Senin, 16 April 2012 Hari Biasa Pekan II Paskah

Senin, 16 April 2012
Hari Biasa Pekan II Paskah

Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. -- Yoh 3:6-7


Antifon Pembuka (bdk. Rm 6:9)

Kristus yang bangkit dari alam maut takkan wafat lagi. Maut takkan menguasai-Nya lagi. Alleluya.

Doa Pagi


Kuasailah hatiku dengan Roh Kudus-Mu, ya Tuhan, agar aku tak tergoyahkan dalam menghadapi dan mengatasi situasi yang kurang mendukung terhadap karya penyelamatan-Mu. Engkaulah pegangan hidup kami, ya Tuhanku dan Allahku. Amin.


Bacaan dari Kisah Para Rasul (4:23-31)

"Ketika para rasul berdoa, mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani."

Setelah dilepaskan oleh Mahkamah Agama Yahudi, pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceritakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka. Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya, “Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap, dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya. Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi. Mereka melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu. Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami. Maka berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus.” Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu. Mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Mu, ya Tuhan
Ayat. (Mzm 2:1-3.4-7a.7b-9)

1. Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya: “Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari kita!”
2. Dia, yang bersemayam di surga, tertawa; Tuhan memperolok-olok mereka. Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya, Ia mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya: “Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!”
3.Aku mau menceritakan tentang ketetapan Tuhan: Ia berkata kepadaku, “Anak-Kulah Engkau! Pada hari ini Engkau telah Kuperanakkan. Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu. Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, dan memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk.”

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya

Ayat. (Kol 3:1)
Kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.


Nikodemus, seorang Farisi datang kepada Yesus dan berbicara dengan-Nya. Ia terbuka untuk berdialog dengan Yesus. Ia mengakui Yesus sebagai seorang Guru yang diutus oleh Allah. Manusia baru hanya bisa dilahirkan kembali dari air dan Roh.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (3:1-8)

"Jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus; ia seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang kepada Yesus pada waktu malam dan berkata, “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.” Yesus menjawab, kata-Nya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya, jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Kata Nikodemus kepada-Nya, “Bagaimana mungkin seorang dilahirkan kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” Jawab Yesus, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya, jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh adalah roh. Janganlah engkau heran karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau; engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu darimana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”

Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan

Ada dua jenis pengetahuan, yaitu pengetahuan yang dihasilkan oleh rasio, yang berupa konsep-konsep, conceptual knowledge, dan pengetahuan yang muncul karena kasih, sering disebut intuitive knowledge. Pengetahuan yang pertama tidak banyak mengubah perilaku seseorang. Tidak heran bila ada guru agama yang pandai menerangkan ajaran Gereja, namun perilakunya tidak sesuai dengan ajaran Yesus. Banyak aktivis Gereja yang jarang berdoa bahkan tak beriman. Sebaliknya, pengetahuan yang keluar dari pengalaman akan kasih Allah pasti mengubah perilaku seseorang.


Nikodemus, seorang guru Yahudi, tahu bahwa Yesus adalah Mesias, datang dari Allah, tetapi pengetahuan itu tidak mengubah perilakunya. Dia tak mampu mencerna sabda Yesus: ”Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah!” Secara konseptual, dia tahu Yesus dari Allah, tetapi hatinya tidak mengamininya.

Menjadi murid Yesus tidak cukup hanya dibaptis, setiap minggu ke gereja, berdoa ala kadarnya dan memiliki pengetahuan tentang Yesus dan Gereja. Murid Yesus harus lahir dan hidup dalam Roh serta menjadi bagian dari dinamika Kerajaan Allah. Roh Yesus harus menjadi api hidupnya.

Doa: Tuhan Yesus, lahirkanlah aku dalam Roh Kudus-Mu agar aku mampu ambil bagian dalam mewujudkan Kerajaan Allah. Amin.


Doa Malam

Terpujilah Engkau, ya Tuhan, yang mengaruniakan aku rahmat pembaptisan. Semoga aku dapat memeliharanya dan bertumbuh dalam iman serta sepanjang hidupku. Sebab Engkaulah Tuhan dan Juruselamatku. Amin.

Ziarah Batin 2012, Renungan dan Catatan Harian

Bacaan Harian 16 -22 April 2012

Bacaan Harian 16 -22 April 2012

Senin, 16 April: Hari Biasa Pekan II Paskah (P).

Kis 4:23-31; Mzm 2:1-9; Yoh 3:1-8.
Hidup dalam tuntunan Roh
. Yesus berkata: “Jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Dengan menerima baptisan, kita memang telah dilahirkan kembali dari air dan Roh. Namun, apakah itu berarti jaminan untuk hidup dalam Kerajaan Allah? Baptis bukanlah tiket untuk masuk ke dalam Kerajaan-Nya. Hanya orang-orang yang sungguh hidup di dalam tuntunan Roh itu yang sungguh-sungguh telah dilahirkan dalam Roh dan akan menjadi para penghuni Kerajaan Allah. Maka, kalau isi kepala dan hati melulu digerakkan oleh perkara-perkara daging, artinya kita memilih sendiri untuk berada di luar Kerajaan Allah. Paskah mengajak kita untuk bangkit! Makin mengenal bisikan Roh Kudus dan makin hidup di dalam-Nya!

Selasa, 17 April: Hari Biasa Pekan II Paskah (P).

Kis 4:32-37; Mzm 93:1-2.5; Yoh 3:7-15.

Percaya adalah diubah oleh Dia yang kita percaya.
Yesus menjanjikan, setiap orang yang percaya memperoleh hidup kekal. Percaya bukanlah sekedar kata; percaya bukan juga sekedar ibadat. Percaya pada Yesus artinya Yesus merajai hidup kita dan kita sungguh diubah oleh Dia. Hal itu akan tercermin dalam keinginan untuk dekat dengan-Nya dan juga dalam kata dan perbuatan kita. Kalau begitu, hidup kekal itu bukan hanya urusan kehidupan setelah kematian, tetapi juga urusan hidup kita sekarang. Dari cara hidup kita saat inilah kita memperoleh buah-buah hidup kekal untuk kemudian menjadi bekal yang mengantar kita kepada kehidupan yang sesungguhnya kelak.

Rabu, 18 April: Hari Biasa Pekan II Paskah (P).

Kis 5:17-26; Mzm 34:2-9; Yoh 3:16-21.
Allah kita adalah Allah yang sungguh mengasihi kita.
”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.” Itulah kasih Allah yang tanpa batas supaya manusia beroleh ”hidup”. Maka, ketika kita merasa Allah meninggalkan kita, terutama saat kita merasa doa-doa kita tak dikabulkan, ada baiknya kita bertanya: Sungguhkah aku percaya sepenuhnya kepada Allah dan bersandar pada-Nya? Sudahkah aku menjalankan hidup seturut kehendak-Nya? Kalau benar ”ya’, percayalah, saatnya akan tiba, kita pasti menikmati janji Allah! Allah kita adalah Allah yang tak pernah ingkar janji. Ia hidup dan nyata untuk orang-orang yang percaya kepada-Nya!

Kamis, 19 April: Hari Biasa Pekan II Paskah (P).
Kis 5:27-33; Mzm 34:2.9.17-20; Yoh 3:31-36.
Yohanes Pembaptis pewarta sejati.
Yohanes Pembaptis bersaksi tentang Yesus. Dalam kesaksiannya, ia mengarahkan orang kepada Yesus, Utusan Allah sendiri. Ia tidak mengarahkan kepada ”tukang catut” yang mengambil keuntungan demi kepentingan diri; ia juga tidak mewartakan dirinya sendiri. Di sekitar kita, banyak ajaran dan pengajar. Hati-hati, apakah mereka membawa kita pada Yesus ataukah menggiring kita kepada kepentingan mereka sendiri. Lalu yang penting pula, jangan sampai kita pun sibuk ”mewartakan diri” demi kepentingan kita sendiri. Kalau Yesus memberi amanat kepada kita untuk menjadi saksi-Nya, Ia membutuhkan para pewarta sejati yang mewartakan Kerajaan Kasih-Nya dan hidup di dalamnya.

Jumat, 20 April: Hari Biasa Pekan II Paskah (P).
Kis 5:34-42; Mzm 27:1.4.13-14; Yoh 6:1-15.
Hidup yang ekaristis.
Roti dan ikan yang dimiliki oleh seorang anak kecil ’yang tidak masuk hitungan’ ternyata bisa menjadi sarana untuk memberi makan begitu banyak orang. Yesus ingin juga memakai roti dan ikan yang kita miliki, walaupun hanya sedikit, untuk memberi makan kepada banyak orang. Ia sendiri yang akan menggandakannya. Maukah kita menyerahkan roti dan ikan yang ada pada kita, untuk diberkati, dipecah-pecah dan dibagi-bagi kepada orang yang membutuhkan pertolongan? Itulah hidup yang ekaristis! Yesus sendiri telah mewariskan kepada kita Perjamuan Ekaristi yang penuh kasih, supaya hidup kita pun dapat bersumber dan berpuncak pada kasih Ekaristi itu.

Sabtu, 21 April: Hari Biasa Pekan II Paskah (P).
Kis 6:1-7; Mzm 33:1-2.4-5.18-19; Yoh 6:16-21.
Yesus hadir melampaui segala akal.
Murid-murid Yesus naik perahu menyeberangi danau menuju Kapernaum. Ketika hari sudah gelap, laut bergelora karena angin kencang. Saat-saat seperti itu Yesus hadir melampaui segala akal, berjalan di atas air, dan meneguhkan mereka: ”Aku ini, jangan takut!” Dalam mengarungi laut kehidupan ini, mungkin jadi kita kuatir dan takut menghadapi hari-hari gelap, laut bergelora dan angin kencang. Dengan kuasa mengatasi semua itu, Yesus juga menghampiri kita dan menyapa: ”Aku ini, jangan takut!” Adakah kita juga mengijinkan Dia berada dalam perahu kehidupan kita?

Minggu, 22 April: Hari Minggu Paskah III (P).
Kis 3:13-15.17-19; Mzm 4:2.4.7.9; 1Yoh 2:1-5a; Luk 24:35-48.
Damai bagi orang yang percaya.
Betapa pentingnya DAMAI! Dalam karya dan pelayanan-Nya, Yesus membawa damai itu kepada orang-orang percaya yang datang kepada-Nya. Melalui wafat dan kebangkitan-Nya, Ia membawa kepenuhan damai, karena Ia mendamaikan manusia dengan Allah. Yesus sungguh Raja Damai (Yes 9:6)! Maka, saat menampakkan diri kepada para murid, Ia berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Saat para murid terhalang menerima damai itu karena ragu dan menganggap Yesus hantu, Ia pun memperlihatkan luka-luka-Nya, makan di tengah mereka, dan mengingatkan isi Kitab Suci. Yesus sungguh mau damai itu menjadi milik para murid! Dan di atas semua itu, ingatlah pesan-Nya: “Kamu adalah saksi dari semuanya ini!”