Kamis, 03 April 2014 Hari Biasa Pekan IV Prapaskah

Kamis, 03 April 2014
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah
  
“Kemenangan salib tidak tertutup bagi orang yang lemah, siapa pun juga” (St. Leo Agung)
    

Antifon Pembuka (Mzm 105:3-4)

Bergembiralah orang yang mencari Tuhan. Rindukanlah Tuhan dan kamu akan dikuatkan. Pandanglah selalu wajah-Nya.
 
Doa Pagi

        
Tuhan Allah kami, Engkau sungguh luar biasa. Engkau yang adalah Mahakuasa, Sang Pencipta langit dan bumi, namun menyesal atas malapetaka yang Kaurancangkan terhadap umat Israel yang telah menyimpang dari jalan yang Kauperintahkan kepada mereka. Berilah kami rasa menyesal atas dosa-dosa dan pelanggaran yang telah kami lakukan dan sepanjang hari ini kami boleh hidup dalam damai-Mu. Kami mohon doa ini dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Belas kasih Allah sungguh luar biasa. Hati Allah yang akan menghukum umat-Nya sanggup dilunakkan oleh permohonan Musa. Hal ini menunjukkan bahwa belas kasih Allah lebih besar pengaruhnya daripada murka-Nya. Kekuatan iman Musa mampu mengubah rencana Allah. Jadi kekuatan doa seorang saleh diperhitungkan Allah dan mampu mengubah hidup banyak orang yang tidak benar.

Bacaan dari Kitab Keluaran (32:7-14)
 
"Allah menyesali malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya."
  
Di Gunung Sinai Allah berfirman kepada Musa, “Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak perilakunya. Begitu cepat mereka menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka. Mereka telah membuat anak lembu tuangan, dan kepadanya mereka sujud menyembah serta mempersembahkan kurban, sambil berkata: Hai Israel, inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.” Lagi firman Tuhan kepada Musa, “Telah Kulihat bangsa ini, dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk! Oleh sebab itu biarkanlah murka-Ku bangkit terhadap mereka, dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar.” Lalu Musa mencoba melunakkan hati Tuhan, Allahnya, dengan berkata, “Mengapakah Tuhan, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat? Mengapakah orang Mesir akan berkata: Dia membawa mereka keluar dengan maksud menimpakan malapetaka kepada mereka dan membunuh mereka di gunung dan membinasakannya dari muka bumi? Berbaliklah dari murka-Mu yang bernyala-nyala itu, dan menyesallah akan malapetaka yang hendak kaudatangkan kepada umat-Mu. Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri dengan berfirman kepada mereka: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimilikinya untuk selama-lamanya.” Dan menyesallah Tuhan atas malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Ingatlah akan daku, ya Tuhan, demi kemurahan-Mu terhadap umatku.
Ayat. (Mzm 106:19-20.21-22.23)
1. Mereka membuat anak lembu di Horeb, dan sujud menyembah kepada patung tuangan; mereka menukar Yang Mulia dengan patung sapi jantan yang makan rumput.
2. Mereka melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka, yang telah melakukan hal-hal yang besar di tanah Mesir; yang melakukan perbuatan-perbuatan ajaib di tanah Ham, dan perbuatan-perbuatan dahsyat di tepi laut Teberau.
3. Maka Ia mengatakan hendak memusnahkan mereka, kalau Musa, orang pilihan-Nya, tidak mengetengahi di hadapan-Nya, untuk menyurutkan amarah-Nya, sehingga Ia tidak memusnahkan mereka.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. (Yoh 3:16)
Begitu besar kasih Allah kepada dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya, beroleh hidup yang kekal.

Yesus adalah firman Allah yang hadir secara nyata dalam hidup manusia. Jadi Yesus dan Bapa itu satu. Yesus datang ke dunia untuk melaksanakan segala rencana keselamatan Allah. Orang yang percaya dan mengikuti ajaran Yesus berarti sudah percaya kepada Allah yang mengutus-Nya. Inilah ungkapan iman sejati.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (5:31-47)
 
"Yang mendakwa kamu adalah Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapan."
  
Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang Yahudi, “Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar. Ada yang lain yang bersaksi tentang Aku, dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar. Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes, dan ia telah bersaksi tentang kebenaran. Tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. Yohanes adalah pelita yang menyala dan bercahaya, dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu. Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting daripada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku supaya Aku melaksanakannya. Pekerjan itu jualah yang sekarang Kukerjakan, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. Dialah yang bersaksi tentang Aku! Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat, dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya. Kamu menyelidiki Kitab-Kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa olehnya kamu mempunyai hidup kekal. Tetapi walupun Kitab-Kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu. Aku tidak memerlukan hormat dari manusia. Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah. Aku datang dalam nama Bapa-Ku, dan kamu tidak menerima Aku. Jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia. Bagaimanakah kamu dapat percaya, karena kamu menerima hormat seorang dari orang lain tetapi tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa? Jangan kamu menyangka bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa yang kepadanya kamu menaruh pengharapan. Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab Musa telah menulis tentang Aku. Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulis oleh Musa, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Aku katakan?”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Kesaksian Yesus tentang diri-Nya sebagai Anak Allah, bukan berasal dari diri-Nya sendiri atau dari manusia melainkan dari Allah. Karena itu, Yesus menjamin bahwa kesaksian itu benar. “Inilah Putera-Ku yang terkasih, dengarkanlah Dia.” Manusia seringkali memberikan kesaksian palsu. Maka kesaksian dari manusia belum tentu benar. Kalau kita mau memberi kesaksian yang benar, hendaklah kita selalu berusaha mendengarkan Yesus dan berjuang agar senantiasa hidup dalam persatuan dengan Allah.

Doa Malam

Tariklah kami ya Yesus, untuk datang kepada-Mu supaya memperoleh hidup yang kekal. Tambahkanlah iman dan rasa percaya kami, meskipun kami tidak pernah mendengar suara-Mu dan melihat rupa-Mu secara fisik. Semoga cara hidup kami dapat menjadi kesaksian bagi orang lain, bahwa kami sungguh mempercayai Engkau sebagai Putera Bapa, yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.


RUAH

Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.

Rabu, 02 April 2014
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah

Yesaya 49:8-15 Mzm 145:8-9.13c-14.17-18 Yohanes 5:17-30
 
Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi, “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.”

Dalam berbagai macam peristiwa hidup, lebih-lebih dalam kesulitan, ketika kita harus menanggung beban, mengalami penderitaan, menghadapi aneka macam persoalan dan masalah, seringkali kita merasa mentog dan tidak mampu sekaligus tidak tahu harus berbuat apa. Namun, banyak kali terjadi, ketika kita berani untuk berserah kepada Tuhan dengan mengatakan, "Aku mengerjakan apa yang dapat dan mampu kulakukan, biarlah Tuhan yang mengerjakan apa yang aku tidak mampu", tiba-tiba kita mendapat kemudahan. Kita menemukan jalan terang untuk menyelesaikan segala macam persoalan yang harus kita hadapi. Bisa jadi, itu terjadi dengan sendirinya, tapi seringkali juga melalui orang lain yang hadir sebagai penolong dalam hidup kita. Nah, kenyataan ini bagi saya merupakan bukti nyata bahwa Allah Bapa dan Tuhan Yesus, tentunya juga Roh Kudus, selalu dan terus-menerus berkerja dalam hidup kita. Tuhan senantiasa berkarya bersama kita, di dalam kita, dan melalui kita. Sebagaimana Yesus menegaskan bahwa Ia tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Nya sendiri tanpa campur tangan Bapa, apalagi kita. Semua hal baik yang kita lakukan adalah karya Tuhan melalui kita. Untuk itu, marilah kita selalu berusaha menjadi rekan kerja Allah yang baik, yakni yang tekun dan penuh semangat serta hanya mengerjakan hal-hal yang baik saja.
    
Doa: Tuhan, tolonglah aku supaya aku mampu menjadi rekan kerja-Mu yang baik dalam mencintai sesama dan memelihara alam semesta. Amin. -agawpr-