| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

CARI RENUNGAN

>

Jumat, 01 Maret 2013 Jumat Pertama -- Hari Biasa Pekan II Prapaskah

Jumat, 01 Maret 2013
Jumat Pertama -- Hari Biasa Pekan II Prapaskah, Hari Pantang

“Satu-satunya jalan bagi manusia untuk memiliki kemuliaan ialah taat kepada Tuhan” (St. Ireneus)

Doa Syukur dan Permohonan untuk Gereja Katolik Semesta,
untuk Bapa Suci Benediktus XVI dan Pemilihan Paus baru


+ Allah Bapa, Maha Pengasih dan Penyayang, Penyelenggara hidup kami.
Engkau telah memilih Bapa Suci Paus Benedictus XVI untuk memimpin Gereja-Mu.
Dengan penuh kebebasan karena usia dan kesehatannya,
beliau mengundurkan diri dari tugas pelayanan itu.
Terdorong oleh cinta kepada Gereja-Mu
Kami mempercayakan Gereja Kudus ini
ke dalam penggembalaan Tuhan Yesus Kristus, Sang Gembala Utama”.

Semoga Gereja-Mu yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik,
tetap bersatu baik dalam kegembiraan dan harapan,
tahan uji dalam duka dan kecemasan masyarakat di dunia ini,
senantiasa menjadi sakramen keselamatan,
tanda kehadiran-Mu di tengah-tengah umat manusia.

Kami bersyukur atas penggembalaan hamba-Mu
Bapa Benedictus XVI selama ini,
yang dengan penuh kasih telah melayani Gereja-Mu,
sebagai penerus pelayanan Santo Petrus.
Semoga Engkau mendampingi beliau untuk menjadi pendoa bagi Gereja,
dan menjadi hamba-Mu yang setia dalam memberikan kesaksian iman yang teguh,
harapan yang kokoh dan kasih yang membara.

Kami berdoa pula untuk pemilihan Pemimpin Gereja yang baru.
Semoga Engkau membimbing Gereja-Mu dengan kuasa Roh Kudus,
yang bekerja melalui para Kardinal dalam pemilihan Paus baru.
Semoga dengan hati terbuka dan doa yang penuh iman,
mereka dapat memahami kehendak-Mu
dalam melaksanakan pemilihan Paus yang baru.

Dengan pertolongan Bunda Tersuci, Santa Perawan Maria,
Semoga Gereja Kristus mendapatkan pengganti Santo Petrus
yang akan memimpin Gereja,
dalam peziarahannya menuju kepenuhan keselamatan,
dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin

Doa Bagi Para Imam


Ya Allah, Bapa maha pengasih dan penyayang
Demi cinta kasih-Mu kepada Putra-Mu, kami mohon limpahkanlah belaskasih-Mu kepada para imam, karena imam kami adalah manusia biasa, dengan segala kekuatan dan kelemahannya.
Kobarkanlah selalu dalam diri mereka, rahmat panggilan
Yang telah Kau limpahkan dan Kau resmikan, dengan urapan
Roh Kudus dan penumpangan tangan Uskup, sewaktu tahbisan, jauhkanlah mereka dari segala sesuatu yang mengasingkan mereka dari-Mu dan dari persekutuan umat-Mu.

Ya Yesus Allah Putra, jadilah Pengantara kami untuk berdoa bagi para imam-Mu yang setia dan gigih dalam pelayanan di tengah umat-Mu yang hidup tegar mau pun yang bergulat dengan berbagai godaan, bagi para imam-Mu, yang berkarya dengan penuh hiburan mau pun yang dalam kesepian; yang melayani di tengah keramaian kota maupun di pelosok-pelosok.
Bagi para imam-Mu yang masih muda, yang tengah umur mau pun yang sudah lanjut usia, yang sehat mau pun sedang sakit, bahkan yang menghadapi ajalnya dan dalam keadaan apa pun juga.

Ya Roh Kudus, curahkanlah damai Paskah dan kasih Pentakosta bagi para Imam yang mengantar kami pada Sakramen Baptis, untuk bersatu dengan Gereja-Mu, Imam yang mengajak kami senantiasa berbalik kepada-Mu.
Dalam Sakramen Tobat, Imam yang mengumpulkan kami untuk merayakan Ekaristi, Imam yang mendampingi kami menyiapkan dan memberkati Perkawinan Keluarga-keluarga kami. Imam yang membantu kami merasakan kasih-Mu waktu sakit dan menyiapkan kami menghadapi saat-saat terakhir dengan Sakramen Pengurapan Orang Sakit dan semua imam yang bersama kami berusaha menjadi tanda dan sarana hadirnya Kerajaan Surga di tengah masyarakat kami.

Dengan pengantaraan Bunda Maria, kupersembahkan hari ini, doa doa kami, suka duka, dan kurban untuk para imam.
Berilah kami imam-imam yang sejati yang hatinya bernyala karena cinta kepadaMu, yang hanya mencari kehormatanMu dan keselamatan umat manusia.
Ya Maria Bunda pengasih dan Ratu para imam, lindungilah mereka dari segala bahaya yang mengancam imamatnya yang suci.
Mohonkanlah rahmat agar mereka tetap setia pada panggilannya yang luhur itu.
Terpujilah Engkau yang telah memanggil dan mengutus mereka, terpujilah Engkau yang tetap mendampingi dan memampukan mereka.

Ya Hati Kudus Yesus, Imam Agung Abadi, kasihanilah mereka
Ya Hati Tersuci Maria Ratu Para Imam, doakanlah mereka
Ya Santo Yohanes Maria Vianney, doakanlah mereka.

Amin +

Antifon Pembuka (Mzm 31:2.5)

Ya Tuhan, kepada-Mu aku berharap dan aku takkan dikecewakan. Luputkanlah aku dari jerat musuhku karena Engkaulah pelindungku.

Doa Pagi

Allah Bapa yang Maharahim, Allah segala penghiburan, Engkau memberikan kepada kami Hati Putra-Mu sendiri yang penuh belas kasihan, oleh sebab kasih-Mu yang tak terbatas yang Kau limpahkan kepada kami, kasih yang tak satu lidah pun mampu mengungkapkannya dengan kata. Kiranya kami mempersembahkan kepada-Mu kasih yang sempurna dengan hati yang bersatu dengan hati-Nya. Kami mohon agar hati kami dihantar ke persatuan sempurna: tiap hati dengan yang lainnya dan semua hati dengan Hati Yesus Yang Mahakudus dan semoga kerinduan hati kami beroleh kepuasannya dalam Dia: Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan bertakhta bersama Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah, sekarang dan sepanjang segala masa. Amin

 

Bacaan dari Kitab Kejadian (37:3-4.12.13a.17b-28) 
 
"Lihat, tukang mimpi datang, marilah kita bunuh dia."
 
Israel lebih mengasihi Yusuf daripada semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itu anak yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia. Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya bahwa ayah mereka lebih mengasihi Yusuf daripada semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepada Yusuf, dan tidak mau menyapanya dengan ramah. Pada suatu hari pergilah saudara-saudara Yusuf menggembalakan kambing domba ayahnya dekat Sikhem. Lalu Israel berkata kepada Yusuf, “Bukankah saudara-saudaramu menggembalakan kambing domba dekat Sikhem? Marilah engkau kusuruh kepada mereka.” Maka Yusuf menyusul saudara-saudaranya itu, dan didapatinyalah mereka di Dotan. Dari jauh Yusuf telah kelihatan kepada mereka. Tetapi sebelum ia dekat pada mereka, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya. Kata mereka seorang kepada yang lain, “Lihat, tukang mimpi kita itu datang! Sekarang,marilah kita bunuh dia, dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya dengan mimpinya itu!” Ketika Ruben mendengar hal ini, ia ingin melepaskan Yusuf dari tangan mereka. Sebab itu kata Ruben: “Janganlah kita bunuh dia!” Lagi kata Ruben kepada mereka, “Janganlah tumpahkan darah! Lemparkan saja dia ke dalam sumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah apa-apakan dia.” Maksud Ruben: ia hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan membawanya kembali kepada ayahnya. Baru saja Yusuf sampai pada saudara-saudaranya, mereka pun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu. Lalu mereka membawa dia dan melemparkannya ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair. Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika mereka mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka suatu kafilah orang Ismael yang datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladam. Mereka sedang dalam perjalanan mengangkut barang-barang itu ke Mesir. Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu, “Apakah untungnya kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya? Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita.” Dan saudara-saudaranya pun mendengarkan perkataan itu. Ketika saudagar-saudagar Midian itu lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan Tuhan.
Ayat. (Mzm 105:16-17.18-19.20-21)
1. Ketika Tuhan mendatangkan kelaparan ke atas tanah Kanaan, dan menghancurkan seluruh persediaan makanan, diutus-Nyalah seorang mendahului mereka, yakni Yusuf yang dijual menjadi budak.
2. Kakinya diborgol dengan belenggu, lehernya dirantai dengan besi, sampai terpenuhilah nubuatnya, dan firman Tuhan membenarkan dia.
3. Raja menyuruh melepaskan dia, penguasa para bangsa membebaskannya. Dijadikannya dia tuan atas istananya, dan pengelola segala harta kepunyaannya.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS. 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal
Ayat. (Yoh 3:16)
Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (21:33-43.45-46)
  
"Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia."
  
Sekali peristiwa Yesus berkata kepada imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi, “Dengarkanlah perumpamaan ini, seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lubang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap, lalu berangkat ke negeri lain. Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. Tetapi para penggarap menangkap hamba-hamba itu: yang seorang mereka pukul, yang lain mereka bunuh, dan yang lain lagi mereka lempari dengan batu. Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak daripada yang semula. Tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka. Akhirnya tuan itu menyuruh anaknya kepada mereka, pikirnya, ‘Anakku pasti mereka segani.’ Tetapi ketika para penggarap melihat anak itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris! Mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. Maka mereka menangkap dia, dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?” Kata imam-imam kepala dan tua-tua itu kepada Yesus, “Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu, dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain yang akan menyerahkan hasil kepadanya pada waktunya.” Kata Yesus kepada mereka, “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru? Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu Aku berkata kepadamu, Kerajaan Allah akan diambil dari padamu, dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.” Mendengar perumpamaan Yesus itu, imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mengerti bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya. Maka mereka berusaha menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Yesus nabi.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan




Yusuf tampaknya lebih disayang oleh Yakub, ayahnya, dibandingkan anak lainnya. Dia menjadi ”anak emas”. Perlakuan istimewa itu menimbulkan iri hati saudara-saudaranya.

Orang iri hati cenderung hidup dalam perbandingan antara dirinya dan orang lain. Dia senantiasa terdorong untuk menilai, menghakimi bahkan merendahkan serta ingin menyingkirkan ’saingannya itu. Iri hati menjadi sumber tindak kekerasan dan pembunuhan. Orang ini hidup berdasarkan hasil perbandingan yang dibuatnya, tidak berdasarkan realitas yang ada; konsepnya lebih berbicara daripada hatinya.
  
Orang seperti itu tidak layak menjadi warga Kerajaan Allah. Warga Kerajaan Allah adalah orang yang memiliki sikap hormat terhadap sesamanya. Dia menerima diri dan orang lain sesuai talenta, karisma, dan perannya yang unik. Tuhan Yesus datang untuk mewujudkan masyarakat dengan tatanan seperti itu, bukan masyarakat yang dikuasai oleh sikap iri hati.
    
Bapa, bebaskan aku dari sikap iri hati, sehingga hatiku terbuka untuk menerima pewahyuan-Mu yang sebenarnya melalui keistimewaan sesamaku. Amin.




Ziarah Batin 2013, Renungan dan Catatan Harian

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy