Senin, 16 Januari 2012 Hari Biasa Pekan II

Senin, 16 Januari 2012
Hari Biasa Pekan II

"Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" --- Mat 20:28

Antifon Pembuka (Mzm 66:4)

Hendaklah seluruh bumi menyembah Engkau, dan bermadah serta melagukan mazmur bagi-Mu, Allah Mahaluhur.

Doa Pagi


Tuhan, Engkau berkenan bila kami melaksanakan dan menuruti firman-Mu daripada kurban sembelihan. Ampunilah kami, bila lebih menuruti kehendak kami sendiri dengan berbagai alasan yang tampaknya suci dan baik. Ajarilah kami juga untuk selalu taat pada perintah-Mu. Amin

Berbahagialah orang yang mendengarkan firman Tuhan dan melaksanakannya. Pelaksanaan firman Tuhan adalah wujud dari sikap orang yang taat setia kepada kehendak Tuhan. Karena Tuhan menyatakan kehendak-Nya melalui firman-firman-Nya. Karena itu, Tuhan lebih berkenan kepada orang yang melaksanakan firman-Nya daripada kurban bakaran dan sembelihan.

Bacaan
dari Kitab Pertama Samuel (1Sam 15:16-23)

"Mengamalkan sabda Tuhan lebih baik daripada kurban sembelihan. Maka Tuhan telah menolak engkau sebagai raja."

Setelah Raja Saul melanggar perintah Tuhan, Samuel berkata kepadanya, “Sudahlah! Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang disabdakan Tuhan kepadaku tadi malam.” Kata Saul kepadanya, “Katakanlah!” Sesudah itu berkatalah Samuel, “Engkau ini kecil pada pemandanganmu sendiri! Meskipun demikian bukankah engkau telah menjadi kepala atas suku-suku Israel? Bukankah Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel? Bukankah Tuhan telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan: Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek, berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka? Mengapa engkau tidak mendengarkan suara Tuhan? Mengapa engkau menjarah rayah dan melakukan apa yang jahat di mata Tuhan?” Lalu kata Saul kepada Samuel, “Aku memang mendengarakan suara Tuhan! Aku telah mengikuti apa yang disuruhkan Tuhan kepadaku. Aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek sendiri telah kutumpas. Tetapi rakyatlah yang mengambil dari jarahan itu: kambing domba dan lembu-lembu terbaik dari yang seharusnya ditumpas itu; maksudnya mau dipersembahkan kepada Tuhan, Allahmu, di Gilgal.” Tetapi sahut Samuel, “Apakah Tuhan itu berkenan kepada kurban bakaran dan kurban sembelihan, sama seperti Ia berkenan kepada pengamalan sabda-Nya? Sesungguhnya, mengamalkan sabda lebih baik daripada kurban sembelihan, menuruti firman lebih baik daripada lemak domba jantan. Camkanlah pendurhakaan itu sama seperti dosa bertenung dan kedegilan itu sama seperti menyembah berhala. Karena engkau telah menolak firman Tuhan, maka Tuhan telah menolak engkau sebagai raja.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Orang yang jujur jalannya akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.
Ayat. (Mzm 50:8-9.16bc-17.21.23)
1. Bukan karena kurban sembelihan engkau Kuhukum, sebab kurban bakaranmu senantiasa ada di hadapan-Ku! Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu.
2. ”Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkau membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?”
3. Itulah yang engkau lakukan! Apakah Aku akan diam saja? Apakah kaukira Aku ini sederajat dengan kamu? Aku menggugat engkau dan ingin berperkara denganmu. Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai kurban, ia memuliakan Daku; dan siapa yang jujur jalannya akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Sabda Allah itu hidup dan kuat. Sabda itu menguji segala pikiran dan maksud hati.

Setiap orang hendaknya mempunyai prinsip dan komitmen dalam hidupnya. Visi dan misi yang kuat akan memberikan arah hidup yang jelas. Hidupnya tertata dengan baik sehingga mampu menciptakan hidup bersama yang saling memberdayakan. Yesus memberikan arti baru dan tujuan puasa. Puasa mesti mengarah pada pemenuhan relasi yang benar dengan Tuhan dan sesama.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (2:18-22)

"Pengantin itu sedang bersama mereka."

Waktu itu murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa. Pada suatu hari datanglah orang-orang kepada Yesus dan berkata, “Murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, mengapa murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka, “Dapatkah sahabat-sahabat pengantin pria berpuasa selagi pengantin itu bersama mereka? Selama pengantin itu ada bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa. Tetapi waktunya akan datang pengantin itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang sudah tua, karena jika demikian, kain penambal itu akan mencabiknya; yang baru mencabik yang tua, sehingga makin besarlah koyaknya. Demikian juga tak seorang pun mengisikan anggur baru ke dalam kantong kulit yang sudah tua, karena jika demikian anggur tersebut akan mengoyakkan kantong itu, sehingga baik anggur maupun kantongnya akan terbuang. Jadi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.”
Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Maksud puasa adalah menyiapkan kedatangan Allah. Yesus adalah Allah yang turun ke dunia. Maka, para murid tak perlu berpuasa saat bersama-sama dengan Yesus. Puasa memiliki makna rohani: Memberi ruang yang lebih luas untuk Tuhan, lewat pengendalian diri pada segala sesuatu yang bukan Tuhan. Puasa bukan sekadar menahan lapar waktu siang, dan makan sepuas-puasnya waktu malam.

