Pekan Suci

Pekan Suci dimulai dengan hari Minggu Palma, dilanjutkan dengan hari Senin sampai Kamis dalam Pekan Suci. Dalam Pekan Suci, Gereja merayakan misteri keselamatan yang diwujudkan Tuhan Yesus Kristus pada hari-hari terakhir hidup-Nya sejak Ia sebagai Mesias memasuki Yerusalem.

Masa Prapaskah berlangsung sampai dengan hari Kamis dalam Pekan Suci. Pekan Suci ini dilanjutkan dengan Tri Hari Paskah. Tri Hari Paskah dimulai dengan perayaan Kamis Putih, kemudian hari Jumat Agung, Sabtu Suci, dan mencapai puncaknya pada Malam Paskah dan berakhir dengan ibadat sore Minggu Paskah*1.

Dalam tata aturan liturgi Gereja, hari-hari Pekan Suci, yaitu dari hari Senin sampai dengan Kamis, diutamakan di atas semua hari raya*2. Dalam Pekan Suci ini, sakramen baptis dan penguatan atau krisma tidak boleh diberikan (Surat Edaran Kongregasi Ibadat dan Tata Tertib Sakramen mengenai Perayaan Paskah dan Persiapannya, 16 Januari 1988, no 27).

Begitu pula, kecuali sakramen tobat dan pengurapan orang sakit, perayaan sakramen-sakramen lain termasuk Ekaristi, baptis, perkawinan tidak diperbolehkan pada hari Jumat Agung dan Sabtu Suci (Surat Edaran Kongregasi Ibadat dan Tata Tertib Sakramen mengenai Perayaan Paskah dan Persiapannya, 16 Januari 1988, no. 61 dan 75) 

 
[Sumber: Buku Misa Minggu dan Hari Raya, terbitan Kanisius tahun 2011 - Komisi Liturgi Keuskupan Agung Semarang-]


----------------------------------------------------------------------------------

Catatan:
1. Minggu Paskah adalah Hari Raya paling utama dalam kehidupan Gereja. Hari itulah Gereja merayakannya dengan sangat meriah, melebihi Hari Raya lainnya, karena pada Minggu Paskah itulah seluruh misteri penebusan manusia direnungkan. Sementara pada Hari Minggu dan Hari Raya lainnya, perayaan Gereja tetap mengarah pada misteri keselamatan Paskah. Oleh karena itu Hari Paskah disebut juga sebagai Hari Raya dari segala Hari Raya (solemnity of solemmities, summa sollemnitas).
2. Apabila Hari Raya St. Yusuf, Suami SP. Maria dan Hari Raya Kabar Sukacita jatuh selama Pekan Suci dan Oktaf Paskah dipindahkan sebelum Pekan Suci atau Sesudah Oktaf Paskah.


Selasa, 08 April 2014 Hari Biasa Pekan V Prapaskah

Selasa, 08 April 2014
Hari Biasa Pekan V Prapaskah
  
“Setiap orang berkewajiban menyampaikan kebenaran kepada orang lain demi kejujuran” (St. Tomas Aquinas)
  

Antifon Pembuka (Mzm 27:14)
 
Taruhlah harapan-Mu pada Tuhan. Jadilah perwira dan tabahkanlah hatimu. Percayalah pada Allah.
 
Doa Pagi
 

Ya Allah kami, ampunilah kami insan yang lemah ini. Kami mudah menggerutu dan bersungut-sungut bila kami mengalami sesuatu yang tidak kami inginkan. Kami lebih suka mencari apa yang hanya menyenangkan hati kami. Tolonglah kami agar mampu menerima kenyataan hidup ini dan lebih terbuka terhadap kehendak-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
 
Ketaatan kepada Tuhan itu sangat membahagiakan. Sedangkan sikap tidak percaya dan melawan kehendak Tuhan akan mencelakakan. Orang Israel dihukum Tuhan karena sikap mereka yang menjengkelkan. Mereka tidak puas dengan makanan yang disediakan Tuhan. Artinya mereka tidak mensyukuri segala kebaikan Tuhan. Tatkala sadar dan menyesal, Tuhan berkenan mengampuninya. Tuhan memang Maharahim.

 
Bacaan dari Kitab Bilangan (21:4-9)
  
"Setiap orang yang terpagut ular, jika ia memandang ular tembaga itu, ia akan tetap hidup."
  
Ketika umat Israel berangkat dari Gunung Hor, mereka berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom. Bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa, “Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air! Kami telah muak akan makanan hambar ini!” Lalu Tuhan menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel itu mati. Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata, “Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan Tuhan dan engkau; berdoalah kepada Tuhan supaya dijauhkan ular-ular ini dari kami.” Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa, “Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.” Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang. Maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu.
Ayat. (Mzm 102:2-3.16-18.19-21)
1. Tuhan, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu. Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku pada hari aku tersesak. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku; pada hari aku berseru, segeralah menjawab aku!
2. Maka bangsa-bangsa menjadi takut akan nama Tuhan, dan semua raja bumi menyegani kemuliaan-Mu, bila Engkau sudah membangun Sion, dan menampakkan diri dalam kemuliaan-Mu; bila Engkau mendengarkan doa orang-orang papa, dan tidak memandang hina doa mereka.
3. Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji Tuhan, sebab ia telah memandang dari tempat-Nya yang kudus, Tuhan memandang dari surga ke bumi.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. Benih itu adalah Sabda Tuhan, penaburnya adalah Kristus. Setiap orang yang menemukan Dia, akan hidup selama-lamanya.
 
Yesus dan Bapa yang mengutus-Nya itu satu. Segala kuasa di surga dan bumi telah Bapa serahkan kepada Yesus, Sang Putera. Yesus datang ke dunia untuk melaksanakan rencana karya keselamatan Bapa. Jadi orang yang percaya kepada-Nya sama dengan percaya kepada Bapa. Berkat melimpah akan dicurahkan kepada orang yang percaya kepada ajaran Yesus. Itulah hakikat hati yang terbuka pada keselamatan Allah.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (8:21-30)
  
"Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu bahwa Akulah Dia."
  
Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang banyak, “Aku akan pergi, dan kamu akan mencari Aku; tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.” Maka kata orang-orang Yahudi itu, “Apakah Ia mau bunuh diri, dan karena itu dikatakan-Nya: ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?” Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.” Maka kata mereka kepada-Nya, “Siapakah Engkau?” Jawab Yesus kepada mereka, “Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan dengan kamu? Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu. Akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya itulah yang Kukatakan kepada dunia.” Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa. Maka kata Yesus, “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia yang telah mengutus Aku, menyertai Aku! Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan

Keberanian Yesus punya dasar. Segala yang dilakukan-Nya berasal dari Bapa. Karena itu Yesus yakin bahwa Bapa tidak akan membiarkan Dia berjalan seorang diri. Bapa yang mengutus-Nya akan selalu menyertai Dia. Keyakinan ini harus menjadi pegangan bagi kita bersama. Allah akan selalu menyertai kita bila kita senantiasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya dan apa yang berkenan kepada-Nya. Perbuatan yang berkenan pada Allah juga akan mendatangkan kepercayaan dari manusia.

Doa Malam

Ya Yesus, Engkau pernah mengatakan bahwa makanan-Mu adalah melakukan kehendak Bapa. Ajarilah kami agar dapat meneladan hidup-Mu, mendengarkan dan melakukan perintah-perintah-Mu, terutama perintah saling mengasihi. Semoga dari hari ke hari hidup kami semakin berkenan di hadapan-Mu. Amin.

RUAH