapkan.

Tertundanya kedatangan yang ditunggu-tunggu itu bisa jadi kesempatan berharga untuk semakin belajar mendengarkan. Bukan agar menjadi waswas mengenai kapan datangnya yang ditunggu dan mulai ikut dalam upaya ramal meramal. Yang berbekal kebijaksanaan boleh tetap tenang dan yakin bahwa yang ditunggu pasti akan datang. Kapan terserah yang kuasa. Ini kebijaksanaan orang yang mendengar Sabda Ilahi Tidak memaksa-maksa, tidak mendahului, melainkan membiarkan-Nya datang dengan derap langkah-Nya sendiri. Ini sama dengan mengawasi gerak gerik-Nya dan membuat orang bisa selangkah dengan-Nya nanti.

MAIN MAIN DENGAN "MISTERI" DAN AGAMA?

Orang sekarang sebetulnya mempunyai hubungan yang mendua dengan kenyataan Yang Keramat. Orang boleh jadi tidak lagi dapat membiarkan Yang Keramat datang dengan wajahnya sendiri. Orang mau memanipulasinya. Dalam gagasan Injil sama dengan menolak mendengarkan Sabda Ilahi. Sama saja dengan berlaku "lamban" dan "bodoh" (Yunaninya "moros") bukan sebagai orang yang sigap menengarai keadaan, bijak (Yunaninya "phronimos").

Ironinya, dalam manipulasi Yang Keramat itu ialah disertakannya unsur-unsur agama. Di situ agama ditayangkan sebagai cara-cara memperoleh kekuatan memanuver kekuatan-kekuatan itu. Bukan sebagai kebijaksanaan memahami gerak geriknya. Bisa diingat kembali yang disampaikan dalam Mat 7:22. Di situ pembenaran diri bahwa orang telah bernubuat atas nama Tuhan, mengusir setan demi namaNya, mengadakan banyak mukjizat demi namaNya hanya akan dijawab (ayat 23): "Aku tidak pernah mengenal kamu. Enyahlah dari hadapanku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan!" Ini peringatan agar tidak berlaku sebarangan

Apakah teologi kristiani dapat menyumbangkan sesuatu? Tentu saja. Sederhana. Mendengarkan dan kemudian menyampaikan yang didengar itu dalam bahasa manusia. Memperdengarkan Sabda Ilahi dalam bahasa yang bisa dimengerti. Itulah yang disampaikan itu "teo-logi", wacana tentang Yang Ilahi setelah mendengarkannya. Bukan sebaliknya. Apakah juga ada ajakan bagi pelayan kehidupan orang yang beragama, bagi para pelayan sabda? Ya. Ada ajakan untuk semakin membantu orang dapat menjadi kaum "phronimoi", kaum yang sigap dan bijak yang membangun rumah di atas dasar yang kukuh, yang pandai-pandai membawa bekal dan menjaga pelita hidup tetap menyala.

Salam hangat,
A. Gianto

Sabtu, 05 November 2011 Hari Biasa Pekan XXXI

Sabtu, 05 November 2011
Hari Biasa Pekan XXXI

Seseorang berkewajiban menyampaikan kebenaran kepada orang lain demi kejujuran --- St Tomas Aquinas


Antifon Pembuka

Terpujilah Allah yang berkuasa meneguhkan kalian menurut Injil yang kumaklumkan dan sesuai pewartaan Yesus Kristus.

Doa Renungan

Allah Bapa sumber kekuatan kami, jangan biarkan kami bercabang hati. Sertailah kami dalam tugas pelayanan agar tetap terarah kepada-Mu saja, meskipun godaan dan tantangan menghadang. Namun, kami percaya dengan kasih-mu sehingga kami mampu melaksanakan pewartaan Injil.
Semoga kami hari ini mampu memberikan hati kami seutuhnya untuk-Mu dan tidak terbagi dengan kejahatan. Oleh sabda Putra-Mu iman kami diteguhkan, harapan dan cinta kami dikuatkan oleh-Nya. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma (16:3-9.16.22-27)

"Hendaklah kalian saling memberi salam dengan cium kudus."

Saudara-saudara, sampaikan salamku kepada Priska dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus. Mereka telah mempertaruhkan nyawa untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi. Salam juga kepada jemaat di rumah mereka. Salam kepada Epenetus, saudara yang kukasihi; dialah buah pertama dari daerah Asia untuk Kristus. Salam kepada Maria, yang telah bekerja keras untuk kalian. Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama dengan daku; mereka itu orang-orang terpandang di antara para rasul dan telah menjadi Kristen sebelum aku. Salam kepada Ampliatus yang kukasihi dalam Tuhan. Salam kepada Urbanus, teman sekerja kami dalam Kristus, dan salam kepada Stakhis yang kukasihi. Hendaklah kalian saling memberi salam dengan cium kudus. Salam kepada kalian dari semua jemaat Kristen. Salam dalam Tuhan dari Tertius, yaitu aku yang menulis surat ini. Salam bagi kalian dari Gayus yang memberi tumpangan kepadaku, dan bagi seluruh jemaat. Salam kepada kalian dari Erastus, bendahara negeri, dan dari Kwartus, saudara kita. Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kalian semua. Amin. Allah berkuasa menguatkan kalian menurut Injil yang kumaklumkan dan pewartaan tentang Yesus Kristus, yang isinya ialah pernyataan yang berabad-abad lamanya tersembunyi, tapi kini dinyatakan, yang menurut perintah Allah yang abadi telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman. Bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat itu, segala kemuliaan untuk selama-lamanya, oleh Yesus Kristus. Amin!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 2/4, PS 829
Ref. Aku hendak memuji nama-Mu, ya Tuhan, selama-lamanya
Ayat. (Mzm 145:2-3.4-5.10-11; Ul: 1b)
1. Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. Besarlah Tuhan, dan sangat terpuji; kebesaran-Nya tidak terselami.
2. Angkatan demi angkatan akan memegahkan karya-karya-Mu, dan akan memberitakan keperkasaan-Mu. Semarak kemuliaan-Mu yang agung akan kukidungkan, dan karya-karya-Mu yang ajaib akan kunyanyikan.
3. Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.

Bait Pengantar Injil, do = g, 4/4, PS 963
Ref. Alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya.
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.

Ayat. (2Kor 8:9)
Yesus Kristus menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya oleh karena kemiskinan-Nya kamu menjadi kaya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (16:9-15)

"Jika kalian tidak setia mengurus mamon durhaka, siapakah yang mau mempercayakan harta sejati kepadamu?"

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan mamon yang tidak jujur, supaya jika mamon itu tidak dapat menolong lagi, kalian diterima dalam kemah abadi. Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi jika kalian tidak setia mengurus mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan harta sejati kepadamu? Seorang hamba tidak mungkin mengabdi dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain; atau ia akan setia kepada yang seorang, dan tidak mengindahkan yang lain. Kalian tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada mamon." Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Yesus. Maka Yesus berkata kepada mereka, "Kalian membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Banyak orang senang ketika Barack Obama menjadi Presiden Amerika Serikat. Bukan hanya orang Amerika Serikat saja yang senang, para guru SD Santo Fransiskus Asisi dan SD Negeri Menteng 1 juga turut senang. Mengapa? Mereka senang karena dahulu Obama pernah bersekolah di SD itu. Dalam sebuah wawancara televisi, guru SD itu menceritakan bagaimana bakat kepemimpinan Obama itu sudah terlihat sejak kecil. Ia senang membantu teman-temannya. Ia juga senang membantu gurunya menghapus papan tulis.

