Rabu, 05 Februari 2014 Peringatan Wajib Sta. Agata, Perawan dan Martir

Rabu, 05 Februari 2014
Peringatan Wajib Sta. Agata, Perawan dan Martir

Engkau melihat hatiku dan Engkau mengetahui kerinduanku. Hanya Engkau saja yang boleh memilikiku, oleh sebab aku sepenuhnya adalah milik-Mu. (Sta. Agata)

 
Antifon Pembuka
  
Inilah perawan yang budiman, yang keluar menyongsong Kristus dengan pelita yang bernyala.
 
Doa Pagi


Allah yang Maha Penyayang, bimbinglah kami hari ini dalam merencanakan pekerjaan. Arahkanlah niat kami pada jalan-jalan ketetapan-Mu agar tidak hanya mengandalkan kekuatan kami sendiri dan lupa akan campur tangan-Mu serta kehadiran-Mu pada setiap langkah hidup kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Hasil sensus: Ada 1.300 pria di Israel dan Yehuda yang bisa memegang pedang. Rupanya, Raja Daud mengadakan sensus demi kepentingan militer, karena menyadari kerajaannya mulai goyah. Daud lupa, bahwa Raja umat terpilih adalah Allah sendiri. Sanksinya: Malapetaka tak bisa dihindari!

Bacaan dari Kitab Kedua Samuel (24:2.9-17)


Sekali peristiwa, Raja Daud berkata kepada Yoab dan para panglima tentara yang bersama-sama dengan dia, katanya, "Jelajahilah segenap suku Israel dari Dan sampai Bersyeba; adakanlah pendaftaran di antara rakyat, supaaya aku tahu jumlah mereka." Lalu Yoab memberitakan kepada raja hasil pendaftaran rakyat. Orang Israel ada delapan ratus ribu pria yang dapat memegang pedang; dan orang Yehuda ada lima ratus ribu. Tetapi berdebar-debarlah hati Daud, setelah ia menghitung rakyat. Maka berkatalah Daud kepada Tuhan, "Aku telah sangat berdosa karena melakukan hal ini! Maka sekarang, Tuhan, jauhkanlah kiranya kesalahan hamba-mu, sebab perbuatanku itu sangat bodoh." Setelah Daud bangun pada waktu pagi, datanglah sabda Tuhan kepada Nabi Gad, pelihat Daud, demikian, "Pergilah, katakanlah kepada Daud: Beginilah sabda Tuhan: Tiga perkara Kuhadapkan kepadamu; pilihlah salah satu daripadanya, maka Aku akan menimpakan kepadamu." Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata, "Pilihlah dari ketiga bencana ini: Akan terjadi tiga tahun kelaparan di negerimu? Atau engkau melarikan diri tiga bulan lamanya dari lawanmu, sementara mereka itu mengejar engkau? Atau, akan terjadi tiga hari penyakit samapr di negerimu? Sekarang, pikirkanlah dan pertimbangkanlah, jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang Mengutus aku." Lalu berkatalah Daud kepada Gad, "Sangat susah hatiku! Biarlah kiranya kita jatuh ke dalam tangan Tuhan, sebab besar kasih sayang-Nya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia." Jadi Tuhan mendatangkan penyakit sampar kepada orang Israel dari pagi hari sampai waktu yang ditetapkan. Maka matilah dari antara bangsa itu, dari Dan sampai Bersyeba, tujuh puluh ribu orang. Ketika malaikat mengacungkan tangannya ke Yerusalem untuk memusnahkannya, menyesallah Tuhan karena malapetaka itu, lalu Ia bersabda kepada malaikat yang mendatangkan kemusnahan kepada bangsa itu, "Cukup! Turunkanlah sekarang tanganmu itu." Waktu itu malaikat Tuhan itu ada dekat tempat pengirikan Arauna, orang Yebus. Ketika melihat malaikat yang tengah memusnahkan bangsa itu, berkatalah Daud kepada Tuhan, "Sungguh, aku telah berdosa, dan telah membuat kesalahan! Tetapi domba-domba ini, apakah yang mereka lakukan? Biarlah kiranya tangan-Mu menimpa aku dan kaum keluargaku."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Ya Tuhan, ampunilah semua dosa kesalahanku.
Ayat. (Mzm 32:1-2.5-7)

1. Berbahagialah orang yang pelanggarannya diampuni dan dosa-dosanya ditutupi! Berbahagialah orang yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan, dan tidak berjiwa penipu!
2. Akhirnya dosa-dosaku kuungkapkan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata, "Aku akan menghadap Tuhan." Maka Engkau sudah mengampuni kesalahanku.
3. Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi ditimpa kesesakan; kendati banjir besar terjadi ia tidak akan terlanda.
4. Engkaulah persembunyian bagiku, ya Tuhan! Engkau menjagaku terhadap kesesakan. Engkau melindungi aku, sehingga aku luput dan bersorak.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku. Alleluya.

Dengan penuh rasa heran, Yesus mencermati bahwa seorang nabi tidak dihormati di tempat asalnya dan di antara kaum keluarganya sendiri. Mereka sulit percaya kepada Yesus, karena merasa tahu persis latar belakang-Nya. Kita diingatkan pada kisah "Pohon Pengetahuan" (Bdk Kej 1) yang kadang malah bisa mencelakakan!


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (6:1-6)

Pada suatu ketika, Yesus tiba kembali di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Yesus mengajar di rumah ibadat, dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia. Mereka berkata, "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mukjizat-mukjizat yang demikian, bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria? Bukankah Ia saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka, "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." Maka Yesus tidak mengadakan satu mukjizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Yesus ditolak oleh orang-orang sekampung-Nya sendiri. Adalah kebiasaan Yahudi membandingkan seseorang sebagai anak dari ayahnya. Dengan demikian, "anak Maria" dimaksudkan sebagai sebuah penghinaan. Kuasa Yesus untuk mengadakan mukjizat tidak menjadi efektif karena ketidakpercayaan mereka. Kita diundang untuk memiliki iman kepada Yesus. Bila kita memiliki iman, kita mampu melihat mukjizat Tuhan terjadi dalam kehidupan kita, kendati kecil dan sederhana di mata kita. Sta. Agata pasti telah mengalaminya.

Doa Malam


Tuhan Yesus, Guru kesempurnaan, semua yang telah kami kerjakan hari ini kami haturkan kepada-Mu sebagai persembahan kami yang jauh dari sempurna. Kami hendak belajar dari-Mu sendiri bagaimana menerima dan menanggung cela, kritik dan cercaan orang lain atas usaha dan karya kami. Peliharalah dan kuatkanlah semangat dan kesabaran kami. Amin. 
 

RUAH