Jumat, 30 Desember 2011 Pesta Keluarga Kudus /Tahun B

Jumat, 30 Desember 2011
Pesta Keluarga Kudus /Tahun B


Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya (Ibr 1:1-2a)

Antifon Pembuka

Para gembala bergegas datang dan bertemu dengan Maria dan Yusuf serta Sang Bayi yang terbaring di palungan.

Doa Renungan


Allah Bapa sumber kebahagiaan, Putra-Mu merasakan keramahan, kemesraan dan kerasan di dalam keluarga. Di situlah Engkau mengucapkan Sabda kekal di dunia dan menguduskan keluarga, tempat Engkau tinggal di antara kami. Curahkanlah berkat-Mu kepada setiap rumah tangga, dan semoga kami hidup damai dan rukun serta saling membagi rezeki itu. Dengan perantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan dari Kitab Kejadian (15:1-6; 21;1-3)

"Anak kandungmulah yang akan menjadi ahli warismu."

Pada suatu ketika datanglah firman Tuhan kepada Abram dalam suatu penglihatan, "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." Abram menjawab, "Ya Tuhan Allah, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku? Aku akan meninggal tanpa mempunyai anak, dan yang akan mewarisi isi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." Lagi kata Abram, "Engkau tidak memberi aku keturunan, sehingga seorang hambakulah yang nanti menjadi ahli warisku." Tetapi datanglah firman Tuhan kepadanya, demikian, "Orang itu tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmulah yang akan menjadi ahli warismu." Lalu Tuhan membawa Abram ke luar serta berfirman, "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang itu jika engkau dapat!" Maka firman-Nya kepada Abram, "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Lalu Abram percaya kepada Tuhan; maka Tuhan memperhitungkan hal itu sebagai kebenaran. Tuhan memperhatikan Sara seperti difirmankan-Nya, dan Tuhan melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya. Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya. Abraham menamai anaknya yang baru lahir itu Ishak, dialah anak yang dilahirkan Sara baginya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 4/4, PS 845
Ref. Tuhan adalah kasih setia bagi orang yang berkenan pada perjanjian-Nya.
Ayat. (Mzm 105:1b-2.3-4.5-6.8-9; Ul: 7a.8a)

1. Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya, maklumkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa. Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!
2. Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersuka hati orang-orang yang mencari Tuhan. Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya. Carilah selalu wajah-Nya!
3. Ingatlah perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mukjizat dan ketetapan yang diucapkan-Nya, hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya!
4. Selama-lamanya ia ingat akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan; akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.

Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (11:8.11-12.17-19)

"Iman Abraham, Sara, dan Ishak."

Saudara-saudara, karena iman, Abraham taat ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan dia terima menjadi milik pusakanya, ia berangkat tanpa mengetahui tempat yang ia tuju. Karena iman pula, Abraham dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia yakin bahwa Dia yang memberikan janji itu setia. Itulah sebabnya, dari satu orang yang malahan telah mati pucuk terpancar keturunan besar seperti bintang di langit atau seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya. Karena iman, Abraham rela mempersembahkan Ishak tatkala ia dicobai. Ia yang telah menerima janji itu rela mempersembahkan anaknya yang tunggal, walaupun kepadanya telah dikatakan, "Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu." Abraham berbuat demikian karena ia percaya bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang sekalipun mereka sudah mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = a, 4/4, PS 962
Ref. Alleluya, allleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Kol 3:15a.16a)
Semoga damai Kristus melimpahi hatimu. Semoga damai Kristus berakar dalam dirimu.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (2:22-40 (Singkat: 2:22.39-40)

"Anak itu bertambah besar dan penuh hikmat."