Sebagaimana pengalaman Obama, kebanyakan orang dididik menjadi pemimpin lewat peristiwa-peristiwa hidup sehari-hari. Sering terjadi, apa yang dialami orang di masa kecil menjadi jalan bagi kesuksesannya ketika dewasa—meskipun pengalaman-pengalaman itu sering kali sederhana saja, misalnya menyapu halaman rumah, menimba air, atau merapikan tempat tidur. Lewat tugas-tugas itu sebenarnya seorang anak belajar bertanggung jawab. Kenyataan ini menjadi bukti konkret akan Sabda Yesus hari ini, ”Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.”

Ya Tuhan, aku bersyukur karena Engkau telah mendidik aku lewat hal-hal sederhana setiap hari. Semoga aku menemukan nilai-nilai hidup lewat hal-hal itu. Amin.

Ziarah Batin 2011, Renungan dan Catatan Harian

Jumat, 04 November 2011 Jumat Pertama Dalam Bulan- Peringatan Wajib St. Karolus Borromeus, Uskup.

Jumat, 04 November 2011
Jumat Pertama Dalam Bulan- Peringatan Wajib St. Karolus Borromeus, Uskup.

Dengan doa, kita menemukan kekuatan untuk menghadirkan Kristus dalam diri kita dan sesama --- St Karolus Borromeus


Antifon Pembuka

Tuhan bersabda, "Aku akan memperhatikan domba-domba-Ku, mengangkat seorang gembala sebagai pemimpin, dan Aku, Tuhan sendiri, menjadi Allah mereka."

Pengantar

Hari ini hari Jumat pertama dalam bulan. Tuhan Yesus selalu mengundang kita, "Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." (Mat 11:28). Ajakan Tuhan ini menggambarkan bahwa perjalanan hidup kita selayaknya selalu dihayati dalam kebersamaan dengan Yesus, bukan hanya mengandalkan kemampuan manusiawi belaka.

Doa Renungan

Tuhan Yesus Kristus, jalan, kebenaran, dan hidup, St Karolus Borromeus dengan penuh semangat mengikuti panggilan-Mu dan menyerahkan diri sepenuhnya untuk melayani sesama yang menderita. Semoga kami dapat meneladannya khususnya dalam melayani sesama yang miskin dan menderita. Sebab Engkaulah Putra Allah yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.


Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma (15:14-21)

"Aku menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi supaya mereka diterima Allah sebagai persembahan yang berkenan di hati-Nya."

Saudara-saudara, aku sendiri yakin bahwa kalian penuh dengan kebaikan dan segala pengetahuan, dan bahwa kalian sanggup untuk saling menasihati. Namun karena kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadaku, aku di sana-sini dengan agak berani telah menulis kepadamu untuk mengingatkan kalian, bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi. Aku boleh melayani pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan di hati-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus. Maka aku boleh bermegah dalam Kristus tentang pelayananku bagi Allah. Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus dengan perantaraanku. Demikian Ia telah memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, berkat perkataan dan perbuatan, berkat tanda-tanda serta mukjizat-mukjizat, dan berkat kuasa Roh. Demikianlah dalam perjalanan keliling dari Yerusalem sampai ke Ilirikum aku telah mewartakan Injil Kristus dengan sepenuh-penuhnya. Dan dalam pewartaan itu aku menganggap sebagai kehormatanku, bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat di mana nama Kristus telah dikenal orang, supaya aku jangan membangun di atas dasar, yang telah diletakkan orang lain. Tetapi aku mengikuti ayat Kitab Suci yang berbunyi: "Mereka yang belum pernah menerima berita tentang Dia, akan melihat Dia, dan mereka yang belum pernah mendengar tentang Dia, akan mengertinya."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = c, 4/4, PS 807
Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
Ayat. (Mzm 98:1.2-3ab.3cd-4)

1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Bergembiralah dan bermazmurlah!


Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Sempurnalah kasih Allah dalam hati orang yang mendengarkan sabda Kristus.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (16:1-8)

"Anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang."

Pada suatu ketika berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, "Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. Maka si kaya itu memanggil bendaharanya dan berkata, 'Apakah yang telah kudengar tentang dirimu? Berilah pertanggungjawaban atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh bekerja sebagai bendahara lagi.' Berkatalah bendahara itu dalam hatinya, 'Apakah yang harus kuperbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu. Aku tahu apa yang akan kuperbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang mau menampung aku di rumah mereka.' Lalu ia memanggil satu demi satu orang yang berutang kepada tuannya. Berkatalah ia kepada yang pertama, 'Berapa besar utangmu pada tuanku?' Jawab orang itu, 'Seratus tempayan minyak.' Lalu kata bendahara itu, 'Inilah surat utangmu. Duduklah dan buatlah surat utang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.' Kemudian ia berkata kepada yang lain, 'Dan Saudara, berapa utangmu?' Jawab orang itu, 'Seratus pikul gandum.' Katanya kepada orang itu, 'Inilah surat utangmu. Buatlah surat utang lain: Delapan puluh pikul.' Bendahara yang tidak jujur itu dipuji tuannya, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan

Seorang pelajar atau mahasiswa menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan dana untuk menyelesaikan sekolah atau kuliahnya. Ia pastilah rajin belajar, mengerjakan tugas-tugas, membuat penelitian, karya tulis, mengikuti ujian, dan seterusnya agar ia mencapai tingkat prestasi akademik yang tinggi. Demikian juga seorang pekerja, pengusaha, pejabat, dan sebagainya. Orang-orang ini tidak segan-segan bekerja keras, membanting tulang, memeras keringat dan otak, agar pekerjaannya sukses. Untuk segala urusan itu, orang rela berkorban banyak. Apakah usaha dan perngorbanan yang sama juga dilakukan untuk membangun hidup rohani?

Lewat perumpamaan bendahara yang tidak jujur, Yesus mengingatkan kita bahwa orang hendaknya jangan hanya bersemangat mengurusi urusan duniawi saja, tetapi juga perlu bersemangat mengurusi hal-hal rohani.


Tuhan, janganlah aku terlena hanya mengurusi hal-hal duniawi, tetapi doronglah aku untuk setia juga membangun hal-hal rohani. Amin.

Ziarah Batin 2011, Renungan dan Catatan Harian

Doa kepada Santo Karolus Borromeus

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

Allah Bapa, yang maharahim, Engkau telah mengutus St Karolus Borromeus sebagai saksi Injil dan pelayan umat-Mu. Kami mohon berkat-Mu melalui St Karolus agar tugas kami sehari-hari dalam melayani sesama kami yang sakit dan menderita dapat berjalan dengan baik.

Ya St Karolus, bantulah kami agar kami selalu mempergunakan: mulut kami untuk mengucapkan kata-kata bijaksana yang dinantikan oleh sesama kami; bibir kami untuk memberikan senyuman yang membesarkan hati mereka; mata kami untuk memancarkan terang-Mu; tangan kami untuk bekerja dengan rajin, cermat serta melayani sesama dengan penuh gairah dan kasih tanpa pamrih; pikiran kami untuk memikirkan apa yang menjadi kehendak-mu untuk kami lakukan dalam hidup sehari-hari.

