Senin, 30 Juli 2012 Hari Biasa Pekan XVII

Senin, 30 Juli 2012
Hari Biasa Pekan XVII

Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran yang membawa kepada kehidupan akan tinggal di tengah-tengah orang bijak. -- Ams 15:31


Antifon Pembuka (Mat 11:25)

Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum kecil.

Doa Pagi


Allah Bapa kami, dalam kesulitan-kesulitan hidup kami Kauperkenankan menyerahkan diri kepada-Mu. Dengan kekuatan Roh-Mu kami mau bertahan dalam iman yang teguh dalam perjalanan kami menuju kepada-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan dari Kitab Yeremia (13:1-11)

Beginilah sabda Tuhan kepadaku, "Pergilah membeli ikat pinggang lenan, dan ikatkanlah pada pinggangmu, tetapi jangan kaucelupkan ke dalam air!" Maka aku membeli ikat pinggang seperti yang disabdakan Tuhan, lalu kuikatkan pada pinggangku. Sesudah itu datanglah sabda Tuhan kepadaku untuk kedua kalinya, "Ambillah ikat pinggang yang telah kaubeli, yang sekarang ada pada pinggangmu itu. Pergilah segera ke Sungai Efrat, dan sembunyikanlah di sana, di celah-celah bukit batu!" Maka pergilah aku dan menyembunyikannya di tepi Sungai Efrat sebagaimana diperintahkan Tuhan kepadaku. Sesudah beberapa lama bersabdalah Tuhan kepadaku, "Pergilah segera ke Sungai Efrat, dan ambillah dari sana ikat pinggang yang Kuperintahkan kausembunyikan di sana!" Maka pergilah aku ke Sungai Efrat, lalu aku menggali dan mengambil ikat pinggang itu dari tempat aku menyembunyikannya. Tetapi ternyata ikat pinggang itu sudah lapuk, tidak berguna lagi untuk apa pun. Lalu datanglah sabda Tuhan kepadaku, "Beginilah sabda Tuhan, 'Demikianlah Aku akan menghapuskan kecongkakan Yehuda dan Yerusalem. Bangsa yang jahat ini enggan mendengarkan sabda-Ku. Mereka mengikuti kedegilan hatinya dan mengikuti allah lain untuk beribadah dan bersujud kepada mereka. Bangsa yang jahat ini akan menjadi seperti ikat pinggang yang tidak berguna untuk apa pun. Sebab seperti ikat pinggang melekat pada pinggang seseorang, demikianlah dahulu segenap kaum Israel dan segenap kaum Yehuda Kulekatkan kepada-Ku,' demikianlah sabda Tuhan, 'supaya mereka itu menjadi umat yang ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku. Tetapi mereka itu tidak mau mendengar.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Engkau telah melupakan Allah yang melahirkan dikau
Ayat. (Ul 32:18-19.20.21)

1. Hai umat, engkau telah melalaikan Gunung Batu yang memperanakkan dikau, dan melupakan Allah yang melahirkan dikau. Ketika Tuhan melihat hal itu, maka Ia menolak mereka, karena Ia sakit hati oleh anak-anaknya lelaki dan perempuan.
2. Tuhan bersabda, "Aku hendak menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, dan melihat bagaimana kesudahan mereka, sebab mereka itu suatu angkatan yang bengkok, anak-anak yang tidak mempunyai kesetiaan.
3. Mereka membangkitkan cemburu-Ku dengan yang bukan Allah, mereka menimbulkan sakit hati-Ku dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan menyakiti hati mereka dengan bangsa yang bebal."

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Dengan rela hati Allah telah melahirkan kita oleh sabda kebenaran, supaya kita menjadi anak sulung ciptaan-Nya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (13:31-35)

Sekali peristiwa Yesus membentangkan perumpamaan ini, "Hal Kerajaan Surga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil di antara segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar daripada sayuran lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang di cabang-cabangnya." Dan Yesus menceritakan perumpamaan lain lagi, "Hal Kerajaan Surga itu seumpama ragi yang diambil seorang wanita dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat, sampai seluruhnya beragi." Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan Ia tidak menyampaikan apa pun kepada mereka kecuali dengan perumpamaan. Dengan demikian digenapilah sabda nabi, "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan. Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Pertumbuhan pohon sesawi dipakai Yesus untuk menggambarkan pertumbuhan iman kita. Iman yang semakin bertumbuh dan berkembang, suatu saat akan menghasilkan buah yang melimpah. Jika buah melimpah panenan pasti banyak; jika panenan banyak, pasti banyak para pendatang. Bagaikan pohon sesawi yang didatangi banyak burung, untuk berteduh, sekadar singgah, membuat rumah bahkan mencari makan pada pohon itu juga.

Ragi juga menjadi salah satu gambaran yang baik untuk melukiskan kharisma iman dalam hidup seseorang. Ragi itu tampak tidak berarti dan tidak kelihatan, namun ia menyusup masuk ke seluruh adonan dan memengaruhi dari dalam sehingga adonan itu berkembang besar dan enak. Iman yang ada dalam diri seseorang itu bagai ragi yang bekerja diam-diam, dari dalam, memengaruhi seluruh hidup seseorang. Namun, seperti ragi, harus diaduk dulu ke dalam tepung sampai merata semuanya supaya dapat bekerja efektif, demikianpun iman harus diolah dengan baik dan dirawat supaya bisa efektif memengaruhi hidup kita secara keseluruhan.

Yesus telah menabur benih iman ke dalam diri kita. Betapa Ia sangat mengharapkan iman itu bertumbuh bagai biji sesawi, dan efektif memengaruhi seluruh hidup kita bagai ragi, sehingga menjadi semakin berkualitas dan bermanfaat. Maka, mari kita merawat iman kita dan mengolah kehidupan rohani kita agar senantiasa menghasilkan buah yang baik dan berlimpah.

Tuhan, aku ingin merawat imanku dan mengolah hidup rohaniku dengan baik agar bermanfaat bagi banyak orang. Bimbinglah aku dalam mewujudkan niatku ini. Amin.

Ziarah Batin 2012, Renungan dan Catatan Harian

Bacaan Harian 30 Juli - 05 Agustus 2012

Bacaan Harian 30 Juli - 05 Agustus 2012

Senin, 30 Juli: Hari Biasa Pekan XVII (H).
Yer 13:1:11; MT U 32:18-21; Mat 13:31-35.
BIJI SESAWI DAN RAGI. Biarpun biji sesawi paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar daripada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon tempat burung-burung bersarang. Juga, sedikit ragi, jika diadukkan ke dalam tepung terigu bisa membuat mekar adonan tepung terigu itu. Nah, Yesus bilang, Kerajaan Surga seperti biji sesawi dan ragi. Itu artinya, meskipun hal-hal yang berhubungan dengan Kerajaan Surga sering diangap sepele, sekali meresap dan bertumbuh di hati akan membawa dampak besar bagi kehidupan. Maka, kalau kita dengan setia dan bertekun menaburkan benih-benih Kerajaan Surga, perlahan tapi pasti, hal itu akan membawa makna bagi banyak orang. Nah, jangan pernah merasa sia-sia bekerja untuk Kerajaan Surga. Ayo, terus menabur!

Selasa, 31 Juli: Peringatan Wajib St. Ignatius dari Loyola, Imam (P).
Yer 14:17-22; Mzm 34:2-9; Mat 13:36-43.
KASIH DI TENGAH YANG JAHAT. Kalau Allah sungguh ada, mengapa Ia biarkan iblis dan dosa menyeret manusia, lalu kekerasan dan kejahatan merajalela? Perumpamaan lalang di antara gandum memberikan jawabannya. Kerajaan Allah yang ditawarkan Yesus memang tidak serta-merta melenyapkan segala dosa dan kejahatan. Di tengah benih gandum yang ditaburkan oleh Kerajaan Allah, ternyata iblis pun tak henti menaburkan benih lalang saat orang-orang “tertidur” (ay. 24-25). Lalang tak perlu dicabut, tetapi dibiarkan hidup bersamaan; itulah tantangan bagi gandum untuk bertumbuh dengan kokoh. Pelenyapan lalang justru akan membuat gandum kehilangan akar kekuatannya, yaitu akar Kasih (lihat ay. 29-30a). Kalau begitu, ketimbang kita mempersoalkan mengapa ada dosa dan kejahatan, adalah lebih baik kalau kita makin menata diri untuk semakin mewujudkan hidup bertumbuh kokoh dalam kasih.

Rabu, 01 Agustus: Peringatan Wajib St. Alfonsus Maria de Liguori, Uskup Pujangga Gereja (P).
Yer 15:10.16-21; Mzm 59:2-5a.10-11.17-18; Mat 13:44-46.
HARTA TERPENDAM DAN MUTIARA. Mari kita menatap hari-hari yang kita jalani. Dengan begitu tampaknya kita bisa tahu apa yang sesungguhnya kita kejar dalam hidup ini. Kata Yesus, Kerajaan Surga itu seperti ‘harta terpendam dan mutiara yang berharga’. Setelah ditemukan, yang lain dijual untuk mendapatkan harta terpendam dan mutiara yang berharga itu. Untuk hidup dalam Kerajaan Surga, kita harus berani melepaskan segala keterikatan lain yang tidak sejalan dan tidak sesuai dengan Kerajaan Surga itu. Bukan berarti semua yang lain itu tidak penting; yang ditekankan adalah ‘harta dan mutiara’ Kerajaan Surga itu jangan dikalahkan oleh hal-hal lain yang bersifat duniawi.