(Ketika genap waktu pentahiran menurut hukum Taurat, Maria dan Yusuf membawa Kanak Yesus ke Yerusalem untuk menyerahkan Dia kepada Tuhan), seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah. Juga mereka datang untuk mempersembahkan kurban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur dan dua ekor anak merpati. Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh hidupnya, yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Atas dorongan Roh Kudus Simeon datang ke Bait Allah. Ketika Kanak Yesus dibawa masuk oleh orangtua-Nya untuk melakukan apa yang ditentukan hukum Taurat, Simeon menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya, "Sekarang Tuhan, biarlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang daripada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi pernyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu Israel." Yusuf dan Maria amat heran akan segala sesuatu yang dikatakan tentang Kanak Yesus. Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu, "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan -- dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri --, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." Pada waktu itu ada pula di Yerusalem seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer, namanya Hana. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah menikah, ia hidup tujuh tahun bersama suaminya, dan sekarang ia sudah janda, berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah, dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Pada hari itu Hana pun datang ke Bait Allah dan mengucap syukur kepada Allah, serta berbicara tentang Kanak Yesus kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. (Setelah menyelesaikan semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah Maria dan Yusuf beserta Kanak Yesus ke kota kediaman mereka, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya).
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

KELUARGA KUDUS DAN YERUSALEM SEJATI


Rekan-rekan yang budiman!

Pada Pesta Keluarga Kudus kali ini diceritakan bagaimana Yesus yang masih orok dibawa ke Bait Allah di Yerusalem untuk dipersembahkan kepada Tuhan menurut hukum Musa seperti termaktub dalam Kel 13:2,12 (juga lihat Im 12:6-8). Di tempat suci itu juga datang Simeon, orang yang hidupnya lurus dan saleh, dan batinnya sangat merindukan mengalami kehadiran ilahi. Ia orang yang dinaungi Roh Kudus yang menguatkannya dengan pengharapan bahwa ia tidak akan meninggal sebelum melihat Sang Terurapi datang. Ketika mendapati orang tua Yesus membawanya ke Bait, Simeon pun menyambutnya lalu mengucapkan pujian bagi Allah. Diberkatinyalah anak itu lalu ia pun bernubuat bahwa anak tadi akan menentukan jatuh serta bangunnya banyak orang di Israel dan menjadi tanda perbantahan - supaya menjadi nyata isi pikiran orang banyak. Dalam kaitan ini juga dikatakan oleh Simeon bahwa batin Maria - "jiwamu sendiri" - akan ditembus pedang. Apa artinya akan kita dekati. Di Bait Allah ada pula ketika itu seorang perempuan nabi yang besar ibadahnya, tekun puasa dan doanya. Namanya Hana. Ia juga mengucap pujian kepada Allah serta menegaskan bahwa anak yang dipersembahkan ke Bait Allah ini ialah yang dinanti-nantikan orang banyak bagi merdekanya Yerusalem. Itulah kejadian-kejadian luar biasa yang diceritakan Lukas mengenai keluarga kudus yang kemudian pulang dan hidup di Nazaret seperti orang biasa. Apa yang dapat dipetik dari peristiwa ini?

SIMEON DAN HANA

Injil Lukas menampilkan kejadian-kejadian setelah kelahiran Yesus lewat orang-orang yang berjumpa dengan keluarga kecil yang masih ada di dekat Yerusalem. Kini dua tokoh ditampilkan, Simeon dan Hana. Mereka berdua mendapatkan pengalaman yang luar biasa: menyaksikan bagaimana Yang Maha Kuasa kini memenuhi harapan orang-orang yang dekat padaNya.

Dalam Injil Lukas, Simeon mewakili orang-orang saleh yang pada zaman itu menantikan kedatangan seorang Mesias yang akan mengawali zaman baru. Walaupun mereka orang-orang yang teguh beriman, tetap batin mereka digundahkan dengan pertanyaan kapankah Yang Maha Kuasa akan sungguh mengirim orang yang ditugasiNya membawa umat di jalan yang benar. Orang-orang seperti inilah yang dibimbing oleh kebijaksanaan dan kekuatan ilahi - dalam bahasa Lukas ialah Roh Kudus (ay. 25-26) - sampai sungguh mendapati yang mereka dambakan. Mereka ini orang-orang Perjanjian Lama yang beruntung menemukan jawaban bagi harapan mereka. Kidung Simeon (ay. 29-32) berisi pujian yang juga meringkaskan pengalaman seperti ini. Kelegaan batin kini melapangkan penglihatan orang-orang seperti Simeon. Ia dapat melihat datangnya penyelamatan yang disediakan bagi siapa saja, bukan hanya bagi umat terpilih.

