Lihat, Rajamu datang kepadamu! Ia lemah lembut dan menunggangi seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.

Minggu, 13 April 2014
Hari Minggu Palma

Matius 21:1-11
Yesaya 50:4-7; Mzm 22:8-9:17-18a.19-20.23-24; Filipi 2:6-11; Mat 26:14 - 27:66

"Lihat, Rajamu datang kepadamu! Ia lemah lembut dan menunggangi seekor keledai, seekor keledai beban yang muda."
      
Lazimnya, seorang raja menunggang kuda bukan keledai. Kuda adalah simbol kekuatan dan keperkasaan sehingga merupakan kendaraan perang (Yes 31:1-3; 1Raj 4:26). Sementara keledai adalah simbol kelemahlembutan, bahkan sering dikatakan sebagai binatang yang bodoh. Namun, keledai selalu siap sedia melayani karena sadar akan dirinya sebagai binatang untuk mengangkut beban. Yesus memasuki kota Yerusalem bukan untuk mengobarkan perang melawan orang Yahudi yang memusuhi dan hendak membunuh-Nya, juga bukan untuk melawan penjajah Romawi seperti yang dilakukan orang-orang zelot. Ia datang ke Yerusalem untuk menderita guna menanggung beban dosa kita dan mengangkat serta mengangkutnya pergi supaya kita dibebaskan dan diselamatkan. Maka, Ia menunggang keledai, binatang yang biasa menanggung dan mengangkut beban tuannya. Dengan demikian, Ia sungguh mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba yang harus berkorban untuk menanggung beban dan hukuman (bdk. Flp 2:6-11). Beban dan hukuman itu, seharusnya kita yang mananggungnya karena kita yang melakukan dosa, tetapi semua itu ditanggung-Nya demi kebebasan dan keselamatan kita. Yesus telah mengorbankan diri-Nya untuk kita, maka kita pun juga diajak untuk mau dan berani berkorban bagi sesama. Yesus telah menanggung beban kita, maka kita pun juga harus saling tolong menolong dalam menanggung dan meringkankan beban-beban kehidupan ini.

Doa: Tuhan Engkau telah mengorbankan diri demi keselamatan kami. Berilah kami kemauan dan kerelaan untuk berborban bagi orang lain dan saling tolong-menolong untuk menanggung dan meringankan beban-beban kehidupan kami. Amin. -agawpr-

Minggu, 13 April 2014 Hari Minggu Palma - Mengenangkan Sengsara Tuhan

Minggu, 13 April 2014
Hari Minggu Palma - Mengenangkan Sengsara Tuhan
     
Dari kitalah yang harus dihamparkan di bawah kaki Kristus, dan bukannya pakaian atau ranting-ranting palma yang tak bernyawa. (St. Andreas dari Kreta)

    
Antifon Pembuka (Mat 21:9 / PS 491 / GR hal. 137 / GM hal. 272 / GS hal. 115 )

    
Terpujilah Putra Daud! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Terpujilah Yang Mahatinggi!
   


Pengantar

Pada hari Minggu Palma ini kita memperingati masuknya Yesus ke kota Yerusalem. Di mana Ia disambut dengan meriah sebagai Raja Agung. Mesias yang sudah sekian lama dinanti-nantikan oleh orang Yahudi. Pada saat itu Yesus naik seekor keledai: Sebagai tanda bahwa Ia seorang raja yang lemah lembut dan rendah hati. Tetapi akhirnya Ia menyerahkan diri untuk ditangkap dan dijatuhi hukuman mati, disalibkan demi keselamatan kita dan keselamatan seluruh bangsa manusia.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (21:1-11)
 
   
"Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan."
    
Dalam perjalanan ke Yerusalem, ketika Yesus dan murid-muird-Nya telah dekat kota dan tiba di Betfage, yang terletak di bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya mendahului-Nya dengan pesan, "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Di situ kamu akan menemukan seekor keledai betina yang tertambat, dan anaknya ada di dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. Jikalau ada orang menegur kamu, katakan saja, 'Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya.'" Hal itu terjadi supaya terpenuhilah firman yang disampaikan oleh nabi, 'Katakanlah kepada putri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu! Ia lemah lembut dan menunggangi seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.' Maka pergilah kedua murid itu, dan mereka buat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka. Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka, dan Yesuspun naik keatasnya. Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan; ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon dan menyebarkannya di jalan. Dan semua orang yang berjalan di depan dan di belakang Yesus, berseru, "Hosana bagi Putra Daud! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Hosana di tempat yang mahatinggi!" Ketika Yesus masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu, dan orang berkata, "Siapakah orang ini!" Dan semua menjawab, "Inilah Nabi Yesus dari Nazaret di Galilea!"
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
  

Perarakan Daun Palma

Ayat. Pola lagu: 1 2 3 3 . . . 2 3 (1) 1 . ' 3 . . . 1 2 3 2 (1) 1 . //
1. Ber-so-rak-sorailah bagi Tuhan, hai se- lu - ruh bu - mi,
beribadahlah kepada Tuhan d e n g a n su - ka ci - ta!

2. Da-tang-lah ke hadapan-Nya dengan so- rak-so- rai!
Ketahuilah bahwa Tu-han-lah Al-lah.
3. Ma-suk-lah melalui pintu gerbangnya
dengan nya- nyi - an syu-kur,
bersyukurlah kepada-Nya, pu-ji-lah na-ma-Nya.
4. Ke-mu-liaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Ku-dus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang
segala a- bad. Amin.
  

Antifon Pembuka (Mzm 23:9-10)

Enam hari sebelum hari raya Paskah, tatkala Tuhan memasuki Yerusalem, anak-anak menyongsong-Nya. Mereka membawa daun palma dan bersorak gembira: Terpujilah Yang Mahatinggi! Diberkatilah yang datang dengan kerahiman berlimpah. 

  


  
Doa Pagi    
    

Allah yang Mahakuasa dan kekal, Engkau telah menyerahkan Juru Selamat kami yang telah menjadi manusia dan direndahkan sampai wafat di salib sebagai teladan kerendahan bagi umat manusia. Perkenankanlah, agar kami meneladani sengsara-Nya dan pantas untuk bangkit bersama Dia, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.                 .
   
Bacaan dari Kitab Yesaya (50:4-7)
        

"Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai, karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu."
            
Tuhan Allah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataanku aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seperti seorang murid. Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabuti janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. Tetapi Tuhan Allah menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Maka aku meneguhkan hatiku seperti teguhnya gunung batu, karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.




Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Filipi (2:6-11)

   
"Yesus merendahkan diri, maka Allah sangat meninggikan Dia."
   
Saudara-saudara, Yesus Kristus, walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!  
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.   

KISAH SENGSARA - Tahun A Mat 26:14 - 27:66
P: Penginjil; K: Kristus; R: ucapan Rakyat, serta orang lain
    
P Inilah Kisah Sengsara Tuhan kita Yesus Kristus menurut Matius:

Pada waktu itu, seorang dari kedua belas murid Yesus,
yaitu yang bernama Yudas Iskariot,
pergi kepada imam-imam kepala.
Ia berkata kepada mereka:
  
R Apa yang hendak kamu berikan kepadaku,
jika aku menyerahkan Dia kepadamu?
  
P Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.
Dan mulai saat itu, Yudas mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.
Pada hari pertama dari Hari Raya Roti-Tak-Beragi
datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata:
  
R Di manakah Engkau kehendaki
kami menyiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?
  
P Jawab Yesus:  
K Pergilah ke kota, kepada si Anu, dan katakanlah kepadanya, 'Beginilah pesan Guru: Saat-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku ingin merayakan Paskah
bersama dengan murid-murid-Ku.’
 
P Lalu murid-murid melakukan
seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka,
dan menyiapkan Paskah.
Setelah hari menjadi malam,
Yesus duduk makan bersama dengan kedua belas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata:
      
K Aku berkata kepadamu:
Sungguh, seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.
    
P Dengan hati sangat sedih
mereka seorang demi seorang, bertanya kepada-Nya:
  
 
R Bukan aku, ya Tuhan?  
P Yesus menjawab:   
K Seorang yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam piring ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
Putra Manusia memang akan pergi,
sesuai dengan apa yang ada tertulis tentang Dia,
tetapi celakalah orang yang olehnya Putra Manusia itu diserahkan! Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan!
  
P Yudas, yang hendak menyerahkan Yesus itu, menyambung  
R Bukan aku, ya Rabi?   
P Kata Yesus kepadanya:   
K Engkau telah mengatakannya.  
P Ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti,
mengucap berkat, memecah-mecahkan roti itu,
lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya seraya berkata:
  
K Ambillah dan makanlah, inilah tubuh-Ku.   
P Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur,
lalu memberikannya kepada mereka seraya berkata:
   
K Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang demi pengampunan dosa. Aku berkata kepadamu:
mulai saat ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur, sampai pada hari Aku minum anggur yang baru bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku.
   
P Sesudah menyanyikan lagu pujiun.
pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke bukit Zaitun.
Maka berkatalah Yesus kepada mereka:
  
K Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis, 'Aku akan membunuh gembala,
dan kawanan domba akan tercerai-berai.,
Akan tetapi sesudah bangkit,
Aku akan mendahului kamu ke Galilea.
    
P Petrus menjawab:   
R Biarpun mereka sernua tergoncang imannya karena Dikau, aku sekali-kali tidak!   
P Yesus berkata kepadanya:     
K Aku berkata kepadamu: Sungguh, malam ini,
sebelum ayam berkokok, engkau akan menyangkal Aku tiga kali.
  
P Kata Petrus kepada-Nya:  
R Sekalipun aku harus mati bersama Dikau,
aku takkan menyangkal Engkau!
  
P Semua murid yang lain berkata demikian juga.
Maka sampailah Yesus bersama murid-murid-Nya
ke suatu ternpat yang bernama Getsemani.
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:
  
K Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.  
P Yesus membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka:  
K Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya!
Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah bersama Aku.
  
P
Yesus maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya:
   
K Ya Bapa-Ku, sekiranya mungkin.
biarlah cawan ini dijauhkan dan pada-Ku;
tetapi janganlah seperti yang Aku kehendaki,
melainkan seperti yang Engkau kehendaki.
  
P Setelah itu Yesus kembali kepada murid-murid-Nya, dan mendapati mereka sedang tidur.
Maka Yesus berkata kepada Petrus:
  
K Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Daku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan!
Roh memang penurut, tetapi daging itu lemah.
  
P Lalu Yesus pergi untuk kedua kalinya dan berdoa:  
K Ya Bapa-Ku, jika cawan ini tidak dapat dijauhkan
kecuali kalau Kuminum, maka jadilah kehendak-Mu!
  
P Dan ketika kembali pula,
Ia mendapati murid-murid-Nya sedang tidur,
sebab mata mereka sudah berat.
Yesus membiarkan mereka,
lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya,
dan Ia mengucapkan doa yang sama.
Sesudah itu Ia kembali kepuda murid-murid-Nya
dan berkata kepada mereka:
  
K Tidurlah sekarang, dan beristirahatlah!
Lihat, saatnya sudah tiba, Putra Manusia diserahkan
ke tangan orang-orang berdosa..
Bangunlah, marilah kita pergi.
Dia yang menyerahkan Daku, sudah dekat.
   
P waktu Yesus masih berbicara, datanglah Yudas,
salah seorang dari kedua belas murid Yesus,
dan bersama dia datang pula suatu rombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, mereka itu suruhan imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. Orang yang menyerahkan Yesus, telah memberitahukan tanda ini kepada mereka:
 
R Orang yang akan kucium, itulah Dia,
dialah yang harus kamu tangkap!
  
P Segera Yudas maju dan mendapatkan Yesus dan berkata:  
R Salam, ya Rabi!  
P Lalu ia mencium Yesus. Tetapi Yesus berkata kepadanya:  
K Hai teman, untuk itukah engkau datang?    
P Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap Dia. Tetapi salah seorang dari mereka yang menyertai Yesus, mengulurkan tangan, menghunus pedang,
dan menetakkannya kepada hamba Imam Agung,
sehingga terpotonglah telinganya.
Maka kata Yesus kepadanya:
  
K Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya,
sebab barangsiapa menggunakan pedang,
ia akan binasa oleh pedang.
Atau kausangka Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya segera Ia kirim lebih dari dua belas pasukan malaikat untuk membantu Aku?
Tetapi kalau begitu, bagaimanakah akan terpenuhi apa yang tertulis dalam Kitab Suci,  
yang mengatakan bahwa harus terjadi demikian  
P Lalu Yesus berkata kepada orang banyak itu:
K Sangkamu Aku ini penyamun, sehingga kamu datang
lengkap dengan pedang dan pentung, untuk menangkap Daku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Daku.
Akan tetapi semua ini terjadi
supaya terpenuhilah apa yang tertulis dalam kitab nabi-nabi.
  
P Lalu semua murid meninggalkan Yesus dan melarikan diri. P Sesudah menangkap Yesus,
mereka membawa Dia menghadap Kayafas, Imam Agung. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan kaum tua-tua. Petrus mengikuti Yesus dari jauh,
sampai masuk ke halaman rumah Imam Agung.
Setelah masuk ke dalam,
Petrus duduk di tengah-tengah para pengawal,
untuk melihat kesudahan dan perkara itu.
Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama, mencari kesaksian palsu terhadap Yesus,
supaya Ia dapat dihukum mati.
Tetapi mereka tidak mendapat bukti apa-apa,
walaupun tampil banyak saksi dusta.
Akhirnya tampillah dua orang yang mengatakan:

R Orang ini berkata, ‘Aku dapat merobohkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam waktu tiga hari.’
P Lalu Imam Agung itu berdiri dan berkata kepada Yesus:
R Tidakkah Engkau memberjawab
atas tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?

P Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Agung kepada-Nya:
R Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami:
Apakah Engkau Mesias, Putra Allah, atau bukan!

P Jawab Yesus:  
K Engkau mengatakannya. Aku berkata kepadamu:
Mulai sekarang kamu akan melihat
Putra Manusia duduk di sebelah kanan Allah yang Maha Kuasa dan datang di atas awan-awan di langit!
  
P Maka Imam Agung mengoyakkan pakaiannya dan berkata:  
R Dia menghojat Allah! Untuk apa kita mencari saksi lagi!
Sekarang telah kamu dengar hojat-Nya. Bagaimana pendapatmu?
  
P Mereka menjawab:  
R Ia harus dihukum mati!  
P Lalu mereka meludahi wajah Yesus dan menampar Dia.
Ada orang lain memukul Dia dan berkata:
  
R Coba katakanlah kepada kami, hail Mesias,
siapakah yang memukul Engkau?
  
P Sementara itu Petrus duduk di luar, di halaman.
Maka datanglah seorang pelayan wanita kepadanya dan berkata:
  
R Engkau juga selalu bersama dengan Yesus, orang Galilea itu!   
P Tetapi Petrus menyangkal di depan semua orang, katanya:   
R Aku tidak tahu apa yang kaumaksudkan!  
P Ketika Petrus pergi ke pintu gerbang,
seorang wanita lain melihat dia
dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ:
  
R Orang ini bersama dengan Yesus, orang Nazaret itu!  
P Tetapi Petrus menyangkal lagi dengan bersumpah, katanya:  
K Aku tidak kenal orang itu!  
P Tidak lama kemudian
orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata
  
K Pasti engkau pun salah seorang dari mereka!
Itu jelas dari bahasamu!
  
P Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah:  
R Aku tidak kenal orang itu!  
P Dan pada saat itu berkokoklah ayam.
Maka teringatlah Petrus
akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya,
“Sebelum ayam berkokok, engkau akan menyangkal Aku tiga kali." Lalu ia pergi keluar dan menangis dengan sedih.
Ketika hari mulai siang,
semua imam kepala dan kaum tua-tua bangsa Yahudi berkumpul
dan mengambil keputusan bahwa Yesus harus dibunuh.
Maka Yesus dibelenggu,
lalu mereka menyerahkan Dia kepada Pilatus,
yang adalah wali negeri.
Ketika Yudas, yang telah menyerahkan Yesus, melihat
bahwa Yesus tclah dijatuhi hukuman mati, menyesallah dia.
Lalu ia mengembalikan uang tiga puluh perak itu
kepada imam-imam kepala dan kaum tua-tua, sambil berkata:
  
R Aku telah berdosa,
karena menyerahkan darah orang yang tidak bersalah!
     
P Tetapi jawab mereka:  
R Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!  
P Maka Yudas melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci,
lalu pergi dari situ dan menggantung diri
Imam-imam kepala. memungut. uang itu dan berkata:
  
R Uang ini tidak boleh dimasukkan ke dalam peti persembahan,
sebab ini uang darah!
  
P Sesudah berunding, maka dengan uang itu mereka membeli
sebidang tanah, yang disebut Tanah Tukang Periuk,
untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing.
Itulah sebabnya sampai hari ini tanah itu disebut Tanah Darah.
Dengan demikian terpenuhilah Fiman
yang disampaikan oleh Nabi. Yeremia, katanya,
Mereka menerima tiga puluh uang perak,
yaitu harga yang ditetapkan untuk satu orang
menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel,
dan meraka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk,
seperti yang dipesan Tuhan kepadaku."
  
Lalu Yesus dihadapkan kepada walinegeri, yakni Pilatus.
Dan walinegeri itu bertanya kepada Yesus:
  
R Benarkah Engkau raja orang Yahudi?  
P Jawab Yesus:  
K Engkau sendiri mengatakannya!  
P Tetapi atas tuduhan yang diajukan
oleh imam-imam kepala dan kaum tua-tua terhadap diri-Nya,
Yesus tidak memberi jawab apa pun.
Maka kata Pilatus kepada-Nya:
  
R Tidakkah Engkau dengar
betapa banyak tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?
  
P Tetapi Yesus tidak menjawab sepatah kata pun,
sehingga walinegeri itu sangat heran.
Telah menjadi kebiasaan bagi walinegeri
untuk membebaskan seorang hukuman pada tiap hari raya
sesuai dengan pilihan rakyat.
Pada waktu itu ada dalam penjara
seorang yang terkenal karena kejahatannya, namanya Barabas.
Karena mereka sudah berkumpul di sana,
Pilatus bertanya kepada mereka:
  
R Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu:
Barabas? Ataukah Yesus, yang disebut Kristus?
   
P Pilatus sebenarnya tahu bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.
Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan.
isterinya mengirim pesan kepadanya:
   
R Jangan engkau mencampuri perkara orang yang saleh ini,
sebab dalam mimpi tadi malam aku sangat menderita karena Dia.
  
P Tetapi karena hasutan imam-imam kepala dan kaum tua-tua.
rakyat bertekad meminta supaya Barabaslah yang dibebaskan
dan Yesus dihukum mati. Wallnegeri menjawab dan bertanya lagi kepada mereka:
     
R Siapa di antara kedua orang ini yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?  
P Kata mereka:  
R Barabas!  
P Kata Pilatus kepada mereka:     
  R Kalau begitu, apa yang harus kubuat dengan Yesus yang disebut Kristus?" 
P Mereka semua berseru:  
R la harus disalibkan!  
P Kata Pilatus:  
R Tetapi kejahatan apa yang telah dilakukan-Nya?  
P Namun semakin keras mereka berteriak,   
R Ia harus disalibkan!  
P Pilatus melihat bahwa segala usahanya percuma,
malah sudah mulai timbul kekacauan.
Maka la mengambil air
dan membasuh tangannya di hadapan rakyat. seraya berkata:
Aku tidak bersalah terhadap darah orang inil
Itu urusan kamu sendiri!
  
P Dan seluruh rakyat itu menjawab:   
R. Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami
dan atas anak-anak kami!
Lalu Pilatus membebaskan Barabas bagi mereka.
tetapi ia menyuruh supaya Yesus didera;
lalu ia menyerahkan Dia untuk disalibkan.
Para serdadu walinegeri membawa Yesus ke gedung pengadilan,
lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul di sekeliling Yesus.
Mereka menanggalkan pakaian Yesus
dan mengenakan sebuah mantel berwarna ungu pada-Nya.
Mereka mengenyam sebuah mahkota duri
dan menaruhnya di atas kepala Yesus.
lalu memberi Dia sebatang buluh dl tangan kanan-Nya.
Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya
serta mengolok-olok Dia dengan berkata:
   
R Salam. hai raja orang Yahudi!   
P Mereka meludahi Yesus, lalu mengambil buluh itu,
dan dengan buluh itu memukul kepala-Nya.
Sesudah mengolok-olok Dia,
mereka menanggalkan mantol itu dari pada-Nya
dan mengenakan kembali pada-Nya pakaian-Nya sendiri.
Kemudian mereka membawa Yesus keluar untuk disalibkan.

     
P Ketika berjalan ke luar kota,
mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene. yang bernama Simon
Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.
Maka sampailah mereka ke tempat yang bernama Golgota,
artinya: Tempat Tengkorak.
Lalu mereka memberi Yesus minum anggur bercampur empedu.
Tetapi setelah mengecapnya. Yesus tidak mau meminumnya.
Sesudah menyalibkan Yesus,
para serdadu membagi-bagi pakaian Yesus dengan membuang undi.
Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia.
Di atas kepala Yesus terpasang tulisan
yang menyebut alasan mengapa la dihukum, yaitu:
'Inilah Yesus Raja Orang Yahudi'.
Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun
seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya.
Orang-orang yang lewat di situ, mengejek Yesus
dan sambil menggelengkan kepala, mereka berkata:
   
R Hai, Engkau yang mau merobohkan Bait Suci
dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari,
selamatkanlah diri-Mu!
Jika Engkau Putra Allah, turunlah dari salib!
   
P Demikian juga imam-imam kepala
bersama para ahli Taurat dan orang tua-tua
mengolok-olok Yesus dan berkata:
  
R Orang lain diselamatkan-Nya.
tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat la selamatkan!
Dia raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib.
barulah kami akan percaya kepada-Nya!
la menaruh harapan-Nya pada Allah,
biarlah Allah menyelamatkan Dia
jika Allah berkenan kepada-Nya!
Karena la telah berkata, 'Aku adalah Putra Allah.”
  
P Bahkan kedua penyamun yang disalihkan bersama dengan Yesus,
menghinakan Dia juga.
Mulai dari jam dua belas
kegelapan meliputi seluruh daerah. itu sampai jam tiga.
Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring:
  
K Eli, Eli. lama sabakhtani!  
P Artinya, 'Allahku, ya Allahku,
mengapa Engkau meninggalkan Dakul'
Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ, berkata:
  
R Ia memanggil Elia!  
P Dan segera seorang dari mereka datang mendekat.
ia mengambil bunga karang,
mencelupkannya ke dalam anggur asam,
lalu mencucukkannya pada sebatang buluh
dan memberi Yesus minum.
Tetapi orang-orang lain berkata:
  
R Jangan! Baiklah kita lihat
apakah Elia datang menyelamatkan Dial
  
P Yesus berseru lagi dengan suara nyaring,
lalu menyerahkan nyawa-Nya.
   
Semua hening sejenak merenungkan wafat Tahan.
  
