Jumat, 06 Januari 2012 Jumat Pertama, Hari Biasa Masa Natal

Jumat, 06 Januari 2012
Jumat Pertama, Hari Biasa Masa Natal

“Jadilah kekuatan pemberi hidup kepada semua orang lain” (St.Gregorius dari Nazianze)

Antifon Pembuka

Sejak awal mula Sabda itu Allah, dan Ia berkenan dilahirkan sebagai Penebus dunia.

Doa Pagi

Bapa, di zaman modern ini orang semakin tidak percaya akan Sang Penciptanya. Bantulah aku agar tetap berpegang teguh dan percaya bahwa Yesus Kristus, Putra-Mu yang Engkau kasihi, yang kepada-Nya Engkau berkenan. Amin.

Pakaian menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia. Bila mengenakan pakaian yang pantas, ia pasti merasa nyaman, bebas dari rasa malu dan layak hidup bersama orang lain. Lebih dari itu, orang beriman yang mengenakan Allah akan selalu hidup dalam kebenaran. Ia mendapat jaminan kehidupan yang baru dan kekal di dalam kasih Yesus Kristus, sang Kebenaran sejati.


Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (5:5-13)

"Kesaksian tentang Anak Allah."

Saudara-saudaraku terkasih, tidak ada orang yang mengalahkan dunia, selain dia yang percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah! Dia inilah yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus; bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran. Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di bumi: Roh, air dan darah, dan ketiganya adalah satu. Kesaksian manusia kita terima, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu didalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Allah menjadi pendusta karena orang itu tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita, dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak Allah, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Dia, ia tidak memiliki hidup. Semuanya ini kutuliskan kepada kamu supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = a, 2/2, PS 863
Ref. Pujilah Tuhan, hai umat Allah, pujilah Tuhan, hai umat Allah.
Ayat. (Mzm 147:12-15.19-20)

1. Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anak yang ada padamu.
2. Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik. Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari.
3. Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan dan hukum-hukum-Nya kepada Israel. Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 2/2, PS 957
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mrk 9:6; 2/4)
Langit terbuka, dan terdengarlah suara Bapa: Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.

Kebenaran itu berasal dari Allah, karena Allah adalah benar. Sedangkan segala yang jahat berasal dari si setan (kekuatan kegelapan). Namun, kegelapan apapun pasti mampu dikalahkan sang terang. Yesus datang untuk menerangi segala kegelapan dunia. Allah Bapa telah berkenan kepada Yesus, sang Putera. Sabda ini menjadi pengesahan karya keselamatan Yesus.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (1:7-11)

“Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

Tatkala banyak orang datang minta dibaptis, Yohanes memberitakan, “Sesudah aku akan datang Dia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.” Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di Sungai Yordan oleh Yohanes. Pada saat keluar dari air, Yesus melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari surga, “Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan

Hari ini Bapa meminta kita untuk mendengarkan Yesus, Anak-Nya yang terkasih. Pendengaran dapat mengantar seseorang kepada keselamatan, jika dimaksimalkan untuk mendengarkan sabda Tuhan. Misalnya, seperti yang dilakukan oleh Maria, yang duduk di dekat kaki Tuhan Yesus, dan terus mendengarkan sabda-Nya. Sabda Tuhan itu teguh menyegarkan jiwa, membuat seseorang hidup arif dan bersahaja.

Doa Malam

Tuhan Yesus, kesaksian Yohanes tentang keagungan-Mu menyadarkan aku akan kasih Bapa kepada umat manusia sampai rela menyerahkan Engkau untuk menebus dosa manusia. Bantulah aku ya Yesus, agar aku selalu bersyukur dan rela berkurban bagi sesama. Amin.


RUAH