Jumat, 10 Febuari 2012: Peringatan Wajib Sta. Skolastika, Perawan

Jumat, 10 Februari 2012
Peringatan Wajib Sta. Skolastika, Perawan

“Aku mohon pada Tuhanku dan Ia sungguh mendengarkan aku” (St. Skolastika)

Antifon Pembuka (Mzm 15:5-6)

Tuhan Engkaulah milik pusaka dan warisanku, dalam tangan-Mulah nasibku. Tanah permai akan menjadi bagianku, milik pusakaku menyenangkan hatiku.

Doa Pagi


Ya Yesus, bersabdalah juga pada kami “Effata”, agar terbukalah mata hati dan telinga kami terhadap kebutuhan sesama kami. Mampukan kami melayani sesama dengan tulus dan penuh cinta kasih. Amin.

Orang yang taat-setia kepada kehendak Tuhan pasti akan terus disayangi-Nya. Ia dan seluruh keluarganya mendapat kasih karunia Tuhan yang Mahatinggi. Bahagia menjadi jaminan hidupnya. Kesalahan dan dosa akan dihapuskan berkat kasih pengampunan Tuhan. Murka Tuhan tidak seluruhnya tertumpah kepadanya. Tuhan masih menyisakan belas kasih-Nya.

Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja (11:29-32.12:19)

"Israel memberontak terhadap keluarga Daud."

Pada waktu itu Yerobeam, seorang pegawai Raja Salomo, keluar dari Yerusalem. Di tengah jalan ia bertemu dengan Nabi Ahia, orang Silo, yang berselubung kain baru. Hanya mereka berdua yang ada di padang. Ahia memegang kain baru yang ada di badannya, lalu dikoyakkannya menjadi dua belas koyakan; Ia berkata kepada Yerobeam, “Ambillah bagimu sepuluh koyakan, sebab beginilah sabda Tuhan, Allah Israel: Sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari tangan Salomo dan akan memberikan kepadamu sepuluh suku. Tetapi satu suku akan tetap padanya oleh karena hamba-Ku Daud dan oleh karena Yerusalem, kota yang Kupilih dari segala suku Israel.” Demikianlah orang Israel memberontak terhadap keluarga Daud sampai hari ini.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Akulah Tuhan Allahmu, dengarkanlah Aku.
Ayat. (Mzm 81:10-11ab.12-13.14-15)

1. Janganlah ada di antaramu allah lain, dan janganlah engkau menyembah allah asing. Akulah Tuhan, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.
2. Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku, dan Israel tidak suka kepada-Ku. Sebab itu Aku membiarkan dia dalam kedegilan hatinya; biarlah mereka berjalan mengikuti angan-angannya sendiri!
3. Sekiranya umat-Ku mendengar Aku; sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan, seketika itu juga musuh mereka Aku tundukkan, dan para lawan mereka Kupukul dengan tangan-Ku.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Ya Allah, bukalah hati kami, agar kami memperhatikan sabda Anak-Mu.

Sejak awal mula, Allah menciptakan dunia dan seisinya ini dalam keadaan baik. Bahkan ketika menciptakan manusia, Allah menyatakan bahwa ini sungguh sangat baik. Selanjutnya Allah selalu memelihara makhluk ciptaan-Nya ini agar selalu baik. Yesus membuat orang tuli mendengar dan orang bisu berbicara. Allah terus membuat segala-galanya menjadi baik.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (7:31-37)

"Yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berbicara."

Pada waktu itu Yesus meninggalkan daerah Tirus, dan lewat Sidon pergi ke Danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis. Di situ orang membawa kepada-Nya seorang tuli dan gagap dan memohon supaya Yesus meletakkan tangan-Nya atas orang itu. Maka Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian. Kemudian Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu meludah dan meraba lidah orang itu. Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya, “Effata”’ artinya: Terbukalah! Maka terbukalah telinga orang itu, dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik. Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceritakannya kepada siapa pun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya. Mereka takjub dan tercengang, dan berkata, “Ia menjadikan segala-galanya baik! Yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berbicara.”anya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan


Sikap terbuka itu baik. Mukjizat ‘effata’ membuka ikatan lidah yang bisu dan telinga yang tuli. Apalagi, jika sikap terbuka itu diterapkan di hadapan Tuhan. Dia menanti kesediaan kita untuk dijadikan ‘sarana’ perpanjangan tangan-Nya untuk menjadikan segala-galanya baik! Apakah kita siap untuk itu?

Doa Malam


Yesus, kekuatan hidup kami, ambillah kelekatan-kelekatan yang tidak teratur pada diri kami. Buatlah hati kami lembut dan rendah hati seperti hati-Mu. Amin.

RUAH