P Dan lihat,
tirai di Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah.
Dan terjadilah gempa bumi;
bukit-bukit batu terbelah, kubur-kubur terbuka,
dan banyak orang kudus yang telah meninggal, bangkit.
Dan sesudah kebangkitan Yesus,
mereka pun keluar dari kubur. lalu masuk ke kota suci.
dan menampakkan diri kepada banyak orang.
Ketika menyaksikan gempa bumi dan apa yang telah terjadi,
kepala pasukan dan para praiu rit yang menjaga Yesus,
berkata:
   
R Sungguh. orang ini adalah Putra Allah!  
P Adapula di situ banyak wanita yang memandang dari jauh,
yaitu wanita-wanita yang mengikuti Yesus dari Galilea
untuk melayani Dia.
Di antara mereka terdapatlah Maria Magdalena,
Maria ibu Yakobus dan Yusuf dan ibu anak-anak Zebedeus.
Menjelang malam datanglah seorang kaya,
yang berasal dari Arimatea. yang bernama Yusuf;
yang telah menjadi murid Yesus juga.
Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta jenazah Yesus.
Maka Pilatus memberi perintah
supaya jenazah Yesus diserahkan kepadanya.
Lalu Yusuf menurunkan jenazah Yesus,
mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih,
lalu membaringkannya di dalam kuburnya sendiri
yang baru saja dia gali dalam bukit batu.
Sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu,
pulanglah ia.
Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ,
sambil duduk di depan kubur.
Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan.
datanglah imam-imam kepala bersama dengan orang-orang Farisi
menghadap Pilatus.
Kata mereka kepada Pilatus:
    
R Tuan, kami ingat bahwa si penyesat itu,
sewaktu ia masih hidup, berkata,
'Sesudah tiga hari Aku akan bangkit.”
Karena itu, perintahkanlah
untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga.
Kalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang mencuri jenazah-Nya,
lalu mengatakan kepada rakyat,
'Ia telah bangkit dari antara orang mati!'
Penyesatan ini akan lebih buruk akibatnya
daripada yang sebelumnya!
   
P Kata Pilatus kepada mereka:   
R Ini penjaga-penjaga bagimu;
pergilah dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya!
  
P Maka pergilah mereka,
dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu
mereka memeteraikan kubur Yesus dan mengatur penjagaannya.
   
Demikianlah Kisah Sengsara Tuhan kita.
U. Terpujilah Kristus.
      
 Renungan

Setiap orang mempunyai masalah yang mengakibatkan penderitaan. Setiap keluarga mempunyai masalah. Bahkan, kita semua tahu Yesus juga mempunyai masalah dan penderitaan. Tetapi Yesus mempunyai sikap yang bijaksana di dalam menghadapi sengsara maupun penderitaan-Nya. Ia tidak kalah dengan masalah dan penderitaan. Ada tiga langkah bijak Yesus seturut Injil tadi: 

Pertama, Yesus berani melaksanakan Malam Perjamuan Terakhir. Yesus tahu apa yang akan dihadapi dan dialami. Yesus tahu dalam waktu yang dekat akan mengalami kesengsaraan hebat. Yesus mau agar para murid mendengarkan dan mengerti apa yang dilakukan-Nya dalam Malam Perjamuan Terakhir. Ekaristi bagi Yesus adalah suatu peristiwa nyata dan otentik yang menjadi tanda dan sarana penebusan yang diajalnkan. Bagi Yesus semua yang dilakukan tidak ada artinya bila tidak dimaknai dari Ekaristi.

Kedua, Yesus berani pergi menyongsong kematian-Nya dengan iman. Iman akan penebusan-Nya telah dirayakan dalam Ekaristi. Iman yang demikian pula yang dipraktekkan dalam perbuatan-Nya untuk selanjutnya. Pertama-tama Yesus mengingatkan para murid agar tidak tergoncang imannya. Petrus menyombongkan dirinya tidak akan pernah tergoncang. Tapi bagaimana kenyataannya? Dia dan para murid tergoncang. Penderitaan dan salib sangat berat dalam kenyataan. Ini pula yang seringkali terjadi dalam hidup kita. Kita mengaku diri beriman dan kuat tetapi ketika penderitaan dan salib itu tiba terkadang tergoncang pula iman kita. Sebagai orang beriman kita justru harus rendah hati. Orang beriman itu adlaah orang-orang yang rendah hati dan malah menjadi kuat.

Ketiga, Yesus berani di salib. Ada pengalaman. Dalam suatu retret di Tumpang, Malang – Jatim, karena orang mengalami kasih Allah sering ia ingin berlama-lama di sana. Karena kalau ia pulang bertemu dengan keluarga yang tidak damai. Tetapi, suster di sana selalu menganjurkan dia pulang. Kata suster, “Cinta Tuhan tidak hanya di atas gunung, atau di tempat retret ini. Allah mencintaimu kapan dan di mana pun, anakku!” akhirnya, dia pulang dengan berubah cerah.
 
  Yesus bukan orang pengecut, yang tidak mau menderita atau tidak mau ambil resiko. Tidak! Dia orang yang berani menghadapi masalah sengsara dan penderitaan bersama cinta Allah, Bapa-Nya. Ia berani memanggul bahkan disalibkan di situ. Kita ingat jauh-jauh hari, Yesus telah mengingatkan kita bila ingin dilayakkan menjadi murid-Nya, setiap orang harus berani menyangkal diri dan memikul salib (bdk. Luk 9:23). Yesus telah memberi teladan secara nyata. Dia tahu pasti hal itu adalah bagian dari kehendak Allah. Allah di pihak Yesus dan juga di pihak kita. Percayalah bila Allah di pihak kita, maka kita akan menang, kendati menurut ukuran dunia kalah dan hancur! (bdk. Roma 8:31b).

Selamat berjuang melalui penderitaan menuju kemuliaan hidup Anda. Tuhan Yesus Sang Pembela kita memberkatimu. Amin. (Andreas Yudhi Wiyadi, O.Carm)

 


RUAH

Yesus akan mati untuk seluruh bangsa; bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.

Sabtu, 12 April 2014
Hari Biasa Pekan V Prapaskah

Yehezkiel 37:21-28; MT Yer 31:10.11-12b.13; Yohanes 11:45-56

"Yesus akan mati untuk seluruh bangsa; bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai."

