| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

Senin, 19 Desember 2011 Hari Biasa Khusus Adven

Senin, 19 Desember 2011
Hari Biasa Khusus Adven

“Tuhanlah yang menyelamatkan manusia, karena manusia tidak mampu menyelamatkan dirinya” (St. Ireneus)


Antifon Pembuka

Dia yang dinanti-nantikan sudah dekat, dan ketakutan takkan ada lagi dalam wilayah kita, sebab Dialah penyelamat kita.

Doa Pagi


Allah yang mahakuasa, sungguh besar anugerah yang Engkau limpahkan kepada kami di awal hari ini. Engkau telah mengaruniakan kehidupan dan kesehatan kepada kami. Sungguh kami percaya bahwa Engkau Allah yang mahakuasa atas diri kami dan diri Zakharia serta Elisabet dengan peristiwa iman yang boleh mereka alami. Semoga kami hari ini mampu melihat Engkau sendiri dalam setiap peristiwa hidup kami.
Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.

Seorang abdi Allah, dalam rupa malaikat Allah, memberitahukan tentang kelahiran Simson kepada ibunya yang tak dikenal namanya. Pemberitahuan ini merupakan suatu bentuk keterlibatan Allah dalam hidup perkawinan.


Bacaan dari Kitab Hakim-Hakim (13:2-7.24-25a)

"Kelahiran Simson diberitahukan oleh malaikat."

Pada waktu itu hiduplah seorang dari kota Zora, dari keturunan Dan, namanya Manoah. Isterinya mandul, tidak beranak. Sekali peristiwa malaikat Tuhan menampakkan diri kepada perempuan itu dan berfirman kepadanya, “Memang engkau mandul, tidak beranak! Tetapi engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan, dan jangan makan sesuatu yang haram. Sebab engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi nazir Allah, dan lewat dia akan mulailah penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin.” Kemudian perempuan itu datang kepada suaminya dan berkata, “Telah datang kepadaku seorang abdi Allah, yang rupanya seperti rupa malaikat Allah, amat menakutkan. Tidak kutanyakan dari mana datangnya, dan tidak juga diberitahukannya namanya kepadaku. Tetapi ia berkata kepadaku: Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; oleh sebab itu janganlah minum anggur atau minuman yang memabukkan, dan janganlah makan sesuatu yang haram, sebab sejak dari kandungan ibunya sampai pada hari matinya, anak itu akan menjadi seorang nazir Allah.” Lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, dan diberinya nama Simson. Anak itu menjadi besar dan Tuhan memberkati dia. Mulailah hatinya digerakkan oleh Roh Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Mulutku penuh dengan puji-pujian untuk mengidungkan kemuliaan-Mu.
Ayat. (Mzm 71: 3-4a.5-6ab.16-17)
1. Jadilah bagiku Gunung Batu tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan diri; sebab engkaulah bukit batu dan pertahananku. Ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik.
2. Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, Engkaulah kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah. Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkaulah yang telah mengeluarkan aku dari perut ibuku.
3. Aku datang dengan keperkasaan Tuhan Allah, hendak memasyhurkan hanya keadilan-Mu saja! Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib.

Bait Pengantar Injil
Ref/ Alleluya
Ayat. O Tuhan, Tunas Isai, yang menjulang di tengah bangsa-bangsa, bebaskanlah kami, dan jangan berlambat. Alleluya

Lukas memulai kisahnya mengenai Yesus dan Gereja dengan pengantar mengenai orang tua Yohanes Pembaptis, Zakharia dan Elisabet. Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan berasal dari suku imam yang menepati dengan tekun segala hukum Musa. Ketekunan mereka merupakan bagian dari hidup benar di hadapan Allah.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (1:5-25)

"Kelahiran Yohanes Pembaptis diberitahukan oleh Gabriel."

Di zaman Herodes, raja Yudea, hiduplah seorang imam bernama Zakharia, dari kalangan imam Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya hidup benar di hadapan Allah, dan hidup menurut segala perintah serta ketetapan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet itu mandul, dan keduanya telah lanjut usia. Sekali peristiwa, waktu tiba giliran kelompoknya, Zakharia melakukan tugas sebagai imam di hadapan Allah. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Allah dan membakar ukupan di situ. Pada saat pembakaran ukupan itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat kejadian itu Zakharia terkejut dan menjadi takut. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya, “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan; Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu, dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan, dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras; ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati para bapa berbalik kepada anak-anaknya, dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar. Dengan demikian ia menyiapkan suatu umat yang layak bagi Tuhan.” Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu, “Bagaimanakah aku tahu bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua, dan isteriku pun sudah lanjut umurnya.” Jawab malaikat itu kepadanya, “Akulah Gabriel yang melayani Allah. Aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya, engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai pada hari semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang pada waktunya akan terbukti kebenarannya.” Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka begitu heran bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. Lalu Zakharia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu. Ketika selesai masa tugasnya, ia pulang ke rumah. Tak lama kemudian mengandunglah Elisabet, isterinya, dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri. Katanya, “Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku! Sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan


Allah menunjukkan keperkasaan-Nya. Zakharia tidak percaya. Ia minta bukti karena sadar ia sudah tua. Isterinya Elisabet pun sudah tua, mandul lagi. Logika manusia tidak mampu memahaminya. Keberatan Zakharia dijawab dengan hilangnya kemampuan untuk berbicara. Ia menjadi bisu. Namun, ketidakpercayaan Zakharia tidak menghalangi Allah dalam melaksanakan karya-Nya. Pasangan yang sudah tua dan mandul tersebut mengetahui bahwa Allah memulai campur tangan-Nya yang begitu penting dalam sejarah umat-Nya. Elisabet mengandung.

Doa Malam

Allah yang mahakuasa, terimakasih atas semua anugerah dan rahmat yang boleh kami alami sepanjang hari ini, di mana kami dapat memahami akan besarnya kasih-Mu atas diri kami. Sungguh kami percaya bahwa tidak ada yang mustahil di hadapan-Mu sehingga meskipun Elisabet mandul tetapi karena kuasa-Mu, ia mengandung dan melahirkan anak. Maka kami mohon tambahkanlah iman dalam diri kami. Amin.

RUAH

Roh Tuhan akan turun atasmu

Minggu, 18 Desember 2011
Hari Minggu Adven IV/B

ROH KUDUS AKAN TURUN ATASMU

Renungan


Memasuki minggu Adven yang terakhir, suasana meriah penantian sudah semakin terasa, mela
lui pernik-pernik lampu dan hiasan natal yang semarak serta lagu-lagu natal sudah mulai berkumandang dengan merdu. Suasana ceria; damai dan sukacita sudah terasa mengundang selera dan cita rasa disertai pula dengan kesiapan batin melalui permenungan dan pengakuan dosa yang menyatakan kesiapan hati yang mendalam mau bergembira dengan pantas di hadapan Tuhan.

Bacaan minggu ke empat dalam Masa Adven ini mengingatkan kita akan pergulatan dan persiapan hati Bunda Maria, Tuhan Allah yang mempersiapkan hati Bunda Maria melalui beberapa tahapan. Melalui kunjungan malaikat, sapaan malaikat, melalui pengalaman iman dalam hati, salam dari malaikat, terkejut dan ragu. Apakah benar suara dalam hati dan telinganya yang menyatakan dirinya sebagai yang dikaruniai, dan disertai Tuhan. Dan apakah makna dari ungkapan dan salam seperti itu. Bunda Maria ragu, cemas, dan ada pula perasaan takut.

Tuhan meneguhkan agar Maria tidak takut jangan takut hai Maria; sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah” Bunda Maria semakin bingung dan tak mengerti apa lagi dikatakan “engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, padahal dirinya belum bersuami” mengandung tanpa suami berarti akan dirajam, dibunuh karena dianggap sebagai pezinah, apa lagi tidak jelas untuk dibuktikan siapa yang menghamili. Maka perasaan takut itu semakin bertambah, meski sudah didiskripsikan prosesnya, tetapi bagi Maria proses itu tidak dapat masuk di akalnya, maka pertanyaan diajukan dalam suatu penegasan rohani “bagaimana hal itu mungkin terjadi?.

Roh Kudus sebagai penentu pengalaman iman, Malaikat berkata “ Roh Kudus akan turun atasmu; dan kuasa Allah yang maha tinggi akan menyertai engkau” kalau sudah kuasa Allah dan kuasa Roh Kudus yang berkarya siapa yang sanggup untuk melawannya. Dalam penegasan jawaban Malaikat membuat Bunda Maria terhenyak dan termenung, merasa tidak akan mungkin melawan kuasa Allah dan kuasa Roh Kudus, terlontarlah suatu jawaban yang mengejutkan “ Aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu” .

Pola proses pengalaman iman Bunda Maria ini bisa menjadi pola proses dalam diri kita semua untuk melihat bagaimana campur tangan Allah dalam perjalanan hidup kita sampai kita mampu melihat ke dalam setiap peristiwa itu, kuasa Allah dan kuasa Roh Kudus menjadi penentu dalam setiap kita mengambil keputusan baik dalam persoalan biasa maupun persoalan yang sangat besar. Betapa sering kita menghadapi persoalan hidup yang kadang terasa penat lelah, tak berdaya dan tak ada titik terang. Terasa seperti Tuhan bungkam, tak mendengar, tak peduli dengan teriakan yang sudah kita sampaikan.

Apakah kita juga berani berkeyakinan bahwa Tuhan atau kuasa Allah yang maha tinggi menaungi kita, beranikah kita meyakini bahwa dalam situasi yang membuat kita hampir stres itu Roh Kudus turun dan hadir menyertai kita? Beranikah kita berucap dengan penuh keyakinan Aku ini hamba Tuhan jadilah padaku menurut perkataanmu itu.

Dalam persiapan hati kita untuk menyongsong Bayi mungil yang tak berdaya itu, yakinkah kita bahwa kekuatan dan kuasa Allah sungguh menjadi nyata? Membuat yang lemah dikuatkan, yang dalam kegelapan melihat terang yang sedang datang dan bercahaya seperti rembang di waktu pagi yang memberikan harapan akan hari yang cerah dan membahagiakan serta memberi spirit untuk bekerja dengan segenap hati? Inilah salah satu inti dari pertobatan menemukan titik terang kehidupan yang memberi semangat dan kekuatan untuk berjuang.

Selamat merenungkan


Pastor Antonius Sumardi, SCJ

KOBUS: Terjadilah (Luk 1:26-38)



Minggu, 18 Desember 2011 Hari Minggu Adven IV/B

Minggu, 18 Desember 2011
Hari Minggu Adven IV/B

"Kodrat kita yang sakit membutuhkan dokter, manusia yang jatuh membutuhkan orang yang mengangkatnya kembali." (St. Gregorius dari Nisa)

Antifon Pembuka (Yes 45:8)

Hai langit, turunkanlah Sang Adil dari atas, hai awan, curahkanlah Dia. Hai bumi, bukalah dirimu, tunaskanlah Sang Penyelamat

Doa Renungan


Allah Bapa yang kekal, bukalah hati kami agar mampu menerima duta kedamaian, cahaya dunia, Sabda-Mu sendiri. Bebaskanlah kami agar dapat menyambut Putra Sang Perawan, yang merupakan pemenuhan janji-Mu, ialah Yesus Kristus, Al-Masih, Tuhan kami
yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Kedua Samuel (2Sam 7:1-5.8b-12.14a.16)

"Kerajaan Daud akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan Tuhan."

Pada waktu itu, ketika Raja Daud telah menetap di rumahnya sendiri, dan Tuhan telah mengaruniakan kepadanya keamanan terhadap semua musuh di sekelilingnya, berkatalah Raja Daud kepada Nabi Natan, "Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda." Lalu berkatalah Nabi Natan kepada raja, "Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu,, sebab Tuhan menyertai engkau." Tetapi pada malam itu juga datanglah firman Tuhan kepada Natan, "Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman Tuhan: Masakan engkau yang mendirikan rumah untuk Kudiami? Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika engkau menggiring kambing domba! Engkau Kuambil untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel. Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani, dan telah melenyapkan semua musuh dari hadapanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi. Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan atau pun ditindas oleh orang-orang lalim seperti dulu, yaitu sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan kepadamu keamanan terhadap semua musuhmu. Juga diberitahukan Tuhan kepadamu: Tuhan akan memberikan keturunan kepadamu. Apabila umurmu sudah genap, dan engkau telah mendapat perhentian bersama nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 2/4, PS 868
Ref. Kerelaan Tuhan hendak kunyanyikan selama-lamanya.
Ayat. (Mzm 89:2-3.4-5.27.29; Ul: 2a)

1. Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya, hendak menuturkan kesetiaan-Mu turun temurrun. Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
2. Engkau berkata, "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku. Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Aku hendak menegakkan anak cucumu untuk selama-lamanya, dan membangun takhtamu turun-temurun."
3. Dia pun akan berseru kepada-Ku, "Bapakulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku." Untuk selama-lamanya Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia, dan perjanjian-Ku dengannya akan Kupegang teguh.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (16:25-27)

"Rahasia yang berabad-abad lamanya tersembunyi kini dinyatakan."

Saudara-saudara, Allah berkuasa menguatkan kamu menurut Injil yang kumaklumkan dan pemberitaan tentang Yesus Kristus, yang isinya ialah penyataan rahasia yang berabad-abad lamanya tersembunyi, tetapi kini dinyatakan, yang menurut perintah Allah yang abadi telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman. Bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat itu, segala kemuliaan sampai selama-lamanya oleh Yesus Kristus. Amin.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = es, 2/2, Kanon, PS 955
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 1:38)
Aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataan-Mu.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (1:26-38)

"Sesungguhnya, engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki."


Dalam bulan keenam, Allah mengutus Malaikat Gabriel ke sebuah kota di Galilea, bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud. Nama perawan itu Maria. Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata, "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hati, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya, "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhurnya. Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya, dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu, "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya, "Roh Kudus akan turun atasmu, dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya, dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang dikatakan mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada hal yang mustahil." Maka kata Maria, "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu." Lalu malaikat itu meninggalkan Maria.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Antifon Komuni (Yes 7:14)

Seorang perawan akan mengandung dan melahirkan. Anaknya akan diberi nama: Emanuel, artinya: Allah-Beserta-Kita.

Renungan

Rekan-rekan yang budiman!
Dikisahkan dalam Luk 1:26-38 (Injil Minggu Adven IV/B) bagaimana malaikat Gabriel diutus ke sebuah kota kecil di Galilea - di sebelah utara Tanah Suci - kepada Maria yang diperkenalkan dalam Injil sebagai "perawan yang bertunangan dengan seorang yang bernama Yusuf dari keluarga Daud". Setelah mengucapkan salam damai, Gabriel memberitakan bahwa seorang anak lelaki akan lahir dari Maria, dan hendaknya ia dinamai Yesus. Ia akan menjadi besar dan dinamakan Anak Allah Yang Maha Tinggi dan akan dikaruniai kekuasaan tanpa akhir. Bagaimana ini mungkin, ia kan belum bersuami? Tak ada yang mustahil bagi Allah, Gabriel menjelaskan, Elisabet yang sudah lanjut usia pun kini sudah enam bulan mengandung. Yang terjadi sekarang lebih besar. Anak yang akan dilahirkan Maria itu akan disebut kudus, Anak Allah, karena Maria akan dinaungi kuasa Allah dan Roh Kudus akan turun ke atas dirinya.

SAAT-SAAT YANG MENENTUKAN

Marilah sejenak berhenti pada ay. 27 sebelum mendengarkan jawaban Maria nanti. Dapat kita rasa-rasakan, inilah saat-saat yang paling menegangkan dalam seluruh peristiwa itu. Memang kita tahu apa jawaban Maria. Juga orang dulu sudah tahu. Ia mengucapkan kesediaannya dengan tulus (Luk 1:38 "Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu."). Tapi marilah bayangkan, apa yang bisa terjadi seandainya malaikat Gabriel datang ke pada orang lain? Atau, bagaimana seandainya jawaban Maria bukan seperti itu? Tentu kelanjutan kisah ini amat berbeda. Tetapi juga tak akan ada cerita kunjungan Gabriel, dan Injil pun takkan pernah ditulis. Seluruh warta Injili yang kita kenal sekarang sebenarnya berawal sebagai kelanjutan kisah ini. Bahkan sejarah kemanusiaan setelah itu akan amat berbeda. Memang semua "andaikata" di atas itu tidak ada dasarnya samasekali. Tetapi cara itu membantu untuk menyadari bahwa yang terjadi di Nazaret dua ribu tahun silam itu bukan perkara yang biasa-biasa saja. Dari saat itu kemanusiaan mengambil arah baru sampai ke zaman ini. Juga Yang Ilahi masuk ke dalam kemanusiaan dan belajar merasakan apa itu menderita, apa itu bergembira, apa itu bergaul dengan orang lain, apa itu "dulu", "kini" dan "nanti", pendek kata, bisa menyelami bagaimana hidup sebagai manusia yang katanya semula diciptakan--Nya sebagai gambar dan rupa--Nya. Kalau gambar ini belum sepenuhnya cocok, kini Ia boleh mencoba memperbaikinya sendiri dan bukan asal menuntut. Dan semua ini karena seorang gadis di Nazaret itu? Mari kita lihat dari dekat siapa Maria dalam kisah Lukas ini.

MARIA

Mengapa Lukas menyebutkan dengan lengkap bahwa malaikat Gabriel datang kepada "seorang perawan yang bertunangan dengan seorang yang bernama Yusuf dari keluarga Daud. Nama perawan itu Maria." (ay. 27)? Boleh jadi ia merasa perlu menampilkan profil Maria sebagai tunangan Yusuf, orang keturunan Daud. Dengan demikian bagi pembaca zaman dulu jelas bahwa berkat kedua orang itulah nanti Yesus menjadi keturunan Daud dan dengan demikian memang berhak mendapat kepenuhan janji Tuhan kepada nenek moyang dahulu. Hal ini akan ditegaskan kembali dalam silsilah Yesus, lihat Luk 3:23-38, khususnya ay. 31. Dengan menyebut Maria dalam kedudukan ini, Lukas ingin mengajak pembaca melihat bahwa Gabriel memang diutus mendatangi seorang yang memungkinkan Yesus nanti lahir dalam garis keturunan Daud. Ini yang pokok.

Maria kemudian berkata, bagaimana mungkin ini terjadi, karena ia "belum bersuami" (ay. 34). Tidak usah kita sangkal bahwa waktu itu Maria memang masih berpikir dalam ukuran-ukuran yang tidak dipakai Gabriel, atau lebih tepat, oleh Dia yang mengutusnya. Dan Gabriel pun akan meluruskan pemikiran Maria. Keterbukaan Maria untuk menerima penjelasan, itulah yang menjadi kekuatannya. Bukan kesediaan buta mengatakan aku ini cuma hamba dan menurut saja. Bila hanya itu maka pernyataan dalam ay. 38 tidak akan bertahan lama. Tak bakal Maria berani menyimpan dalam hati kata-kata Simeon (Luk 2:35) nanti mengenai pedang yang akan menembus dirinya sendiri ("jiwamu") sendiri "supaya nyata pikiran hati orang banyak." Maksudnya, Maria akan memperoleh pemahaman batin yang mendalam - bagai ditembus pedang - juga dengan rasa nyeri dan dengan demikian bisa memahami pula pemikiran orang banyak. Tentunya bukan untuk asal mengetahui, melainkan membantu sebisanya. Selanjutnya, bila kesediaan Maria itu hanya sebatas antusiasme sesaat saja, ia takkan dapat menimbang-nimbang terus apa maksud kata-kata Yesus kecil yang diketemukan kembali di Bait Allah (Luk 2:51). Di situ Yesus berkata, "...bukankah ia harus berada dalam rumah Bapaku?", maksudnya, memikirkan urusan Allah yang semakin bisa dialami sebagai Bapa itu. Memang arti kata-kata itu masih gelap. Tetapi Maria tetap menyimpannya dalam hati, memikir-mikirkan, tidak mendiamkannya begitu saja. Jawaban dalam Luk 1:38 itu dalam bahasa sekarang akan disebut komitmen terhadap Allah. Ikut mengusahakan agar yang dibuat--Nya bisa berhasil. Dan dalam pandangan penginjil, ini dijalankannya dengan menerima kehadiran Roh Kudus di dalam dirinya. Kehadiran itu nanti mengambil ujud sebagai anak yang namanya sudah diberikan dari atas, seperti dikatakan Gabriel (ay. 31), yakni Yesus, harfiahnya "Tuhan itu jaya", pertanda ia menjadi penyelamat.

KEJUTAN

Siapa yang tidak terkejut bila tiba-tiba didatangi malaikat? Dan bukan sebarang malaikat, melainkan Gabriel - pembawa berita ilahi yang namanya saja sudah menggetarkan: "Allah itu Perkasa". Imam yang bukan sebarangan imam seperti Zakharia tak terkecuali. Dan itu terjadi di Bait Allah, tempat yang paling wajar bagi malaikat menampakkan diri dan menyampaikan berita dari atas sana. Dan toh pengalaman ini mengejutkan baginya. Lebih lanjut seperti diceritakan Lukas, Zakharia "...terkejut dan menjadi takut" (Luk 1:12). Bagaimana dengan Maria? Ia juga terkejut. Lukas mencatat bahwa setelah mendengar salam damai dari Gabriel, "Maria terkejut ... , lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu." Tidak sama dengan Zakharia, yang ketika terkejut malah melingkar ketakutan dan hanya melihat kesulitan belaka. Kali ini Gabriel berhadapan dengan seorang gadis yang meskipun terguncang batinnya tetap berpijak di bumi dengan dua kaki. Ia berani bertanya pada diri sendiri, memikirkan apa gerangan yang hendak disampaikan malaikat Allah Perkasa - Gabriel - yang menggetarkan itu? Dan kita patut berterima kasih kepada Lukas yang menjajarkan dua reaksi yang berbeda itu dalam bentuk kisah dan membantu kita semakin mengerti apa yang sebetulnya terjadi. Terkejut memang bagian dari diri kita, tetapi tak usah kita biarkan menjadi rasa takut. Lebih positif bila diolah menjadi pemikiran proaktif, seperti gadis pemberani dari Nazaret itu.

Maria mulai memikirkan dan mencari makna kata-kata sang malaikat. Dan kita tahu kehidupannya memang kehidupan menemukan arti salam damai Gabriel kepadanya sekalipun tak selalu gampang jalannya bahkan ada banyak penderitaan. Dan kemauannya memahami kedatangan Yang Ilahi kepadanya itu menjadi kekuatannya. Boleh kita bayangkan bahwa Yesus nanti akan banyak belajar dari seorang ibu seperti itu. Dengan caranya yang khas dan halus Lukas juga menyebutkannya. Setelah mengatakan bahwa Yesus tetap hidup dalam asuhan orang tuanya dikatakannya (Luk 2: 52) bahwa Yesus - yang waktu itu berumur 12 tahun - "makin dewasa dan bertambah hikmatnya dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia".

WARTA

Kepada Maria malaikat Gabriel berkata "Jangan takut...". Kata-kata ini juga pernah ditujukannya bagi Zakharia. Tapi kepadanya ditambahkan, "sebab doamu telah dikabulkan" (Luk 1:13; tentunya keinginan Zakharia mendapat keturunan). Tetapi kepada Maria dijelaskan, "sebab engkau beroleh anugerah di hadapan Allah." Gabriel mengajar Maria agar semakin berani hidup menurut jalan yang tak tersangka-sangka tapi bukan asal-asalan. Dengan demikian Maria akan menemukan anugerah "yang ada di hadapan Allah", yakni pemberian yang diperhatikan Allah sendiri, yang menjadi kesayangan-Nya sendiri. Seakan-akan belum cukup. Gabriel menambahkan bahwa wujudnya ialah anak lelaki dan yang namanya sudah ditentukan dari sana, yakni Yesus. Kini semua jadi lebih jelas. Karena berada di hadapan Allah, maka sang anugerah itu juga akan menjadi besar dan dikenal sebagai Anak Allah Yang Maha Tinggi, artinya orang yang amat dekat dengan-Nya. Gabriel, kendati penampakannya yang menggentarkan, ialah kekuatan yang dapat membimbing di jalan kehidupan. Sejak saat itu Maria hidup menyongsong kelahiran Dia yang bakal datang dalam ujud manusia. Maria adalah "adven" yang hidup.

Uraian Lukas mengenai kedatangan Gabriel kepada Maria bisa dipakai untuk membaca kembali pengalaman hidup kita masing-masing. Kehadiran yang sering membuat terkejut itu juga dapat membuat kita makin menyadari dan mendekat kepada Yang Ilahi sendiri - tentunya bila kita mau mencari tahu dan menyelami artinya. Seperti Maria.

Salam hangat.
A. Gianto



Sabtu, 17 Desember 2011 Hari Biasa Khusus Adven

Sabtu, 17 Desember 2011
Hari Biasa Khusus Adven

Kiranya kasih setia-Mu mendatangi aku, ya Tuhan, keselamatan dari pada-Mu itu sesuai dengan janji-Mu. Mzm 119:41


Antifon Pembuka

Hendaklah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai, karena Tuhan datang mengasihani umat-Nya yang tertindas.

Doa Renungan


Bapa yang mahabaik, pagi ini Engkau telah menyegarkan jiwa dan ragaku untuk memulai dan menyongsong hari baru. Buatlah aku lebih bersemangat dalam mengabdi Engkau dan sesama. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.


Bacaan dari Kitab Kejadian (49:2. 8-10)


"Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda."


Ketika mendekati ajalnya, Yakub memanggil anak-anaknya dan berkata, “Berhimpunlah kamu dan dengarlah,; ya anak-anak Yakub, dengarlah kepada Israel ayahmu. Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu. Yehuda, engkau ini seperti anak singa: setelah menerkam engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; engkau meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau singa betina; siapakah yang berani membangunkannya? Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda, atau pun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai datanglah dia yang berhak atasnya, dan kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.”

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 2/2, PS 809

Ref. Berbelaskasihlah Tuhan dan adil, Allah kami adalah rahim.
atau
Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya, dan damai sejahtera berlimpah sampai selama-lamanya.
Ayat. (Mzm 72:1-4ab.7-8.17; R:7; 2/4)

1. Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
2. Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran. Kiranya ia memberikan keadilan kepada orang-orang yang tertindas dari bangsa itu; kiranya ia menolong orang-orang miskin.
3. Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut sampai ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi!
4. Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia.

Bait Pengantar Injil, do = d, PS 953

Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. O Tuhan yang Mahabijaksana, semuanya Kauatur dengan lembut dan perkasa; datanglah dan bimbinglah langkah kami.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (1:1-17)


"Silsilah Yesus Kristus, anak Daud."

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya. Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram. Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon. Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai. Isai memperanakkan Raja Daud, Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria. Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa. Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia. Uzia memperanakan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia. Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia. Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel. Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel. Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor, Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud. Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub. Yakub memperanakkan Yusuf, suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. Jadi seluruhnya ada empat keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan



Kita tidak perlu memeriksa tiap detik bahwa sebuah tanaman sedang bertumbuh. Bila kita terus mengorek tanah untuk memeriksa apakah akar sudah bertambah, kita akan mematikan tanaman itu. Kita hanya perlu belajar mempercayakan prosesnya pada sebuah daya hidup yang akan menemukan bentuknya pada saatnya. Janji Tuhan tidak pernah gagal.

Manusia sering terlalu cepat meremehkan Tuhan bila tidak segera terlihat ada hasilnya. Tuhan kita perlakukan sebagai singa tua yang sudah kehilangan tenaga.

Pertobatan tentu memuat keharusan agar kita mengubah diri kita. Namun, tak kalah pentingnya, kita pun perlu mengubah penilaian kita tentang Tuhan sendiri. Kedatangan Yesus disiapkan sedemikian lama melewati sekian banyak generasi. Silsilah yang ada jelas memperlihatkan betapa Tuhan terus melanjutkan daya hidup bagi pemenuhan janji-Nya tanpa selalu bisa dikenali oleh manusia. Kita perlu membebaskan Tuhan dari penilaian keliru kita tentang Dia agar daya hidup itu sungguh berbuah dalam diri kita.

Yesus, Engkau bekerja secara tersembunyi bagiku. Ajari aku untuk mengenali karya-Mu dan tidak lagi meremehkan kekuatan-Mu yang perkasa. Amin.

Ziarah Batin 2011, Renungan dan Catatan Harian

Jumat, 16 Desember 2011 Hari Biasa Pekan III Adven

Jumat, 16 Desember 2011
Hari Biasa Pekan III Adven

“Cinta dingin itu berarti hati diam” (St. Agustinus)

Antifon Pembuka

Lihatlah, Tuhan akan datang dengan mulia, mengunjungi umat-Nya dalam damai, dan menganugerahi mereka hidup abadi.

Doa Pagi


Allah Bapa kami, Engkau berkenan mengumpulkan para bangsa menjadi himpunan umat-Mu. Engkau juga akan memberi sukacita di rumah-Mu. Ajarilah aku hari ini untuk menerima sesama sebagaimana Engkau menerima aku. Amin.

Pandangan Trito-Yesaya lebih inklusif, bahwa orang yang bukan dilahirkan sebagai orang Israel (orang asing) dapat menjadi hamba-hamba-Nya. Gereja pun hidup dalam semangat ini (bdk. Ef 2:17-19).

Bacaan dari Kitab Yesaya (56:1-3a.6-8)

"Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa."

Beginilah firman Tuhan, “Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, sebab sebentar lagi akan datang keselamatan yang dari pada-Ku, dan keadilan-Ku akan dinyatakan. Berbahagialah orang yang melakukannya, dan anak manusia yang berpegang padanya, yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang menahan diri dari setiap perbuatan jahat. Janganlah orang asing yang menggabungkan diri pada Tuhan berkata, ‘Pasti Tuhan akan memisahkan aku dari umat-Nya’. Sebab Aku akan membawa gunung-Ku yang kudus; orang-orang asing yang menggabungkan diri pada Tuhan untuk melayani Dia dan mengasihi nama-Nya serta untuk menjadi hamba-hamba-Nya, dan yang tetap berpegang pada perjanjian-Ku. Mereka semua akan Kuberi sukacita di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan menerima korban bakar dan korban sembelihan yang mereka persembahkan di atas mezbah-Ku. Sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa. Beginilah firman Tuhan Allah yang menghimpun orang-orang Israel yang terbuang, “Aku akan menambahkan orang-orang lain kepada himpunan umat-Ku.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 836
Ref. Segala bangsa bertepuk tanganlah berpekiklah untuk Allah raja semesta.
atau. Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah.
Ayat. ( Mzm 67:2-3.5.7-8)

1. Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya. Kiranya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
2. Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi.
3. Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita. Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takwa kepada-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Datanglah, ya Tuhan, bawalah damai sejahtera, maka kami bersukacita di hadapan-Mu. Alleluya.

Kesaksian Yohanes Pembaptis telah membuat banyak orang terkesan. Namun, ada kesaksian lain yaitu pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan Yesus, utusan Bapa.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (5:33-36)

"Yohanes adalah pelita yang bernyala dan bercahaya."

Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi, “Kalian telah mengutus orang kepada Yohanes Pembaptis, dan ia telah memberi kesaksian tentang kebenaran. Tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia. Namun, hal ini Kukatakan, agar kalian diselamatkan. Yohanes itu adalah pelita yang nernyala dan bercahaya, tetapi kalian hanya sebentar saja menikmati cahayanya. Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting daripada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Kulaksanakan. Pekerjaan itulah yang memberi kesaksian tentang diri-Ku, bahwa Aku diutus oleh Bapa.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Tidak sedikit orang menutup diri terhadap tindakan dan karya Allah yang menyelamatkan dalam diri Yesus. Mereka menolak untuk bekerja sama dengan Dia. Mereka mencari alasan untuk dapat menolak Yohanes dan nantinya juga akan mengajukan alasan untuk menolak Yesus. Namun, rencana dan kebijaksanaan ilahi terbukti kebenarannya dalam kehidupan setiap orang yang percaya.

Doa Malam


Yesus, Engkau diutus Bapa untuk menyelamatkan umat manusia. Terimalah persembahan hidupku dan segala pekerjaan yang kulakukan hari ini demi kemuliaan-Mu. Amin.


RUAH

Kamis, 15 Desember 2011 Hari Biasa Pekan III Adven

Kamis, 15 Desember 2011
Hari Biasa Pekan
III Adven


Bertautlah kepada-Nya, kepada Dia yang engkau cari, berpalinglah kepada-Nya dan temukanlah kebenaran --- St Ambrosius.


Antifon Pembuka

Engkau sungguh dekat, ya Tuhan, dan segala jalan-Mu benar; sejak dulu aku tahu dari sabda-Mu, bahwa Engkau selalu besertaku.

Doa Renungan

Allah Bapa kami yang mahaagung, kami bersyukur kepada-Mu bahwasanya Engkau tidak menganggap hina menggunakan yang kurang berarti guna menyatakan kasih setia-Mu kepada kami. Kami mohon Kauperkenankan selalu mengarahkan harapan kami pada Yesus, Putra Bunda Maria, serta tetap mengikuti jejak-Nya memasuki kehidupan sejati. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin.


Bacaan dari Kitab Yesaya (54:1-10)

"Dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau."

“Bersorak sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembiralah dengan sorak sorai dan memekiklah hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak daripada yang bersuami,” demikianlah firman Tuhan. “Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghemat. Panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu. Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri. Keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi. Janganlah takut, sebab engkau tidak akan mendapat malu, dan janganlah berkecil hati sebab engkau takkan dipermalukan. Engkau akan melupakan masa remajamu yang memalukan, dan takkan mengingat lagi aib kejandaanmu. Sebab yang menjadi suamimu ialah Penciptamu, Tuhan Semesta Alam nama-Nya. Dan yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, yang disebut Allah Seluruh Bumi. Sungguh, seperti isteri yang ditinggalkan dan yang bersusah hati engkau dipanggil kembali oleh Tuhan. Masakan isteri masa muda akan tetap ditolak?”, demikianlah firman Tuhan. “Sesaat saja Aku meninggalkan dikau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali. Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau,“ firman Tuhan Penebusmu. “Keadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nabi Nuh. Seperti Aku telah bersumpah kepadanya bahwa air bah takkan menggenangi bumi lagi, demikianlah Aku telah bersumpah bahwa Aku tidak akan murka lagi terhadap engkau, dan bahwa Aku tidak akan menghardik engkau lagi. Sebab sekalipun gunung-gunung bergeser dan bukit-bukit menjadi goncang, namun kasih setia-Ku tidak akan beralih dari padamu, dan perjanjian damai-Ku tidak akan goncang.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan, do = a, 4/4, PS 838
Ref. Tuhan telah membebaskan dan menyelamatkan daku.
Ayat. (Mzm 30:2. 4. 5-6. 11-12a. 13b)
1. Aku akan memuji Engkau, ya Tuhan, sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak membiarkan musuh-musuhku bersukacita atas diriku. Tuhan, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan daku di antara mereka yang turun ke liang kubur.
2. Nyanyikanlah mazmur bagi Tuhan, hai orang-orang yang dikasihi oleh-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus. Sebab hanya sesaat Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak sorai.
3. Dengarlah, Tuhan, dan kasihanilah aku! Tuhan, jadilah penolongku! Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku telah Kaubuka, Tuhan, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu.

Bait Pengantar Injil, do = g, 2/4, PS 952
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Luk 3:.4.6)
Persiapkanlah jalan untuk Tuhan; luruskanlah jalan bagi-Nya, dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan. Alleluya =>


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (7:24-30)

"Yohaneslah utusan yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan."

Yesus berbicara kepada orang banyak tentang Yohanes, “Untuk apakah kalian pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian kemari? Atau untuk apakah kalian pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian indah dan yang hidup mewah, tempatnya di istana raja. Jadi untuk apakah kalian pergi? Melihat nabi? Benar! Dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari nabi. Karena tentang dia ada tertulis, ‘Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau. Ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu.’ Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh wanita tidak ada seorang pun yang lebih besar daripada Yohanes, namun yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar daripadanya.” Seluruh orang banyak termasuk para pemungut cukai yang mendengar perkataan-Nya mengakui kebenaran Allah karena mereka telah memberi diri dibaptis oleh Yohanes. Tetapi orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menolak maksud Allah karena mereka tidak mau dibaptis oleh Yohanes.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan


Mempunyai sikap rendah hati kiranya bukan hal yang sulit untuk dikatakan, tetapi tak gampang untuk dimiliki. Sikap itu harus dibangun terus-menerus dari hari ke hari.

Kecenderungan kita sebagai manusia adalah harus lebih dari orang lain, lebih dalam segalanya. Sikap ini alamiah muncul dari dalam diri. Namun sebagai manusia beriman kristiani saat menghadapi hal yang alamiah ini, kita justru ditantang untuk menunjukkan kekhasan dan keunikan kita. Sikap mengendalikan dan mengolah sifat-sifat alamiah kita dituntut dari kita yang mengaku beriman kepada Kristus.

Kemampuan mengendalikan diri, dalam Injil hari ini, ditunjukkan Yesus dalam diri Yohanes Pembaptis. Yohanes menjadi suara yang berseru-seru untuk menyiapkan jalan bagi kedatangan Sang Kristus. Yohanes, "hanya" menjadi penyiap jalan. Ia tidak berhak melewati jalan itu.

"Biarlah Ia menjadi semakin besar, dan aku menjadi semakin kecil."
Kata-kata Yohanes ini menunjukkan sikap pengelolaan dan pengendalian diri yang kuat. Sebagai manusia, pasti ia juga mempunyai sifat alamiah untuk cenderung lebih. Tapi, ia mampu mengendalikan semua kecenderungan itu. Namun, persis semua usaha itu tidak dapat dilakukan sendiri. Pertolongan Allah dan niat yang kuat menjadi perpaduan membangun pribadi yang dipenuhi kerendahan hati sehingga bersama pemazmur kita juga bisa berseru, "Aku akan memuji Engkau, ya Tuhan, sebab Engkau telah membebaskan daku." Membebaskan dari kecenderungan mengikuti insting manusiawi.

Tuhan Yesus, aku bertekad untuk menyiapkan diriku sebaik mungkin selama masa Adven ini agar diriku layak menjadi palungan indah bagi hadir-Mu. Amin.

Inspirasi Batin 2011

Pertemuan III: Membangun Semangat Berbagi, Mewujudkan Kemandirian Finansial KAPal - Keuskupan Agung Palembang

Walaupun Gereja bukanlah lembaga profit (mencari keuntungan materi), namun untuk menunjang karyanya serta keberlangsungannya dibutuhkan dukungan finansial yang tidak sedikit. Tanpa dukungan finansial maka karya Gereja tak dapat berjalan dengan baik. Darimanakah dukungan finansial itu didapatkan? Menjawab hal ini kita kembali kepada pengertian Gereja, yakni persekutuan umat beriman. Maka tentu saja dukungan finasial itu berasal dari anggota-anggota Gereja. Gereja bukan hanya atau milik hierarki / klerus saja, namun tanggungjawab kita bersama karena kitalah Gereja itu. Suka duka, hidup mati Gereja tergantung bagaimana para anggo-tanya berperan serta.

