Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

Senin, 14 April 2014
Senin dalam Pekan Suci
 
Yes 42:1-7; Mzm 27:1-3.13-14; Yoh 12:1-11
 
Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

Luar biasa yang dilakukan Maria ini. Ia rela mengorbankan minyak wangi miliknya yang mahal harganya untuk mengurapi Yesus. Yesus sendiri sudah menjelaskan maksudnya, yaitu untuk mempersiapkan hari penguburan-Nya (ay. 7). Saya sendiri tertarik dengan pernyataan "bau minyak itu semerbak di seluruh rumah itu". Secara simbolis, tindakan Maria ini membuat Yesus semakin harum semerbak. Hal ini amat kontras dengan apa yang dilakukan orang-orang yahudi, orang-orang farisi dan para ahli taurat yang justru selalu berpikir buruk tentang Yesus dan hendak membunuh-Nya. Kita pun seringkali berbuat demikian: mengorbankan orang lain bahkan mencemarkan mereka demi mendapatkan "keharuman" diri sendiri. Sikap dan tindakan Maria ini memberikan teladan bagi kita untuk berani berkorban demi keharuman nama orang lain. Lebih-lebih untuk memuji dan memuliakan Tuhan serta mengharumkan nama-Nya kita tidak perlu hitung dengan waktu, tenaga dan hal-hal lain yang kita miliki.

Doa: Tuhan, jauhkanlah kami dari sikap menjelek-jelekkan orang lain untuk mendapatkan nama baik bagi kami sendiri, tetapi berilah kami keberanian dan kerelaan untuk berkorban demi keharuman nama orang lain dan lebih-lebih untuk memuji dan memuliakan nama-Mu. Amin. -agawpr-