Kamis, 02 Agustus: Hari Biasa Pekan XVII (H).
Yer 18:1-6; Mzm 146:2-6; Mat 13:47-53.
KEBAHAGIAAN SEJATI. Jujur saja, siapa sih yang tidak mau hidup dalam Kerajaan Surga, yang serba dihiasi oleh kebahagiaan penuh? Macam-macam orang punya macam-macam cara supaya bisa hidup dalam kebahagiaan sejati itu. Pendek kata, mungkin jadi kita sudah berusaha mengisi hidup kita sebaik mungkin menurut kita. Apa yang kita lakukan itu bagaikan macam-macam ikan yang berebut masuk ke pukat, yang pelan-pelan sedang ditarik ke pantai. Tapi, di pantai nanti, seleksi terjadi! Hanya ikan baik yang dipilih; sedangkan yang tidak baik dibuang! Nah, dari cara hidup kita, mestinya sekarang pun kita sudah bisa tahu, kita ini kira-kira termasuk “ikan baik” atau “ikan tidak baik”? Masih ada waktu sebelum tiba di pantai kehidupan!

Jumat, 03 Agustus: Hari Biasa Pekan XVII (H).
Yer 26:1-9; Mzm 69:5.8-10.14 Mat 13:54-58.
PEKERJAAN BAIK. Sesungguhnya, saat Yesus mengajar di tempat asal-Nya, orang-orang takjub. Tapi mereka mempertanyakan asal hikmat dan kuasa Yesus, juga asal-usul diri-Nya. Lalu, mereka tidak percaya dan menolak Yesus! Ya begitulah, tidak semua pekerjaan baik akan ditanggapi dengan baik. Bahkan mungkin saja orang hanya melihat sisi buruk dari pekerjaan baik itu. Haruskah kita berhenti untuk melakukan pekerjaan baik karena takut mendapatkan tanggapan buruk? Kalau begitu, kita menyerahkan diri pada pekerjaan iblis yang memang selalu ingin mematahkan segala pekerjaan baik. Yesus tak pernah berhenti! Sampai sekarang pun Ia terus menaburkan kebaikan melalui Roh Kudus-Nya, meskipun pekerjaan Roh Kudus itu sering ditolak dan disepelekan. Ayo, tetap lakukan pekerjaan baik, kendati mendapatkan tanggapan buruk!

Sabtu, 04 Agustus: Peringatan Wajib St. Yohanes Maria Vianney, Imam (P).
Yer 26:11-16.24; Mzm 69:15-16.30-31.33-34; Mat 14:1-12.
BUAH KEBENCIAN. Agaknya mesti hati-hati kalau kita keasyikan memupuk rasa benci dan dendam! Lihatlah Herodias! Dia menyimpan rasa benci dan dendam terhadap Yohanes Pembaptis karena Yohanes pernah menegur Herodes yang memperistri dirinya. Maka, pada saat yang menurutnya tepat, rasa benci itu ‘keluar’ menjadi hasutan terhadap anaknya untuk meminta ‘kepala Yohanes’ kepada Herodes. Alhasil, tamatlah riwayat Yohanes! Jelas, buah kebencian dan dendam pastilah ‘pengrusakan’. Yang ‘dirusak’ bukan saja orang-orang yang kita benci, tapi juga orang-orang sekitar kita, dan (jangan lupa) sudah pasti diri sendiri juga, terutama!

Minggu, 05 Agustus: Hari Biasa Pekan XVIII (H).
Kel 16:2-4.12-15; Mzm 78:3.4bc.23-25.54; Ef 4:17.20-24; Yoh 6:24-35.
SANTAPAN JIWA. Kita mempunyai banyak cara kreatif dan rutin untuk memanjakan tubuh: makan enak, olahraga, rekreasi, pijat, mengkonsumsi suplemen penyegar tubuh, segera berobat saat sakit, dan sebagainya. Tapi alangkah sulitnya menekuni cara supaya jiwa selalu sehat. Padahal, apalah artinya tubuh tanpa jiwa? Alangkah sia-sianya jika jiwa tak terurus dan ’lapar’ terus! Kata Yesus: ”Akulah roti hidup, barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” Itulah makanan jiwa yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal. Dialah roti yang turun dari surga dan yang memberi hidup kepada dunia. Mari kita bersatu dengan-Nya, sambut dan santap Dia dalam Ekaristi kudus.

M. Muliady Wijaya, Paroki Regina Caeli Pantai Indah Kapuk