Jemaat perdana memberi contoh dan teladan kepada kita bagaimana mereka bisa menghidupi kelompoknya. Mereka tidak berkekurangan secara materi karena anggota jemaat saling mendukung secara finansial. Bahkan kepedulian mereka bukan hanya bagi jemaat setempat, di beberapa tempat mereka juga peduli dengan kehidupan jemaat di tempat lain. Misalnya Jemaat Korintus mendukung kehidupan Jemaat Yerusalem dengan mengumpulkan sumbangan dalam bentuk uang (2Kor 9:1-5). Peristiwa pergandaan 5 roti dan 2 ikan (Yoh 6:1-15) mengajak kita untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri namun mau berbagi dengan sesama.

Bagaimanakah pengalaman kita “berbagi” dan peduli terhadap kehidupan Gereja? Dalam gambaran umum umat di Keuskupan Agung Palembang ini, paroki kita St. Yoseph, dikenal sebagai paroki yang ”surplus.” Kalau paroki lain masih pas-pasan atau bahkan harus disubsidi dari keuskupan, paroki kita sudah sejak lama bisa mandiri secara finansial. Hal itu ditunjang salah satunya adalah tingkat ekonomi umat paroki kita yang cukup baik, walaupun tak dipungkiri masih banyak juga umat kita yang masih berkekurangan.

Namun faktor yang amat penting bisa terwujudnya kemandirian finansial paroki kita adalah telah tumbuhnya semangat berbagi dan kesadaran bahwa Gereja adalah kita semua. Maka suka-duka Gereja Paroki kita disadari adalah suka-duka kita bersama. Kita melihat bagaimana semangat berbagi dan kesadaran umat akan Gerejanya itu begitu tampak, saat kita bersama mewujudkan kerinduan untuk segera memiliki gedung gereja yang baru. Seluruh potensi paroki (umat, kelompok kategorial, tua muda) bergerak semua untuk mengumpulkan dana dengan aneka bentuk dan cara.

Kita patut bangga atas jerih payah dan kesadaran kita semua. Namun kita juga mesti ingat bahwa Gereja bukan hanya paroki kita saja. Gereja KAPal juga mencakup berbagai paroki yang tersebar di 3 provinsi. Masih banyak paroki lain yang “besar pasak daripada tiang” lebih besar pengeluaran untuk karya pastoralnya daripada dana yang bisa dikumpulkan oleh umat. Atau juga, kita ingat pula bagaimana beratnya keuskupan untuk mensubsidi beberapa paroki, membayar gaji dan Dana Hari Tua karyawananya, juga untuk membiayai para calon imamnya di seminari. Maka bila kita semua umat mempunyai semangat berbagi dan sadar akan kehidupan Gerejanya, suka-duka Gereja itu bisa kita atasi dan tanggung bersama. ****

Sumber: GEMPAR St Yoseph Palembang

Rabu, 14 Desember 2011 Peringatan Wajib St. Yohanes dari Salib, Imam dan Pujangga Gereja

Rabu, 14 Desember 2011
Peringatan Wajib St. Yohanes dari Salib, Imam dan Pujangga Gereja

“Orang yang tidak mencintai sesamanya, membenci Allah” (St. Yohanes dari Salib)


Antifon Pembuka

Tiada yang kubanggakan, selain salib Tuhan kita Yesus Kristus. Karena Dia dunia tersalib bagiku dan aku bagi dunia.

Doa Pagi


Tuhan Allah kami, Engkaulah Pencipta langit dan bumi. Tumbuhkanlah keyakinanku yang sungguh-sungguh dalam hatiku bahwa hanya pada-Mulah keadilan dan kekuatan. Jiwaku terbuka akan keselamatan yang datang dari pada-Mu. Amin.

Yahweh adalah Raja semesta alam. Ia (Allah yang tersembunyi) menyembunyikan diri dari bangsa-bangsa kafir hanya karena mereka tidak mencari Allah pada tempat yang tepat. Sebab itu, carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui (lih. Yes 55:6)

Bacaan dari Kitab Yesaya (45:6b-8.18.21b-25)

"Hai langit, teteskan keadilan dari atas."

Beginilah firman Tuhan, “Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain, yang menjadikan terang dan menciptakan gelap. Akulah yang memberikan kebahagiaan dan mendatangkan kemalangan. Akulah Tuhan yang membuat semuanya ini. Hai langit, teteskanlah keadilan dari atas, dan baiklah awan-awan mencurahkannya. Baiklah bumi membuka diri, dan bertunaskan keselamatan serta menumbuhkan keadilan. Akulah Tuhan yang menciptakan semuanya ini.” Sebab beginilah firman Tuhan, yang menciptakan langit dan bumi. Dialah Allah yang membentuk dan menjadikan serta menegakkan bumi; yang menciptakan bumi bukan supaya kosong, melainkan supaya didiami orang; beginilah firman-Nya, “Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain. Akulah Tuhan! Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain Aku. Allah yang adil dan juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku. Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain. Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali: Semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa, sambil berkata, Hanya dalam Tuhanlah keadilan dan kekuatan. Semua orang yang telah bangkit amarahnya terhadap Dia akan datang kepada-Nya dan mendapat malu. Tetapi seluruh keturunan Israel akan nyata benar dan akan bermegah dalam Tuhan.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Hai langit, teteskanlah keadilan, hai awan, curahkanlah keadilan.
Ayat. (Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14)

1. Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah! Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya? Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa, dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.
2. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.
3. Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Nyaringkanlah suaramu, hai pembawa kabar baik. Lihat, Tuhan Allah datang dengan kekuatan.

Para murid Yohanes datang dan menyaksikan pelayanan Yesus menyembuhkan orang sakit. Yesus menjawab pertanyaan Yohanes dengan menafsirkan perbuatan-Nya melalui teks Yesaya yang menggambarkan hari pembebasan Mesias: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan (Yes 29:18-19; 35:5-6). Karya Yesus inilah yang mesti kita wartakan!

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (7:19-23)

"Katakanlah kepada Yohanes apa yang kalian lihat dan kalian dengar."

Yohanes memanggil dua orang muridnya, dan menyuruh mereka bertanya kepada Yesus, “Tuankah yang ditunggu kedatangannya, atau haruskah kami menantikan seorang lain?” Ketika kedua orang itu sampai kepada Yesus mereka berkata, “Yohanes Pembaptis menyuruh kami bertanya, ‘Tuankah yang ditunggu kedatangannya, atau haruskah kami menantikan seorang lain?” Pada saat itu Yesus sedang menyembuhkan banyak orang dari segala penyakit dan penderitaan dan dari roh-roh jahat; dan Ia mengaruniakan penglihatan kepada banyak orang buta. Maka Yesus menjawab, “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kalian lihat dan kalian dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Yohanes ragu-ragu bahwa Yesus adalah Mesias yang ia siapkan kedatangan-Nya. Itulah sebabnya, dia mengutus dua orang muridnya untuk menanyakan kepada Yesus, apakah Dia itulah orang yang dinantikan kedatangan-Nya atau bukan. Yesus lalu menjawab untuk menyampaikan kepada Yohanes apa yang telah mereka lihat dan saksikan sehubungan dengan karya pelayanan-Nya. Karya Yesus menggambarkan hari pembebasan Mesias. Yesus memahami karya-Nya dari program yang telah Ia sampaikan dalam kotbah-Nya di Nazaret. Para rasul diminta untuk meneruskan karya pelayanan Yesus kendati menghadapi penganiayaan dan ancaman kematian.

Doa Malam


Yesus, kedatangan-Mu telah ditunggu oleh Yohanes dan Engkau memberi jawaban yang memuaskan hatinya. Tuhan, tambahkanlah juga imanku kepada-Mu. Amin.


RUAH

Selasa, 13 Desember 2011 Peringatan Wajib Sta. Lusia, Perawan-Martir

Selasa, 13 Desember 2011
Peringatan Wajib Sta. Lusia, Perawan-Martir


"Mereka yang murni hatinya adalah bait Roh Kudus." -- Sta. Lusia


Antifon Pembuka

Inilah martir sejati yang bersedia menumpahkan darah untuk membela nama Kristus. Ia tidak takut terhadap ancaman di pengadilan. Kerajaan surga kini menjadi miliknya.

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahamulia, Engkau menghendaki kami bagaikan domba yang merumput dan berbaring dengan tenang. Tuhan jagalah pintu bibir kami agar tidak berbicara bohong dan tidak mempergunakan lidah untuk menipu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan dari Nubuat Zefanya (3:1-2.9-13)

"Keselamatan dijanjikan kepada semua orang yang hina dina."

Beginilah firman Tuhan, "Celakalah si pemberontak dan si cemar, kota yang penuh penindasan! Ia tidak mau mendengarkan teguran siapa pun dan tidak memperdulikan kecaman. Ia tidak percaya kepada Tuhan dan tidak menghadap Allahnya. Tetapi Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya mereka sekalian menyerukan nama Tuhan dan bersama-sama beribadah kepada-Nya. Orang-orang yang memuja Aku, yang terserak-serak, akan datang dari seberang sungai-sungai negeri Etiopia dan membawa persembahan kepada-Ku. Pada hari itu, engkau tidak akan mendapat malu karena segala perbuatan durhaka yang kaulakukan terhadap-Ku. Sebab pada waktu itu Aku akan menyingkirkan dari padamu orang-orangmu yang angkuh dan congkak, dan engkau takkan menyombongkan diri lagi di gunung-Ku yang kudus. Di tengah-tengahmu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, yang akan mencari perlindungan pada nama Tuhan. Mereka itulah sisa Israel. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong. Dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu. Sebaliknya seperti kawanan domba mereka akan merumput dan berbaring dengan tenang, dan tidak ada orang yang mengganggu mereka lagi."
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan, mi = fis, 4/4, PS 816
Ref. Tuhan mendengarkan doa orang beriman.
atau Orang yang tertindas berseru, dan Tuhan mendengarkannya.

Ayat.
(Mzm 34:2-3.6-7.17-18.19.23; Ul: lih. 7a)
1. Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
2. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya maka mukamu akan berseri-ser, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
3. Wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi. Apabila orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan; dari segala kesesakannya mereka Ia lepaskan.
4. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Tuhan membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya

Ayat. Tuhan, datanglah dan jangan berlambat; ringankanlah beban umat-Ku.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (21:28-32)

"Yohanes Pembaptis datang dan orang-orang berdosa percaya kepadanya."

Yesus berkata kepada imam-imam kepala dan pemuka-pemuka bangsa Yahudi, "Bagaimana pendapatmu? Ada orang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada yang sulung dan berkata, 'Anakku, pergilah bekerja di kebun anggur hari ini.' Jawab anak itu, 'Baik, Bapa'. Tetapi ia tidak pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab, 'Tidak mau.' Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. Siapakah di antara kedua orang anak itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka, "Yang kedua." Maka berkatalah Yesus kepada mereka, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur akan mendahului kalian masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes Pembaptis datang menunjukkan jalan kebenaran kepada kalian, dan kalian tidak percaya kepadanya. Dan meskipun kalian melihatnya, namun kemudian kalian tidak menyesal, dan kalian tidak juga percaya kepadanya."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.


Renungan

Para orang tua sering bercerita bahwa mendidik dan membesarkan anak sering mengandung misteri. Yang semula anak nakal ternyata akhirnya sukses dan jadi orang baik. Sebaliknya, yang semula manis ternyata akhirnya justru jatuh dalam narkoba dan masuk penjara. Mungkin seperti itu pula yang terjadi dalam perjalanan hidup kita yang sedang dididik oleh Tuhan sendiri. Yang menentukan adalah apakah kita terbuka untuk belajar dari kesalahan dan kegagalan kita atau tidak.

Tuhan menawarkan berkat istimewa kepada Israel, tetapi banyak dari mereka menolaknya. Yesus menawarkan cinta-Nya, tetapi justru pelacur, pemungut cukai, dan orang-orang berdosa yang menyambutnya. Semua orang tentu melakukan kesalahan dalam hidupnya. Adalah bencana besar ketika orang menjadi yakin bahwa dirinya sudah sempurna dan tak perlu lagi belajar untuk menjadi lebih baik. Orang semacam ini tidak hanya menipu Tuhan dan sesamanya, tetapi juga dirinya sendiri.

Yesus, aku berseru kepada-Mu, dengarkanlah aku. Aku ingin memperbarui hidupku. Bentuklah hatiku agar dengan rendah hati belajar dari kesalahanku. Amin.

Ziarah Batin 2011, Renungan dan Catatan Harian

Senin, 12 Desember 2011 Hari Biasa Pekan III Adven

Senin, 12 Desember 2011
Hari Biasa Pekan III Adven

“Dalam segala pekerjaan baik, para malaikat bekerja sama dengan kita” (St. Tomas Aquinas)

Antifon Pembuka

Dengarkanlah sabda Tuhan, hai para bangsa, dan wartakanlah sampai ke ujung bumi: Janganlah takut! Lihatlah, Penebus kita datang.

Doa Pagi

Ya Allah, firman-Mu adalah jalan bagi langkahku. Berkatilah langkah hidupku dalam mengabdi Engkau dan sesama sehingga aku pantas memuji karya-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan Juruselamatku. Amin.

Bileam adalah orang yang menerima kekuatan dari Allah. Ia menjadi alat-Nya. Nubuat yang diucapkannya menekankan kekuatan dan vitalitas orang-orang Israel. Nubuat itu berbicara tentang kepenuhan berkat dan kekuatan Israel, kemakmuran serta hidup yang mengalir dari berkat.


Bacaan dari Kitab Bilangan (24:2-7.15-17a)

"Sebuah bintang terbit dari Yakub."

Pada waktu itu Bileam memandang ke depan, dan ia melihat orang Israel berkemah menurut suku mereka. Maka Roh Allah menghinggapi dia. Lalu ia mengucapkan sanjak, katanya, “Inilah tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya; tutur kata orang yang mendengar firman Allah, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa sambil rebah, namun dengan mata tersingkap. Alangkah indahnya kemah-kemahmu, hai Yakub, dan tempat-tempat kediamanmu, hai Israel! Laksana lembah yang membentang luas, laksana taman di tepi sungai, laksana pohon gaharu yang di taman Tuhan, laksana pohon ara di tepi air. Seorang pahlawan tampil dari wangsanya memerintah bangsa yang tak terbilang banyaknya. Rajanya akan naik tinggi melebihi Agag, dan kerajaannya akan dimuliakan.” Kemudian diucapkannya lagi sanjaknya, “Inilah tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya, tutur kata orang yang mendengar firman Allah, dan yang memperoleh pengenalan akan Yang Mahatinggi, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa, sambil rebah, namun dengan mata tersingkap. Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang. Aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat: sebuah bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel; ia meremukkan pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 4/4, PS 845
Ref. Tuhan adalah kasih setia, bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya
Ayat. (Mzm 25:4bc-5ab.6-7c.8-9)

1. Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.
2. Ingatlah segala rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. Dosa-dosaku pada waktu muda, dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu.
3. Tuhan itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.

Bait Pengantar Injil, do = c, PS 954
Ref. Alleluya
Ayat. (Mzm 85:8)
Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu ya Tuhan, dan berilah kami keselamatan-Mu.