Para pembaca Injil Lukas dahulu segera akan menangkap warta bagian itu, yakni imbauan untuk ikut serta dalam pengalaman Simeon dan,berbagi warisan iman dengan siapa saja, dengan cara yang leluasa dan batin yang merdeka.

Orang yang kedua yang ditampilkan Lukas ialah Hana. Perempuan saleh ini ialah orang yang berhasil ikut serta dalam pengalaman Simeon tadi. Hana menjumpai Yesus yang sedang dipersembahkan ke Bait Allah dan yang ditegaskan oleh Simeon sebagai pemenuhan harapan orang banyak. Hana ikut paham dan lebih dari sekadar bergembira, ia pun "berbicara tenang anak itu - yakni Yesus - kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem" (ay. 38).

KEHADIRAN ILAHI DI "YERUSALEM"


Dikatakan pada pembukaan petikan kali ini, ay. 22, bahwa Yesus dibawa ke Yerusalem untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Nama kota itu di situ dieja oleh Lukas sebagai "Hierosolyma", yakni kota suci sejauh menerima kehadiran ilahi dengan tulus dan bakal berlangsung terus dalam batin orang-orang yang mengenali-Nya. Ketika menampilkan tokoh Simeon dalam ay. 25, Lukas menyebut "Adalah di Yerusalem seorang yang bernama...". Di sini nama kota itu dieja sebagai "Ierousaleem". Dalam Injil Lukas, bila ditulis demikian, kota itu ditampilkan sebagai pusat ibadat, tapi sebetulnya tidak lagi menjadi tempat kehadiranNya yang jelas dan nyata. Tempat seperti ini akan ditinggalkan dan akan digantikan dengan tempat ibadah batin yang sungguh yang dikenali oleh keluarga kudus tadi, yakni Hierosolyma. Mengapa Simeon diperkenalkan sebagai orang yang berada di Ierousaleem, yang bukan tempat hadirnya Yang Ilahi yang sesungguhnya? Justru inilah maksud Lukas. Ada orang-orang seperti Simeon yang hidup dalam adat agama yang tidak memberi ketenteraman yang sungguh, tetapi orang-orang seperti dia masih berkepekaan mengenali kembali di mana sesungguhnya Tuhan. Dan baiklah kita ikuti cara Lukas menguraikan perkara pelik tapi nyata ini. Simeon kemudian menyambut Yesus yang masih orok yang dibawa orang tuanya ke Hierosolyma - ke Yerusalem yang sesungguhnya. Boleh dikatakan, berkat kepekaan keluarga kudus akan kehadiran ilahi inilah maka Simeon sampai juga ke Hierosolyma meski masih ada di Ierousaleem! Inilah karya penyelamatan yang hebat yang terjadi lewat keluarga kudus itu. Oleh karena itu segera Simeon kini mendapati diri melihat kenyataan baru dan memuji kebesaran ilahi. Sudah cukup baginya, kini ia ikut dalam Hierosolyma yang didatangi keluarga kudus. Begitu pula Hana, setelah ia juga mengenali Yesus, dikatakan Lukas bahwa Hana pun mengucap syukur dan berbicara tentang Yesus kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem (ay. 38). Di situ nama kota itu tertulis sebagai Ierousaleem. Jelas hendak dikatakan, di situ banyak orang yang menantikan kehadiran Tuhan yang makin terasa jauh, tapi pada saat itu justru ada orang seperti Hana yang telah melihat di mana sesungguhnya Ia hadir, bukan lagi di Ierousaleem, melainkan di Hierosolyma, dan kini Hana berbagi pengalaman batin dengan orang-orang itu. Inilah kelepasan - penyelamatan- yang sungguh, yang meluas lewat orang-orang yang memang telah mengalaminya!

KEHADIRAN YANG MEMILAH-MILAH


Kebesaran ilahi tidak pilih-pilih, tetapi memilah-milah. Ketika mengucapkan berkat bagi Yesus, Simeon juga mengatakan kepada Maria bahwa anak ini akan menentukan jatuh dan bangkitnya banyak orang di Israel dan menjadi tanda perbantahan agar menjadi nyata pikiran hati banyak orang (ay. 34-35). Kini saatnya, seperti digambarkan di atas, mana Ierousalem, mana Hierosolyma, meski di luar tampak sama, tapi keduanya amat berbeda. Kini akan jelas siapa yang menerima penyelamatan, siapa yang menjauh dan belum dapat mendekat ke sana. Yesus memang menjadi tanda kehadiran ilahi yang menimbulkan perbantahan, dari saat itu hingga sekarang juga. Namun ia makin dikenal orang-orang yang peka yang makin berada di Hierosolyma - di wahana batin yang leluasa. Dalam hubungan ini Simeon juga mengatakan kepada Maria bahwa "pedang akan menembus jiwamu sendiri". Kerap pernyataan ini dimengerti sebagai nubuat bahwa Maria akan mengalami penderitaan, seperti nanti ketika menyaksikan kesengsaraan dan wafat Yesus. Meski menarik, penjelasan seperti ini meleset dan tidak banyak faedahnya. Memang tak bisa disangkal nanti Maria ikut menderita, tapi ibu mana yang tidak? Dan kenyataan ini bila dikatakan malah tidak membuat perkataan itu berbobot. Maksud kata-kata Simeon lain. Pedang ialah lambang ketajaman. Dan ketajaman yang dimaksud ialah ketajaman Sabda Ilahi sendiri. Maria. Dari ay. 33 jelas bahwa Yusuf dan Maria tidak langsung memahami ungkapan kegembiraan Simeon dalam ay. 29-32 (Kidung Benediktus). Mereka heran akan segala yang dikatakan tentang Yesus yang mereka bawa ke Bait Allah. Kata-kata Simeon kepada Maria mengenai pedang tadi sebetulnya menjadi penegasan bahwa nanti semuanya akan jelas karena tajamnya Sabda akan menembus ketidakpahaman yang masih ada dalam diri Maria. Dan demikian ia akan makin dekat dan bersatu dengan kenyataan Sabda tadi. Akan jelas pula bagi banyak orang mana yang sesungguhnya mana yang semu. Orang akan mengalami seperti yang dialami Simeon, dan Hana.

MENERAPKAN WARTA?


Dalam kehidupan beragama ada banyak sisi. Ada sisi yang menarik, ada sisi yang menyeramkan. Kehadiran ilahi pun kerap digambarkan dalam dua kutub itu. Tapi kenyataan tidak selesai di situ saja. Ada orang-orang yang dapat dan berani melangkah mengarah lebih jauh dan berhasil menemukan inti apa itu percaya, apa itu dekat dengan Penyelamat, tapi juga menyadari masih ada di sini, masih berpijak di bumi dengan pelbagai kenyataan yang bisa membingungkan dan mengecewakan. Lukas akan mengatakan ada orang-orang yang di Ierousaleem yang berani mengarahkan diri ke Hierosolyma. Bukan itu saja, Lukas menampilkan tokoh-tokoh nyata. Pertama, keluarga kudus sendiri yang mengarah ke Hierosolyma untuk menjalankan ketetapan hukum Musa. Mereka digambarkan sebagai yang tetap dalam jalur "agama" tetapi berhasil menemukan inti kerohanian yang membimbing batin mereka. Begitu pula Simeon, demikian juga Hana. Kisah ini ditampilkan Injil sebagai ajakan untuk bernalar bagi banyak orang, juga pada zaman ini. Manakah arah-arah yang sungguh memberikan ketenteraman batin dalam beragama, manakah kecenderungan-kecenderungan dalam agama yang sebaiknya dimurnikan. Juga diwartakan dalam Injil kali ini, orang tidak hanya didorong untuk mencari jalan orang yang benar, tetapi ditegaskan pula, seperti pada Simeon, Roh Kudus menaungi dan menguatkan. Ini sisi warta yang bisa semakin didalami. Naungan serta kekuatan rohani inilah yang patut dibiarkan leluasa membawa orang ke sana!

Tambahan. Bacaan kedua (Ibr 11:8. 11-12. 17-19) berisi pujian bagi iman Abraham, bapa semua kaum beriman dari pelbagai agama dan kepercayaan. Iman membawanya menemukan tempat yang sejati, memberi keturunan besar dan menjadi kekuatan batin. Keteguhan seperti ini rahasianya: membiarkan diri leluasa dibimbing Tuhan!

Salam hangat,

A. Gianto


Mengapa Merry X'Mas Begitu Populer?


Banyak orang mengira kata Christmas berasal dari bahasa Inggris modern, bahasa pergaulan (lingua franca) internasional yang dipergunakan di seluruh dunia sekarang ini. Kata Christmas itu sendiri berasal dari dua kata, Christes dan Maesse yang berarti The Mass of Christ, diambil dari bhs.Inggris kuno (Old English), bahasa leluhur orang Inggris yang disebut The Anglo-Saxons, penghuni daratan Britania Raya dan timur laut Skotlandia.

Old English dan Middle English (bahasa Inggris abad pertengahan, abad 11-15 M) sangat berbeda dengan bahasa Inggris modern (Modern English) dewasa ini, yang telah disederhanakan dan jauh lebih mudah, misalnya dalam huruf (character), tatabahasa (grammar), inflexion (awalan, imbuhan, akhiran dan sisipan), dan khazanah kosa kata (vocabularies). Banyak juga orang tidak menyangka bahwa bhs.Inggris sebenarnya berasal dari bhs.Jerman.tapi seluruh kasus dlm bhs.Jerman (nominativ, genitiv, dativ, akusativ), telah dihilangkan hingga seluruh kata yang menyatakan gender yaitu die, der,dem, das itu hanya menjadi the dlm bhs.Inggris. (misalnya Der Vater und Die Mutter menjadi the father and the mother).

Pada abad 5 Masehi suku-suku Jutes, Angles dan Saxon dari Jerman menyerbu kepulauan Inggris yang dihuni oleh penduduk asli Inggris, suku Celtic. Karena kebudayaan para penyerbu lebih tinggi dari yang diserbu, maka otomatis bahasa (sebagai bagian dari kebudayaan) mereka pun "terdesak" oleh bahasa si penyerbu dan lambat laun "punah." Akhirnya bahasa. si penyerbulah yang menang dan berkembang sampai menjadi bahasa Inggris modern sekarang ini.

Latar belakang supremasi bahasa Inggris sebagai bahasa pergaulan internasional antara lain disebabkan oleh banyaknya koloni Inggris di benua Afrika, negara persemakmuran (commonwealth) di Asia maupun Australia, New Zealand dan Canada.

Di KTT Non Blok X, perhelatan bergengsi bertaraf internasional yang digelar di Jakarta pada tahun 1992 dan dihadiri oleh 108 (seratus delapan) Kepala Negara Asia-Afrika, bahasa Inggris adalah bahasa dasar atau "pivot langue" dlm bhs Perancis .Semua dokumen rahasia yang penting dan tertulis dalam bhs.Indonesia kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan dari sana baru diterjemahkan lagi ke dalam bahasa. Perancis, Arab dan Spanyol.

Ketika satu per satu negara-negara koloni Inggris menjadi negara merdeka dan berdaulat, bahasa Inggris masih tetap digunakan sebagai bahasa resmi, Penyebabnya adalah Amerika, yang memperoleh kemerdekaannya dari Inggris tahun 1776, menggunakan bahasa nggris sebagai bahasa ibu. Karena sampai saat ini Amerika masih berperan sebagai negara adikuasa yang penting, maka bahasa mereka pun menjadi penting.