Doakanlah kami, ya St Karolus, sadarkanlah kami bila kami terlena dalam kesenangan pribadi. Bukalah hati kami, akan penderitaan sesama serta ambillah hati kami dari rasa tidak puas, iri hati, dan cemburu. Melalui doamu, mohonkan bagi kami hati yang baru, hati yang tahu bersyukur atas segala sesuatu yang telah kami terima dari kemurahan Allah.

Ya Allah, kuasailah hati kami agar kami semakin terbuka dan peka akan kebutuhan sesama serta mampu memberikan kasih-Mu bagi mereka yang haus akan cinta kasih-Mu. Pertajam mata dan hati kami untuk melihat karya dan kehadiran-Mu dalam segala hal dan menjumpai Engkau dalam dri sesama yang malang dan miskin.

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

Kamis, 03 November 2011 Hari Biasa Pekan XXXI

Kamis, 03 November 2011
Hari Biasa Pekan XXXI

Setiap kebenaran, entah dari siapa yang mewartakannya, selalu datang dari Roh Kudus --- St Ambrosius

Doa Pagi

Tuhan, Pencipta alam semesta, milik-Mulah kehidupan. Ajarilah kami untuk senantiasa memuliakan Dikau dalam sikap hidup, tidak menghakimi sesama tetapi ikut bergembira dan mendukung sesama yang bertobat untuk kembali bersama-sama memuliakan Dikau, kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma (14:7-12)

"Entah hidup, entah mati, kita tetap milik Tuhan.

Saudara-saudara, tiada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup bagi Tuhan, dan jika kita mati, kita mati bagi Tuhan. Jadi entah kita hidup entah mati, kita tetap milik Tuhan. Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup. Tetapi engkau mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapa engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah. Sebab dalam Kitab Suci tertulis, "Demi Aku hidup," demikianlah sabda Tuhan, "semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan Allah." Demikianlah masing-masing di antara kita akan memberi pertanggungjawaban kepada Allah tentang dirinya sendiri.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 4/4, PS 865
Ref. Tuhan, Engkaulah penyelamatku.
atau
Aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang hidup.
Ayat. (Mzm 27:1.4.13-14)
1. Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
2. Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, satu inilah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.
3. Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan!

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 11:28)
Datanglah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepada kalian.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (15:1-10)


"Akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat."

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasa datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya, "Orang ini menerima orang-orang berdosa dan makan bersama dengan mereka." Maka Yesus menyampaikan perumpamaan berikut kepada mereka, "Siapakah di antaramu yang mempunyai seratus ekor domba lalu kehilangan seekor, tidak meninggalkan yang 99 ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau telah menemukannya, ia lalu meletakkannya di atas bahu dengan gembira. Setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata, 'Bersukacitalah bersama aku, sebab dombaku yang hilang telah kutemukan.' Aku berkata kepadamu, demikian juga akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan. Atau wanita manakah yang mempunyai sepuluh dirham, lalu kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Dan kalau telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata, 'Bersukacitalah bersama aku, sebab dirhamku yang hilang telah kutemukan.' Aku berkata kepadamu, Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Bulan November dalam tradisi rohani menjadi bulan untuk mengenangkan dan menghormati arwah orang beriman. Apa yang menjadi landasan? Bacaan dari surat Santo Paulus kepada jemaat di Roma yang kita baca pada hari ini memberi peneguhan mengenai sikap iman kita. "Sebab jika kita hidup, kita hidup bagi Tuhan, dan jika kita mati, kita mati bagi Tuhan. Jadi entah hidup entah mati, kita tetap milik Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup."

Dengan kematian, hidup seseorang tidak dilenyapkan melainkan hanya diubah (bandingkan prefasi arwah I dalam TPE), sebab dalam keadaan apa pun, entah hidup entah mati, kita selalu bersama Tuhan. Dalam misteri Paskah, yakni peristiwa wafat dan kebangkitan Kristus, kematian seluruh umat manusia menemukan jawaban dan maknanya. Jika orang meninggal dalam Kristus, maka orang "beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan" (2Korintus 5:8). Gereja dengan mantap meyakini bahwa setiap orang yang mati dalam Kristus, akan dibangkitkan oleh Allah bagi kehidupan bersama dengan-Nya untuk selama-lamanya. Dalam rangka perjalanan kepada kehidupan mulia secara penuh bersama Allah di surga itu, Gereja mendampingi setiap warganya yang sedang dan telah meninggal dunia melalui segala macam doa dan kesalehan lainnya. Tradisi mendoakan arwah orang beriman mendapat landasannya di sini.

Dasar praktik doa Gereja untuk orang-orang yang sedang dan telah meninggal dunia selain terletak pada iman Gereja akan kebangkitan Kristus, juga terletak pada persekutuan orang-orang kudus dalam Gereja (communio sanctorum). Gereja sebagai persekutuan semua orang beriman itu meliputi mereka yang sudah mulia bersama Allah di surga, mereka yang masih hidup dan mengembara di dunia ini --- termasuk kita, dan mereka yang telah meninggal dunia tetapi masih mengharapkan belaskasihan Allah atau mereka yang masih mengalami penyucian. Untuk mereka yang telah meninggal dan masih menantikan kerahiman Allah inilah doa untuk arwah atau peringatan arwah diadakan.

Doa Malam


Allah Bapa yang mahamurah, Yesus Putra-Mu datang untuk kami orang berdosa. Dengan rendah hati kami mohon kasih dan kerahiman-Mu agar boleh bersukacita di surga bersama para malaikat untuk mengikuti Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.

Renungan oleh: FX Sukendar, Pr - Inspirasi Batin 2011
Doa: RUAH

Rabu, 02 November 2011 Peringatan Arwah Semua Orang Beriman (Rm Ign Sumarya, SJ)

Rabu, 02 November 2011
Peringatan Arwah Semua Orang Beriman

Doa Renungan

Allah Bapa yang maharahim, kasih dan pengampunan-Mu senantiasa kami mohonkan untuk saudara-saudari kami yang menantikan Sang Penyelamat dunia yang hidup dan telah bangkit kembali. Semoga mereka dapat menatap kecemerlangan wajah-Mu dan keagungan kasih-Mu bersama Bunda Maria dan semua orang kudus-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Renungan


Pada hari ini kita diajak untuk mengenangkan mereka yang telah dipanggil Tuhan atau meninggal dunia: kakek/nenek, orangtua, kakak/adik, sahabat dan kenalan. Maka pada hari ini pada umumnya juga diselenggarakan doa bersama atau Perayaan Ekaristi di tempat pemakaman untuk mendoakan mereka yang telah dipanggil Tuhan. Dalam rangka mengenangkan mereka yang telah dipanggil Tuhan mungkin kita lalu ingat cara hidup dan cara bertindak mereka, nasihat dan saran mereka, kenakalan, kelucuan mereka dst… Kami percaya bahwa kita akan mengingat-ingat apa yang baik, mulia, luhur dan indah yang dihayati oleh mereka yang telah meninggalkan kita. Kiranya kita semua memiliki harapan, sebagaimana disabdakan oleh Yesus, yaitu semoga “semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman”. Maka marilah pada hari ini kita mawas diri perihal iman dan harapan kita.

Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman” (Yoh 6:37-39)

Semua orang kiranya berkendak baik, namun karena situasi lingkungan hidup dimana kita dilahirkan dan dibesarkan berbeda satu sama lain, maka tidak mustahil kehendak baik kita berbeda satu sama lain atau bahkan saling berlawanan; terjadi pemahaman atau pengertian perihal ‘apa yang baik’ berbeda-beda. Dengan kata lain masing-masing diri kita memiliki keterbatan-keterbatasan atau kelemahan-kelemahan, dan hanya karena kasih dan kemurahan hati Allah kita akhirnya dapat melakukan apa yang lebih baik daripada apa yang kita bayangkan atau pikirkan. Demikianlah kita mengenal mereka yang hidup dekat dengan kita dan telah dipanggil Tuhan, dan mungkin kita tahu kelemahan dan kekuatan, kekurangan dan kelebihannya, serta kita ragu-ragu apakah yang bersangkutan hidup mulia selamanya bersama Allah di sorga kembali. Marilah kita imani kasih dan kemurahan hati Allah.

Dasar iman kita akan kasih dan kemurahan hati Allah adalah sabda Yesus di puncak kayu salib dalam menanggapi permohonan/doa salah seorang penjahat yang disalibkan bersama-Nya "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” (Luk 23:43). Karena keterbatasan dirinya ada kemungkinan orang berkehendak baik namun dalam perilakunya tidak baik, maka orang yang demikian ini pada detik-detik terakhir hidupnya akan berdoa seperti salah seorang penjahat yang disalibkan bersamaNya "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." (Luk 23:42). Kejahatan yang dilakukannya karena keterbatasan dirinya atau lingkungan hidupnya. Maka marilah kita imani bahwa saudara-saudari kita yang telah meninggal dunia telah hidup mulia kembali di sorga bersama Allah selamanya karena kasih dan kemurahan hati-Nya.

Kita semua yang masih hidup kiranya juga berharap bahwa setelah meninggal dunia nanti akan hidup mulia selamanya di sorga. Maka marilah kita wujudkan harapan kita dengan gairah, gembira dan dinamis melaksanakan aneka nasihat dan saran dari mereka yang telah meninggal dunia atau meneladan cara hidup dan cara bertindaknya yang baik. Dengan kata lain kita tidak terpisahkan dari mereka yang telah meninggal dunia jika kita hidup bersama dan bersatu dengan Tuhan. Harapan kita wujudkan dengan melaksanakan semua kehendak Tuhan seoptimal dan sebaik mungkin, dan kiranya usaha tersebut akan berhasil jika kita bekerjasama. Maka sebagaimana kita hari ini berdosa bersama-sama, marilah kita wujudkan kebersamaan tersebut dalam cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari.

“Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan” (1Kor 15:12-13)

Sebagai orang beriman kita percaya akan kebangkitan orang mati di akhir zaman, apalagi orang yang beriman kepada Yesus Kristus. Dengan kata lain kita percaya kepada apa yang belum atau tidak kelihatan, itulah cirikhas orang beriman. Dengan kata lain beriman berarti tidak hidup dan bertindak secara materialistis, hanya mengandalkan diri pada yang kelihatan dan tidak percaya kepada Yang Ilahi. Memang percaya kepada yang tak kelihatan pada umumnya juga membuat percaya kepada yang kelihatan semakin handal dan tangguh. Sebagai orang beriman percaya kepada apa yang kelihatan, entah itu manusia, binatang atau tanaman atau harta benda dan percaya kepada Yang Ilahi bagaikan mata uang bermuka dua, dapat dibedakan namun tak dapat dipisahkan.

Tanda bahwa kita percaya kepada Yang Ilahi antara lain ketika kita menghadapi tugas berat, tantangan, hambatan serta masalah kita akan tetap tegar, gembira, ceria, bersemangat dan dinamis, karena Allah senantiasa menyertai dan mendampingi hidup dan perjalanan kita. Sendirian di tengah malam kelam di jalanan atau di rumah pun juga tak takut dan tak gentar, karena ditemani oleh Allah. Aneka tantangan, hambatan, masalah dan tugas berat justru membangkitkan dan menggairahkan cara hidup dan cara bertindak kita, maka orang sungguh beriman suka akan tantangan, hambatan, masalah dan tugas-tugas berat. Ia akan berusaha mencari celah-celah guna mengatasi atau menerobos masalah, tantangan, hambatan dan tugas berat tersebut. Masalah, tantangan, hambatan dan tugas berat menjadi wahana perkembangan dan pertumbuhan.

Orang beriman yang percaya kepada kebangkitan bagaikan kecambah yang sedang tumbuh dan ditutupi dengan dedauan atau jerami, dimana ia justru semakin tumbuh alias tambah tinggi atau besar serta terus berusaha menatap sang matahari, pemberi kehidupan. Maka orang beriman akan mencari celah-celah di tengah kekacauan dan keributan untuk menemukan Allah, dengan kata lain mencari dan menemukan apa yang baik, kekuatan dan kesempatan guna mengatasi kekacauan atau keributan yang sedang berlangsung. Orang beriman dapat ‘topo ing rame’, menemukan Tuhan dalam kerhamaian dan keributan. Ia mengusahakan kesucian hidup dengan sungguh mendunia, membumi, berpartisipasi dalam seluk-beluk duniawi di bumi ini. Ia sungguh penyelamat yang menyelamatkan apa yang tidak selamat.

“Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku. Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.” (Mzm 130:1-4)

Ign Sumarya, SJ - 02 November 2011

Rabu, 02 November 2011 Peringatan Arwah Semua Orang Beriman

Rabu, 02 November 2011
Peringatan Arwah Semua Orang Beriman
IA TIDAK AKAN KUBUANG

”Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.” (Yoh 6:37-38)

Antifon Pembuka

Allah yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan pula tubuh kita yang fana ini dengan kekuatan Roh Kudus yang tinggal dalam hati kita.

Doa Renungan

Tuhan Allah asal mula kehidupan kami, Kauutus Putra-Mu yang telah bangkit dari kematian untuk mengangkat dan menyelamatkan kami. Teguhkan iman dan harapan kami agar semua orang yang menantikan kebangkitan boleh ikut bangkit dan berbahagia bersama Putra-Mu, Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Kedua Makabe (12:43-46)


"Kami yakin bahwa orang yang meninggal dengan saleh akan menerima pahala yang indah."

Setelah menguburkan tentara yang gugur dalam pertempuran, Yudas, panglima Israel, menyuruh mengumpulkan uang di tengah-tengah pasukan.
Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan kurban penghapus dosa. Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat, karena Yudas memikirkan kebangkitan. Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati. Lagipula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu maka disuruhnyalah mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka.
Demikianlah sabda Tuhan U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = c, 4/4, PS 801
Ref. Aku percaya kepada-Mu, Tuhanlah pengharapanku. Tuhan, pada-Mu kuberserah, dan mengharap kerahiman-Mu.atau
Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan
atau
Aku menanti-nantikan Tuhan, aku mengharapkan firman-Nya.
Ayat. (Mzm 130:1b-2.3-4.5-6ab; Ul:lh.5)

1. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.
2. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, maka orang-orang takwa kepada-Mu.
3. Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih daripada pengawal mengharapkan pagi.
4. Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel dan segala kesalahannya.


Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (2Kor 4:14 -5:1)


"Yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."


Saudara-saudara, kami yakin bahwa Allah, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Allah itu akan menghadapkan kami bersama dengan kamu ke hadirat-Nya. Sebab semuanya itu terjadi demi kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar karena semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menghasilkan ucapan syukur yang semakin melimpah bagi kemuliaan Allah. Sebab itu kami tidak tawar hati! Meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari hari ke hari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar daripada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tidak kelihatan, karena yang kelihatan itu sementara, sedangkan yang tak kelihatan itu kekal. Kami tahu, jika kemah kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu kediaman di surga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang bukan buatan tangan manusia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. "Akulah yang memberi hidup dan membangkitkan orang mati, Orang yang percaya kepada-Ku akan hidup, walaupun sudah mati."
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (6:37-40)

"Inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak beroleh hidup yang kekal."
Di rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada orang banyak, "Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari surga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Hari ini kita diajak oleh Gereja, untuk memperingati Arwah Semua Orang Beriman. Melalui peringatan ini, kita diminta untuk mendoakan mereka yang telah meninggal dunia. Dengan doa, kita mau memohon kepada Allah yang penuh belas kasih untuk melimpahkan karunia kasih-Nya. Doa merupakan hubungan kasih kita dengan mereka yang kita doakan, Allah pasti mendengarkan doa-doa kita. Bacaan Injil hari ini, mengingatkan kita bahwa kita semua akan mengalami kematian. Kematian bukanlah akhir, namun awal hidup baru. Yesus yang wafat disalib, bangkit. Kita percaya kepada Yesus. Kita yang telah mengalami kematian juga akan mengalami kebangkitan. Apakah hidup kita sudah sesuai dengan iman kita akan Yesus yang bangkit? Kita mengikuti Yesus, berarti kita mau menyelaraskan hidup kita dengan hidup Yesus. Kesesuaian hidup kita dengan ajaran Yesus, menjadi jalan bagi kita untuk ikut bangkit bersama Yesus.

Saudara-saudari terkasih.

Ada kebiasaan di daerah Manado, saat memasuki bulan November, bahkan sebelum- nya di bulan Oktober, kita bisa mulai mendengarkan lagu-lagu Natal diputar di kendaraan-kendaraan umum atau di toko-toko. Orang pun teringat Natal sudah dekat. Akhir tahun sudah di ambang pintu. Orang sadar bahwa waktu itu begitu cepat berlalu; orang juga ingat bahwa kehidupan ini akan berlalu. Apalagi melalui hari peringatan Arwah Semua Orang Beriman. Hal yang pasti dalam kehidupan manusia jakni kematian. Sehari sesudah Gereja merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus. Gereja mengingatkan putra dan putri-Nya, agar mendoakan Arwah Semua Orang Beriman, sekaligus merenungkan hidupnya sendiri. Hari ini giliran mereka, esok giliran kita. Yesus memberanikan kita, Ia menguatkan kita agar tidak takut menghadapi kematian kapan pun tiba.

Saudara-saudari terkasih.

Kita sungguh berbahagia Tuhan tidak meghendaki kita tersia-siakan, terbuang atau pun hilang begitu saja dari peredaran jaman, sebaliknya selalu merangkul kita setiap saat. Pun ketika kita tidak berdaya lagi, tidak kuasa menolong diri lagi, bahkan mati. Tuhan tetap peduli, mencintai, merangkul, mengupayakan keselamatan kita. Ketika kita mati Tuhan berkenan mendengar doa saudara seiman kita yang masih hidup memohonkan belas kasihnya, pengampunan dan pembebasan diri kita dari dosa dan akibat dosa. Upaya doa untuk keselamatan jiwa orang meninggal; pengalaman Maria Simma, Santa Faustina menunjukkan betapa bernilainya doa kita untuk mereka yang meninggal. Surga memang telah besukacita ketika satu jiwa terselamatkan berkat doa kita, namun sorga lebih bersukacita lagi, karena jiwa yang terselamatakan itu, telah berperan menjadi pendoa dan penyalur rahmat Allah bagi kita yang masih ada di dunia ini. Dan inilah iman kita.

Saudara-saudari terkasih.

Dalam rangka: Hari Raya mengenang Arwah Semua Orang Beriman, tanggal 2 November; setiap orang Katolik dapat memperoleh indulgensi penuh bagi orang yang sudah meninggal. Caranya: Mengunjungi makam dan atau mendoakan arwah orang yang sudah meninggal dunia. Yang menjalankan setiap hari dari tanggal 1 sampai dengan 8 November memperoleh indulgensi penuh. Yang menjalankan pada hari-hari lain, memperoleh indulgensi sebagian. Indulgensi, berasal dari kata Latin, "indulgentia" yang berarti: kelunakan hati, kelembutan hati, kemurahan hati, pengampunan, pem- bebasan. Indulgensi itu akan dikaruniakan Tuhan kepada saudara kita yang sudah meninggal. Namun apabila ternyata dia sudah tidak memerlukannya lagi, karena sudah berbahagia di sorga; sudah masuk sorga, maka rahmat tersebut akan dilimpahkan kepada kita. Jadi, mendoakan orang yang sudah meninggal tidak akan pernah sia-sia. Apalagi kalau dalam doa itu kita sebutkan untuk semua orang yang sudah meninggal dunia. Tentun doa kita itu akan sangat berguna bagi mereka yang masih menanti belaskasih Tuhan.

REFLEKSI:


Apalah selama ini kita rajin mendoakan jiwa saudara dan saudari kita yang sudah meninggal dunia?

MARILAH KITA BERDOA:


Allah Bapa yang Maharahim, pengampunan-Mu mengatasi keadilan dan kasih insani. Bebaskanlah saudara-saudari kami yang telah meninggal dan perkenankanlah masuk ke dalam sorga dan berbahagia bersama para Kudus dan Malaikat-Mu, ya Bapa. Doa ini kami persembahkan dalam nama Yesus, Putera-Mu, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.




LUMEN NO : 7028 - Renungan Lumen Indonesia

Selasa, 01 November 2011 Hari Raya Semua Orang Kudus (Rm. Ign Sumarya, SJ)

Selasa, 01 November 2011
Hari Raya Semua Orang Kudus

“Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah”

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahapengasih, kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau telah mengangkat kami menjadi anak-anak-Mu. Bimbingan dan kasih-Mu senantiasa menyertai kami sehingga kami mampu mengikuti Yesus, Putra-Mu untuk melaksanakan sabda-Nya, dan kelak kami dapat memuji nama-Mu dan berbahagia bersama para kudus di surga. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.


Renungan


Kiranya kita semua tahu atau kenal dengan Ibu Teresa dari Calcuta, entah melalui bacaan buku atau media cetak atau media elektronik. Ia adalah seorang biarawati yang tersentuh dan tergerak hatinya atas penderitaan jutaan manusia yang miskin dan berkekurangan serta kurang menerima perhatian; ia meninggalkan kemegahan biara dan sekolah yang diasuhnya dan kemudian ‘menggelandang’ di jalanan untuk menemani orang yang hampir mati atau sakit, bayi yang dibuang oleh yang melahirkannya, memberi makan apa adanya kepada mereka yang kelaparan dst.. Pribadi dan karyanya begitu memikat, mempesona dan menarik banyak orang, dan pada suatu saat diwawancari oleh seorang wartawan TIME. “Ibu menurut kata banyak orang ibu adalah orang suci atau santa yang masih hidup. Sebenarnya orang suci itu semacam apa ibu?”, demikian kurang lebih pertanyaan sang wartawan kepada Ibu Teresa. Dan dengan rendah hati dan mantap Ibu Teresa menjawab:”Orang suci itu bagaikan lobang kecil dimana orang dapat mengintip siapa itu Tuhan, siapa itu manusia dan apa itu harta benda”. Memang dari cara hidup dan cara bertindak ibu Teresa kita dapat mendalami kebenaran perihal ‘siapa Tuhan, siapa manusia dan apa harta benda’. Maka marilah pada Hari Raya Semua Orang Kudus hari ini kita mawas diri, entah dengan cermin ibu Teresa dari Calcuta, santo-santa pelindung kita masing-masing atau bacaan-bacaan hari ini. Perkenankan saya merefleksikan secara sederhana apa yang tertulis dalam Injil hari ini.

"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Mat 5:3)

Miskin di hadapan Allah” berarti menggantungkan atau mengandalkan diri sepenuhnya kepada Allah, menyadari dan menghayati bahwa hidup dan segala sesuatu yang kita miliki, kuasai dan nikmati sampai saat ini adalah anugerah Allah, cara hidup dan cara bertindaknya dikuasai atau dirajai oleh Allah sehingga hidup dan bertindak menurut kehendak Allah. Dalam keadaan atau kondisi dan situasi apapun orang yang ‘miskin di hadapan Allah’ senantiasa bergembira dan berbahagia, karena bersama dan bersatu dengan Allah, dan tidak takut menghadapi aneka tantangan, masalah dan hambatan dalam penghayatan iman. Ia dapat menemukan Allah dalam segala sesuatu atau menghayati segala sesuatu dalam Allah.

Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.” (Mat 5:4)

Menemukan Allah dalam segala sesuatu atau menghayati segala sesuatu dalam Allah” memang butuh perjuangan dan pengorbanan alias siap sedia untuk berdukacita. Berdukacita berarti ada yang meninggal atau ditinggalkan, dan tentu saja dalam hal ini bukan orang, melainkan keinginan, nafsu, harapan atau dambaan pribadi yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.

Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia
.” (Yoh 16:20-21), demikian sabda Yesus. Marilah sabda Yesus ini kita renungkan, refleksikan dan hayati dalam cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari.

Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.” (Mat 5:5)

Buah atau dampak ketahanan dan ketabahan dalam berdukacita atau penderitaan adalah lemah lembut, sabar dan tekun, tidak kasar dan tidak terburu-buru dalam menghadapi segala sesuatu. Yang bersangkutan juga hidup membumi, memperhatikan hal-hal sederhana dengan penuh cintakasih, ia mengerjakan hal-hal sederhana dan kecil dengan kasih yang besar. Kami percaya bahwa pada umumnya rekan-rekan perempuan atau para ibu lebih lemah lembut dari pada rekan-rekan laki-laki atau para bapak, maka kami berharap rekan-rekan perempuan atau para ibu dapat menjadi teladan dalam kelemah lembutan dalam hidup sehari-hari di dalam lingkungan hidup maupun lingkungan kerjanya, dan kepada rekan-rekan laki-laki atau para bapak hendaknya tidak malu-malu belajar lemah lembut juga dari rekan-rekan perempuan atau para ibu.

Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan” (Mat 5:6).

Perkembangan dari lemah lembut adalah ‘lapar dan haus akan kebenaran’, yang bersangkutan sungguh membuka diri sepenuhnya terhadap aneka macam nasihat, saran, ajaran , informasi dst.. dalam rangka menemukan kebenaran. Kebenaran sejati antara lain adalah bahwa kita adalah orang-orang lemah, rapuh dan berdosa yang dikasihi dan dipanggil oleh Allah untuk berpartisipasi dalam karya penyelamatanNya. Maka yang bersangkutan sungguh menghayati diri sebagai yang diperhatikan, banyak orang memperhatikannya, dan dengan demikian ia sungguh dipuaskan dengan berbagai bentuk perhatian.

Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.” (Mat 5:7)

Orang yang menghayati diri sebagai yang diperhatikan banyak orang berarti kaya akan kemurahan hati, maka yang bersangkutan akan bermurah hati juga kepada orang lain atau siapapun juga. Murah hati berarti hatinya dijual murah alias siapapun boleh minta diperhatikan atau ia memperhatikan siapapun tanpa pandang bulu. Masing-masing dari kita kiranya telah menerima kemurahan hati Allah, terutama dan pertama-tama melalui orangtua kita masing-masing, khususnya ibu kita yang telah mengandung dan melahirkan serta membesarkan dan mengasuh kita dengan sepenuh hati. Maka selayaknya sebagai umat beriman kita saling bermurah hati atau memperhatikan.

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.” (Mat 5:8)

Buah bermurah hati adalah suci atau “sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci” (1Yoh 3:2-3). Orang suci adalah “orang yang menaruh pengharapan kepadaNya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci”. Orang suci mempersembahkan diri seutuhnya kepada Allah, sehingga semakin dikasihi oleh Allah dan sesamanya. Ia sungguh menjadi ‘kekasih Allah’

Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” (Mat 5:9)

“Menjadi kekasih Allah” secara otomatis akan “membawa damai” dimana pun ia berada atau kemana pun ia pergi, terutama damai di hati. Bersama dan bergaul dengan ‘kekasih Allah’ akan terasa sejuk, damai dan tenteram serta aman. Perdamaian menjadi dambaan atau kerinduan semua orang, maka marilah kita sebagai orang beriman atau kekasih Allah senantiasa menjadi saksi atau teladan perdamaian serta menyebarluaskan perdamaian kepada siapapun dan dimanapun . “There is no peace without justice, there is no justice without forgiveness” (= Tiada perdamaian tanpa keadilan, tiada keadilan tanpa kasih pengampunan), demikian pesan Paus Paulus II memasuki millennium ketiga yang sedang kita jalani ini. Pembawa damai berarti senantiasa mengampuni siapapun yang telah menyalahi atau menyakitinya.

Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Mat 5:10)

Memang ketika kita disalahi atau disakiti segera mengampuninya dan tidak balas dendam , kita akan merasa ‘teraniaya’. Baiklah jika demikian adanya marilah kita memandang dan menatap Dia yang tergantung di kayu salib. Untuk mewujudkan Kerajaan Allah/Sorga atau Allah yang meraja di dunia ini memang harus melalui penderitaan bahkan sampai wafat di kayu salib. Teraniaya atau menderita karena kebenaran adalah jalan keselamatan atau kebahagiaan sejati, maka nikmati saja apa adanya.

Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat” (Mat 5:11)

Tibo kebrukan ondho” = Jatuh tertimpa tangga, demikian kata pepatah Jawa. Ada kemungkinan dalam keadaan teraniaya dan menderita karena kebenaran kita masih dicela dan difitnah. Sekali lagi nikmati dan hayati aneka celaan dan fitnahan dalam dan bersama Tuhan, meneladan Yesus, Penyelamat Dunia, yang telah mengalaminya.

“TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai. "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?" "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan”
(Mzm 24:1-4b)

Ign Sumarya, SJ - 1 November 2011





BACALAH: http://forkatwg.blogspot.com/2011/10/menggapai-kekudusan.html

Selasa, 01 November 2011 Hari Raya Semua Orang Kudus

Selasa, 01 November 2011
Hari Raya Semua Orang Kudus

"Betapa menguntungkan direndahkan; itu satu-satunya jalan ke arah kesucian." (St Teresia dari Kanak-kanak Yesus).

Antifon Pembuka

Bergembiralah kita semua dalam Tuhan merayakan semua orang kudus. Malaikat pun bersuka ria berpesta dan memuji-muji Putra Allah.

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, dalam Perayaan Hari Semua Orang Kudus ini kami kenangkan semua orang kudus yang mengimani dan mempercayakan dirinya kepada cinta kasih-Mu entah mereka itu terkenal entah tidak. Dengan para kudus itu kami telah Kau perkenankan dalam umat-Mu, dalam Gereja-Mu. Maka kami mohon dengan perantaraan mereka penuhilah doa keinginan kami dan perkenankanlah kami ikut serta dilimpahi belas kasih-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Wahyu (7:2-4.9-14)

"Aku melihat suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya, mereka terdiri dari segala bangsa dan suku, kaum dan bahasa"

Aku, Yohanes, melihat seorang malaikat muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup. Dengan suara nyaring ia berseru kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya, "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!" Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. Kemudian dari pada itu aku melihat suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya, dari segala bangsa dan suku, kaum dan bahasa. Mereka berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih, dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dengan suara nyaring mereka berseru, "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta, dan bagi Anak Domba!" Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta, tua-tua dan keempat makhluk yang ada disekeliling takhta itu. Mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah sambil berkata, "Amin! Puji-pujian dan kemuliaan, hikmat dan syukur, hormat, kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin! "Seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku, "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu, dan dari manakah mereka datang?" Maka kataku kepadanya, "Tuanku, Tuan mengetahuinya!" Lalu ia berkata kepadaku, "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan besar! Mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 841
Ref. Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan
Ayat. (Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6)
1. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagat dan semua yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan, dan menegakkan di atas sungai-sungai.
2. Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan dan tidak bersumpah palsu.
3. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (3:1-3)

"Kita akan melihat Kristus dalam keadaan-Nya yang sebenarnya."

Saudara-saudara terkasih, lihatlah, betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita sungguh anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang terkasih, sekarang kita ini sudah anak-anak Allah, tetapi bagaimana keadaan kita kelak belumlah nyata. Akan tetapi kita tahu bahwa, apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, ia menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 11:28)
Datanglah pada-Ku, kamu semua yang letih dan berbeban berat. Aku akan membuat lega.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (5:1-12a)

"Bersukacita dan bergembiralah, karena besarlah ganjaranmu di surga."

Sekali peristiwa ketika melihat banyak orang yang datang, Yesus mendaki lereng sebuah bukit. Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya. Lalu Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, katanya, "Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kamu, jika demi Aku kamu dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat; bersukacita dan bergembiralah, karena besarlah ganjaranmu di surga."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan


Setiap orang ingin bahagia. Segala usaha ditempuh agar kebahagiaan itu didapatkan. Usaha yang ditempuh masing-masing orang berbeda-beda tergantung bagaimana dia mengartikan kebahagiaan itu. Ada yang menyangka kebahagiaan itu ada dalam harta benda sehingga seluruh hidupnya dipakai untuk mengumpulkan harta benda. Ada yang mengira kebahagiaan itu ada dalam jabatan tinggi, akibatnya orang mengejarnya mati-matian. Apakah ketika hal-hal itu diperoleh, orang otomatis bahagia? Ternyata tidak. Harta benda dan jabatan sering kali belum cukup memenuhi kerinduan manusia akan kebahagiaan.

Sabda bahagia Yesus hari ini mengingatkan kita akan jalan kebahagiaan yang bisa ditempuh kalau kita menginginkan kebahagiaan sejati. Kebahagiaan sejati dapat kita peroleh kalau kita hidup dalam keutamaan-keutamaan, senantiasa mengandalkan Tuhan, dan memperjuangkan kebenaran serta perdamaian. Siapa pun dijanjikan kebahagiaan jika melewati jalan itu. Lewat jalan ini orang bukan hanya akan memperoleh kebahagiaan, tetapi juga kekudusan. Pada diri semua orang kudus yang dirayakan pestanya hari ini, kita mendapatkan contoh konkret pribadi-pribadi yang berhasil melewati jalan itu. Mereka bukan hanya menjadi bahagia, tetapi juga kudus.

Ya Tuhan, berkat teladan para kudus, semoga aku tidak henti-hentinya memperjuangkan kebahagiaan dan kekudusan dalam hidup sehari-hari. Amin.

Ziarah Batin 2011, Renungan dan Catatan Harian

BACALAH: http://forkatwg.blogspot.com/2011/10/menggapai-kekudusan.html

Senin, 31 Oktober 2011 Hari Biasa Pekan XXXI

Senin, 31 Oktober 2011
Hari Biasa Pekan XXXI

“Cinta kasih hidup dari pengorbanan” (St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus)

Antifon Pembuka

Segala sesuatu berasal dari Allah tercipta oleh-Nya dan tertuju kepada-Nya. Bagi-Nya kemuliaan selama-lamanya.


Doa Pagi

Tuhan, kasih setia-Mu sungguh tak terhingga. Engkau justru menunjukkan kasih-Mu di kala kami berusaha berpaling dari-Mu dan menuruti kehendak kami sendiri. Terpujilah Engkau yang selalu bermurah hati kepada kami. Amin.

Adam dan Hawa tidak taat kepada kehendak Allah sehingga manusia ikut jatuh dalam dosa. Berkat ketaatan Yesus kepada kehendak Bapa, manusia selamat. Hubungan manusia dengan Allah yang rusak karena dosa diperbaiki kembali. Karena pada dasarnya, Allah ingin manusia itu selamat dan bahagia. Maka, orang beriman yang taat akan mampu menyelamatkan sesamanya.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (11:29-36)

"Allah telah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua."

Saudara-saudara, Allah tak pernah menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya. Dahulu kalian tidak taat kepada Allah, tetapi sekarang kalian mendapat kemurahan karena orang-orang Israel tidak taat. Demikian pun sekarang mereka tidak taat, supaya memperoleh kemurahan berkat kemurahan yang telah kalian peroleh. Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua. Alangkah dalamnya kekayaan, kebijaksanaan dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-Nya, tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? Atau siapakah yang pernah memberi Allah sesuatu, sehingga Allah wajib menggantinya? Sebab segala sesuatu berasal dari Allah, ada karena Allah, dan menuju kepada Allah. Bagi Dialah kemuliaan selama-lamanya. Amin.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Demi kasih setia-Mu yang besar jawablah aku, ya Tuhan
Ayat. (Mzm 69:30-31.33-34.36-37)

1. Aku ini tertindas dan kesakitan, keselamatan dari pada-Mu, ya Allah, kiranya melindungi aku! Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan lagu syukur.
2. Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; biarlah hatimu hidup kembali, hai kamu yang mencari Allah! Sebab Tuhan mendengarkan orang-orang miskin dan tidak memandang hina orang-orang-Nya yang ada dalam tahanan.
3. Sebab Allah akan menyelamatkan Sion dan membangun kota-kota Yehuda, supaya orang-orang diam di sana dan memilikinya; anak cucu hamba-hamba-Nya akan mewarisinya, dan orang-orang yang mencintai nama-Nya akan diam di situ.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alelluya
Ayat. Jika kalian tetap dalam firman-Ku, kalian benar-benar murid-Ku, dan kalian akan mengetahui kebenaran.

Kasih sejati itu tidak menuntut balasan jasa. Hal ini sangant sulit dilakukan, karena orang suka menerima balas budi dan pengakuan. Sebaliknya, Yesus mampu mengasihi manusia sampai sehabis-habisnya, walau manusia seringkali mengkhianati-Nya. Kasih sejati lebih suka memberi daripada menerima. Berbahagialah orang yang suka memberi tanpa pamrih.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (14:12-14)

"Janganlah mengundang sahabat-sahabatmu, melainkan undanglah orang-orang miskin dan cacat."


Yesus bersabda kepada orang Farisi yang mengundang Dia makan, “Bila engkau mengadakan perjamuan siang atau malam, janganlah mengundang sahabat-sahabatmu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu, atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula, dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. Tetapi bila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, cacat, lumpuh dan buta. Maka engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalas engkau. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Pamrih adalah suatu kecenderungan yang ada dalam diri manusia. Orang melakukan sesuatu karena ada maksud tersembunyi di baliknya. Mereka menantikan balasan dan imbalannya. Itulah cara hidup balas budi, politik dagang sapi. Di sini jelas maksudnya, orang diundang untuk bekerja tanpa pamrih, untuk melayani tanpa mengharapkan imbalan jasa. Itulah sebabnya Yesus menasihati para pendengar-Nya untuk berbuat baik kepada mereka yang tidak mampu memberikan sesuatu sebagai balasan, dan menyerahkan seluruh pembalasannya kepada Tuhan sendiri.

Doa Malam


Tumbuhkanlah dalam hati kami ya Yesus, rasa syukur atas segala kebaikan-Mu yang boleh kami alami sepanjang bulan Oktober ini. Semoga kami mampu berbuat baik dan menjadi saluran kasih dan kebaikan-Mu, tidak hanya pada sesama yang baik tetapi juga kepada sesama yang sungguh berkekurangan. Amin.


RUAH

Bacaan Harian 31 Oktober - 06 November 2011

UJUD-UJUD KERASULAN DOA BULAN NOVEMBER 2011

Ujud Umum: Semoga Gereja-gereja Katolik Timur beserta warisan tradisi mereka yang sangat luhur semakin dikenali dan dihormati sebagai warisan rohani bagi seluruh Gereja.

Ujud Misi: Semoga Gereja di Benua Afrika menemukan kekuatan dalam Kristus untuk memperjuangkan keadilan dan rekonsiliasi sebagaimana dicanangkan oleh Sinode Para Uskup Afrika yang kedua.

Ujud Gereja Indonesia: Sadar akan tanggung jawab bersama, semoga semua warga bahu-membahu dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Bacaan Harian 31 Oktober - 06 November 2011


Senin, 31 Oktober: Hari Biasa Pekan XXXI (H).
Rm 11:29-36; Mzm 69:30-31.33-34.36-37; Luk 14:12-14.

Yesus memberi perhatian istimewa kepada orang-orang miskin, baik jasmani maupun rohani. Yesus juga mengajak kita untuk melakukan yang sama. Orang-orang seperti itu ada di sekitar kita. Apa yang kita buat untuk mereka?

Selasa, 01 November: Hari Raya Semua Orang Kudus (P).
Why 7:2-4.9-14; Mzm 24:1-4ab.5-6; 1Yoh 3:1-3; Mat 5:1-12a.

Kita semua dipanggil untuk menjadi kudus dengan setia untuk menjalankan tugas perutusan kita. Pekerjaan ini tidak mudah. Ada banyak tantangan dan godaan. Namun, semua orang kudus yang kita rayakan hari ini menjadi teladan dan sekaligus menjadi dorongan bagi kita untuk mengusahakannya dengan bantuan rahmat Allah.

Catatan:

1. Dalam rangka “Hari Raya Mengenang Arwah Semua Orang Beriman” (tgl. 2 November), setiap orang Kristen dapat memperoleh indulgensi penuh bagi orang yang sudah meninggal.
2. Caranya: mengunjungi makam dan/atau mendoakan arwah orang yang meninggal,
•yang menjalankan setiap hari dari tgl. 01 – 08 Nopember memperoleh indulgensi penuh;
•yang menjalankan pada hari-hari lain, memperoleh indulgensi sebagian.
Rabu, 02 November: Peringatan Arwah Semua Orang Beriman (U/T).
2Mak 12:43-46; Mzm 130:1-8; 1Kor 15:12-34; Yoh 6:37-40.

Hari ini kita semua dipanggil untuk mengenang dan mendoakan anggota keluarga, sahabat dan kenalan yang telah meninggal. Kita percaya bahwa semua orang beriman kepada Kristus akan beroleh hidup yang kekal di dalam Kerajaan-Nya. Sebab, Yesus sendiri mengatakan bahwa Bapa menghendaki semua yang diberikan-Nya kepada Yesus, jangan ada yang hilang, tetapi supaya Yesus membangkitkan mereka pada akhir zaman.

Kamis, 03 November: Hari Biasa Pekan XXXI (H).
Rm 14:7-12; Mzm 27:1.4.13-14; Luk 15:1-10.

Panggilan murid Kristus adalah tidak membiarkan satu domba pun hilang. Tengoklah di sekitar kita, adakah domba-domba yang terlepas dari Sang Gembala? Yesus mengajak kita untuk juga menjadi gembala yang baik yang tidak tinggal diam terhadap domba yang hilang.

Jumat, 04 November: Jumat Pertama | Peringatan Wajib St. Karolus Borromeus, Uskup (P).
Rm 15:14-21; Mzm 98:1-4; Luk 16:1-8.

Yesus memuji bendahara yang tidak jujur itu bukan karena ketidakjujurannya, tetapi karena perbuatannya yang cerdik dalam mengatasi situasi krisis. Dalam keadaan terjepit, ia melakukan kebaikan dengan mengurangi beban hutang orang-orang yang berhutang kepada tuannya. Kebaikan ini adalah jalan untuk keluar dari kemalangan dan mendapatkan stuasi rahmat dalam hidupnya.

Sabtu, 05 November: Hari Biasa Pekan XXXI (H).
Rm 16:3-9.16.22-27; Mzm 145:2-5.10-11; Luk 16:9-15.

Menjalankan ajaran kasih Tuhan mulai dari hal-hal sederhana dan yang kecil-kecil akan memampukan kita untuk menjalankan yang lebih besar. Ada banyak hal sederhana dan kecil yang dapat kita lakukan sehari-hari di mana pun kita berada untuk mewujudkan kasih itu.

Minggu, 06 November: Hari Minggu Biasa XXXII (H).
Keb 6:13-17; Mzm 63:2-8; 1Tes 4:13-18 (1Tes 4:13-14); Mat 25:1-13.

Kedatangan Tuhan yang kedua kali adalah pasti. Itulah saat Kerajaan Tuhan mencapai kepenuhannya. Tapi, tidak ada seorang pun tahu kapan saat kedatangan Tuhan itu. Karena kedatangannya tidak diketahui, kita mungkin bisa lupa untuk mempersiapkan diri. Kalau begitu, setiap saat kita bisa disergap oleh kedatangan Tuhan yang tak terduga, seperti lima gadis-gadis yang bodoh. Maka, marilah kita seperti gadis-gadis yang bijaksana dengan pelita yang terus menyala dan minyak yang cukup. Hidup iman harus terus berkobar mulai sekarang juga dan harus mempunyai daya tahan untuk masa yang jauh.

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy