Buah kerjasama antara rahmat dan usaha: PERTOBATAN

Kamis, 06 November 2014
Hari Biasa Pekan XXXI

                      
Flp. 3:3-8a; Mzm. 105:2-3,4-5,6-7; Luk. 15:1-10. 

  
Pertobatan merupakan buah kerjasama antara rahmat dan usaha. Karena kerapuhan dan kelemahan kita, tidak mungkin kita bisa bertobat kalau hanya mengandalkan usaha dan kekuatan kita. Maka, kita harus mengandalkan rahmat Tuhan. Namun, rahmat Tuhan juga tidak akan bekerja pada kita kalau kita tidak menanggapinya dengan melakukan usaha konkret pertobatan. Salah satu usaha itu adalah seperti yang dilakukan oleh para pemungut cukai dan orang-orang berdosa dalam Injil hari ini, yakni datang kepada Tuhan dan mendengarkan-Nya. Dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, kita akan dianugerahi rahmat-Nya dan dengan demikian menyatulah dalam diri kita antara usaha dan rahmat sehingga mendatangkan buah yang luar biasa.

Doa: Tuhan, bantulah kami untuk menyatukan setiap usaha kami dengan rahmat-Mu. Amin.

Kamis, 06 November 2014 Hari Biasa Pekan XXXI

Kamis, 06 November 2014
Hari Biasa Pekan XXXI
  
Kamu diserahi harta yang tak dapat binasa, dan Tuhan akan minta pertanggungjawaban darimu pada waktu kedatangan-Nya. --- St. Sirilus dari Yerusalem.
  

Antifon Pembuka (105:4-5)
   
Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya. Mukjizat dan ketetapan-ketetapan yang diucapkan-Nya.

Doa Pagi


Allah Bapa kami yang Maharahim, meskipun kami mencari jalan sendiri yang lain dengan jalan-Mu, namun Engkau datang juga kepada kami. Orang berdosa Kau ajak bertobat dan yang ter-sesat Kau cari. Perkenankanlah kami selalu saling memberi kesempatan, mencari yang hilang, dan bangga serta gembira, karena persahabatan kami dengan Dikau dapat dipulihkan kembali. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
  
Paulus mengalami titik balik yang luar biasa ketika berjumpa dengan Yesus. Baginya semua hal yang dulu dikerjakan untuk membangun hidup keagamaan menjadi sia-sia karena yang terutama ternyata hadir dalam diri Yesus dan pengelolaan hidup rohani yang ideal juga didasarkan pada Yesus.
       

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi (3:3-8a)
     

"Apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap merugikan karena Kristus."
         
Saudara-saudara, kitalah orang-orang bersunat, yaitu kita yang beribadat oleh Roh Allah, yang bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh kepercayaan pada hal-hal lahiriah. Meskipun demikian sebenarnya aku mempunyai alasan untuk menaruh kepercayaan pada hal-hal lahiriah. Kalau orang lain menyangka dapat mengandalkan hal-hal lahiriah, aku lebih lagi: aku disunat pada hari kedelapan, aku seorang Israel, dari suku Benyamin, aku seorang Ibrani asli; mengenai pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi; mengenai kegiatanku dalam agama Yahudi aku penganiaya jemaat; mengenai kebenaran dalam menaati hukum Taurat aku tidak bercacat. Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap merugikan karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi karena aku telah berkenalan dengan Kristus Yesus, Tuhanku, sebab hal itu lebih mulia dari segala-galanya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Biarlah bersuka hati orang-orang yang mencari Tuhan.
atau Alleluya
Ayat. (Mzm 105:2-3.4-5.6-7)
1. Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib. Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan.
2. Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya. Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mukjizat dan ketetapan-ketetapan yang diucapkan-Nya.
3. Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya. Dialah Tuhan, Allah kita, ketetapan-Nya berlaku di seluruh bumi.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 11:28)
Datanglah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepada kalian.
  
Bagi Yesus, masing-masing pribadi memiliki nilai yang luar biasa. Maka hadirnya satu orang saja yang hidupnya berubah dan kembali kepada Allah akan menimbulkan sukacita luar biasa. Mereka yang menjauh pun akan dicari dan dibawa kembali dalam persatuan kasih dengan Allah.
   
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (15:1-10)
    
"Akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat."
     
Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasa datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya, “Orang ini menerima orang-orang berdosa dan makan bersama dengan mereka.” Maka Yesus menyampaikan perumpamaan berikut kepada mereka, “Siapakah di antaramu yang mempunyai seratus ekor domba lalu kehilangan seekor, tidak meninggalkan yang 99 ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau telah menemukannya, ia lalu meletakkannya di atas bahu dengan gembira. Setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata, ‘Bersukacitalah bersama aku, sebab dombaku yang hilang telah kutemukan.’ Aku berkata kepadamu, demikian juga akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan. Atau wanita manakah yang mempunyai sepuluh dirham, lalu kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Dan kalau telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata, ‘Bersukacitalah bersama aku, sebab dirhamku yang hilang telah kutemukan.’ Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
 
Misi Yesus adalah menyelamatkan orang-orang berdosa. Hal itu ditunjukkan-Nya bukan hanya dengan kata-kata, tetapi terlebih dalam hidup dan pelayanan-Nya. Lewat perumpamaan tentang domba yang hilang, Yesus menunjukkan cinta Allah bagi para pendosa. Ia sendiri bergaul dan makan bersama dengan mereka. Hal ini dilakukan-Nya untuk membawa mereka kepada pertobatan dan kembali mengalami kasih-Nya yang menyelamatkan.

Doa Malam

Yesus, anugerahilah aku mata yang bening dan hati yang hening agar apa yang baik adil dan benar yang aku lihat dapat membawa hatiku kepada rasa syukur kepada-Mu serta membawa banyak jiwa kepada-Mu lewat doa-doaku. Ampunilah aku dari sikap cepat bersungut-sungut manakala melihat hal yang tak berkenan di hati. Yesus, Engkaulah Penyelamatku. Amin.


RUAH