Jumat, 15 Juni 2012 Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus

Jumat, 15 Juni 2012
Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus

Tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati , mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.
--- Yoh 19:33-34

Antifon Pembuka (lih. Mzm 32:11.19)


Hati Tuhan selalu memikirkan umat-Nya untuk melepaskan mereka dari maut dan menghidupi mereka dalam masa kelaparan.


Doa Pagi


Hati Yesus yang Mahakudus, betapa besar cinta-Mu kepada kami. Ajarilah kami untuk tahu membalas cinta-Mu. Buatlah hidup kami selalu diwarnai oleh cinta kasih terhadap sesama sebagai tanda cinta kami kepada-Mu. Amin.


Bacaan dari Kitab Hosea (11:1.3-4.8c-9)


"Hati-Ku berbalik dari segala murka."

Beginilah firman Tuhan, “Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir anak-Ku itu Kupanggil. Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Akulah yang menyembuhkan mereka. Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengambil kekang dari rahang mereka, yang membungkuk di hadapan mereka untuk memberi makan. Hati-Ku berbalik dari segala murka. Belaskasihan-Ku bangkit serentak. Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim lagi. Sebab Aku ini Allah, dan bukan manusia. Aku ini Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.”

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = c, 4/4, PS 864

Ref. Tuhan, Dikaulah sumber air hidup.
Ayat. (MT Yes 12:2-3.4bcd.5-6)

1. Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gemetar; sebab Tuhan Allah itu kekuatan dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Maka, kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.
2. Pada waktu itu kami akan berkata, “Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya, beritahukanlah karya-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah bahwa nama-Nya tinggi luhur!”
3. Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab mulialah karya-Nya; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!”

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus (3:8-12.14-19)


“Supaya kamu dapat memahami betapa tinggi dan dalamnya kasih Kristus.”

Saudara-saudara terkasih, aku ini yang paling hina di antara segala orang kudus. Tetapi kepadaku telah dianugerahkan kasih karunia untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus yang tidak terduga itu. Aku diutus menyatakan apa isi rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, pencipta segala sesuatu. Maksudnya supaya sekarang ini pelbagai ragam hikmat Allah diberitahukan oleh jemaat kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di surga, sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan Allah dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan menghadap kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya. Itulah sebabnya, aku bersujud di hadapan Bapa, pokok segala keturunan di surga dan di bumi. Aku berdoa supaya seturut kekayaan kemuliaan-Nya, Ia menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya yang tinggal di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu, Kristus diam di dalam hatimu, dan kamu berakar serta beralas dalam kasih. Aku berdoa supaya kamu bersama dengan semua orang kudus dapat memahami betapa lebar dan panjangnya, dan betapa tinggi dan dalamnya kasih Kristus; juga supaya kamu dapat mengenal kasih Kristus itu, sekalipun melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Bait Pengantar Injil, do = bes, 2/2, PS 957

Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (1Yoh 4:10b, 2/4)
Allah telah mengasihi kita, dan telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (19:31-37)


"Lambung Yesus terbuka, dan mengalirlah darah serta air keluar."

Hari Yesus wafat adalah hari persiapan Paskah. Supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib, sebab Sabat itu adalah hari yang besar maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang yang disalibkan itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan. Maka datanglah prajurit-prajurit, lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus. Tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus, dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya. Tetapi salah seorang dari prajurit itu menikam lambung Yesus dengan tombak, dan segera mengalirlah darah serta air keluar. Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberi kesaksian ini, dan kesaksiannya benar! Dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci, “Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan” dan nas lain yang mengatakan, “Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam.”

Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

oleh Lumen Indonesia no. 7254


† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.


Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.


Pada Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus ini, kita diajak untuk masuk dalam misteri "Lambung Yesus" yang ditikam. Tombak telah menembus, telah menikam lambung Yesus, yang segera mengeluarkan darah dan air. Tombak telah merobek lambung Yesus dan telah menjadi tanda nyata kasih Allah kepada manusia. Darah dan air, "kehidupan" , yang telah diberikan kepada manusia dengan cuma-cuma, tanpa bayar, dikaruniakan melewati pengorbanan yang berat dan panjang sampai pada peristiwa salib dan kematian. Tombak telah membuka misteri kasih Allah, Hati Yesus telah terbuka , kasih telah mengalir, tercurah kepada manusia.


Saudara-saudari terkasih.


Hati Yesus yang terbuka itu mengundang manusia untuk masuk ke dalamnya dan menimba kehidupan dari-Nya. Maka diharapkan agar manusia menaggapinya dengan membuka hatinya pula. Agar kasih Yesus itu dapat masuk dan mengalir ke dalam dirinya dan ke dalam hidupnya. Selain membuka hati-Nya, Yesus juga membuka telah tangan-Nya, merentangkan tangan-Nya; mengundang kita agar datang kepada-Nya. Marilah kita menyambut "rentangan" Yesus ini, jangan kita tegarkan hati kita, apalagi kita tolak undangan Yesus. Oleh karena Yesus sendiri telah bersabda: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." (Mat 11:28)


Saudara-saudari terkasih.


Kesibukan serta pekerjaan sehari-hari sering membuat kita tertekan, berbeban, tidak tenteram dan hidup tidak nyaman. Namun ada pula orang yang hidup dalam, kelimpahan harta tertapi tidak memiliki "hati" dan belaskasih pada sesama yang hidup menderita, karena: miskin, sakit, cacat juga terlantar. Orang itu hatinya tidak terbuka pada sesamanya, sehingga sesamanya pun tidak bisa masuk ke dalam hatinya. Sehingga ia merasa hidupnya hambar, hampa, tidak memberikan kedamaian, kelegaan ketenteraman serta kebahagiaan. Akhirnya orang melarikan diri ke alhohol, narkoba, kejahatan dan kekerasan. Anak lari meninggalkan rumah, isteri meninggalkan suami, suami mencari hiburan, orang dengan mudahnya membunuh, mencuri, korupsi, dan selalu hidup dalam kegelisahan.


Saudara-saudari terklasih.


Yesus mengundang kita para murid dan pengikut-Nya datang kepada-Nya. Dia akan memberi kelegaan kepada kita. Tetapi dengan syarat: memikul kuk yang dipasang-Nya dan belajar pada-Nya bersikap lemah kembut dan redah hati. Maka jiwa kita akan mendapat ketenangan. (Mat 11:29) Kendati kita sering jatuh dalam kelemahan insani, namun Yesus tetap mengasihi kita dan mengampuni dosa kita. Maka hendaklah kita berdoa: "Hati Yesus Yang Mahakudus, jangan memperhitungkan dosa kami." Doa ini kita doakan setiap kali merayakan Ekaristi, tepatnya sesudah kita berdoa "Bapa kami". Selain itu masih ada pula doa kepada Hati Yesus Yang Mahakudus, yang bagus: "Ya Hati Yesus Yang Maha kudus, kami mohon: jadikanlah hati kami seperti hati-Mu sendiri."


REFLEKSI:


Apakah yang akan kita bawa dan kita serahkan sebagai persembahan kepada Hati Yesus Yang Mahakudus, yang kita rayakan pada hari ini?


MARILAH KITA BERDOA:


Tuhan Yesus, kepada Hati-Mu Yang Mahakudus, perkenankanlah kami memuji, memuliakan dan juga bersyukur kepada-Mu, karena Engkau telah menyelamatkan kami dari kematian yang kekal, berkat sengsara, kematian dan kebangkitan-Mu dari mati, ya Yesus... Doa ini kami persembahkan dalam nama-Mu yang Kudus, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.


Antifon Komuni

Tuhan bersabda, “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum. Barangsiapa percaya kepada-Ku, dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.

Doa Malam


Allah Bapa di surga, Engkau senantiasa memperhatikan hidup kami. Namun, kami sering berbalik mengabaikan Engkau dengan perbuatan kami yang kurang pantas di hadapan-Mu. Belas kasihan-Mu selalu kami harapkan, ya Allah kami, yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.

Kamis, 14 Juni 2012 Hari Biasa Pekan X

Kamis, 14 Juni 2012
Hari Biasa Pekan X

TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. --- Bil 6:26

Antifon Pembuka (Yoh 13:34)

Perintah baru Kuberikan kepada kalian, yaitu agar kalian saling menaruh cinta kasih, sebagai Aku menaruh cinta kasih kepada kalian.

Doa Pagi


Tuhan Yesus Kristus, mendengar sabda-Mu hari ini, sadarlah kami betapa lemah dan rapuhlah hidup kami. Kami masih sering jatuh dalam berbagai kelemahan. Hal-hal sepele dapat membuat kami marah dan mencaci-maki sesama. Utuslah Roh Kudus-Mu atas kami agar kami mampu berdamai dengan diri sendiri dan sesama. Sebab Engkaulah Tuhan, Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja (18:41-46)

"Elia berdoa, dan langit menurunkan hujan."

Sekali peristiwa, di Gunung Karmel, Elia berkata kepada Raja Ahab, "Pergilah, makan dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran." Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak Gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lutut. Sesudah itu ia berkata kepada hambanya, "Naiklah ke atas, pandanglah ke arah laut." Hamba itu naik ke atas, ia melihat ke arah laut dan berkata, "Tidak ada apa-apa." Kata Elia, "Pergilah sekali lagi." Demikianlah sampai tujuh kali. Pada ketujuh kalinya berkatalah hamba itu: "Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut." Lalu kata Elia, "Pergilah dan katakan kepada Ahab, 'Pasang keretamu dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan'." Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreel. Tetapi, kuasa Tuhan berlaku atas Elia. Ia mengikat pinggangnya dan berlari mendahului Ahab sampai ke jalan yang menuju Yizreel.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 4/4, PS 846
Ref. Tuhan memberkati umat-Nya dengan damai sejahtera.
Ayat. (Mzm 65:10abcd.10e-11.12-13)

1. Engkau mengindahkan tanah, lalu mengaruniainya kelimpahan; Engkau membuatnya sangat kaya. Sungai-sungai Allah penuh air; Engkau menyediakan gandum bagi mereka.
2. Ya, beginilah Engkau menyediakannya: Engkau mengairi alur bajaknya, dan membasahi gumpalan-gumpalan tanahnya; dengan derus hujan Engkau menggemburkannya dan memberkati tumbuh-tumbuhannya.
3. Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak; tanah-tanah padang gurun mengalirkan air, bukit-bukit berikat pinggangkan sorak-sorai.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Perintah baru Kuberikan kepada kalian, sabda Tuhan; yaitu supaya kalian saling mengasihi, sebagaimana Aku telah mengasihi kalian.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (5:20-26)

"Barangsiapa marah terhadap saudaranya, harus dihukum."

Dalam khotbah di bukit berkatalah Yesus, “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi, kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Kalian telah mendengar apa yang disabdakan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya, harus dihukum! Barangsiapa berkata kepada saudaranya: ‘Kafir!’ harus dihadapkan ke mahkamah agama, dan siapa yang berkata: ‘Jahil!’ harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah, dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dia di tengah jalan, supaya lawanmu jangan menyerahkan engkau kepada hakim, dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya, dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar utangmu sampai lunas.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan


Kita sering menganggap sikap terhadap sesama sebagai perkara yang sepele, remeh, tidak perlu dikaitkan dalam hubungan manusia dengan Tuhan, misalnya ketika sedang berdoa dan semacamnya. Atau sebaliknya ada orang yang mengira doa dan persembahan dapat membereskan konflik dengan sesama di mata Tuhan. Tentu saja perkiraan dan pandangan ini tidak benar; maka Tuhan meluruskannya dengan memberikan pengajaran-Nya.

Memang mempersembahkan korban itu sangat mulia dan luhur karena memperlihatkan sembah sujud dan bakti kita kepada Tuhan. Tetapi, semua itu tak ada artinya bila orang juga melakukan kejahatan terhadap sesamanya, seperti kekerasan fisik: membunuh, dan bahkan kekerasan non fisik: menghina, memaki-maki. Walaupun ia rajin membawa korban persembahan, orang seperti ini tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Bagi Tuhan hubungan manusia dengan sesamanya itu sangat menentukan dan mewarnai hubungan manusia dengan diri-Nya. Oleh karena itu, korban persembahan dan doa bukan hanya sekadar upacara ritual yang lahiriah atau dilakukan dalam kemunafikan seperti halnya orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat.

Hati yang bersih menjadi syarat mutlak bagi seseorang yang hendak mempersembahkan korban dan amal kepada Tuhan dan sesama. Maka Tuhan menuntut agar orang terlebih dahulu membersihkan hatinya dengan cara memperbaiki kembali relasi yang retak dengan sesama, atau berdamai lebih dahulu dengan sesamanya, sebelum menghadap Tuhan
.

Ya Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai bagi sesama, sehingga doa yang aku hunjukkan kepada-Mu menjadi persembahan mewangi di hadirat-Mu. Amin.

Doa Malam

Tuhan, Engkau selalu mengabulkan doa orang beriman. Ketika Nabi Elia berdoa mohon hujan, maka hujan pun diturunkan ke bumi. Tambahlah selalu iman kami kepada-Mu sehingga kami berani menyerahkan seluruh hidup kami hanya kepada-Mu, ya Tuhan Allah yang hidup. Amin.

Ziarah Batin 2012, Renungan dan Catatan Harian