Kamis, 19 April 2012 Hari Biasa Pekan II

Kamis, 19 April 2012
Hari Biasa Pekan II

Yohanes Pembaptis pewarta sejati.


"Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: 'Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia'" --- Kis 5:2-9


Antifon Pembuka (Mzm 68:8-9.20)

Ya Allah ketika Engkau tampil di depan umat-Mu, melangkah mendahului dan tinggal di tengah mereka, maka bumi goncang dan langit bergetar. Alleluya.

Doa Pagi


Bapa yang berbelas kasih, sertailah aku hari ini agar mampu mewartakan karya keselamatan-Mu meski banyak rintangan yang harus kuhadapi. Bantulah hati, pikiran dan perkataanku hari ini agar semuanya berkenan kepada-Mu. Amin.


Tindakan orang benar sering mengusik hati para penguasa. Mereka memberi kesaksian cara hidup baru sesuai kehendak Allah. Roh Tuhan telah mengurapi hidup mereka. Mereka menjadi pribadi yang tangguh dan berani mewartakan firman Allah. Segala hambatan dan rintangan tidak akan menyurutkan nyali mereka. Mereka tetap bersaksi tentang kebenaran.


Bacaan dari Kisah Para Rasul (5:27-33)


"Kami adalah saksi dari segala sesuatu dan Roh Kudus."

Pagi itu kepala pengawal Bait Allah serta orang-orangnya menangkap para Rasul yang sedang mengajar orang banyak dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama Yahudi. Imam Besar lalu mulai menegur mereka, “Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam nama Yesus. Namun ternyata kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu, dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami.” Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, “Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia. Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. Dan kami adalah saksi dari segalanya itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang menaati Dia.” Mendengar perkataan itu sangatlah tertusuk hati mereka, dan mereka berusaha membunuh rasul-rasul itu.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 3/4, PS 857

Ref. Kecaplah betapa sedapnya Tuhan. Kecaplah betapa sedapnya Tuhan.
Ayat. (Mzm 34:2.9.17-18.19-20; R: 9a)

1. Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
2. Wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi. Apabila orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan; dari segala kesesakannya mereka Ia lepaskan.
3. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati. Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Kemalangan orang benar memang banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semua itu.

Bait Pengantar Injil

Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 20:29)
Karena telah melihat Aku, engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya.

Allah sangat mengasihi manusia ciptaan-Nya. Dia mengutus Yesus, Putera tunggal-Nya ke dunia untuk menebus dosa manusia. Allah tetap setia mengasihi manusia, walau seringkali manusia tidak taat kepada-Nya. Kasih Allah tidak bisa dihalangi oleh kelemahan manusia. Allah tetap setia memanggil mereka kepada terang-Nya yang menyelamatkan.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (3:31-36)


"Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya."

Yohanes Pembaptis memberi kesaksian tentang Yesus di hadapan murid-muridnya, “Siapa yang datang dari atas ada di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari surga ada di atas semuanya. Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorang pun menerima kesaksian-Nya itu. Siapa yang menerima kesaksian-Nya, ia mengakui bahwa Allah adalah benar. Sebab siapa yang diutus Allah Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal; tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.”

Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan


Kita dihadapkan pada dua pilihan: hidup kekal atau murka Allah. Sebagai orang yang sehat dan normal tentu kita akan memilih hidup kekal. Namun kita diminta untuk berbuat sesuatu untuk bisa mendapatkannya, yaitu percaya kepada Putera, taat kepada-Nya dan melaksanakan apa yang menjadi firman-Nya. Karena Yesus lah Juruselamat kita.


Doa Malam


Bapa, terimakasih atas kasih-Mu yang kualami hari ini. Semoga dengan kesaksian Putera-Mu, Yesus Kristus yang hadir dalam Ekaristi kudus, membuatku lebih percaya dan selalu berpaut pada-Mu. Jagalah aku dalam istirahat malam ini. Amin.



RUAH