Ketika nenek saya meninggal (2007), saya masih frater. Waktu itu sedang musim ujian dan kebetulan saya mendapat jadwal untuk ujian lisan di sore hari. Entah bagaimana, setelah keluar dari ruang ujian, saya merasa harus segera pulang ke rumah. Maka, saya segera cari pinjaman motor dan segera pulang. Sampai di rumah, ternyata saudara-saudara dan beberapa tetangga sudah berkumpul dan sedang berdoa rosario di sekitar nenek yang sedang mengalami sakratul maut. Saya pun segera bergabung dan memimpin 10 Salam Maria peristiwa terakhir sambil membisikkannya di telinga nenek. Makin lama, nafasnya makin pelan dan pada saat Salam Maria terakhir, nenek berhenti bernafas. Beliau menghadap Tuhan dengan damai. Setelah itu, para tetangga mulai berdatangan. Hari berikutnya semakin banyak. Paklik dan bulik saya pun berkumpul semua.

Peristiwa tersebut muncul kembali ketika saya merenungkan Injil hari ini. Kematian seorang manusia biasa saja mampu mengumpulkan dan mempersatukan banyak orang, apalagi kematian Yesus. Wafat Yesus yang disusul dengan kebangkitan-Nya mengumpulkan dan mempersatukan banyak orang dari segala suku, bahasa, dan bangsa di seluruh penjuru dunia sebagai anak-anak Allah. Ia tidak wafat untuk diri-Nya sendiri tetapi untuk kita semua supaya kita mendapatkan pengampunan dosa dan penebusan serta kelak dapat berkumpul dan bersatu sebagai anak-anak Allah di surga. Maka, sudah selayaknya sejak di dunia ini kita hidup rukun dan bersatu padu dengan semua orang. Kita jauhi segala macam hal yang dapat menyebabkan permusuhan, perpecahan dan ketercerai-beraian.
                                                                          
Doa: Yesus, Engkau telah mengorbankan diri untuk mempersatukan kami sebagai anak-anak Bapa di surga. Semoga kami Kaumampukan untuk hidup rukun dan berdamai dengan semua orang. Amin. -agawpr-

Sabtu, 12 April 2014 Hari Biasa Pekan V Prapaskah

Sabtu, 12 April 2014
Hari Biasa Pekan V Prapaskah
  
“Gereja tidak mengenal sarana lain dari Pembaptisan, untuk menjamin langkah masuk ke dalam kebahagiaan abadi” (Katekismus Gereja Katolik, 1257)
   

Antifon Pembuka (Mzm 22:20.7)
     
Tuhan, jangan Kaujauhkan bantuan-Mu dari padaku, tetapi segera tolonglah aku. Aku ini bagaikan cacing dan bukan manusia, cercaan orang dan hinaan rakyat.

Doa Pagi

Bapa yang Maha Pengasih, syukur atas kesempatan merenungkan karya keselamatan-Mu pada retret agung ini. Engkau selalu mengingatkan bahwa tujuan hidup ini menjadi milik-Mu seutuhnya sesuai penyelenggaraan-Mu yang mengagumkan. Bantulah kami hari ini untuk melaksanakan kehendak-Mu. Amin.

Allah senantiasa memelihara Israel dalam kesatuan dan kedamaian. Allah ingin agar Israel menjadi bangsa yang kuat bersama Raja Daud yang taat kepada-Nya. Allah ingin selalu hadir di tengah-tengah Israel dan memberkati mereka.

Bacaan dari Kitab Yehezkiel (37:21-28)
 
"Aku akan menjadikan mereka satu bangsa."
    
Beginilah firman Tuhan Allah, “Sungguh, Aku akan menjemput orang Israel dari tengah bangsa-bangsa, ke mana mereka pergi; Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke tanah mereka. Aku akan menjadikan mereka satu bangsa di tanah mereka, di atas gunung-gunung Israel, dan satu orang raja memerintah mereka seluruhnya; mereka tidak lagi menjadi dua bangsa dan tidak lagi terbagi menjadi dua kerajaan. Mereka tidak lagi menajiskan dirinya dengan berhala-berhala, atau dewa-dewa mereka yang menjijikkan, atau dengan semua pelanggaran mereka. Tetapi Aku akan melepaskan mereka dari segala penyelewengan mereka, dengan mana mereka berbuat dosa. Aku akan mentahirkan mereka, sehingga mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahnya. Maka hamba-Ku Daud akan menjadi rajanya, dan mereka semuanya akan mempunyai satu gembala. Mereka akan hidup menurut peraturan-peraturan-Ku dan melakukan ketetapan-ketetapan-Ku dengan setia. Mereka akan tinggal di tanah yang Kuberikan kepada hamba-Ku Yakub, di mana nenek moyang mereka tinggal; sungguh, mereka, anak-anak mereka maupun cucu-cicit mereka akan tinggal di sana untuk selama-lamanya, dan hamba-Ku Daud menjadi raja mereka untuk selama-lamanya. Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka. Aku akan memberkati mereka dan melipat gandakan mereka, dan memberikan tempat kudus-Ku di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya. Tempat kediaman-Ku pun akan ada pada mereka; Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Maka bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Aku, Tuhan, menguduskan Israel, pada waktu tempat kudus-ku berada di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan Allah menjaga kita seperti gembala menjaga kawanan dombanya.
Ayat. (Yeremia 31:10.11-1abc.13)
1. Dengarlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala menjaga kawanan dombanya.
2. Sebab Tuhan telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat daripadanya. Mereka akan datang bersorak-sorai di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebaikan Tuhan.
3. Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang-orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur dan menyukakan mereka sesudah kedukaan.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. Buanglah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku, dan perbaharuilah hati serta rohmu.

Allah menjanjikan karya keselamatan bagi dunia yang dikuasai dosa. Allah merealisasikan janji keselamatan ini melalui pribadi Yesus, Putera-Nya. Hidup dan karya Yesus menyentak kenyamanan banyak orang. Yesus menyadarkan mereka untuk segera membarui hidupnya. Pembaruan Yesus ini melalui sengsara dan wafat-Nya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (11:45-56)
 
"Yesus akan mati untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai."
 
Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria, dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus terhadap Lazarus percaya kepada-Nya. Tetapi ada juga yang pergi kepada orang-orang Farisi, dan menceritakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu. Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul. Mereka berkata, “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mukjizat. Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya, lalu orang-orang Roma akan datang, dan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.” Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka, “Kamu tidak tahu apa-apa! Kamu tidak insyaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh bangsa kita ini binasa.” Hal ini dikatakan Kayafas bukan dari dirinya sendiri. Tetapi, sebagai Imam Besar pada tahun itu, ia bernubuat bahwa Yesus akan mati untuk seluruh bangsa; bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di tengah orang-orang Yahudi. Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim. Di situ Ia tinggal bersama murid-murid-Nya. Waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum paskah itu. Mereka mencari Yesus, dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain, “Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan

Suatu kebenaran yang mengagumkan dari orang lain bisa saja ditanggapi dengan jujur dan apa adanya. Namun bisa juga tidak. Tergantung apakah orang membangun hati yang jujur dan bersih atau hati yang busuk, kotor, penuh tipu muslihat dan kemunafikan.

Doa Malam

Yesus, Penebus kami, kami bersyukur karena melalui sengsara, wafat dan kebangkitan-Mu kami beroleh keselamatan, yakni pengampunan dosa. Engkaulah Penebus dan Penyelamat kami, untuk sepanjang segala masa. Amin.


RUAH

Orang-orang Yahudi mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka.

Jumat, 11 April 2014
Hari Biasa Pekan V Prapaskah
 
Yeremia 20:10-13; Mazmur 18:2-3a.3bc-4.5-6.7; Yohanes 10:31-42
  
Sekali peristiwa orang-orang Yahudi mau melempari Yesus dengan batu. Tetapi kata Yesus kepada mereka, “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku Kuperlihatkan kepadamu; manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku dengan batu?” ... Sekali lagi mereka mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka.

Permusuhan orang-orang Yahudi kepada Yesus semakin memuncak. Karena hati mereka sudah dipenuhi dengan kebencian, mereka sudah tidak mau lagi menerima apapun yang dikatakan-Nya. Bagi mereka, semua yang dikatakan dan dilakukan Yesus serba dilihat secara negaif. Karena selalu kalah, mereka tidak mau lagi berdikusi atau mengajukan pertanyaan untuk menjebak Yesus seperti waktu-waktu sebelumnya. Mereka sudah mulai menggunakan kekerasan fisik, yakni hendak melempari-Nya dengan batu. Namun, lagi-lagi Yesus luput dari tangan mereka dan Ia tidak gentar menghadapi mereka. Ia tahu bahwa akan tiba saat-Nya, Ia jatuh di tangan mereka dan mereka akan membunuh-Nya sebagaimana telah Ia beritahukan kepada para murid-Nya sampai 3x (Mrk 8:31; 9:31; 10:33). Semua itu harus terjadi demi terlaksananya kehendak Bapa dan demi terselamatkannya umat manusia. Kita, di satu sisi mungkin pernah/sedang diperlakukan seperti Yesus: dibenci, dimusuhi atau diperlakukan secara tidak baik lainnya. Namun, kalau kita yakin secara objektif bahwa kita benar, kita harus bertahan dan terus maju dengan kayakinan bahwa "Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, ... Sebab Ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat" (Yer 20:11.13). Atau di sisi lain, kita justru bertindak seperti orang Yahudi dalam memperlakukan Yesus, yakni memusuhi, membeci dan melempari mereka dengan batu yang berupa kata-kata pedas menyakitkan, sindiran dan tuduhan yang memojokkan, tatapan mata yang sinis dan menghakimi, lemparan pekerjaan yang seharusnya menjadi tanggungjawab kita, dll. Kalau ini yang terjadi, maka pesannya jelas, yakni: bertobat, koreksi diri dan memperbarui hidup.

Doa: Tuhan, bantulah kami untuk menghilangkan setiap kebencian dan permusuhan dalam hidup kami supaya kami dapat hidup damai dengan semua orang. Amin. -agawpr-

Jumat, 11 April 2014 Hari Biasa Pekan V Prapaskah

Jumat, 11 April 2014
Hari Biasa Pekan V Prapaskah (Hari Pantang)
  
Jika engkau memanggul salibmu dengan sukacita, maka salibmu akan memanggulmu. (Tomas A. Kempis)

  
Antifon Pembuka (Mzm 31:10.16.18)
 
Sayangilah aku, ya Tuhan, sebab aku menderita.Lepaskanlah aku dari tangan musuh yang mengejar aku. Tuhan, jangan sampai aku kecewa, sebab aku berseru kepada-Mu

Doa Pagi


Ya Allah, di tengah kumpulan kesesakan, nabi Yeremia tetap berani percaya pada perlindungan dan pertolongan-Mu. Pada pagi ini pun kami pecaya bahwa Engkau menyertai setiap langkah hidup kami. Maka, tuntunlah ke jalan yang benar, saudara-saudara kami yang saat ini berada di jalan kejahatan. Semoga mereka dan kami pun menyadari akan penyelenggaraan-Mu yang menyelamatkan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
    
Bacaan dari Kitab Yeremia (20:10-13) 
   
"Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah."
     
Aku telah mendengar bisikan banyak orang, “Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Mari kita mengadukan dia!” Semua sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh. Kata mereka, “Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!” Tetapi Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku tersandung jatuh, dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil; suatu noda yang selama-lamanya tidak akan terlupakan! Ya Tuhan semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku. Menyanyilah untuk Tuhan, pujilah Dia! Sebab Ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengar suaraku.
Ayat. (Mzm 18:2-3a.3bc-4.5-6.7)
1. Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku! Ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku.
2. Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku! Terpujilah Tuhan, seruku; maka aku pun selamat daripada musuhku.
3. Tali-tali maut telah meliliti aku, dan banjir-banjir jahanam telah menimpa aku; tali-tali dunia orang mati telah membelit aku, perangkap-perangkap maut terpasang di depanku.
4. Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan. Kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya.
 
Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal
Ayat. Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Engkau mempunyai sabda kehidupan kekal.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (10:31-42)
  
"Orang-orang Yahudi mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka."
   
Sekali peristiwa orang-orang Yahudi mau melempari Yesus dengan batu. Tetapi kata Yesus kepada mereka, “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku Kuperlihatkan kepadamu; manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku dengan batu?” Jawab orang-orang Yahudi itu, “Bukan karena suatu perbuatan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah, dan karena Engkau menyamakan diri-Mu dengan Allah, meskipun Engkau hanya seorang manusia.” Kata Yesus kepada mereka, “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Tauratmu, ‘Aku telah berfirman: Kamu adalah Allah?” Padahal Kitab Suci tidak dapat dibatalkan! Maka, jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia ‘Engkau menghujat Allah!” karena Aku telah berkata: Aku anak Allah? Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah kamu percaya kepada-Ku. Tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa ada dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” Sekali lagi mereka mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka. Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes dulu membaptis orang, lalu Ia tinggal di situ. Banyak orang datang kepada-Nya dan berkata, “Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini benar.” Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
 
Renungan
 
Istilah latin mengatakan: Homo homini lupus (manusia adalah serigala bagi manusia lain). Tomas Hobbes memahami istilah tersebut sebagai suatu sifat alami manusia bahwa pada dasarnya manusia ingin menguasai sesamanya. Manusia menginginkan orang lain bertekuk lutut di bawah kakinya. Hal ini sangat tampak ketika memperebutkan kekuasaan di suatu negara. Untuk merebut kekuasaan segala cara dihalalkan. Sampai hari ini pun istilah tersebut tetap relevan.

Injil hari ini mengingatkan kita pada istilah di atas. Dikisahkan bahwa orang-orang Yahudi tidak menerima Yesus sebagai Allah dan berniat akan melempari Yesus dengan batu. Alasan mereka jelas, tidak ada seorang manusia pun dapat mengklaim dirinya sama dengan Allah. Klaim seperti itu adalah hujatan bagi Allah dan harus dibinasakan. Namun, mereka juga tidak ingin tersaingi oleh Yesus, yang telah melakukan perbuatan baik, yang hanya Allah saja dapat melakukannya. Maka, tampaklah sifat alami orang Yahudi, mereka tidak menerima kehebatan Yesus.

Yesus tidak gentar! Ia membela diri dengan kebenaran tak terbantahkan, yaitu Kitab Suci. Sebab bagi orang Yahudi, perkataan Kitab Suci tidak dapat terbatalkan. Maka, Yesus menggunakannya untuk mewahyukan kebenaran bahwa perkataan dan perbuatan-Nya tertulis dalam Kitab Suci. Meskipun Yesus sudah memberi bukti, orang Yahudi toh tidak mengakuinya, karena bagi mereka orang seperti Yesus tidak pantas setara dengan Allah. Hati dan budi mereka tertutup oleh keegoisan dan kesombongan mereka.

Sifat seperti itu pun sering muncul dalam diri kita. Untuk itulah Yesus datang ke tengah-tengah kita. Perbuatan baik Yesus adalah tanda kuasa Allah atas dunia dan sifat alami manusia. Kuasa untuk menggantikannya dengan Roh-Nya. Melalui Sakramen Pembaptisan kita telah diangkat menjadi anak-anak Allah. Manusia lama (alami) kita yang penuh dosa telah dibersihkan. Lebih daripada itu, kita tidak sebatas dijadikan anak-anak Allah, melainkan juga dimeteraikan dengan Roh Kudus melalui Sakramen Krisma agar predikat anak itu berbuah limpah dengan perwataan iman seturut panggilan kita masing-masing. Semua itu akan menjadi nyata bila dari kita menanggapinya dengan membuka hati dan budi untuk menerima Yesus.
      
   CAFE ROHANI

Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.


Kamis 10 April 2014
Hari Biasa Pekan V Prapaskah

Kejadian 17:3-9; Mzm 105:4-5.6-7.8-9; Yohanes 8:51-59

Kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku ada.”

Secara historis, Abraham diperkirakan hidup antara tahun 2166 sM sampai 1991 sM, sementara Yesus diperkirakan lahir sekitar tahun 6 atau 4 sM dan hidup di daerah Palestina untuk sekitar 30 tahun. Namun, meskipun Yesus berikarnasi menjadi manusia dan hidup di Nazaret dalam kurun waktu tertentu, eksistensi-Nya tidak terikat dengan waktu. Keberadaan-Nya mengatasi waktu. Itulah makanya, pada saat pemberkatan lilin paskah dikatakan, "Kristus, dahulu dan sekarang, awal dan akhir, alfa dan omega, milik-Nyalah segala masa dan segala abad. Kepada-Nyalah kemuliaan dan kekuasaan, sepanjang segala masa". Kalau dikaitkan dengan pernjanjian antara Allah dengan manusia, Abraham mewakili pihak manusia yang dipilih Allah untuk menjadi umat-Nya (bac I) dan Yesus adalah dari pihak Allah yang menggenapi perjanjian itu. Dalam Yesus, perjanjian itu mendapatkan kegenapan dan kepenuhannya karena Yesus telah menandatanganinya dengan tinta darah-Nya sendiri yang ditumpahkan di kayu salib (bdk. kata-kata konsekrasi atas piala, "Terimalah dan minumlah. Inilah piala darah-Ku. Darah perjanjian baru dan kekal, yang ditumpahkan bagimu dan bagi semua orang demi pengampunan dosa"). Kepada Abraham dan keturunannya, Allah menjanjikan tanah kanaan sebagai milik dan kediaman mereka. Melalui Yesus, Allah menjanjikan surga sebagai tempat kediaman kita untuk selama-lamanya. Dari pihak Allah, tidak perlu disangsikan bahwa Ia pasti memegang teguh perjanjian-Nya. Bagaimana dari pihak kita? Apakah kita juga setia dengan janji-janji kita kepada Allah: janji baptis, janji perkawinan, janji imamat, dan lain-lain, termasuk sumpah profesi dan jabatan?

Doa: Tuhan, untuk selama-lamanya, Engkau setia akan pernjanjian-Mu dengan kami. Tolonglah kami untuk berpegang teguh pada janji-Mu dan setia melaksanakan janji-janji kami. Amin. -agawpr-