Bacaan Harian 21 - 27 April 2014


Senin, 21 April: Hari Senin Dalam Oktaf Paskah (P).
Kis. 2:14,22-32; Mzm. 16:1-2a,5,7-8,9-10,11; Mat. 28:8-15

Selasa, 22 April: Hari Selasa Dalam Oktaf Paskah (P).
Kis. 2:36-41; Mzm. 33:4-5,18-19,20,22; Yoh. 20:11-18

Rabu, 23 April: Hari Rabu Dalam Oktaf Paskah (P).
Kis. 3:1-10; Mzm. 105:1-2,3-4,6-7,8-9; Luk. 24:13-35

Kamis, 24 April: Hari Kamis Dalam Oktaf Paskah (P).
Kis. 3:11-26; Mzm. 8:2a,5,6-7,8-9; Luk. 24:35-48

Jumat, 25 April: Hari Jumat Dalam Oktaf Paskah (P).
Kis. 4:1-12; Mzm. 118:1-2,4,22-24,25-27a; Yoh. 21:1-14

Sabtu, 26 April: Hari Sabtu Dlm Oktaf Paskah (P).
Kis. 4:13-21; Mzm. 118:1,14-15,16ab-18,19-21; Mrk. 16:9-15

Minggu, 27 April: Hari Minggu Paskah II - Minggu Kerahiman Ilahi (P).
Kis. 2:42-47; Mzm. 118:2-4,13-15,22-24; 1Ptr. 1:3-9; Yoh. 20:19-31
Catatan Minggu Kerahiman Ilahi: Pada Minggu Kerahiman Ilahi, setiap orang Katolik dapat memperoleh indulgensi penuh. Syaratnya ialah: menerima Sakramen Tobat, menerima Sakramen Ekaristi pada Hari Minggu Kerahiman Ilahi, berdoa dalam ujud Sri Paus. Indulgensi pada Minggu Kerahiman Ilahi diumumkan pada 29 Juni 2002 dalam Dekrit Penitensiari Apostolik dari Lembaga Pengampunan Dosa Apostolik.

PASKAH: PERAYAAN MANUSIA YANG DIPANGGIL ALLAH

Natal itu perayaan “Dari Atas ke Bawah”, sedang Paskah adalah awal perayaan “Dari Bawah ke Atas”. Nanti secara lebih jelas dirayakan pada Hari Raya Kenaikan. Kalau Sorga itu digambarkan di atas dan bumi di bawah, maka perayaan Natal adalah perayaan yang dilakukan karena ada gerak turun. Allah masuk ke dalam dunia manusia, dan tinggal di tempat manusia itu hidup. Allah, yang selalu lebih besar daripada sebutan tentang Diri-Nya, yang menciptakan langit dengan segala isinya, segala benda angkasa termasuk bumi, menjadi salah satu dari penghuni bumi itu. Siapa Dia? Tak akan diketahui siapa Dia bilamana Dia tak memperkenalkan Diri. “Credo” – “Aku Percaya” tentu tak disusun secara sembarangan, itu merupakan jawaban atas sebuah perwahyuan.

Secara pribadi, saya selalu merasa kagum bila mana mengucapkan:”Aku percaya akan Allah, Bapa yang Mahakuasa, Pencipta Langit dan Bumi….” – Terbayang di dalam benak saya, gambaran langit dengan benda-benda angkasa, yang jarak satu dengan lainnya dihitung bukan dengan kilometer, melainkan dengan tahun cahaya. Tak semua masuk ke dalam bayangan saya, juga tak masuk dalam pikiran saya. Saya begitu kecil dan Dia tak terhingga.
Dia itu turun ke bumi, menelusuri setiap langkah manusia, segala pengalaman manusia dialami sehabis-habisnya, sampai tuntas bahkan sampai ke maut sekalipun. Ke-Allah-an tenggelam secara habis-habisan di dalam ke-manusia-an.

Tetapi Dia Allah, Yang Mahakuasa, begitu manusia mencoba mencari kata untuk berusaha mengatakan betapa agung-Nya. Maut tak mampu mengalahkan-Nya. Sebaliknya, Dia kalahkan maut. Dia bangkit. Maka Paskah adalah perayaan “Dari Bawah ke Atas”. Di dalam Natal, Allah yang Maha Agung itu masuk ke dalam kekecilan manusia, Allah yang tak terbatas itu masuk ke dalam keterbatasan. Dalam bahasa filsafat Allah yang transenden itu masuk ke dalam yang imanen. Maka Paskah menjadi perayaan kebebasan, karena maut yang hanya dipahami sebagai yang paling membatasi manusia dikalahkan. Dia bebas dari yang terbatas menuju yang tak terbatas.

Dengan bangkit-Nya, terjadilah gerak baru. Bukan lagi hanya “Dari Atas ke Bawah” tetapi juga “Dari Bawah ke Atas”. Gerak pertama adalah gerak dari Allah ke Manusia maka yang kedua adalah dari Manusia menuju ke Allah. Masuknya Allah menjadi manusia mengundang manusia untuk tahu harga dirinya, yaitu harga diri Ilahi. Maka harga diri manusia menjadi semakin jelas. Melalui peristiwa Yesus Kristus ini, penghormatan Allah baru menjadi lengkap kalau juga merupakan penghormatan akan manusia.

Kita dapat menjadi kagum dan bersyukur ketika Dia turun. Kita dapat menjadi kagum lagi dan bersyukur lagi ketika Dia bangkit. Dia bergerak untuk bebas dari keterbatsan yang dialami-Nya. Dia mengajak kita yang selama ini berada di bawah ini untuk ke atas menuju kepada-Nya. Secara hakiki kita diundang masuk dari kemanusiaan ke dalam keilahian. Paskah adalah Perayaan Manusia yang diundang untuk bergerak ke Allah. Karena kebangkitan-Nya, kita diundang untuk bangkit, ya kita manusia ini, telah diberi contoh bagaimana bergerak ke Atas. Semoga kita mampu menjawab undangan-Nya.


Jakarta, Paskah 2014


Rm. Ignatius Ismartono, SJ

Senin, 21 April 2014 Hari Senin dalam Oktaf Paskah

Senin, 21 April 2014
Hari Senin dalam Oktaf Paskah

Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku." -- Matius 28:10
 
Selama Oktaf Paskah, Senin 21 April - Minggu, 27 April 2014 ada Madah Kemuliaan.

Antifon Pembuka (bdk. Kel 13:5.9)

Tuhan telah mengantar kamu masuk ke tanah yang berlimpah-limpah susu dan madu. Semoga hukum Tuhan kamu renungkan selalu. Alleluya.

Doa Pagi

Allah yang Mahabaik, kami bersyukur atas kebangkitan Putra-Mu. Bersihkan hati kami dan mampukan kami melihat kuasa-Mu yang telah membangkitkan Yesus, Putra-Mu pada hari ketiga seperti telah dinubuatkan-Nya. Selanjutnya, perkenankan kami ikut ambil bagian dalam kesaksian hidup sebagai murid-murid Yesus Putra-Mu, kini dan sepanjang masa. Amin.
.Kekuatan Paskah kebangkitan Tuhan sungguh membarui segala sesuatu. Iman para murid yang telah pudar dikuatkan kembali. Mereka tidak lagi takut menghadapi ancaman penguasa. Sebaliknya, mereka berani berkata lantang tentang Yesus. Hati mereka berkobar-kobar untuk mewartakan Paskah Tuhan. Mereka berani menjadi saksi buah karya penebusan Yesus. Mereka bersukacita karena kebangkitan Tuhan. 
   
Bacaan dari Kisah Para Rasul (2:14.22-32)
      
"Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi."
         
Pada hari Pentakosta, bangkitlah Petrus berdiri bersama kesebelas rasul. Dengan suara nyaring ia berkata kepada orang banyak, “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan, mukjizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh dengan tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan-Nya dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu. Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan. Karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram. Sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu. Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburnya masih ada pada kita sampai hari ini. Tetapi ia adalah seorang nabi, dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas tahtanya. Karena itu Daud telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 840
Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.
atau Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.
Ayat. (Mzm 16:1-2a.5.7-8.9-10.11; Ul: 5a)
1. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, "Engkaulah Tuhanku, Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku."
2. Aku memuji Tuhan, yang telah memberi nasihat kepadaku, pada waktu malam aku diajar oleh hati nuraniku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
3. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai, dan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
4. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.

Bait Pengantar Injil, do = d, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mzm 118:24)
Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.
    
Peristiwa bangkit dari kubur menggemparkan banyak orang. Demikian juga halnya dengan kebangkitan Yesus. Banyak orang merasa ragu, takut, tidak percaya, atau merasa terancam hidupnya. Penguasa negeri takut menghadapi peristiwa ini. Mereka berusaha menyebarkan cerita-cerita palsu. Hal ini menjadi tanda bahwa kebangkitan Kristus sungguh mempengaruhi hidup banyak orang, para murid dan penguasa.
   
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (28:8-15)
  
"Katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan disanalah mereka akan melihat Aku."
        
Pada waktu itu, perempuan-perempuan pergi dari kubur, diliputi rasa takut dan sukacita yang besar. Mereka berlari cepat-cepat untuk memberitahukan kepada para murid bahwa Yesus telah bangkit. Tiba-tiba Yesus menjumpai mereka dan berkata, “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya, memeluk kaki-Nya dan menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka, “Jangan takut! Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.” Ketika mereka masih di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga makam Yesus ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. Dan sesudah berunding dengan kaum tua-tua, mereka mengambil keputusan, lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata, “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid Yesus datang malam-malam dan mencuri jenazah-Nya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.” Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Renungan
   
Penjaga-penjaga makam itu disogok dengan sejumlah uang agar memberi kesaksian palsu bahwa jenazah Yesus dicuri orang. Kebenaran ternyata bisa dimanipulasi. Orang kecil menjadi korban. Iman bisa dibeli. Dalam hal iman akan Yesus, kita tak pernah boleh mau disogok.
 
Doa Malam
 
Yesus andalanku, dengan penuh sukacita aku mengalami pendampingan-Mu dalam hidup ini. Terima kasih atas peneguhan-Mu ya Yesus yang telah bangkit. Sekarang utuslah aku untuk menjadi pewarta-Mu. Amin.
 
 
RUAH