Doa Malam

Allah yang Maharahim, aku mengucap syukur kepada-Mu atas segala kasih karunia yang Engkau limpahkan kepadaku sepanjang hari ini. Ampunilah segala kekurangan dan kesalahan kami dan perkenankan aku beristirahat malam ini dengan damai sejahtera. Amin.


RUAH

Bacaan Harian 16-22 Januari 2012

Bacaan Harian 16-22 Januari 2012

Senin, 16 Januari: Hari Biasa Pekan II (H).
1Sam 15:16-23; Mzm 50:8-9.16bc-17.21.23; Mrk 2:18-22.

Anggur baru membutuhkan kantong kulit yang baru, bukan kantong kulit yang tua, karena kalau demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu. Selama kita tidak bisa meninggalkan kebiasaan manusia lama, selama itu pula kita akan sulit untuk sungguh-sungguh mengikuti Yesus.

Selasa, 17 Januari: Peringatan Wajib St. Antonius, Abas (P).
1Sam 16:1-13; Mzm 89:20-22.27-28; Mrk 2:23-28.

Dewasa ini, kesadaran akan hari Tuhan, hari Sabat (Minggu), menjadi luntur ke arah keduniawian. Bagi banyak orang—termasuk orang-orang Katolik—hari Minggu adalah hari orang berfoya-foya atau berolah raga sedemikian rupa sehingga sering kali tidak sempat ke gereja. Hari Minggu sudah dianggap bukan hari Tuhan, melainkan hari mencari hiburan duniawi.

Rabu, 18 Januari: Hari Biasa Pekan II (H).
1Sam 17:32-33.37.40-51; Mzm 144:1-2.9-10; Mrk 3:1-6.

Nyawa manusia lebih berharga daripada menaati hukum lahiriah tanpa hati. Kerinduan untuk menyelamatkan hidup orang lain harus menjiwai setiap murid Tuhan. Seringkali kita takut ketika ada orang-orang yang mengamat-amati kita untuk mempersalahkan kita. Akhirnya kita mengorbankan apa yang penting dan sebenarnya harus dilakukan demi sekedar tidak dipersalahkan. Yesus tidak demikian. Ia malahan menantang orang-orang yang mengamati-Nya. Ia tahu mana yang lebih penting, mana yang harus dilakukan, dan Ia tidak peduli dengan yang lainnya, bahkan nyawa-Nya sendiri.

Kamis, 19 Januari: Hari Biasa Pekan II (H).
1Sam 18:6-9 – 19:1-7; Mzm 56:2-3.9-13; Mrk 3:7-12.

Kuasa Yesus luar biasa. Ia bukan saja menyembuhkan begitu banyak orang, tetapi roh-roh jahat pun mengakui Dia sebagai Anak Allah. Maka, seberat apa pun beban kita, jangan sampai kita tergoda untuk mencari kekuatan dan kuasa lain. Andalkanlah Yesus.

Jumat, 20 Januari: Hari Biasa Pekan II (H).
1Sam 24:3-21; Mzm 57:2-4.6.11; Mrk 3:13-19.

Yesus menetapkan orang-orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil. Yesus selalu membutuhkan murid-murid untuk meneruskan Kabar Gembira-Nya. Maka, kalau kita sekarang menjadi murid Yesus, itu semua bukan karena usaha kita. Itu adalah rahmat karena kita dipilih-Nya. Apakah kita sudah membawa Kerajaan Allah itu di mana pun kita berada?

Sabtu, 21 Januari: Peringatan Wajib Sta. Agnes, Perawan Martir (M).
2Sam 1:1-4.11-12.19.23-27; Mzm 80:2-3.5-7; Mrk 3:20-21.

Perbuatan baik dan benar tidak selalu mendapatkan tanggapan positif. Tapi apakah kalau begitu kita harus berhenti berbuat baik dan memperjuangkan yang benar? Apa yang sesungguhnya kita cari?

Minggu, 22 Januari: Hari Minggu Biasa III (P).
Yun 3:1-5.10; Mzm 25:4bc-5ab.6-7bc.8-9; 1Kor 7:29-31; Mrk 1:14-20.

Orang seringkali menunda-nunda untuk bertobat. Mereka belum menyadari betapa indahnya kasih Allah itu. Perbuatan dosa mungkin dapat memberikan kebahagiaan, tapi tentu hanya sesaat. Jangan tunda lagi, mari bertobat dan percaya kepada Injil.

Kobus: Ekaristi