Jumat, 23 Maret 2012 Hari Biasa Pekan IV Prapaskah, Hari Pantang

Jumat, 23 Maret 2012
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah, Hari Pantang

Menjadi seorang Kristen berarti mengatakan ‘ya’ kepada Yesus Kristus. Hal itu mencakup penyerahan diri kepada Firman Tuhan dan ketergantungan kepada Firman-Nya, dan usaha untuk mencapai pengertian yang lebih baik dan mendalam akan arti dari Firman ini. - Beato Yohanes Paulus II


Antifon Pembuka (Mzm 54:3-4)

Selamatkanlah aku, ya Allah, demi nama-Mu, dan bebaskanlah aku dengan kuasa-Mu. Dengarkanlah doaku, ya Allah, dekatkanlah telinga-Mu kepada kata-kata mulutku.

Doa


Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, kemurahan hati-Mu melimpah jauh melampaui jasa ataupun permohonan kami. Limpahkanlah belas kasih-Mu kepada kami sepenuhnya; ampunilah dosa-dosa kami yang menggelisahkan hati dan anugerahilah kami segala sesuatu yang kami tak mampu menyebutnya. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa.
Amin.

Bacaan dari Kitab Kebijaksanaan
(2:1a.12-22)


"Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati yang keji terhadapnya."

Orang-orang fasik berkata satu sama lain, karena angan-angannya tidak
tepat "Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita. Pelanggaran-pelanggaran hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap pendidikan kita. Ia membanggakan mempunyai pengetahuan tentang Allah, dan menyebut dirinya anak Tuhan. Bagi kita ia merupakan celaan atas anggapan kita, hanya melihat dia saja sudah berat rasanya bagi kita. Sebab hidupnya sungguh berlainan dari kehidupan orang lain, dan lain dari lainlah langkah lakunya. Kita dianggap olehnya sebagai orang yang tidak sejati, dan langkah laku kita dijauhinya seolah-olah najis adanya. Akhir hidup orang benar dipujinya bahagia, dan ia bermegah-megah bahwa bapanya ialah Allah. Coba kita lihat apakah perkataannya benar dan ujilah apa yang terjadi waktu ia berpulang. Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah, niscaya Ia akan menolong dia serta melepaskannya dari tangan para lawannya. Mari, kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya. Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan." Demikianlah mereka berangan-angan, tapi mereka sesat, karena telah dibutakan oleh kejahatan mereka. Maka mereka tidak tahu akan rahasia-rahasia Allah, tidak yakin akan ganjaran kesucian, dan tidak menghargai kemuliaan bagi jiwa yang murni.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan

Ref. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati.
Ayat. (Mzm 34:17-18.19-20.21.23)

1. Wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi. Apabila orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan; dari segala kesesakannya mereka Ia lepaskan.
2. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Kemalangan orang benar memang banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu.
3. Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah. Tuhan membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal
Ayat. (bdk. Mat 4:4)
Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (7:1-2.10.25-30)

"Orang-orang Farisi berusaha menangkap Yesus, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba."

Yesus berjalan keliling Galilea, Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya. Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun. Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Iapun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam. Beberapa orang Yerusalem berkata: "Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh? Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus? Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorangpun yang tahu dari mana asal-Nya." Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku." Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.

Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Hidup benar, jujur, lurus dan saleh di zaman sekarang tidak mudah. Orang yang demikian sering harus berhadapan dengan tantangan dari orang-orang sekitarnya. Ada yang disingkirkan dari pergaulan dan lingkungan kerja. Ada yang dibenci dan ada pula yang dituduh berbuat jahat melalui sebuah rekayasa.

Situasi serupa muncul dalam bacaan pertama. Hidup orang saleh dipandang sebagai gangguan oleh orang-orang yang tidak benar hidupnya. Maka, orang saleh mesti disingkirkan. Mengapa? Kesalehan orang-orang benar membuat kejahatan orang-orang yang tidak benar menjadi terang-benderang. Kejahatan mereka menjadi jelas dan diketahui. Yesus pun dilihat sebagai gangguan oleh mereka yang hidupnya tidak benar. Merasa takut bahwa kedok dan kejahatan mereka terbongkar. Oleh karena itu, mereka merencanakan kejahatan terhadap Yesus dan mau menyingkirkan Dia. Hati mereka sudah dipenuhi keinginan untuk mencari-cari kesalahan Yesus agar dapat memuluskan rancangan jahat mereka. Keinginan mereka yang jahat itu bertolak belakang dengan kebaikan yang dilakukan oleh Yesus.

Kita dipanggil untuk menyuarakan dan menghidupi kebenaran, kejujuran dan ketulusan. Kendati harus berhadapan dengan berbagai tantangan dan godaan, kita harus tetap maju dan teguh. Beranikah kita?

Ya Yesus, Engkau tetap setia pada tugas perutusan-Mu meskipun berhadapan dengan berbagai tantangan dan godaan. Semoga aku pun setia mengikuti panggilan-Mu. Amin.

Ziarah Batin 2012, Renungan dan Catatan Harian