Senin, 17 Februari 2014 Hari Biasa Pekan VI

Senin, 17 Februari 2014
Hari Biasa Pekan VI
  
Jangan makan terlalu banyak, agar kamu tidak menjejali diri menjadi sakit (St. Bernardus)

Antifon Pembuka (Mzm 119:76)

Biarlah kiranya kasih setia-Mu menjadi penghiburku, sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu.

Doa Pagi


Tuhan Yesus, anugerahkanlah kekuatan-Mu apabila kami jatuh dalam berbagai pencobaan. Bantulah kami bertekun dalam iman yang telah Kauberikan lewat Sakramen Pembaptisan. Semoga kami tidak mudah diombang-ambingkan oleh berbagai kemudahan di zaman ini. Berilah kami hati yang tenang karena kami selalu bersanda pada-Mu. Sebab Engkaulah satu-satunya jalan, kebenaran dan hidup, berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Surat Rasul Yakobus (1:1-11)
 
  
"Ujian terhadap imanmu menghasilkan ketekunan, agar kamu menjadi sempurna dan utuh."
         
Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan. Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan. Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun. Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintanya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit; maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah berharap, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya. Bila seorang saudara berada dalam keadaan yang rendah baiklah ia bermegah karena kedudukannya yang tinggi, dan orang kaya karena kedudukannya yang rendah sebab ia akan lenyap seperti bunga rumput; matahari terbit dengan panasnya yang terik dan melayukan rumput itu sehingga gugurlah bunganya dan hilanglah semaraknya. Demikian jugalah halnya dengan orang kaya: di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Semoga rahmat-Mu sampai kepadaku, ya Tuhan, supaya aku hidup.
Ayat. (Mzm 119:67.68.71.72.75.76)
1. Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu.
2. Engkau baik dan murah hati, ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
3. Memang baik, bahwa aku tertindas, supaya aku belajar memahami ketetapan-ketetapan-Mu.
4. Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih berharga daripada ribuan keping emas dan perak.
5. Aku tahu, ya Tuhan, bahwa hukum-hukum-Mu adil, dan memang tepat bahwa Engkau telah menyiksa aku.
6. Biarlah kiranya kasih setia-Mu menjadi penghiburanku, sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 14:6)
Aku ini jalan, kebenaran dan kehidupan, sabda Tuhan. Tiada orang dapat sampai kepada Bapa tanpa melalui Aku.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (8:11-13)
 
"Mengapa angkatan ini meminta tanda?"
   
Sekali peristiwa datanglah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari surga. Maka mengeluhlah Yesus dalam hati dan berkata, “Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, sungguh, kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberikan tanda.” Lalu Yesus meninggalkan mereka. Ia naik ke perahu dan bertolak ke seberang.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
    
“Liturgi adalah ibadat publik yang dilakukan oleh Penebus kita sebagai Kepala Gereja kepada Allah Bapa dan juga ibadat yang dilakukan oleh komunitas umat beriman kepada Pendirinya [Kristus], dan melalui Dia kepada Bapa. Singkatnya, liturgi adalah ibadat penyembahan yang dilaksanakan oleh Tubuh Mistik Kristus secara keseluruhan, yaitu Kepala dan anggota-anggotanya.” (Paus Pius XII, Mediator Dei 20)
    
Renungan
  
Victor Frankl adalah orang Yahudi yang selamat dari pembantaian oleh Nazi - Jeman Holokos. Dia diberi kesempatan untuk hidup tetapi harus menjalani kerja paksa, yaitu memperbaiki rel kereta api di udara terbuka dengan suhu di bawah 00 C. Bila musim dingin, dia mengalami siksaan yang luar biasa berat. Banyak temannya tidak tahan dan mati. Suatu hari ketika dia sedang menyeret tubuh teman yang meninggal, dia menemukan secarik kertas di saku baju mayat itu. Tulisan itu menarik perhatiannya: ”Cintailah Tuhan Allahmu dengan segenap jiwa, hati, pikiran dan kekuatan-Mu dan cintainya sesamamu seperti dirimu sendiri!” Bagaimana saya bisa mencintai Tuhan dan sesama kalau saya sendiri frustrasi? Situasi itu menyadarkan dirinya: ”Saya tetap bebas. Ya, bebas memilih frustrasi atau survive!” Dari kesadaran itu, dia bangkit mensugesti diri bahwa dirinya berharga dan masih dibutuhkan.

St. Yakobus menasihati kita agar dalam berbagai pencobaan, kita memilih untuk tidak frustrasi tetapi menerima realitas itu dengan tabah. Ketabahan ini mematangkan iman dan kemantapan pribadi–tidak goyah atau mendua hati. Keteguhan hati ini menjadi sumber harga diri dan tenaga untuk memperjuangkan sesuatu yang luhur. Maka ketika orang Farisi meminta tanda, Yesus tidak memberi. Iman yang benar keluar dari hati yang murni bukan karena melihat mukjizat.

Kita akan memiliki iman yang mendalam dan kepribadian yang mantap kalau memiliki keberanian menghadapi berbagai pencobaan. Keberanian adalah sebuah keutamaan Kristiani. Seseorang dikatakan pemberani kalau tidak melarikan diri dari kesulitan, dan tidak menutupi kelemahan diri namun tidak dibuat repot oleh kelemahan itu.

Tuhan Yesus, ingatkanlah aku bahwa kebebasan adalah anugerah Ia yang tak pernah dicabut dari diriku. Dalam keadaan apa pun, aku tetap bebas memilih. Ajarilah aku memilih untuk mencintai. Amin.
  
Ziarah Batin 2014, Renungan dan Catatan Harian