Rabu, 03 Juli 2013 Pesta Santo Tomas, Rasul

Rabu, 03 Juli 2013
Pesta Santo Tomas, Rasul
  
“Tomas melihat seorang manusia, tetapi dengan kata-katanya, ‘Tuhanku dan Allahku’, ia mengakui ke-Allahan-Nya” (Paus Gregorius Agung)


Antifon Pembuka (Mzm 117:28)


Allahkulah Engkau, Engkau kupuji. Allahkulah Engkau, Engkau kuagungkan.

Doa Pagi


Allah Bapa yang kuasa dan kekal, ajarilah kami mengimani Yesus Putra-Mu yang belum pernah kami lihat dengan mata kami ataupun kami jamah dengan tangan kami. Semoga sabda-Nya menghimpun kami menjadi Gereja-Nya. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.


Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus (2:19-22)
 
  
"Kamu dibangun di atas dasar para rasul."
    
Saudara-saudara, kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan sewarga dengan orang kudus dan anggota keluarga Allah. Kamu dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di atas Dia tumbuhlah seluruh bangunan, yang rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus dalam Tuhan. Di atas Dia pula kamu turut dibangun menjadi tempat kediaman Allah dalam Roh.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan do = f, 4/4, PS 827
Ref. Pergi ke seluruh dunia, wartakanlah Injil!
Ayat. (Mzm 117:1.2)
1. Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
2. Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil do = f, 2/2, PS 955
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 24:32; 2/4)
Yesus bersabda, "Hai Tomas, karena telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (20:24-29)
  
"Ya Tuhan dan Allahku."

Pada hari Minggu Paskah, ketika Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, Tomas, seorang dari kedua belas murid, yang juga disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya, “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya, dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, aku sama sekali tidak akan percaya.” Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu, dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang. Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagimu!” Kemudian Ia berkata kepada Tomas, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku, dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah!” Tomas menjawab kepada-Nya, “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Yesus kepadanya, “Karena telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Pada Pesta St. Tomas Rasul hari ini, kita diingatkan kembali akan eksistensi Gereja sebagai paguyuban orang yang beriman akan Allah yang didasarkan pada iman Para Rasul dan Kristus sebagai batu sendinya. Keyakinan dan pengakuan ini selalu diperbarui dan diteguhkan kembali pada saat mendaraskan Syahadat Iman. Aku Percaya (credo ) yang kita daraskan pada saat Misa disebut sebagai Syahadat Para Rasul. Mengenangkan dan merayakan Pesta Para Rasul merupakan ungkap syukur dan terima kasih karena pada diri mereka, iman kita kepada Kristus didasarkan dan dibangun. Gereja kokoh dan kuat dibangun atas dasar iman Para Rasul.

Perayaan penuh syukur pada Pesta Rasul Tomas ini menjadi suatu peneguhan akan panggilan diri kita untuk melanjutkan karya-karya Tuhan yang telah diawali para Rasul. Setelah kita percaya kepada Tuhan dan berseru seperti Thomas: Ya Tuhanku dan Allahku, selanjutnya apa yang perlu kita lakukan sebagai wujud dan bukti keyakinan tersebut? Jawabnya tentulah kesiapsedian dan kesanggupan untuk menjadi rasul-rasul Kristus pada zaman ini. Tuhan melalui Gereja-Nya mengundang kita untuk ambil bagian dalam karya pewartaan kabar gembira seperti yang telah dilakukan oleh para Rasul. Mewujudkan dan mempraktikkan nilai-nilai Injili dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat dalam lingkungan kerja merupakan bentuk perwujudan tugas dan panggilan kerasulan kita. Mari kita syukuri panggilan mulia ini.

Ya Allah, aku bersyukur atas para karya Rasul-Mu. Mampukan aku untuk ambil bagian dalam karya kerasulan dalam hidupku sebagaimana telah diteladankan para Rasul-Mu. Amin.

Ziarah Batin 2013, Renungan dan Catatan Harian