| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

CARI RENUNGAN

>

Kamis, 24 November 2011 Peringatan Wajib St. Andreas Dung Lac, Imam dan kawan-kawan Martir-Vietnam

Kamis, 24 November 2011
Peringatan Wajib St. Andreas Dung Lac, Imam dan kawan-kawan Martir-Vietnam

KUASA LANGIT AKAN GONCANG

“Orang akan mati ketakutan karena kecemasan, berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini... Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.” (Luk 21: 26 - 27)


Antifon Pembuka

Para kudus bergembira di surga, sebab mengikuti jejak Kristus. Mereka menumpahkan darah demi Dia dan kini bersukaria selamanya.

Doa Renungan


Ya Tuhan, kami serahkan segenap bumi dan seluruh alam ciptaan-mu ke dalam penyelenggaraan-Mu yang bijaksana. Semoga peristiwa alam yang mendatangkan bencana bagi umat manusia membuat kami menyadari siapakah manusia di hadapan-Mu dan kembali kepada-Mu dengan tobat yang sejati. Doa ini kami persembahkan dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan dari Nubuat Daniel (6:12-28)

"Allah telah mengutus malaikat-Nya dan mengatupkan mulut singa-singa."


Sekali peristiwa para pegawai Raja Darius masuk ke kamar Daniel, dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya. Maka mereka menghadap raja dan menanyakan kepada raja, "Bukankah Tuanku mengeluarkan suatu perintah, supaya setiap orang yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia selain kepada Tuanku, akan dilemparkan ke dalam gua singa?" Raja menjawab, "Memang! Perkara itu sudah pasti, menurut undang-undang orang Media dan Persia yang tidak dapat dicabut kembali." Lalu mereka berkata kepada raja, "Daniel, salah seorang buangan dari Yehuda, tidak mengindahkan Tuanku, ya Raja. Ia tidak mengindahkan larangan yang Tuanku keluarkan, tetapi tiga kali sehari ia mengucapkan doanya." Mendengar hal itu sangat sedihlah raja, dan ia mencari jalan untuk melepaskan Daniel. Bahkan sampai matahari terbenam, ia masih berusaha untuk menolongnya. Tetapi para pegawai itu bergegas-gegas menghadap raja serta berkata kepadanya, "Ketahuilah, ya Raja, bahwa menurut undang-undang orang Media dan Persia tiada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja dapat diubah." Sesudah itu raja memberi perintah; lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel, "Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang akan melepaskan dikau!" Lalu dibawalah sebuah batu dan diletakkan pada mulut gua itu. Raja mencap batu itu dengan cincin meterainya dan dengan cincin meterai para pembesarnya, supaya dalam perkara Daniel tidak diadakan perubahan apa-apa. Lalu pergilah raja ke istananya dan berpuasalah ia semalam-malaman. Ia tidak mendatangkan penghibur-penghibur, dan ia tidak dapat tidur. Pagi-pagi benar ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa. Sesampai di dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara sayu, "Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan dikau dari singa-singa?" Daniel menjawab, "Ya Raja, semoga kekallah hidupmu! Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa. Maka aku tidak diapa-apakan, karena ternyata aku tidak bersalah di hadapan Allahku. Demikian pula terhadap Tuanku, ya Raja, aku tidak bersalah." Raja sangat bersukacita dan memberi perintah supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua. Ternyata tidak ada luka sedikit pun padanya, karena ia percaya kepada Allahnya. Kemudian atas perintah raja, ditangkaplah orang-orang yang telah menuduh Daniel, dan dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka sendiri maupun anak isteri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka. Kemudian Raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya, "Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar terhadap Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa, dan kekuasaannya tidak akan berakhir. Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mukjizat di langit dan di bumi. Dialah yang melepaskan Daniel dari cengkeraman singa-singa."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ayat. (Dan 3:68.69.70.71.72.73.74)

* Pujilah Tuhan, hai embun dan salju membadai.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
* Pujilah Tuhan, hai es dan udara dingin.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
* Pujilah Tuhan, hai embun beku dan salju.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
* Pujilah Tuhan, hai siang dan malam.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
* Pujilah Tuhan, hai cahaya dan kegelapan.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
* Pujilah Tuhan, hai halilintar dan awan gemawan.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
* Biarlah bumi memuji Tuhan.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Angkatlah kepalamu, sebab penyelamatmu sudah dekat.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (21:20-28)

"Yerusalem akan diinjak-injak oleh para bangsa asing sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu."

