Selasa, 10 April 2012 Hari Selasa dalam Oktaf Paskah

Selasa, 10 April 2012
Hari Selasa dalam Oktaf Paskah

YESUS MENAMPAKKAN DIRI KEPADA MARIA MAGDALENA


"Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu" (1 Kor 15:17). Kebangkitan terutama mensahkan apa yang telah dilakukan atau diajarkan Kristus. Semua kebenaran, juga yang tidak dapat dimengerti oleh pikiran manusia, mendapat pembenarannya setelah Kristus, oleh kebangkitan-Nya, memberikan bukti terhadap otoritas ilahi-Nya yang definitif yang telah dijanjikan. (Katekismus Gereja Katolik, 651)


Antifon Pembuka (Sir 15:3-4)


Kebijaksanaan dianugerahkan kepada kita laksana air untuk diminum. Kebijaksanaan Tuhan berakar dalam hati kita, dan membahagiakan kita selama-lamanya. Alleluya.


Doa Pagi


Terima kasih ya Tuhan, atas sabda-Mu hari ini. Engkau membuka jalan pertobatan bagi kami. Bimbinglah langkah kami untuk terus bertobat dan menyerahkan diri seutuhnya kepada-Mu, Tuhan dan Penyelamat kami, kini dan sepanjang masa. Amin.


Baptisan Yohanes Pembaptis menjadi tanda pertobatan. Baptisan Yesus Kristus dengan api dan roh menghapuskan segala noda dosa. Memang, pertobatan menghasilkan rahmat pengampunan dosa. Manusia lama yang penuh dosa telah dibarui menjadi manusia baru yang penuh rahmat. Roh Kudus akan meneguhkan semangat pertobatan dan memelihara hidup baru ini.


Bacaan dari Kisah Para Rasul (2:36-41)

"Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing dirimu dibaptis dalam nama Yesus."

Pada hari Pentakosta, berkatalah Petrus kepada orang-orang Yahudi, “Seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” Ketika mendengar hal itu, hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain, “Apakah yang harus kami perbuat, Saudara-saudara?” Jawab Petrus kepada mereka, “Bertobatlah, dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu; maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu, bagi anak-anakmu dan bagi semua orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.” Dan dengan banyak perkataan lain lagi Petrus memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh, dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya, “Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini.”

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = es, 2/4, PS 852

Ref. Sabda-Mu adalah kebenaran, hukum-Mu kebebasan.

atau Bumi penuh dengan kasih setia-Mu.
Ayat. (Mzm 33:4-5.18-19.20.22)

1. Firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya.
2. Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya; Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.
3. Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan, Dialah penolong dan perisai kita. Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.

Bait Pengantar Injil, do = d, PS 959

Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mzm 118:24)
Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.

Pengalaman dikasihi Tuhan sangat mengesan dalam sejarah hidup seseorang. Apalagi pengalaman itu membebaskannya dari kuasa kegelapan dosa. Maria Magdalena mengalami kasih Tuhan yang luar biasa dalam hidupnya. Tuhan telah mengubah arah hidupnya. Tidak heran, dia terus mencari Tuhan. Dia ingin selalu dekat dan bersatu dengan Tuhan.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (20:11-18)

"Aku telah melihat Tuhan, dan Dialah yang mengatakan hal-hal itu kepadaku."


Setelah makam Yesus kedapatan kosong, maka Maria Magdalena berdiri dekat kubur dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya, “Ibu, mengapa engkau menangis?” Jawab Maria kepada mereka, “Tuhanku telah diambil orang, dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.” Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang, dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya, “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman. Maka ia berkata kepada-Nya, “Tuan, jikalau Tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana Tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.” Kata Yesus kepadanya, “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani, “Rabuni!” artinya Guru. Kata Yesus kepadanya, “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa. Tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapaku dan Bapamu, kepada Allahku dan Allahmu.” Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid, “Aku telah melihat Tuhan!” dan juga bahwa Tuhanlah yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.


Renungan


Maria meratapi Yesus, karena ia mendapati kubur Yesus telah kosong. Namun kemudian Yesus menampakkan diri kepadanya. Awalnya ia tidak mengenali-Nya, tetapi kemudian ia sadar bahwa Orang yang berdialog dengan dia adalah Yesus sendiri. Hal itu terjadi ketika ia mendengar Yesus memanggil namanya. Tuhan dikenal berkat suara-Nya. Kita pun diundang untuk mengenali Yesus tatkala mendengarkan suara-Nya (antara lain, dalam Kitab Suci).


Doa Malam


Tuhan, kedukaan yang kualami sering membutakan mata hati, sehingga kehadiran-Mu sering kuabaikan. Ampunilah aku dan berikanlah damai dalam istirahat malam ini. Amin.


RUAH