Jumat, 22 Maret 2013 Hari Biasa Pekan V Prapaskah

Jumat, 22 Maret 2013
Hari Biasa Pekan V Prapaskah, Hari Pantang

"Saya ingin memohon, tolonglah, kepada semua orang yang memiliki peranan bertanggung jawab di dalam bidang ekonomi, politik atau sosial, kepada semua pria dan wanita dengan kehendak baik: kita semua adalah "pemelihara" dari karya penciptaan, dari rancangan Allah yang tertulis di dalam alam, pemelihara orang lain dan lingkungan hidup; jangan biarkan tanda-tanda pengerusakan dan kematian mendampingi perjalanan dunia kita ini! Tetapi untuk memelihara, kita harus pula merawat diri sendiri! Kita ingat bahwa kebencian, keirihatian, kesombongan mengotori kehidupan! Memelihara berarti menjaga perasaan-perasaan kita, hati kita, karena dari sana-lah lahir intensi-intensi yang baik dan buruk: yang membangun dan yang merusak! Janganlah kita merasa takut akan kebaikan, bahkan akan kelembutan!" ---- Paus Fransiskus


Antifon Pembuka
(Mzm 31:10.16.18)
Sayangilah aku, ya Tuhan, sebab aku menderita.Lepaskanlah aku dari tangan musuh yang mengejar aku. Tuhan, jangan sampai aku kecewa, sebab aku berseru kepada-Mu


Doa Pagi

Bapa terkasih, di tengah kumpulan kesesakan, Yeremia tetap berani percaya pada perlindungan dan pertolongan-Mu. Pada pagi ini pun kami pecaya bahwa Engkau menyertai setiap langkah hidup kami. Maka, tuntunlah ke jalan yang benar, saudara-saudara kami yang saat ini berada di jalan kejahatan. Semoga mereka dan kami pun menyadari akan penyelenggaraan-Mu yang menyelamatkan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan dari Kitab Yeremia (20:10-13) 
   
"Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah."
  
Aku telah mendengar bisikan banyak orang, “Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Mari kita mengadukan dia!” Semua sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh. Kata mereka, “Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!” Tetapi Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku tersandung jatuh, dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil; suatu noda yang selama-lamanya tidak akan terlupakan! Ya Tuhan semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku. Menyanyilah untuk Tuhan, pujilah Dia! Sebab Ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengar suaraku.
Ayat. (Mzm 18:2-3a.3bc-4.5-6.7)
1. Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku! Ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku.
2. Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku! Terpujilah Tuhan, seruku; maka aku pun selamat daripada musuhku.
3. Tali-tali maut telah meliliti aku, dan banjir-banjir jahanam telah menimpa aku; tali-tali dunia orang mati telah membelit aku, perangkap-perangkap maut terpasang di depanku.
4. Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan. Kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal
Ayat. Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Engkau mempunyai sabda kehidupan kekal.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (10:31-42)
 
"Orang-orang Yahudi mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka."

Sekali peristiwa orang-orang Yahudi mau melempari Yesus dengan batu. Tetapi kata Yesus kepada mereka, “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku Kuperlihatkan kepadamu; manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku dengan batu?” Jawab orang-orang Yahudi itu, “Bukan karena suatu perbuatan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah, dan karena Engkau menyamakan diri-Mu dengan Allah, meskipun Engkau hanya seorang manusia.” Kata Yesus kepada mereka, “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Tauratmu, ‘Aku telah berfirman: Kamu adalah Allah?” Padahal Kitab Suci tidak dapat dibatalkan! Maka, jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia ‘Engkau menghujat Allah!” karena Aku telah berkata: Aku anak Allah? Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah kamu percaya kepada-Ku. Tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa ada dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” Sekali lagi mereka mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka. Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes dulu membaptis orang, lalu Ia tinggal di situ. Banyak orang datang kepada-Nya dan berkata, “Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini benar.” Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan


Kalau kita amati pemain selancar di laut, kita akan berdecak kagum. Mereka yang sudah ahli, terlihat penuh sukacita tatkala berada di puncak gelombang yang tinggi mengerikan. Lain lagi bagi para pemula, gelombang itu menakutkan.

Nabi Yeremia dan Tuhan Yesus sedang berada di puncak gelombang dan badai serbuan dan caci maki umat Israel yang menolak mereka. Tetapi, keduanya seperti seorang pemain selancar yang piawai. ”Kegentaran datang dari segala jurusan. Tetapi Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah,..!” Dalam kuasa dan kasih Allah, badai kehidupan tidak memporak- porandakan hati yang tenang, damai, dan penuh sukacita. Demikian juga Tuhan Yesus. Dia tetap tenang, kokoh dan penuh wibawa menghadapi banyak orang yang hendak membunuh-Nya.

Inilah keistimewaan iman kita: tidak menyediakan obat yang melenyapkan derita, tetapi memberikan pandangan baru tentang penderitaan. Nabi Yeremia dan Tuhan Yesus tidak menjadi ”pahit” oleh penderitaan yang ditanggungnya, tetapi menjadi indah dan kaya. Mereka menjadi berkat bagi orang lain. Penderitaan membuat mereka jernih, terbuka, lembut dan bijaksana. Semoga kita pun demikian.

Doa: Tuhan Yesus, ajarilah aku menghadapi badai kehidupan seperti Engkau dan Yeremia. Badai itu tidak menghancurkan, tetapi membuat hidup ini menjadi indah. Amin.

Ziarah Batin 2013, Renungan dan Catatan Harian