Bacaan Harian 04 - 10 November 2011

Bacaan Harian 04 - 10 November 2011

Senin, 04 November: Peringatan Wajib St. Karolus Borromeus, Uskup (P).
Rm 11:29-36; Mzm 69:30-31.33-34.36-37; Luk 14:12-14.

Selasa, 05 November: Hari Biasa Pekan XXXI (H).
Rm 12:5-16a; Mzm 131:1.2.3; Luk 14:15-24.

Rabu, 06 November: Hari Biasa Pekan XXXI (H).
Rm 13:8-10; Mzm 112:1-2.4-5.9; Luk 14:25-33.

Kamis, 07 November: Hari Biasa Pekan XXXI (H).
Rm 14:7-12; Mzm 27:1.4.13-14; Luk 15:1-10.

Jumat, 08 November: Hari Biasa Pekan XXXI (H).
Rm 15:14-21; Mzm 98:1-4; Luk 16:1-8.

Sabtu, 09 November: Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran (P).
Yeh 47:1-2.8-9.12; Mzm 46:2-3.5-6.8-9; 1Kor 3:9b-11.16-17; Yoh 2:13-22.


Minggu, 10 November: Hari Minggu Biasa XXXII (H).
2Mak 7:1-2.9-14; Mzm 17:1.5-6.8b.15; 2Tes 2:16 - 3:5; Luk 20:27-38.

Peralatan Liturgi

 photo 20131103_zpsf6a4fc09.jpg


Copyright © 2013 Tegar Andito

Kobus: Kepercayaan






silahkan klik gambar untuk memperbesar

Minggu, 03 November 2013 Hari Minggu Biasa XXXI

Minggu, 03 November 2013
Hari Minggu Biasa XXXI
    
Kristus datang untuk membawa kita kepada belas kasih Allah yang menyelamatkan (Paus Fransiskus)


Antifon Pembuka (bdk. Mzm 38:22-23)

Jangan tinggalkan daku, ya Tuhan, Allahku, jangan jauh dariku! Bersegeralah menolong aku, ya Tuhan, Penyelamatku.

Doa Pagi

Ya Allah, Engkau telah mengutus Putra-Mu untuk mencari dan menyelamatkan umat-Mu yang tersesat dan hilang. Kami mohon, bukalah hati kami untuk dengan gembira menerima kehadiran-Nya yang membawa anugerah keselamatan dan kehidupan bagi kami. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
   
Bacaan dari Kitab Kebijaksanaan (11:22-12:2)
  
"Semua orang Kaukasihani, sebab Engkau mengasihi segala yang ada."

   
Tuhan, laksana sebutir debu di atas neraca, atau seperti embun pagi yang jatuh ke bumi, demikianlah seluruh jagat di hadapan-Mu. Tetapi justru karena Engkau berkuasa atas segala sesuatu, maka semua orang Kaukasihani, dan dosa manusia tidak Kauperhatikan, supaya mereka bertobat. Sebab Engkau mengasihi segala yang ada, dan tidak benci kepada barang apa pun yang telah Kaubuat. Sebab andaikata sesuatu Kaubenci, niscaya tidak Kauciptakan. Bagaimana sesuatu dapat bertahan, jika tidak Kaukehendaki, atau bagaimana dapat tetap terpelihara, kalau tidak Kaupanggil? Engkau menyayangkan segala-galanya sebab semua itu milik-Mu, ya Penguasa penyayang hidup! Roh-Mu yang baka ada di dalam segala sesuatu. Dari sebab itu orang-orang yang jatuh Kauhukum berdikit-dikit. Mereka Kautegur dengan mengingatkan dalam hal mana mereka sudah berdosa, supaya setelah menjauhi kejahatan itu mereka percaya kepada Dikau, ya Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 836
Ref. Segala bangsa bertepuk-tanganlah berpekiklah untuk Allah raja semesta.
Ayat. (Mzm 145:1-2.8-9.10-11.13cd-14; Ul: lh.1)

1. Aku hendak mengagungkan Dikau, ya Allah, ya Rajaku, aku hendak memuji nama-Mu untuk selama-lamanya. Setiap hari aku hendak memuji Engkau dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya.
2. Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. Tuhan itu baik kepada semua orang, penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
3. Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.
4. Tuhan itu setia dalam segala perkataan-Nya, dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Tuhan itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk.

Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika (1:11-2:2)
   
"Semoga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia."
  
Saudara-saudara, kami senantiasa berdoa untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik, dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu. Dengan demikian nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu, dan kamu di dalam Dia, sesuai dengan kasih karunia Allah kita dan Tuhan kita Yesus Kristus. Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan berkumpulnya kita dengan Dia, kami minta kepadamu, Saudara-saudara, jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh maupun oleh kabar atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 3:16)
Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (19:1-10)
   
"Anak manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."
  
Sekali peristiwa Yesus memasuki Kota Yerikho dan berjalan melintasi kota itu. Di situ ada seorang kepala pemungut cukai yang amat kaya, bernama Zakheus. Ia berusaha melihat orang apakah Yesus itu, tetapi tidak berhasil karena orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika sampai ke tempat itu, Yesus melihat ke atas dan berkata, “Zakheus, segeralah turun! Hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya, “Ia menumpang di rumah orang berdosa!” Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan, “Tuhan, separuh dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin, dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” Kata Yesus kepadanya, “Hari ini telah terjadi keselamatan atas rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Mausia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus

Renungan


Beberapa waktu yang lalu, saya prihatin membaca berita di surat kabar. Jarang sekali saya membaca berita yang menyenangkan atau membawa kedamaian hati. Berita-berita yang muncul selalu seputar korupsi, perselingkuhan, perceraian, kematian, pembunuhan, penebangan hutan, tabrakan kendaraan dan sebagainya. Lantas muncul pertanyaan dalam benak saya setelah membaca berita-berita tersebut, “Apa yang mereka cari?”

Injil hari ini mengisahkan usaha Zakheus untuk bisa melihat Yesus. Seorang pemungut cukai, yang dianggap pendosa, sedang berusaha melihat Orang apakah Yesus itu. Pendosa ialah orang yang menjauhkan diri dari cinta Tuhan, tetapi dalam Injil hari ini, kita melihat sebaliknya si pendosa justru ingin mencari dan melihat Tuhan.

Tindakan yang ditunjukkan oleh Zakheus supaya bisa melihat Yesus telah menunjukkan suatu usaha yang serius. Keterbatasan fisik tidak menghalangi Zakheus untuk berusaha. Hingga akhirnya, Zakheus mendapatkan apa yang “dicari”nya ketika Yesus memandangnya dan berkata, “Hari ini Aku harus menumpang di rumahmu!” Ucapan tersebut seakan juga mau mengatakan, “Semua orang Kaukasihani, dan dosa manusia tidak Kauperhatikan, supaya mereka bertobat” (Keb 11:23). Karena itu, “Carilah maka kamu akan mendapat.”

Zakheus sudah mendapatkan apa yang dicarinya. Bahkan, dia merasa telah mendapatkan segala-galanya, sehingga apa yang selama ini dia cari tidak ada gunanya lagi. Sebagai bukti, uang hasil memungut pajak dikembalikan kepada masyarakat, bahkan dia berjanji akan mengganti 4 kali lipat. Sebuah pertobatan yang lauar biasa. Bagi orang yang dalam hidupnya hanya mengejar materi bisa saja akan menganggap tindakan Zakheus sebagai tindakan bodoh, tetapi bagi orang yang melihat tindakan Zakheus dari sisi rohani, pertobatannya, dia akan tahu bahwa Zakheus sudah mendapatkan Sang segala-galanya.

Pertanyaan, “Apa yang kamu cari” perlu terus didengungkan dalam hidup kita. Jawaban dan tindakan kita menunjukkan apa sebenarnya yang kita cari. Jawaban, “Aku mencari Tuhan” bukanlah jawaban yang mudah untuk zaman ini. Jawaban tersebut akan ditantang oleh tawaran-tawaran dunia saat ini: uang, kekayaan, jabatan, kenikmatan, kesuksesan, kehormatan dan sebagainya. Bahkan tidak jarang, demi mendapatkan semuanya itu, seseorang rela meninggalkan Sang Segala-galanya, yaitu Tuhan sendiri.

Tuhan akan selalu hadir dalam hidup kita dan akan selalu mencurahkan rahmat-Nya. “Dia mengasihi segala yang ada, dan Dia tidak benci kepada barang apa pun yang telah dibuat-Nya” (Keb 11:24). Kita hanya diminta untuk mau bekerja sama dan berusaha mencari dengan sungguh-sungguh rahmat Tuhan tersebut, sehingga Dia pun akan memandang kita dan berkata, “Aku harus menumpang di rumahmu (hatimu).”

Kehadiran Tuhan dalam hati manusia akan membawa pertobatan, sukacita dan membuat kita memiliki Sang Segala-galanya. Maka pertanyaan refleksi untuk kita, “Sudahkah aku mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh dan mendengar suara serta permintaan-Nya untuk tinggal di rumahku?” (Petrus Harsa Trihapsara, O.Carm/RUAH)