Siapa yang tak kenal The Beatles? Mode rambut mereka ditiru oleh kawula muda di seluruh dunia. Wartawan menjuluki mereka "Mop Tops" (rambut kain pel). Lagu The Beatles She Loves You sengaja diputar di lantai dansa pada resepsi malam hari di Buckhingham Palace, di hadapan para tamu agung yang diundang oleh Prince Charles guna memeriahkan pernikahan Prince Wlliam dan Kate Middleton. Namun Beatlemania yang merambah dunia pada tahun 1960 an dan 1970-an, ternyata tidak langgeng. Murka Allah turun atas mereka ketika John Lennon meproklamirkan bahwa The Beatles lebih terkenal dari Yesus Kristus. The Beatles bubar pada tahun 1970. John Lennon ditembak mati fansnya sendiri Mark David Chapman thn 1980. George Harrison penggubah sekaligus penyanyi lagu "My Sweet Lord," didera penyakit kanker dan meninggal thn 2001.

Jadi mengapa kata Christmas begitu populer sehingga anak-anak balita dari Sekolah Tunas Muda di kawasan Kedoya pun langsung mengucapkan "Merry Christmas" dengan wajah ceria begitu Natal tiba? Mengapa bukan "Frohe Weihnahten" (Jerman), "Pretige Kerstdagen" (Belanda), " Joyeux Noel" (Perancis), atau "Feliz Navidad?" (Spanyol) Salah satu faktanya mungkin sekolah itu adalah sekolah internasional dan bhs.Inggris diajarkan kepada anak-anak dari segala bangsa tanpa terkecuali. Tapi sejarah selalu berulang. Pernikahan Agung antara Prince William dan Kate Middleton di Westminster Abbey, diberkati oleh The Archbishop of Canterburry, di bawah judul "Dan Dunia Pun Tersihir" (KOMPAS, 30 April 2011) adalah bukti supremasi Kerajaan Inggris, bahkan juga pada era Facebook dan Twitter ini.

Frohe Weihnachten und Alles Gute im Neuen Jahr 2012.


Sumber:
* Ursulya Gyani - MBR6
* The Catholic Encyclopaedia
* A History of the English Language by Albert C.Baugh (New York, 1994)
* www.people.com: The Royals (edisi khusus keluarga Kerajaan Inggris).
http://www.parokimbk.or.id/warta-minggu/artikel/25-12-2011/mengapa-merry-xmas-begitu-populer/

Rumah Keluarga Kudus Di Basilika Loreto, Italia

Sejak abad 15 dan bahkan sebelumnya "Rumah Keluarga Kudus" yang kini berada di Loreto, kota kecil dekat pantai selatan Ancona Italia menjadi tempat suci yang amat dihormati. Basilika Loreto telah direnovasi dan direstorasi selama lebih dari seabad oleh pelbagai seniman terkenal agar pantas ditempati. Sebuah rumah kecil sederhana dari batu kemerahan serta kayu cedar dari Nazareth yang kini dilingkupi bangunan marmer berukir 31 kaki kali 13 kaki (Cupola Sangalo).

Sebuah altar berdiri di ujungnya, di bawah patung Perawan Maria dan bayi Yesus, kehitaman karena usia - dengan inskripsi Hic Verbum caro factum est (disini Firman menjadi daging). Dinding telanjang rumah tempat Keluarga Kudus berdiam, mendengar jawaban "Fiat mihi secundum verbum tuum (terjadilah padaku menurut perkataan-Mu) Perawan Maria.

Tradisi dan sejarah "Rumah Kudus" dimulai tahun 313, saat Konstantin Agung membangun basilika melingkupi Rumah Kudus Nazareth.

Sayang sekali serbuan pasukan Arab ke Tanah Suci dan kemudian pasukan Turki tahun 1091 menghancurkan banyak tempat suci Kristiani termasuk basilika ini. Untunglah Rumah Kudus masih utuh berdiri. Suatu basilika baru dibangun abad 12 untuk melindungi Rumah Kudus, namun basilika ini juga dihancurkan saat pasukan Muslim mengalahkan pasukan perang salib tahun 1263. Sekalipun Rumah Kudus tetap utuh, timbul kekhawatiran akan nasib rumah ini, apalagi ketika seluruh pasukan perang salib terusir dari Tanah Suci tahun 1291.

Pada 10 Mei 1291, Rumah Kudus Nazareth diam-diam diangkat dari fondasinya oleh para malaikat ke lapangan terpencil Dalmatia di suatu kota kecil Tersato (kini Croatia). Imam gereja St. George dari Tersatto, Alexander Georgevich kebingungan melihat kehadiran rumah ini, berdoa minta pencerahan. Bunda Maria yang muncul dalam mimpinya memastikan bahwa itu rumah keluarga kudus di Nazareth.

Sebagai bukti ia akan menyembuhkan imam ini dari sakit yang bertahun dideritanya. Segera setelah Alexander terbangun, ia disembuhkan. Namun pasukan Muslim menaklukkan Albania pada tahun 1294.

Pada 10 Desember 1294 Pkl. 03.00 pagi, para malaikat kembali membawa Rumah Kudus, namun kali ini disaksikan sejumlah gembala Tersato melewati laut Adriatik ke suatu tanah lapang Banderuola empat mil dari Recanati, Italia.

Begitu berita ini tersiar, ribuan orang datang berziarah serta memperoleh pelbagai keajaiban. Lebih dari 2000 santo, santa, beato dan pelbagai orang kudus telah berziarah kemari antara lain. St. Alphonsus Liguori, St. Frances Cabrini, St. Francis de Sales dan St. Theresia dari Lisieux.

St. Fransiscus Assisi yang telah berziarah ke Rumah Kudus di Nazareth dan pendiri biara di Sirolo, dekat Recanati telah meramalkan bahwa sebelum abad 13 berakhir suatu rumah yang akan dikunjungi seluruh dunia akan berada di sini - terbukti 10 Desember 1294.

Paus St. Martin V, Paus Paulus II dan Paus Pius IX disembuhkan secara ajaib dari sakit yang diderita setelah berdoa didepan Rumah Kudus. Juga sekitar 50 paus telah berziarah kemari dan memberikan testimoninya. Paus Johanes XXIII berdoa untuk mohon restu sebelum Konsili Vatikan II di Basilika Loreto, demikian pula raja Austria dan seluruh pasukannya sebelum kemenangan bersejarah sambil membawa rosario atas gabungan pasukan Turki di Lepanto tahun 1517.

Astronot Apollo 9 pun membawa medali Loreto dalam pendaratan ke bulan. Sekalipun kepercayaan akan Rumah Kudus di Loreto bukanlah dogma - sejarah, fakta dan tradisi kepercayaan tak terputus telah memberikan buktinya.

Demikian pula hasil penyelidikan pelbagai pihak tahun 1292, 1296, 1524. Penyelidikan pelbagai ahli arkeologi, penyelidikan dari Paus Clement VII (1524 - 1534) maupun Benediktus XIV (1748 - 1758) dan dalam 1871 oleh Professor Rati atas perintah kardinal Bertolini, maupun penyelidikan Paus Benediktus XV (1913 - 1922) yang mendapatkan Rumah Kudus tanpa landasan tak seluruhnya menempel di tanah, menetapkan 10 Desember sebagai pesta wajib di Italia.

Semua dokumen dan arsip di Tersato, Recanati dan Loreto juga menyatakan kebenarannya. Tetapi yang terpenting, mengikuti teladan Bunda Maria, apakah kita melalui perbuatan dan tingkah laku juga telah memberi fiat persetujuan atas Rumah Kudus dalam diri kita agar layak ditebus Yesus ?

(Sumber: Ansano Widagdyo, Ratu Damai 4, http://www.parokimbk.or.id/warta-minggu/artikel/19-12-2010/rumah-keluarga-kudus-di-basilika-loreto-italia/

Santa Casa di Loreto , The Catholic Encyclopedia vol. 13,
New York, Robert Appleton Company)

Sabtu, 31 Desember 2011 Hari Ketujuh dalam Oktaf Natal

Sabtu, 31 Desember 2011
Hari Ketujuh dalam Oktaf Natal

Tuhan akan menyelesaikannya bagiku! Ya Tuhan, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu! Mzm 138:8

Antifon Pembuka

Seorang anak lahir untuk kita, seorang putra dianugerahkan kepada kita. Ia memegang kendali pemerintahan dan disebut penasihat ulung.

Doa Renungan


Bapa, penguasa segala waktu, hari ini merupakan hari terakhir tahun 2011. banyak hal yang telah kami alami sepanjang tahun ini. Namun satu hal yang kami yakini, penyertaan-Mu selalu baik dalam suka-duka, dalam keraguan maupun kelalaian yang kami jalani. Putra-Mu senantiasa menjadi penerang hidup kami. Maka, kami bersyukur atas berkat dan tuntunan-Mu sepanjang tahun ini. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.


Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (2:18-21)

"Kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus dan dianugerahi pengetahuan."


Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang; bahkan sekarang telah bangkit banyak antikristus! Itulah tandanya bahwa waktu ini benar-benar waktu yang terakhir. Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita, sebab jika mereka sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama kita. Tetapi hal itu terjadi supaya menjadi nyata bahwa tidak semua orang sungguh termasuk pada kita. Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua dianugerahi pengetahuan. Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya, dan karena kamu juga mengetahui bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 3/4; 4/4, PS 806

Ref. Hendaklah langit bersuka cita, dan bumi bersorak-sorai di hadapan wajah Tuhan, kar'na Ia sudah datang.
Ayat. (Mzm 96:1-2. 11-12. 13)

1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya, kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari pada-Nya.
2. Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak sorai, biar gemuruhlah laut serta segala isinya! Biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya, dan segala pohon di hutan bersorak sorai.
3. Biarlah mereka bersorak sorai di hadapan Tuhan, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

Bait Pengantar Injil, do = d, 2/2, PS 953

Ref. Alleluya
Ayat. 2/4
Firman telah menjadi manusia, dan diam di antara kita. Semua orang yang menerima Dia diberi-Nya kuasa menjadi anak-anak Allah.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (1:1-18)


"Firman telah menjadi manusia."

Pada awal mula adalah Firman; Firman itu ada bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang bagi manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan, tetapi kegelapan tidak menguasainya. Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes. Ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia sendiri bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang sedang datang ke dalam dunia. Terang itu telah ada di dalam dunia, dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima Dia diberi-Nya kuasa menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya, orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih dan kebenaran. Tentang Dia Yohanes memberi kesaksian dan berseru, “Inilah Dia yang kumaksudkan ketika aku berkata: Sesudah aku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” Karena dari kepunahan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus. Tidak seorang pun pernah melihat Allah, tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Renungan



Hari terakhir di tahun ini. Banyak dari kita sibuk membuat acara untuk menyambut tahun yang baru. Saatnya kembali menoleh ke belakang. Banyak hal yang terjadi. Ada kegagalan, ada keberhasilan, ada kejutan. Mungkin ada sahabat kita yang telah berubah menjadi pembenci kita, tetapi mungkin ada pula yang semula memusuhi kita sekarang justru menjadi sahabat kita. Kita pun bisa bertanya, apakah kita ini sungguh menjadi sahabat Tuhan, atau sebaliknya, tanpa sadar kita menjadi musuh-Nya.

Banyak orang akhirnya memusuhi Tuhan karena terus berpegang pada cara berpikir mereka sendiri. Cara bertindak Tuhan dinilai tidak masuk akal, tidak relevan, bahkan keliru. Mereka yang tetap setia diajak untuk percaya bahwa mereka telah diberi kuasa untuk sungguh hidup sebagai anak-anak Allah. Kita diundang untuk menggunakan kuasa itu seturut kehendak-Nya. Hanya di dalam Dia ada hidup. Hanya dalam Dia segala pengalaman tahun ini punya arti. Hanya dalam Dia tahun yang baru akan bermakna. Selamat menyambut Tahun Baru. Tuhan Memberkati.

Yesus, langit dan bumi bersorak-sorai bagi-Mu. Kupersembahkan segala yang terjadi selama tahun ini, dan segala yang akan terjadi di tahun yang baru ini. Amin.

Ziarah Batin 2011, Renungan dan Catatan Harian