Ada perdebatan antara Yesus dan lawan-lawan-Nya, yaitu imam-imam kepala dan para pemuka bangsa Yahudi. Mereka ini menjadi alat (atau diperalat) untuk menjatuhkan hukuman mati terhadap Yesus yang masuk kota, membersihkan Bait Allah, menyembuhkan orang buta dan lumpuh serta mengajar. Hingga kini selalu ada orang-orang yang diperalat untuk menjatuhkan orang lain. Begitulah cara kerja si jahat.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (21:23-27)

"Dari manakah pembaptisan yang diberikan Yohanes?"

Pada suatu hari Yesus masuk ke bait Allah. Ketika Ia sedang mengajar, datanglah imam-imam kepala dan pemuka-pemuka bangsa Yahudi kepada-Nya; mereka bertanya, “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?” Jawab Yesus kepada mereka, “Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu, dan jika kalian memberi jawabannya, Aku pun mengatakan kepada kalian dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. Nah, dari manakah pembaptisan yang diberikan Yohanes? Dari surga atau dari manusia?” Mereka lalu berunding satu sama lain, “Jika kita katakan, ‘Dari surga’, Ia akan berkata kepada kita, ‘Kalau begitu, mengapa kalian tidak percaya kepadanya?’ Tetapi jika kita katakan, ‘Dari manusia’, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes itu nabi.” Mereka lalu menjawab, “Kami tidak tahu.” Maka Yesus pun berkata kepada mereka, “Jika demikian, Aku pun tidak mau mengatakan kepada kalian dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Pertanyaan Yesus membuat para imam kepala dan pemuka bangsa Yahudi terpojok. Mereka sungguh terjepit dan dipermalukan. Jawaban apa pun yang mereka berikan, menjadi bumerang bagi diri mereka sendiri. Kalau mereka katakan dari Allah, mereka mengakui kebodohan dan ketidakpercayaan mereka, karena mereka tidak mau mengakui Yohanes. Kalau mereka katakan dari manusia, mereka takut akan amukan orang banyak, yang menganggap Yohanes sebagai nabi yang diutus Allah. Singkat kata, Allah adalah sumber dari kuasa, yang dimiliki oleh Yohanes maupun Yesus sendiri.

Doa Malam


Yesus, kuasa-Mu dipertanyakan oleh imam-imam kepala dan pemuka-pemuka bangsa Yahudi. Ampunilah aku jika sepanjang hari ini aku berkelit dan berbelit-belit di hadapan-Mu. Amin.

RUAH

Bacaan Harian 12-18 Desember 2011

UJUD-UJUD KERASULAN DOA BULAN DESEMBER

Ujud Umum: Semoga semua orang semakin bertumbuh dalam harmoni dan perdamaian melalui sikap dan tindakan saling mengerti dan saling menghormati.

Ujud Misi: Sebagai utusan-utusan Injil, semoga anak-anak dan orang muda dihormati dan dilindungi dari segala bentuk kekerasan dan eksploitasi.

Ujud Gereja Indonesia: Bekerja sama dengan semua pihak yang berkehendak baik, semoga Gereja berperan aktif dalam segala upaya membela dan memajukan Hak Asasi Manusia di persada Nusantara.

Bacaan Harian 12-18 Desember 2011

Senin, 12 Desember: Hari Biasa Pekan III Adven (U).
Bil 24:2-7.15-17a; Mzm 25:4bc-5ab.6-7c.8-9; Mat 21:23-27.

Mengakui kelebihan dan kehebatan orang lain itu sangat sulit. Diperlukan sikap rendah hati untuk mampu mengalahkan kecenderungan diri sendiri. Imam-imam kepala dan pemuka bangsa Yahudi tidak mampu melihat kuasa Yesus. Mereka tidak mampu melihat rencana keselamatan Allah dalam diri Yesus. Memang kedegilan hati menghalangi proses penyelamatan Allah.

Selasa, 13 Desember: Peringatan Wajib Sta. Lusia, Perawan-Martir (M).
Zef 3:1-2.9-13; Mzm 34:2-3.6-7.17-19.23; Mat 21:28-32.

Yesus mempunyai cara untuk mengkritik imam-imam kepala dan para pemuka agama Yahudi. Sebagaimana anak pertama berjanji untuk taat tetapi tidak melakukan apa-apa, demikian juga para pemimpin agama Yahudi secara terbuka memusuhi Yesus dan gagal percaya kepada-Nya. Dan sebagaimana anak kedua yang awalnya menolak perintah ayahnya, tetapi kemudian menyesal dan melakukannya, begitu pula para pemungut cukai dan pelacur membarui kehidupan dan menerima Yesus serta masuk ke dalam kerajaan.

Rabu, 14 Desember: Peringatan Wajib St. Yohanes dari Salib, Imam-Pujangga Gereja (P).
Yes 45:6b-8.18.21b-25; Mzm 85:9ab-14; Luk 7:19-23.

Kedatangan Yesus ke dunia menunjukkan bahwa tahun rahmat Tuhan sudah tiba. Alam semesta dan manusia boleh merasakan pemulihan Allah. Aneka penyakit disembuhkan, orang mati dibangkitkan, dan orang miskin diberikan kabar baik yang penuh pengharapan. Hidup orang beriman memang penuh pengharapan. Iman yang hidup harus diwujudkan dengan sikap optimis.

Kamis, 15 Desember: Hari Biasa Pekan III Adven (U).
Yes 54:1-10; Mzm 30:2.4-6.11-12a.13b; Luk 7:24-30.

Yesus berbicara kepada orang banyak tentang Yohanes Pembaptis. Dia memberikan pembelaan habis-habisan tentang Sang Pembuka Jalan. Yohaneslah yang terbesar dari semua manusia, hidup dan pewartaannya melebihi seorang nabi. Pewartaan Yohanes pun efektif mempertobatkan orang-orang yang mau diselamatkan oleh Tuhan

Jumat, 16 Desember: Hari Biasa Pekan III Adven (U).
Yes 56:1-3a.6-8; Mzm 67:2-3.5.7-8; Yoh 5:33-36.

Tidak sedikit orang menutup diri terhadap tindakan dan karya Allah yang menyelamatkan dalam diri Yesus. Mereka menolak untuk bekerja sama dengan Dia. Mereka mencari alasan untuk dapat menolak Yohanes dan nantinya juga akan mengajukan alasan untuk menolak Yesus. Namun, rencana dan kebijaksanaan ilahi terbukti kebenarannya dalam kehidupan setiap orang yang percaya.

Sabtu, 17 Desember: Hari Biasa Khusus Adven (U).
Kej 49:2.8-10; Mzm 72:1-4b.7-8.17; Mat 1:1-17.

Silsilah Yesus ini sangat penting di dalam rentetan sejarah penyelamatan Allah. Matius mau menunjukkan posisi Yesus dalam sejarah keselamatan mulai Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru. Janji keselamatan Allah mulai Abraham, Ishak, dan Yakub segera terlaksana dalam pribadi Yesus. Allah benar-benar setia memenuhi janji keselamatan-Nya.
NOVENA NATAL

Salam, dan terberkatilah saat dan waktu ketika Putra Allah dilahirkan oleh Perawan yang Tersuci di sebuah kandang di Betlehem di tengah malam yang dingin mencekam. Demi saat anugerah agung mulia itu, aku memohon dengan sangat kepada-Mu, sudi dengarkanlah doaku dan kabulkanlah permohonanku (sebut permohonan di sini). Dengan pengantaraan Yesus Kristus dan Bunda-Nya yang Tersuci. Amin.

Minggu, 18 Desember: Hari Minggu Adven IV (U).
2Sam 7:1-5.8b-12.14a.16; Mzm 89:2-5.27.29; Rm 16:25-27; Luk 1:26-38.

Maria sejak semula telah disiapkan Allah untuk menjadi bunda bagi Putera-Nya, yang akan lahir ke dunia. Allah selalu menyertai dan memenuhi Maria dengan berkat melimpah. Roh Kudus telah membuat Maria layak menjadi rahim Sang penyelamat. Semuanya ini bisa terjadi berkat kerendahan hati Maria yang menyerahkan semuanya kepada kehendak Allah.

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy