Rabu, 02 November 2011 Peringatan Arwah Semua Orang Beriman (Rm Ign Sumarya, SJ)

Rabu, 02 November 2011
Peringatan Arwah Semua Orang Beriman

Doa Renungan

Allah Bapa yang maharahim, kasih dan pengampunan-Mu senantiasa kami mohonkan untuk saudara-saudari kami yang menantikan Sang Penyelamat dunia yang hidup dan telah bangkit kembali. Semoga mereka dapat menatap kecemerlangan wajah-Mu dan keagungan kasih-Mu bersama Bunda Maria dan semua orang kudus-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Renungan


Pada hari ini kita diajak untuk mengenangkan mereka yang telah dipanggil Tuhan atau meninggal dunia: kakek/nenek, orangtua, kakak/adik, sahabat dan kenalan. Maka pada hari ini pada umumnya juga diselenggarakan doa bersama atau Perayaan Ekaristi di tempat pemakaman untuk mendoakan mereka yang telah dipanggil Tuhan. Dalam rangka mengenangkan mereka yang telah dipanggil Tuhan mungkin kita lalu ingat cara hidup dan cara bertindak mereka, nasihat dan saran mereka, kenakalan, kelucuan mereka dst… Kami percaya bahwa kita akan mengingat-ingat apa yang baik, mulia, luhur dan indah yang dihayati oleh mereka yang telah meninggalkan kita. Kiranya kita semua memiliki harapan, sebagaimana disabdakan oleh Yesus, yaitu semoga “semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman”. Maka marilah pada hari ini kita mawas diri perihal iman dan harapan kita.

Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman” (Yoh 6:37-39)

Semua orang kiranya berkendak baik, namun karena situasi lingkungan hidup dimana kita dilahirkan dan dibesarkan berbeda satu sama lain, maka tidak mustahil kehendak baik kita berbeda satu sama lain atau bahkan saling berlawanan; terjadi pemahaman atau pengertian perihal ‘apa yang baik’ berbeda-beda. Dengan kata lain masing-masing diri kita memiliki keterbatan-keterbatasan atau kelemahan-kelemahan, dan hanya karena kasih dan kemurahan hati Allah kita akhirnya dapat melakukan apa yang lebih baik daripada apa yang kita bayangkan atau pikirkan. Demikianlah kita mengenal mereka yang hidup dekat dengan kita dan telah dipanggil Tuhan, dan mungkin kita tahu kelemahan dan kekuatan, kekurangan dan kelebihannya, serta kita ragu-ragu apakah yang bersangkutan hidup mulia selamanya bersama Allah di sorga kembali. Marilah kita imani kasih dan kemurahan hati Allah.

Dasar iman kita akan kasih dan kemurahan hati Allah adalah sabda Yesus di puncak kayu salib dalam menanggapi permohonan/doa salah seorang penjahat yang disalibkan bersama-Nya "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” (Luk 23:43). Karena keterbatasan dirinya ada kemungkinan orang berkehendak baik namun dalam perilakunya tidak baik, maka orang yang demikian ini pada detik-detik terakhir hidupnya akan berdoa seperti salah seorang penjahat yang disalibkan bersamaNya "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." (Luk 23:42). Kejahatan yang dilakukannya karena keterbatasan dirinya atau lingkungan hidupnya. Maka marilah kita imani bahwa saudara-saudari kita yang telah meninggal dunia telah hidup mulia kembali di sorga bersama Allah selamanya karena kasih dan kemurahan hati-Nya.

Kita semua yang masih hidup kiranya juga berharap bahwa setelah meninggal dunia nanti akan hidup mulia selamanya di sorga. Maka marilah kita wujudkan harapan kita dengan gairah, gembira dan dinamis melaksanakan aneka nasihat dan saran dari mereka yang telah meninggal dunia atau meneladan cara hidup dan cara bertindaknya yang baik. Dengan kata lain kita tidak terpisahkan dari mereka yang telah meninggal dunia jika kita hidup bersama dan bersatu dengan Tuhan. Harapan kita wujudkan dengan melaksanakan semua kehendak Tuhan seoptimal dan sebaik mungkin, dan kiranya usaha tersebut akan berhasil jika kita bekerjasama. Maka sebagaimana kita hari ini berdosa bersama-sama, marilah kita wujudkan kebersamaan tersebut dalam cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari.

“Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan” (1Kor 15:12-13)

Sebagai orang beriman kita percaya akan kebangkitan orang mati di akhir zaman, apalagi orang yang beriman kepada Yesus Kristus. Dengan kata lain kita percaya kepada apa yang belum atau tidak kelihatan, itulah cirikhas orang beriman. Dengan kata lain beriman berarti tidak hidup dan bertindak secara materialistis, hanya mengandalkan diri pada yang kelihatan dan tidak percaya kepada Yang Ilahi. Memang percaya kepada yang tak kelihatan pada umumnya juga membuat percaya kepada yang kelihatan semakin handal dan tangguh. Sebagai orang beriman percaya kepada apa yang kelihatan, entah itu manusia, binatang atau tanaman atau harta benda dan percaya kepada Yang Ilahi bagaikan mata uang bermuka dua, dapat dibedakan namun tak dapat dipisahkan.

Tanda bahwa kita percaya kepada Yang Ilahi antara lain ketika kita menghadapi tugas berat, tantangan, hambatan serta masalah kita akan tetap tegar, gembira, ceria, bersemangat dan dinamis, karena Allah senantiasa menyertai dan mendampingi hidup dan perjalanan kita. Sendirian di tengah malam kelam di jalanan atau di rumah pun juga tak takut dan tak gentar, karena ditemani oleh Allah. Aneka tantangan, hambatan, masalah dan tugas berat justru membangkitkan dan menggairahkan cara hidup dan cara bertindak kita, maka orang sungguh beriman suka akan tantangan, hambatan, masalah dan tugas-tugas berat. Ia akan berusaha mencari celah-celah guna mengatasi atau menerobos masalah, tantangan, hambatan dan tugas berat tersebut. Masalah, tantangan, hambatan dan tugas berat menjadi wahana perkembangan dan pertumbuhan.

Orang beriman yang percaya kepada kebangkitan bagaikan kecambah yang sedang tumbuh dan ditutupi dengan dedauan atau jerami, dimana ia justru semakin tumbuh alias tambah tinggi atau besar serta terus berusaha menatap sang matahari, pemberi kehidupan. Maka orang beriman akan mencari celah-celah di tengah kekacauan dan keributan untuk menemukan Allah, dengan kata lain mencari dan menemukan apa yang baik, kekuatan dan kesempatan guna mengatasi kekacauan atau keributan yang sedang berlangsung. Orang beriman dapat ‘topo ing rame’, menemukan Tuhan dalam kerhamaian dan keributan. Ia mengusahakan kesucian hidup dengan sungguh mendunia, membumi, berpartisipasi dalam seluk-beluk duniawi di bumi ini. Ia sungguh penyelamat yang menyelamatkan apa yang tidak selamat.

“Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku. Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.” (Mzm 130:1-4)

Ign Sumarya, SJ - 02 November 2011

Rabu, 02 November 2011 Peringatan Arwah Semua Orang Beriman

Rabu, 02 November 2011
Peringatan Arwah Semua Orang Beriman
IA TIDAK AKAN KUBUANG

”Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.” (Yoh 6:37-38)

Antifon Pembuka

Allah yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan pula tubuh kita yang fana ini dengan kekuatan Roh Kudus yang tinggal dalam hati kita.

Doa Renungan

Tuhan Allah asal mula kehidupan kami, Kauutus Putra-Mu yang telah bangkit dari kematian untuk mengangkat dan menyelamatkan kami. Teguhkan iman dan harapan kami agar semua orang yang menantikan kebangkitan boleh ikut bangkit dan berbahagia bersama Putra-Mu, Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Kedua Makabe (12:43-46)


"Kami yakin bahwa orang yang meninggal dengan saleh akan menerima pahala yang indah."

Setelah menguburkan tentara yang gugur dalam pertempuran, Yudas, panglima Israel, menyuruh mengumpulkan uang di tengah-tengah pasukan.
Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan kurban penghapus dosa. Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat, karena Yudas memikirkan kebangkitan. Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati. Lagipula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu maka disuruhnyalah mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka.
Demikianlah sabda Tuhan U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = c, 4/4, PS 801
Ref. Aku percaya kepada-Mu, Tuhanlah pengharapanku. Tuhan, pada-Mu kuberserah, dan mengharap kerahiman-Mu.atau
Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan
atau
Aku menanti-nantikan Tuhan, aku mengharapkan firman-Nya.
Ayat. (Mzm 130:1b-2.3-4.5-6ab; Ul:lh.5)

1. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.
2. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, maka orang-orang takwa kepada-Mu.
3. Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih daripada pengawal mengharapkan pagi.
4. Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel dan segala kesalahannya.


Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (2Kor 4:14 -5:1)


"Yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."


Saudara-saudara, kami yakin bahwa Allah, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Allah itu akan menghadapkan kami bersama dengan kamu ke hadirat-Nya. Sebab semuanya itu terjadi demi kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar karena semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menghasilkan ucapan syukur yang semakin melimpah bagi kemuliaan Allah. Sebab itu kami tidak tawar hati! Meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari hari ke hari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar daripada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tidak kelihatan, karena yang kelihatan itu sementara, sedangkan yang tak kelihatan itu kekal. Kami tahu, jika kemah kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu kediaman di surga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang bukan buatan tangan manusia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. "Akulah yang memberi hidup dan membangkitkan orang mati, Orang yang percaya kepada-Ku akan hidup, walaupun sudah mati."
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (6:37-40)

"Inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak beroleh hidup yang kekal."
Di rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada orang banyak, "Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari surga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Hari ini kita diajak oleh Gereja, untuk memperingati Arwah Semua Orang Beriman. Melalui peringatan ini, kita diminta untuk mendoakan mereka yang telah meninggal dunia. Dengan doa, kita mau memohon kepada Allah yang penuh belas kasih untuk melimpahkan karunia kasih-Nya. Doa merupakan hubungan kasih kita dengan mereka yang kita doakan, Allah pasti mendengarkan doa-doa kita. Bacaan Injil hari ini, mengingatkan kita bahwa kita semua akan mengalami kematian. Kematian bukanlah akhir, namun awal hidup baru. Yesus yang wafat disalib, bangkit. Kita percaya kepada Yesus. Kita yang telah mengalami kematian juga akan mengalami kebangkitan. Apakah hidup kita sudah sesuai dengan iman kita akan Yesus yang bangkit? Kita mengikuti Yesus, berarti kita mau menyelaraskan hidup kita dengan hidup Yesus. Kesesuaian hidup kita dengan ajaran Yesus, menjadi jalan bagi kita untuk ikut bangkit bersama Yesus.

Saudara-saudari terkasih.

Ada kebiasaan di daerah Manado, saat memasuki bulan November, bahkan sebelum- nya di bulan Oktober, kita bisa mulai mendengarkan lagu-lagu Natal diputar di kendaraan-kendaraan umum atau di toko-toko. Orang pun teringat Natal sudah dekat. Akhir tahun sudah di ambang pintu. Orang sadar bahwa waktu itu begitu cepat berlalu; orang juga ingat bahwa kehidupan ini akan berlalu. Apalagi melalui hari peringatan Arwah Semua Orang Beriman. Hal yang pasti dalam kehidupan manusia jakni kematian. Sehari sesudah Gereja merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus. Gereja mengingatkan putra dan putri-Nya, agar mendoakan Arwah Semua Orang Beriman, sekaligus merenungkan hidupnya sendiri. Hari ini giliran mereka, esok giliran kita. Yesus memberanikan kita, Ia menguatkan kita agar tidak takut menghadapi kematian kapan pun tiba.

Saudara-saudari terkasih.

Kita sungguh berbahagia Tuhan tidak meghendaki kita tersia-siakan, terbuang atau pun hilang begitu saja dari peredaran jaman, sebaliknya selalu merangkul kita setiap saat. Pun ketika kita tidak berdaya lagi, tidak kuasa menolong diri lagi, bahkan mati. Tuhan tetap peduli, mencintai, merangkul, mengupayakan keselamatan kita. Ketika kita mati Tuhan berkenan mendengar doa saudara seiman kita yang masih hidup memohonkan belas kasihnya, pengampunan dan pembebasan diri kita dari dosa dan akibat dosa. Upaya doa untuk keselamatan jiwa orang meninggal; pengalaman Maria Simma, Santa Faustina menunjukkan betapa bernilainya doa kita untuk mereka yang meninggal. Surga memang telah besukacita ketika satu jiwa terselamatkan berkat doa kita, namun sorga lebih bersukacita lagi, karena jiwa yang terselamatakan itu, telah berperan menjadi pendoa dan penyalur rahmat Allah bagi kita yang masih ada di dunia ini. Dan inilah iman kita.

Saudara-saudari terkasih.

Dalam rangka: Hari Raya mengenang Arwah Semua Orang Beriman, tanggal 2 November; setiap orang Katolik dapat memperoleh indulgensi penuh bagi orang yang sudah meninggal. Caranya: Mengunjungi makam dan atau mendoakan arwah orang yang sudah meninggal dunia. Yang menjalankan setiap hari dari tanggal 1 sampai dengan 8 November memperoleh indulgensi penuh. Yang menjalankan pada hari-hari lain, memperoleh indulgensi sebagian. Indulgensi, berasal dari kata Latin, "indulgentia" yang berarti: kelunakan hati, kelembutan hati, kemurahan hati, pengampunan, pem- bebasan. Indulgensi itu akan dikaruniakan Tuhan kepada saudara kita yang sudah meninggal. Namun apabila ternyata dia sudah tidak memerlukannya lagi, karena sudah berbahagia di sorga; sudah masuk sorga, maka rahmat tersebut akan dilimpahkan kepada kita. Jadi, mendoakan orang yang sudah meninggal tidak akan pernah sia-sia. Apalagi kalau dalam doa itu kita sebutkan untuk semua orang yang sudah meninggal dunia. Tentun doa kita itu akan sangat berguna bagi mereka yang masih menanti belaskasih Tuhan.

REFLEKSI:


Apalah selama ini kita rajin mendoakan jiwa saudara dan saudari kita yang sudah meninggal dunia?

MARILAH KITA BERDOA:


Allah Bapa yang Maharahim, pengampunan-Mu mengatasi keadilan dan kasih insani. Bebaskanlah saudara-saudari kami yang telah meninggal dan perkenankanlah masuk ke dalam sorga dan berbahagia bersama para Kudus dan Malaikat-Mu, ya Bapa. Doa ini kami persembahkan dalam nama Yesus, Putera-Mu, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.




LUMEN NO : 7028 - Renungan Lumen Indonesia