| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

CARI RENUNGAN

>

Selasa, 23 September 2014 Peringatan Wajib St. Padre Pio dari Pietrelcina, Imam

Selasa, 23 September 2014
Peringatan Wajib St. Padre Pio dari Pietrelcina, Imam
      
“Dalam kitab-kitab kita mencari Tuhan, dalam doa kita menemukan-Nya. Doa adalah kunci yang membuka hati Tuhan” (St. Padre Pio dari Pietrelcina)

            
Antifon Pembuka (Hag 2:8-10)
 
Aku akan memenuhi rumah ini dengan kemegahan. Di tempat ini aku akan memberikan damai sejahtera.
  
Doa Pagi

Ya Allah, melalui Putra-Mu, Engkau telah menaburkan benih Sabda-Mu dalam diri kami. Jadikanlah hati kami tanah yang subur dan siap sedia menerima Sabda-Mu sehingga hidup kami menghasilkan buah iman dan cinta kasih yang melimpah. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Tuhan tahu segala apa yang ada dalam diri manusia, oleh karenanya penulis Amsal mengarahkan pembacanya untuk mengetahui bahwa semua tindakan yang didasarkan pada kehendak diri sendiri semata, tidak akan membawa sesuatu yang menyenangkan Tuhan. Sebaliknya segala tindakan yang didasarkan pada kehendak Tuhan akan membawa kebaikan bagi yang bersangkutan.

Bacaan dari Kitab Amsal (21:1-6.10-13)
    
"Bermacam-macam pepatah."
   
Hati raja laksana batang air di tangan Tuhan, yang Dia alirkan ke mana saja Ia kehendaki. Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati. Melakukan kebenaran dan keadilan lebih berkenan di hati Tuhan daripada kurban. Mata yang congkak dan hati yang sombong, yang menjadi pelita orang jahat, adalah dosa. Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan. Memperoleh harta benda dengan lidah dusta adalah kesia-siaan yang lenyap dari orang yang mencari maut. Hati orang fasik mengingini kejahatan dan tidak menaruh belas kasih kepada sesamanya. Jikalau si pencemooh dihukum, orang yang tak berpengalaman menjadi bijak, dan jikalau orang bijak diberi pengajaran, ia akan memperoleh pengetahuan. Yang Mahaadil mengawasi rumah orang fasik, dan menjerumuskan orang fasik ke dalam kecelakaan. Siapa yang menutup telinga bagi jeritan lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Bimbinglah hidupku, ya Tuhan, menurut petunjuk perintah-Mu.
Ayat. (Mzm 119:1.27.30.34.35.44)
1. Berbahagialah orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat Tuhan.
2. Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.
3. Aku telah memilih jalan kebenaran, dan menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.
4. Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang hukum-Mu; dengan segenap hati aku hendak memeliharanya.
5. Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu sebab aku menyukainya.
6. Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan melakukannya. Alleluya.
 
Yesus memperlebar ikatan persaudaraan-Nya. Dia tidak menutup diri hanya menjadi milik keluarga kandung-Nya sendiri, tetapi membuka diri terhadap semua orang yang mau bersaudara dengan-Nya. Untuk menjadi saudara-saudari-Nya caranya cukup sederhana, yaitu dengan mendengarkan dan melaksanakan sabda Allah.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (8:19-21)
   
"Ibu dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya."
     
Pada suatu hari datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus hendak bertemu dengan Dia. Tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Maka diberitahukan kepada Yesus, “Ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Dikau.” Tetapi Yesus menjawab, “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan sabda Allah dan melaksanakannya.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
 
Renungan
 
Perkataan Yesus tampaknya sangat keras. Sepintas terkesan bahwa Yesus tak mau mengakui ibu dan saudara-saudara-Nya yang datang mengunjungi-Nya. Namun sesungguhnya apa yang disampaikan Yesus itu hendak menegaskan siapa ibu dan saudara-saudaranya. Maria, ibu Yesus memang benar seorang yang mendengarkan sabda Allah dan tekun melaksanakannya. Demikian pula para rasul yang sering disebut sebagai saudara-saudara-Nya. Mereka benar-benar orang yang taat pada sabda Allah dan melakukannya. Bersama Santo Pio yang hari ini kita peringati, mari kita membuka hati kepada sabda Allah dan dengan tekun melaksanakannya.

Doa Malam

Puji dan syukur kami haturkan kepada-Mu, ya Tuhan. Rahmat kasih-Mu senantiasa kami rasakan spanjang hari ini. Terimalah persembahan bakti kami dalam tugas-tugas yang telah kami selesaikan hari ini. Jika ada kekurangan, sudilah Engkau mengampuninya, sebab Engkaulah Tuhan yang hidup dan meraja, kini dan sepanjang masa. Amin.
 
 
RUAH

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati