Imam Diosesan dan Imam Tarekat


Seorang bapak yang sudah dibaptis katolik lebih dari sepuluh tahun, mengaku bingung dengan banyaknya tarekat (kongregasi) didalam Gereja Katolik. Dalam kebingungannya, ia menyamakan tarekat-tarekat itu dengan “sekte-sekte” yang ada didalam Gereja Katolik. Bukan hanya bapak itu saja yang berasumsi demikian tetapi masih banyak umat lain lagi.Asumsi tersebut jelas tidak tepat, karena tarekat (kongregasi) merupakan corak kehidupan yang didasarkan atas spiritualitas tertentu yang diwariskan oleh pendiri tarekat.

Didalam Gereja Katolik ada dua kelompokbesar para imam: imam diosesan (praja) dan imam tarekat (biarawan). Imam diosesan adalah imam yang karena tahbisannya di-inkardinasikan (mengikatkan diri) pada dioses atau keuskupan tertentu seumur hidup. Imam diosesan sering disebut pula imam keuskupan. Sebutan lainnya adalah “Imam Praja”. Di belakang nama seorang imam diosesan ada singkatan “Pr”. “Pr” ini bukan berarti “praja”, tapi “presbyter(Latin), yang artinya “imam”. Imam diosesan adalah imam yang tidak tergabung pada tarekat mana pun; ia adalah milik keuskupan (dioses) tertentu. Maka, imam diosesan bukan termasuk tarekat; mereka bukan biarawan.

Sedangkan imam biarawan adalah mereka yang bergabung dengan Lembaga Hidup Bakti (tarekat)tertentu dengan spiritualitas tertentu dan ditahbiskan menjadi imam. Awalnya, mereka tahbisan pertama-tama untuk melayani tarekatnya sendiri. Selanjutnya, karena kurangnya imam diosesan, mereka ditahbiskan untuk membantu melayani Gereja lokal.

Menurut corak kehidupannya, tarekat dibedakan menjadi tiga. Ada tarekat yang corak kehidupannya kontemplatif, yaitu cara hidup yang lebih banyak meluangkan waktu untuk doa, meditasi, renungan, serta laku tapa di dalam biara. Contoh untuk tarekat seperti ini adalah OCSO (di Indonesia ada di Rawaseneng, Jawa Tengah). Ada pula yang aktif , yaitu cara hidup dengan doa dan pelayanan kepada umat di luar biara. Tarekat imam yang bercorak aktif misalnya: OFM, OMI, OSC, OSA, SVD, SJ, SDB, SX, CICM, MSC, MSF. Lalu ada pula yang gabungan keduanya. Tarekat imam yang corak kehidupannya gabungan itumisalnya: O.Carm, CSE, dan SS.CC.

Imam diosessan dan imam tarekat merupakan kekayaan Gereja, milik umat Allah. Melalui ciri khas masing-masing, imam diosesan dan imam tarekat ingin melayani umat yang diserahkan kepada mereka, seturut teladan Yesus Kristus.


Sumber :
Konferensi Wali Gereja Indonesia, Iman Katolik, Kanisius-Obor.
Dokumen Konsili Vatikan II , terjemahan R. Hardawiryana, SJ, Dokpen KWI, Obor.
S. Roy Djakarya, Pr, 100 Tanya-Jawab Mengenai Imam Diosesan, Obor.

Bacaan Harian 30 April - 06 Mei 2012

Bacaan Harian 30 April - 06 Mei 2012

Senin, 30 April 2012 : Hari Biasa Pekan IV Paskah (P)

Kis. 11:1-18; Mzm. 42:2-3; 43:3,4;R: 42:3a; Yoh. 10:1-10.
Perampok dan Gembala.
Dalam Yoh 10:1-10 dikisahkan bagaimana setiap domba pasti mengenali suara gembalanya dan akan mengikuti gembala tesebut. Sebaliknya, setiap domba pasti menolak orang asing karena tidak mengenalnya. Dalam kehidupan yang nyata seringkali yang terjadi adalah sebaliknya: mengikuti orang asing daripada Sang Gembala itu sendiri. Saya teringat ketika saya masih kecil: saya jarang sekali mendengarkan nasehat orang tua, tetapi malah lebih mendengarkan dan mengikuti teman-teman saya yang nakal. Agaknya kita memang perlu terus berlatih, mempertajam mata hati kita, supaya mampu mengenali, mendengarkan, dan mengikuti suara Sang Gembala sejati serta menolak “orang atau suara asing” yang justru malah akan menyesatkan kita.

Selasa, 1 Mei 2012 : Hari Biasa Pekan IV Paskah (P)

Kis. 11:19-26; Mzm. 87:1-3,4-5,6-7;R: 117:1a; Yoh. 10:22-30.
Dasar Auban!!!
Itulah “kata-kata ajaib” yang biasanya diserukan oleh keluarga saya ketika melihat betapa nakal dan “keras kepala”-nya saya waktu masa kecil. Berulang kali dinasehati dan diberitahu, tetap saja bandel dan tidak pernah mau mendengarkan. Demikian halnya dengan orang-orang Yahudi yang tidak percaya kepada Yesus, meskipun Yesus sudah berulang kali memberikan berbagai tanda dan perkataan. Kekerasan hati memamg membutakan iman kita. Sebaliknya, dengan membuka hati dan pikiran, barulah kita bisa mempertebal iman kita kepada Tuhan. Benarlah kata orang bijak: hanya gelas yang terbuka, yang dapat menampung air kehidupan.
Catatan:
1. Bulan Mei adalah bulan Maria. Dianjurkan agar devosi kepada Maria ditingkatkan.
2. Bulan Mei disarankan sebagai Bulan Liturgi Nasional (BLN). Diharapkan supaya selama bulan Mei liturgi mendapat perhatian khusus: didalami, dirancang, disiapkan, dan dilaksanakan dengan baik. Untuk kegiatan-kegiatan, dapat dimanfaatkan bahan-bahan yang disiapkan Komisi Liturgi KWI/Keuskupan.

Rabu, 2 Mei 2012 : Peringatan wajib St. Atanasius, Uskup dan Pujangga Gereja (P)

Kis. 12:24-13:5a; Mzm. 67:2-3,5,6,8;R: 4; Yoh. 12:44-50.
Bukan sebagai Hakim.
Tidak ada kasih yang luar biasa seperti Yesus. “...Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya” (Yoh 12:46). Kehadiran-Nya bukan untuk mengadili segala perilaku kita yang salah, melainkan untuk menyelamatkan kita dari dosa. Sikap Yesus ini kiranya patut kita teladani dalam kehidupan kita dengan sesama. Belajar bagaimana supaya kehadiran kita di tengah keluarga, saudara, teman-teman, rekan kerja pertama-tama bukan sebagai hakim yang mengadili kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat, melainkan berusaha dengan niat baik yang tulus untuk membantu mereka hidup lebih baik.

Kamis, 3 Mei 2012 : Pesta St. Filipus dan Yakobus (M)

1Kor. 15:1-8; Mzm. 19:2-3,4-5;R: 5a; Yoh. 14:6-14.
Memaknai Hari.
Dalam perikop 1Kor 15:1-8 digambarkan perihal Euaggelion (Inijl), sebuah peristiwa penyelamatan di mana Kristus wafat demi menebus dosa-dosa manusia dan bangkit dari alam kematian. Jika Kristus tidak dibangkitkan maka kita juga tidak akan dibangkitkan dan sia-sialah semua kepercayaan kita. Justru karena hidup kita pun akan mengalami kebangkitan, sudah selayaknya kita pun mengisi hari-hari kita dengan bermakna, yaitu menjalankan segala amanat-Nya. Iman yang sejati tidaklah berarti tanpa suatu perwujudan tindakan yang konkret, yaitu menjalankan segala ajaran-Nya. Dari sisi sebaliknya, melalui tindakan-tindakan kita yang konkret itulah tercermin iman kita yang sesungguhnya.

Jumat, 4 Mei 2012 : Jumat Pertama - Hari Biasa Pekan IV Paskah (P)

Kis. 13:26-33; Mzm. 2:6-7,8-9,10-11;R: 7; Yoh. 14:1-6.
Kegelisahan yang tak berguna.
Setiap manusia pasti pernah merasakan apa yang namanya gelisah. Gejala ini terjadi biasanya ketika kita menghadapi suatu masalah atau malah setelah membuat masalah. Seringkali kita lupa dan tidak menyadari bahwa kegelisahan itu sebenarnya tidak memberikan manfaat apa pun. Apakah dengan gelisah persoalan akan selesai atau menjadi semakin ringan? Menurut saya tidak! Yang ada malahan kita menjadi lebih letih karena pikiran dan tenaga kita tersedot ke sana. Maka, dengarkanlah kata-kata Yesus: “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.” Jadi, sikap iman yang justru harus dibangun adalah percaya kepada Bapa bahwa Ia pasti akan memberikan yang terbaik untuk kita dan Ia akan memberikan jalan keluar dari segala persoalan yang kita hadapi. Sikap yang bersandar pada belas kasih Bapa ini membuahkan hidup yang berpengharapan. Be Faithful!!

Sabtu, 5 Mei 2012 : Hari Biasa Pekan IV Paskah (P)

Kis. 13:44-52; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4;R: 3cd; Yoh. 14:7-14.
Jemput Bola.
Biasanya saya selalu menyiapkan uang kecil di dompet, selain untuk bayar parkir fungsinya adalah untuk diberikan kepada pengemis atau pengamen di jalan. Saya sudah menyiapkan sejak awal untuk sedikit-sedikit melakukan amal baik sehingga ketika kesempatan itu datang saya tidak menyia-nyiakannya. Bagi saya, ini adalah sikap sederhana dari iman. Yesus sendiri berkata: “Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga perkejaan-pekerjaan yang Aku lakukan.” Melakukan pekerjaan kasih tidak harus menunggu kesempatan tiba. Kalau kita sungguh percaya pada Yesus dengan segala ajaran-Nya, niscaya kita pun harus mempersiapkan diri untuk berbuat kasih. Istilah kerennya adalah “menjemput bola”.
Mari kita ciptakan kesempatan “berbuat kasih”, bukan menunggunya.

Minggu, 6 Mei 2012 : Hari Minggu Paskah V (P)

Kis. 9:26-31; Mzm. 22:26b-27,28,30,31-32;R: 26a; 1Yoh. 3:18-24; Yoh. 15:1-8.
Ranting yang berbuah.
Setiap malam sebelum saya tidur, biasanya saya mengingat-ingat lagi apa saja yang telah saya perbuat hari ini. Biasanya ada saja kesalahan-kesalahan yang saya sesali entah itu akibat dari perbuatan, perkataan, ataupun pikiran saya. Betul, alangkah susahnya hidup menghasilkan buah-buah yang baik bagi sesama. Sebaliknya, alangkah mudahnya “tidak berbuah” alias mendatangkan kemarahan, kegelisahan, luka, atau bahkan batu sandungan bagi sesama. Yesus menghendaki kita untuk berbuah banyak karena setiap ranting yang tidak berbuah akan dipotong-Nya. Dan supaya berbuah, Yesus mengingatkan: “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu… Kamu tidak berbuah jika tidak tinggal di dalam Aku.” Hanya ranting-ranting yang berbuah yang akan dirawat, dibersihkan, supaya berbuah lebih banyak.

YL INDRA KURNIAWAN - WARTA RC EDISI 6/TAHUN VI

Senin, 30 April 2012 Hari Biasa Pekan IV Paskah

Senin, 30 April 2012
Hari Biasa Pekan IV Paskah

" Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya." (Yoh 10:11)

Antifon Pembuka (Rm 6:9)

Kristus yang bangkit dari alam maut takkan wafat lagi. Maut takkan menguasai-Nya lagi. Alleluya.

Doa Pagi

Allah Bapa kami yang mahamulia, Engkau tiada memberi nama lain, di mana terdapat kebebasan dan kedamaian, selain nama Yesus, Gembala dan Pembimbing kami. Kami mohon, semoga sabda-Nya memenuhi kami dengan nafas kehidupan-Mu yang suci. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Segala bangsa bersorak gembira tatkala mendengar warta sukacita bahwa Tuhan melawat umat-Nya. Memang, warta sukacita diberikan kepada semua bangsa, tanpa kecuali. Mereka yang menerima akan selamat; sedangkan yang menolaknya akan mengalami hidup yang suram. Karena itu, mereka hendaknya segera bertobat dan mengubah cara hidup yang lama.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (11:1-18)

"Jadi kepada bangsa-bangsa lain pun Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup."

Rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea mendengar, bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima firman Allah. Ketika Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan yang bersunat berselisih pendapat dengan dia. Kata mereka: "Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka." Tetapi Petrus menjelaskan segala sesuatu berturut-turut, katanya: "Aku sedang berdoa di kota Yope, tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi dan aku melihat suatu penglihatan: suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan dari langit sampai di depanku. Aku menatapnya dan di dalamnya aku lihat segala jenis binatang berkaki empat dan binatang liar dan binatang menjalar dan burung-burung. Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku: Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah! Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak, sebab belum pernah sesuatu yang haram dan yang tidak tahir masuk ke dalam mulutku. Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram! Hal itu terjadi sampai tiga kali, lalu semuanya ditarik kembali ke langit. Dan seketika itu juga tiga orang berdiri di depan rumah, di mana kami menumpang; mereka diutus kepadaku dari Kaisarea. Lalu kata Roh kepadaku: Pergi bersama mereka dengan tidak bimbang! Dan keenam saudara ini menyertai aku. Kami masuk ke dalam rumah orang itu, 13 dan ia menceriterakan kepada kami, bagaimana ia melihat seorang malaikat berdiri di dalam rumahnya dan berkata kepadanya: Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus. Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu. Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita. Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus. Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?" Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: "Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 2/2, PS 843
Ref. Jiwaku, haus, pada-Mu Tuhan, ingin melihat wajah Allah.
Ayat. (Mzm 42:2-3; 43:3-4)
1. Seperti rusa merindukan sungai berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus akan Allah, akan Allah yang hidup! Bilakah aku boleh datang melihat Allah.
2. Suruhlah terang dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-gunung yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
3. Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, sukacita dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!

Bait Pengantar Injil, do = f, 4/4, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 10:14)
Akulah gembala yang baik, sabda Tuhan, Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku.

Pintu itu sangat vital fungsinya di dalam setiap ruangan atau rumah. Jika tidak ada pintu, maka siapapun tidak bisa masuk dan keluar. Yesus adalah pintu ke dalam Kerajaan Surga. Tanpa melalui Yesus, tiap orang tidak akan sampai kepada keselamatan. Kekuatan-kekuatan lain justru membawa kebinasaan. Orang beriman cukup mengandalkan Yesus saja.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (10:11-18)

"Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-domba-Nya."

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Farisi, Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu. Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan

Renungan

Yesus menyatakan diri sebagai pintu menuju domba-domba. Barangsiapa masuk melalui Dia, pasti akan selamat. Ia akan menemukan padang rumput, lambang kelimpahan berkat. Memang, tujuan kedatangan Yesus ke dalam dunia ini adalah membawa kehidupan secara melimpah ruah. Pintu mana yang akan kita lewati?

Doa Malam

Yesus, Gembala yang baik, menjelang istirahat malam ini kami bersyukur atas kegembalaan-Mu yang sejati, yang telah kami rasakan sepanjang hari ini. Kami juga bersyukur atas penyertaan-Mu sepanjang perjalanan hidup kami di bulan April yang akan segera berakhir ini. Terima kasih Tuhan dan jagailah kami dalam istirahat malam ini. Amin.

RUAH