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Apabila kalian melihat Yerusalem dikepung oleh tentara, ketahuilah bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, orang-orang yang ada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota. Sebab itulah masa pembalasan dan genaplah semua yang tertulis. Celakalah para ibu yang sedang hamil atau yang sedang menyusui bayi pada masa itu! Sebab kesesakan yang dahsyat akan menimpa seluruh negeri, dan murka akan menimpa bangsa ini. Mereka akan tewas oleh mata pedang dan diangkut sebagai tawanan ke segala bangsa. Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu." Dan akan tampaklah tanda-tanda pada matahari, bulan dan bintang-bintang. Bangsa-bangsa di bumi akan ketakutan karena cemas berhubung dengan segala sesuatu yang menimpa bumi ini, karena kuasa-kuasa langit bergoncangan. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Pada minggu-minggu terakhir Tahun Liturgi ini, ditampilkan kisah tentang Akhir Zaman. Tampak sangat mengerikan. Dikisahkan: orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi. Dan orang-orang yang berada dipedusunan jangan masuk ke dalam kota. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau menyusui bayi pada masa itu. Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat dan murka atas bangsa ini, dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan akan dibawa sebagai tawanan. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubungan dengan segala apa yang menimpa bumi ini. Itulah kisah kedatangan Anak Manusia. Namun tak seorang pun tahu kapan itu akan terjadi, bahkan Yesus pun tidak; kecuali Bapa.

Saudara-saudari terkasih.

Kedatangan Yesus yang menyelamatkan itu telah dialami oleh para Kudus, santo dan santa. Para Kudus, yang juga martir ini telah menyatukan diri mereka dengan Yesus yang mulia. Yesus telah menerima mereka di dalam kemuliaan-Nya. Mereka itu tidak hanya melihat kemuliaan Allah, melainkan mereka telah merasakan, mereka telah mengalami kemuliaan Allah. Kedatangan Yesus ke dunia ini untuk membawa kita masuk dalam kemuliaan-Nya. Maka mariah kita selalu mengarahkan hati kita dan seluruh kegiatan kita bagi Yesus, Guru dan Tuhan kita. Pertanyaannya adalah: "Bersediakah kita untuk selalu berusaha menyelamatkan diri kita dan juga sesama kita; mereka itu adalah: keluarga kita, teman kerja kita, tetangga kita dan orang-orang yang kita jumpai dalam hidup keseharian in

Saudara-saudari terkasih.

Dari pengalaman hidup sehari-hari, ada kalanya kita mengalami masa-masa gelap, waktu-waktu sulit. Kita merasa tidak ada lagi harapan. Kemana kita mencari pertolongan? Pada hiburan duniawi ataukah kepada Allah? Apa pun masalah dan kesulitan yang kita hadapi, hendaklah kita mendekatkan diri pada Allah, jangan kok malah meninggalkan Allah. Ada kata bijak yang menyebutkan: "Blessing in disguise" artinya "rahmat yang tersembunyi, rahmat yang terse- lubung." Kata bijak ini hendak mengajarkan, bahwa yang disebut rahmat itu tidak selalu terasa manis atau nikmat, melainkan suatu ketika juga akan terasa pahit dan menyakitkan. Bukan kebahagiaan melainkan pederitaan, musibah bahkan kematian. Dalam bencana alam gempa bumi, dalam peperangan dan juga dalam tindak kekerasan. Kita melihat bahwa sesungguhnyalah harta benda, harta kekayaan di dunia ini tidaklah abadi, tidaklah kekal, tidak selamanya akan bisa kita miliki. Tetapi bisa hilang, bisa musnah dan juga bisa lenyap hanya dalam saat sekejab.

Saudara-saudari terkasih.

Peristiwa 27 Mei 2006 yang lalu, merupakan hari yang tidak akan pernah dilupakan oleh masyakarat Kabupaten Bantul, Klaten, Yogyakata dan sekitarnya. Pada hari itu gempa bumi berkekuatan 5,9 Skala Rechter meluluh lantakkan sebagian besar desa di Bantul, Klaten dan sekitarnya. Korban jiwa lebih dari 5000 orang. Yang cacat mencapai ribuan orang. Sebuah bencana yang tidak bisa diprediksi oleh ilmu apa pun. Di tengah kehancuran yang memilukan itu, "Yesus" Anak Manusia, datang membawa berbagai macam bantuan. Seperti misalnya: makanan, minuman, pakaian, obat-obatan, tenda, selimut juga uang dan sebagainya. Seorang Biarawati menuliskan sebuah puisi religius dalam majalah rohani begini: "Ibu pertiwi menangis sedih, bulan pun meneteskan air mata untuk negeri ini."

REFLEKSI:


Apakah hati kita tergerak oleh penderitaan orang-orang di sekitar kita, apa bantuan kita?

MARILAH KITA BERDOA:


Tuhan Yesus, Engkaulah pencinta kehidupan, Engkau pasti tidak tega melihat bencana menghancurkan negeri ini. Ajarilah kami untuk punya keberanian menolong mereka yang tertimpa kemalangan dan penderitaan dalam hidupnya, ya Yesus... Doa ini kami persembahkan dalam nama-Mu, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.

LUMEN NO : 7050 - Renungan Lumen Indonesia

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy