| Halaman Depan | Bacaan Harian | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Lumen Christi | Dukung Renungan Pagi|

Senin, 17 November 2014 Peringatan Wajib Sta. Elizabeth dari Hungaria

Senin, 17 November 2014
Peringatan Wajib Sta. Elizabeth dari Hungaria

Mereka yang di dalam hidup ini diubah dari jahat menjadi baik, untuk masa mendatang dijanjikan ganjaran atas perubahan ini --- St. Fulgensius dari Ruspe


Antifon Pembuka (Mat 25:34.36.40)

Marilah kalian yang diberkati oleh Bapa-Ku. Sebab Aku sakit dan kalian mengunjungi Aku. Sungguh Aku bersabda kepadamu: Apa saja yang kalian lakukan bagi saudara-Ku yang terhina sekali pun, itu kalian lakukan bagi-Ku.

Doa Pagi


Allah Bapa di surga, sumber cahaya sejati, kami bersyukur karena Engkau telah mengangkat kami dan membuat kami melihat berkat Yesus Putra-Mu terkasih. Semoga seluruh dunia akhirnya mengakui apa yang dapat mendatangkan damai, ialah cinta kasih dan keadilan sosial, yang sangat didambakan setiap orang. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin.

Bacaan dari Kitab Wahyu (1:1-4;2:1-5a)
         
    
"Sadarilah, betapa dalamnya engkau telah jatuh dan bertobatlah!"
          
Inilah wahyu Yesus Kristus yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya Ia menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang akan segera harus terjadi. Maka Ia mengutus malaikat-Nya untuk menyatakan semuanya kepada Yohanes, hamba-Nya. Yohanes telah memberi kesaksian tentang sabda Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya. Berbahagialah orang yang membacakan dan mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang tertulis di dalamnya sebab waktunya sudah dekat. Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera dari Dia yang ada kini, dulu dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya dan dari Yesus Kristus, menyertai kalian. Tuhan bersabda kepadaku, "Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Yang memegang ketujuh bintang di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas, Dia bersabda: Aku tahu segala pekerjaanmu, baik jerih payah maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak sabar terhadap orang-orang jahat. Engkau telah menguji orang-orang yang menyebut diri rasul, padahal mereka bukan rasul. Engkau telah mendapati bahwa mereka pendusta. Engkau tetap tabah dan sabar. Engkau menderita sengsara demi nama-Ku dan tidak mengenal lelah. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu sadarilah, betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah apa yang kaulakukan semula."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 840
Ref. Barangsiapa menang, akan Kuberi makan buah pohon kehidupan.
atau: Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.
Ayat. (Mzm 1:1-2.3.4.6; R: Mzm 40:5a)
1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malammerenungkannya.
2. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan daunnya tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
3. Bukan demikianlah orang-orang fasik; mereka seperti sekam yang ditiup angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Bait Pengantar Injil, do = f, 4/4, PS 960
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 8:12)
Akulah terang dunia. Barangsiapa mengikuti Aku, ia akan mempunyai terang hidup.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (18:35-43)
      
"Apa yang kauinginkan Kuperbuat bagimu? Tuhan, semoga aku melihat."
        
Ketika Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta duduk di pinggir jalan danmengemis. Karena mendengar orang banyak lewat, ia bertanya, "Ada apa itu?" Kata orang kepadanya, "Yesus, orang Nazaret, sedang lewat." Maka si buta itu berseru, "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" Orang-orang yang berjalan di depan menyuruh dia diam. Tetapi semakin kuat ia berseru, "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" Maka Yesus pun berhenti dan menyuruh orang mengantar dia kepada-Nya. Ketika si buta itu sudah dekat, Yesus bertanya kepadanya, "Apa yang kauinginkan Kuperbuat bagimu?" Jawab orang itu "Tuhan, semoga aku melihat!" Maka Yesus berkata, "Melihatlah, imanmu telah menyelamatkan dikau." Pada saat itu juga ia melihat, lalu mengikuti Yesus sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat menyaksikan peristiwa itu dan memuji-muji Allah.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan

  
Keindahan dan kekayaan alam hanya akan kita nikmati kalau mata kita dapat melihat, telinga kita dapat mendengar, hidung kita dapat mencium, lidah kita dapat mencecap dan kulit kita dapat merasakan dengan baik.

Pengalaman dalam kebutaan telah membuat orang buta menderita dan karena itu ia memohon belas kasih Yesus untuk menyembuhkannya. Syukurlah, ia memohon dan berseru kepada orang yang mampu melihat dan merasakan penderitaannya. Itulah Yesus yang memiliki panca indra yang berfungsi baik dan hati yang mau dan mampu berbelas kasih kepada mereka yang menderita dan membutuhkan kebaikannya.

Pemakluman Yesus tentang dunia yang akan datang menuntut kemampuan kita untuk melihat terutama melihat dengan mata hati realitas dunia itu. Yohanes mengingatkan jemaat di Asia kecil, terutama jemaat di Efesus untuk memiliki kemampuan melihat kembali (intropeksi dan mawas diri) akan pengalaman mereka di masa lampau yang dipenuhi dengan kasih. Sayang sekali hal itu kini kurang nampak lagi. Kasih mereka telah mengendur dan mulai luntur. Begitukah mereka menghadapi masa depan dengan hal-hal baik yang pelan-pelan menghilang?  
      
Ya, Yesus yang baik, sembuhkanlah aku dari ketertutupan mata dan hati sehingga tidak mampu melihat apa yang mestinya aku buat agar aku bahagia di bumi ini dan selamat di akhirat nanti. Amin.
 
Ziarah Batin 2014, Renungan dan Catatan Harian
  
  
ELIZABETH MELIHAT KRISTUS DALAM DIRI ORANG MISKIN DAN MENCINTAINYA.

Surat Kunrad dari Marburg, bapa rohani Sta. Elisabet

Catatan: Sta. Elizabeth dari Hungaria lahir pada 7 Juli 1207 dan meninggal pada 17 November 1231. Dinyatakan sebagai santa pada 28 Mei 1235 oleh Paus Gregorius IX

Sejak suaminya meninggal, kesucian Elisabet berkembang benuh. Seumur hidup ia selalu menolong orang miskin: sekarang ia menjadi pembantu orang menderita. Di luar istananya ia membangun rumah penampungan dan di dalamnya ia mengumpulkan orang-orang sakit, menderita dan orang-orang lumpuh. Apalagi setiap orang yang datang minta derma mendapat pemberian tak habis-habisnya dan cinta kasihnya. Ia berbuat yang sama di masa suaminya berkuasa, melimpahkan semua harta yang dimilikinya ke semua bagian dalam wilayahnya, hingga pada akhirnya ia bahkan sampai menjual permata dan pakaiannya yang mewah.

Dua hari sekali ia mengunjungi orang sakit, pagi-pagi buta dan menjelang malam, dan yang menderita penyakit paling menjijikkan dirawatnya sendiri. Ia sendiri memberi mereka makan, mengatur dan membersihkan tempat pembaringan mereka; ia mengangkat mereka dengan tangannya sendiri dan memelihara mereka menurut kebutuhannya. Suaminya almarhum memberikan persetujuan sepenuhnya kepada semua yang dilakukannya.

Aku mendengar pengakuannya sebelum meninggal. Aku bertanya, apa yang harus diperbuat dengan harta milik dan pakaian-pakaiannya? Ia menjawab, bahwa apa yang masih ada padanya itu milik orang miskin, dan ia menugaskan aku untuk membagikan semua itu kepada mereka, kecuali sehelai pakaian yang telah usang, yang dipilih bagi pemakamannya. Lalu ia menerima Tubuh Tuhan.

Kemudian, sampai Ibadat Sore, ia banyak berbicara tentang perkara-perkara kecil yang pernah didengarnya dari kotbah-kotbah. Sesudah itu penuh cinta ia mendoakan orang-orang di sekitarnya, lalu, seperti tertidur, ia meninggal.

1 Talenta


Membagikan talenta bagi karya pelayanan

Minggu, 16 November 2014
Hari Minggu Biasa XXXIII
       
  
Ams. 31:10-13,19-20,30-31; Mzm. 128:1-2,3,4-5; 1Tes. 5:1-6; Mat. 25:14-30
      
Tuhan menghendaki agar setiap talenta yang dianugerahkan-Nya pada kita, tidak hanya kita pendam tetapi kita kembangkan. Salah satu cara mengembangkan talenta itu adalah dengan membagikannya atau menggunakannya untuk melayani orang lain. Ibarat seorang penyanyi, kualitas dan kemampuanya akan semakin baik jika ia semakin mau untuk memperdengarkan suaranya dan membagikannya untuk dinikmati orang lain. Menampakkan talenta kita untuk dibagikan kepada orang lain, lebih-lebih kalau untuk pelayanan, bukanlah suatu bentuk pamer dan kesombongan sehingga kita harus mau mendengarkan kritik dan masukan dari orang lain demi perkembagan kita. Marilah kita tidak malas untuk membagikan talenta-talenta yang kita miliki bagi karya pelayanan. Dengan cara inilah, kita mensyukuri sekaligus mengembangkan talenta yang dianugerahkan Tuhan pada kita.
   
Doa: Tuhan, berkatilah kami untuk mengembangkan dan mensyukuri talenta-talenta yang Kauanugerahkan kepada kami dengan membagikannya untuk karya pelayanan bagi sesama. Amin. -agawpr-

Pojok Katekese: Yang sudah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia


KACABEDAG DAN KACABEDAGER

Tanya:

Romo Hardi Yth.,

Saya, pemuda dua puluh tujuh tahun, punya pacar sebaya. Kami berpacaran lebih dari tiga tahun dan berencana menikah. Namun, hubungan kami tidak disetujui oleh orangtua, terutama orangtua pacar saya, karena kami berbeda agama. Bagaimana kami menjelaskan hal ini kepada orangtua pacar saya yang menentang hubungan kami? Jika hubungan ini diteruskan, pacar saya tidak dianggap sebagai anak lagi oleh orangtuanya. Salahkah kami, terutama kepada orangtua pacar saya, jika tetap akan melanjutkan hubungan ini sampai ke pelaminan?  (Anton - Bogor)

Jawab:

 Anton yang terkasih, saya mengerti kesulitan yang Anda alami saat ini. Sayang sekali Anda tidak menyebutkan agama yang dianut pacar Anda: Islam, Protestan, Hindu, atau Buddha? Anda hanya mengatakan bahwa hubungan kalian tidak disetujui oleh orangtua pacar Anda karena perbedaan agama.
  
 Dalam Hukum Gereja, dibedakan dua jenis perkawinan campur. Yang pertama sering disebut dengan KACABEDAG (perkawinan campur beda agama; Katolik dengan non Kristen). Yang kedua adalah KACABEDAGER (perkawinan campur beda Gereja; Katolik dengan Kristen non Katolik).

 Untuk melaksanakan kawin campur beda agama diperlukan dispensasi dari Ordinaris Wilayah (pimpinan Gereja lokal), sedangkan yang beda Gereja hanya diperlukan izin. Dispensasi dan izin bisa diperoleh dengan mengucapkan janji akan tetap setia, dan akan membaptis serta mendidik anak-anak yang dilahirkan dalam iman Katolik. Pihak bukan Katolik tetap hidup menurut agamanya, jadi tidak harus menjadi Katolik dan mengetahui bahwa pasangannya mengucapkan janji.

 Dilihat dari segi Hukum Gereja, tidak ada masalah jika pacar Anda mau menikah secara Katolik. Namun, yang perlu Anda pertimbangkan adalah akibat-akibat yang mungkin timbul dari perkawinan campur itu sendiri. Anda memasuki perkawinan dengan membawa benih perbedaan. Perbedaan agama adalah perbedaan yang mendasar karena menyangkut keyakinan pribadi. Ini mudah menyulut ketegangan-ketegangan lain. Misalnya, mengenai pendidikan agama anak-anak Anda. Apakah secara nyata Anda bisa mendidik anak-anak dalam iman Katolik? Apakah Anda mempunyai waktu untuk itu? Jika pasangan Anda masih beragama lain, dia masih hidup menurut aturan-aturan agamanya, antara lain mengizinkan perceraian. Apakah Anda siap, seandainya dia minta cerai? Sebelum memutuskan untuk kawin campur Anda harus memikirkan semua ini.

 Tidak salah kalau Anda ingin meneruskan hubungan. Apalagi umur Anda sudah dewasa. Pada orang seusia Anda, untuk melangsungkan perkawinan izin orangtua bukanlah syarat mutlak. Memang perkawinan menjadi lebih ideal jika direstui orangtua. Tetapi, perkawinan dua orang yang sudah dewasa, tanpa restu orangtua pun bisa dilaksanakan. Asal Anda berani menghadapi resiko-resikonya. Misalnya, hubungan dengan orangtua menjadi tidak harmonis, dikucilkan atau tidak diakui sebagai anak lagi. Tetapi, kalau Anda berdua berani menanggung semua resiko dan yakin akan mampu mengatasinya, mengapa tidak jalan terus? (Sumber: buku "Ingin kawin lagi?" -. Y. Hardiwiratno, MSF)
  
"Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya." (Lukas 12:51-53)

Minggu, 16 November 2014 Hari Minggu Biasa XXXIII

Minggu, 16 November 2014
Hari Minggu Biasa XXXIII
    

Tidak ada seorangpun yang mempunyai kepastian yang sempurna bahwa dia akan termasuk dalam bilangan orang-orang yang terpilih atau bahwa dia akan bertekun terus dalam kebajikan sampai ia wafat (Konsili Trente, 6, Kan. 15,16)
   
Antifon Pembuka (Bdk. Yer 39:11.12.14)
  
Aku memikirkan rancangan damai, bukan bencana; kamu akan berseru kepada-Ku dan Aku akan mendengarkan kamu; Aku akan membawa kamu kembali dari semua tempat pembuanganmu.
  
The Lord said: I think thoughts of peace and not of affliction. You will call upon me, and I will answer you, and I will lead back your captives from every place.
   
Dicit Dominus: Ego cogito cogitationes pacis, et non afflictionis: invocabitis me, et ego exaudiam vos: et reducam captivitatem vestram de cunctis locis.
  
Tobat 3
  
Tuhan Yesus Kristus, Engkau mempercayakan bakat-bakat kepada kami untuk diperkembangkan sambil menantikan kedatangan-Mu kembali. Tuhan, kasihanilah kami
  
Engkau akan minta pertanggungjawaban atas segala sesuatu yang dipercayakan kepada kami. Kristus, kasihanilah kami
  
Engkau akan mengganjar yang bekerja dengan rajin dan tekun, namun menghukum yang lalai dan malas. Tuhan, kasihanilah kami.
      
Doa Pagi
    
Ya Tuhan, Allah kami, bantulah agar kami selalu bersukacita dalam mengabdi Engkau. Sebab kebahagiaan kami hanya akan sempurna dan kekal jika kami selalu mengabdi kepada-Mu, sumber segala yang baik. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
  
Bacaan dari Kitab Amsal (31:10-13.19-20.30-31)
    

"Ia senang bekerja dengan tangannya"
    
Isteri yang cakap, siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga daripada permata. Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. Isteri yang cakap berbuat baik kepada suaminya, dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya. Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya. Tangannya ditaruhnya pada jentera, jari jemarinya memegang alat pemintal. Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin. Kemolekan adalah bohong, dan kecantikan adalah sia-sia; tetapi isteri yang takut akan Tuhan dipuji-puji. Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
      
Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 841
Ref. Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan
Ayat. (Mzm 128:1-2.3.4-5; Ul: 1)
1. Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya. Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu.
2. Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur yang ada di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun di sekeliling mejamu!
3. Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan, orang laki-laki yang takwa hidupnya. Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion: boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu!
      
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika (1Tes 5:1-6)
     
"Jangan sampai hari Tuhan tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri!"
    
Saudara-saudara, tentang zaman dan masa kedatangan Tuhan tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri di waktu malam. Apabila mereka mengatakan bahwa semuanya damai dan aman, maka tiba-tiba kebinasaan menimpa mereka seperti seorang perempuan hamil ditimpa oleh sakit bersalin. Pasti mereka takkan terluput! Tetapi, Saudara-saudara, kamu tidak hidup dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu janganlah kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadarlah!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
     
Bait Pengantar Injil, do = es, 4/4, Kanon, PS 955
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 15:4.5b)
Tinggallah dalam Aku, maka Aku tinggal dalam kamu. Barangsiapa tinggal dalam Aku, berbuah banyak
   
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (25:14-30 [Singkat: 25:14-15.19-21])
     
"Karena engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara kecil, masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu."
     
[Pada suatu hari Yesus mengemukakan perumpamaan berikut kepada murid-murid-Nya, “Hal Kerajaan Surga itu seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberinya lima talenta, yang seorang lagi dua, dan seorang yang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya. Lalu ia berangkat.] Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalanan uang itu dan memperoleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta pun berbuat demikian, dan mendapat laba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lubang di tanah, lalu menyembunyikan uang tuannya. [Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu, lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan membawa laba lima talenta. Ia berkata, ‘Tuan, lima talenta Tuan percayakan kepadaku. Lihat, aku telah memperoleh laba lima talenta! Maka kata tuannya kepadanya, ‘Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik dan setia! Karena engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara kecil, maka aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.] lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta, katanya, ‘Tuan, dua talenta Tuan percayakan kepadaku. Lihat, aku telah mendapat laba dua talenta!’ Maka kata tuan itu kepadanya, ‘Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik dan setia! Karena engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara kecil, maka aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu’. Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata, ‘Tuan, aku tahu bahwa Tuan adalah manusia kejam, yang menuai di tempat Tuan tidak menabur, dan memungut di tempat Tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta Tuan di dalam tanah. Ini, terimalah milik Tuan!’ Maka jawab tuannya itu, ‘Hai engkau, hamba yang jahat dan malas! Engkau tahu bahwa aku menuai di tempat aku tidak menabur, dan memungut di tempat aku tidak menanam. Seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, akan diberi sampai ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun yang ada padanya akan diambil. Dan buanglah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sana akan ada ratap dan kertak gigi.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
 
Renungan
  
Beberapa waktu yang lalu seorang sahabat mengeluhkan keadaan dirinya. Dia merasa dikorbankan oleh pimpinan tempat dia bekerja. Dia harus menyelesaikan sebuah persoalan yang telah diperbuat orang yang digantikannya. Selain menguras banyak pikiran dan tenaga, ia merasa sangat terbebani. Bahkan, karirnya terhambat karena menyelesaikan perosalan yang bukan persoalannya sendiri. Dalam kegalauannya dia berujar, “Orang lain yang makan mangga, saya yang kena getahnya.”

Hidup ini ibarat sebuah mesin produksi. Setiap orang adalah komponen kecil yang memberi sumbangan berarti agar mesin itu berproduksi. Kesalahan pada satu komponen di mesin produksi akan berakibat buruk pada komponen yang lain dan selanjutnya mesin tak dapat berfungsi. Produksi macet dan banyak kerugian akan dialaminya.

Hari ini kita mendengar sebuah perumpamaan tentang talenta. Kata-kata tuan yang ditujukan kepada hamba-hamba yang berhasil mengembangkan talenta yang diberikannya berbunyi, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik dan setia! Karena engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara kecil, maka aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar” (Mat 25:21).
    
Memang benar bahwa lewat perkara kecil orang dapat mengukur kemampuan dan tanggung jawabnya atas perkara besar yang mungkin akan dipercayakan orang kepadanya. Selain itu, tanpa kesetiaan pada perkara kecil orang tidak saja tak akan mampu melakukan pekerjaan yang besar namun juga ia akan menimbulkan kerugian dan bencana.

Bayangkan jika seseorang lalai dalam menjaga kebersihan; membuang sampah dan jendela mobil, atau di sungai dan sebagainya, bukankah banyak orang akan kena getahnya, misalnya mengakibatkan banjir? Bayangkan juga jika seseorang lupa mematikan air kran di kamar mandi sebuah rumah kost-kostan, bukankah orang lain juga yang dirugikan? Seandainya lebih dari seratus orang membuang sampah dan tidak mematikan air di kran kamar mandinya, apa yang akan terjadi? Bukankah hanya hal yang lebih buruk lagi yang akan terjadi?

Mari kita berusaha untuk setia dalam perkara kecil agar semakin banyak orang bahagia dan perkara besar dipercayakan kepada kita. Tuhan memberkati! (Cafe Rohani)

Tekun berdoa

Sabtu, 15 November 2014
Hari Biasa Pekan XXXII

   
3Yoh. 5-8; Mzm. 112:1-2,3-4,5-6; Luk. 18:1-8.
   
Pada waktu saya masih kecil (SD) saya pengin sekali punya sepeda seperti beberapa teman yang memilikinya. Beberapa kali, saya meminta kepada bapak dan simbok tetapi tidak pernah dikabulkan. Saya tahu karena mereka tidak punya uang. Sampai akhirnya, ketika saya SMP, saya bisa membeli sepeda bekas seharga Rp. 35.000, dari hasil tabungan saya. Ternyata tidak hanya dari situ saja saya bisa beli sepeda. Di balik diamnya bapak dan simbok, mereka selalu berdoa agar suatu saat saya bisa memiliki sepeda. Pengalaman kecil ini semakin meyakinkan saya akan ajuran, bahkan kaharusan dari Yesus ini, yakni agar kita berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kita tahu bahwa salah satu kecenderungan manusiawi kita adalah mudah merasa bosan, termasuk dalam berdoa. Untuk itu, marilah kita juga mohon agar diberi rahmat ketekunan dan kemampuan untuk mengatasi rasa bosan dan jenuh dalam berdoa. Karena Tuhan saja tidak pernah bosan kok mendengarkan doa-doa kita.

Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu untuk semakin tekun dan tidak pernah merasa bosan dalam berdoa. Amin. -agawpr-

Sabtu, 15 November 2014 Hari Biasa Pekan XXXII

Sabtu, 15 November 2014
Hari Biasa Pekan XXXII
  
“Hendaklah kita bertekun menjalankan kesucian agar kita akhirnya mencapai keselamatan” (Homili Pengarang gerejawi abad ke-2)

  
Antifon Pembuka (Mzm 112:5-6)

Orang baik menaruh belas kasih dan memberi pinjaman. Ia melakukan segala urusan dengan semestinya. Orang jujur tidak pernah goyah; ia akan dikenang selama-lamanya.

Tobat cara 2-2 (Lihat TPE)

Doa Pagi

Ya Allah, Engkau telah memperlengkapi kami dengan rahmat untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan baik. Semoga kami semakin tekun untuk mengembangkan rahmat-Mu itu sehingga kami dapat hidup sebagai orang-orang yang benar di hadapan-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
  
Dukungan kepada para saudara seiman, walaupun tidak dikenal, adalah sesuatu perbuatan yang patut dihargai. Perbuatan demikian mengejawantahkan kebersamaan dan keikutsertaan dalam karya Allah melalui mereka.
   
Bacaan dari Surat Ketiga Rasul Yohanes ( 5 - 8 )
      
 
"Kita wajib menerima para pelayan jemaat agar kita boleh mengambil bagian dalam karya mereka untuk kebenaran."
       
Saudaraku terkasih, engkau bertindak sebagai orang beriman, ketika engkau berbuat segala sesuatu untuk saudara-saudara, sekalipun mereka orang asing. Mereka telah memberi kesaksian di hadapan jemaat tentang kasihmu. Baik benar perbuatanmu, ketika menolong mereka dalam perjalanan mereka, dengan suatu cara yang berkenan di hati Allah. Sebab demi nama Allah, mereka telah berangkat tanpa mau menerima sesuatu pun dari orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kita wajib menerima orang-orang yang demikian supaya kita boleh mengambil bagian dalam karya mereka untuk kebenaran.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
   
Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan.
Ayat. (Mzm 112:1-2.3-4.5-6)
1. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; keturunan orang benar akan diberkati.
2. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap dikenang selama-lamanya. Bagi orang benar ia bercahaya laksana lampu di dalam gelap, ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil.
3. Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan segala urusan dengan semestinya. Orang jujur tidak pernah goyah; ia akan dikenang selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Allah memanggil kita agar kita memperoleh kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.
  
Kasih Allah melebihi perhatian seorang hakim yang tidak takut akan Allah. Si hakim memperhatikan si janda karena permintaan yang terus menerus. Allah memberi karena Dia mencintai umat-Nya. Namun tetap menjadi pertanyaan, apakah masih ada yang percaya bahwa Allah itu penuh cinta?
  
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (18:1-8)
     
"Bukankah Allah akan membenarkan pada pilihan-Nya yang berseru kepada-Nya?"
      
Pada suatu ketika Yesus menceritakan suatu perumpamaan kepada murid-murid-Nya untuk menegaskan bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemunya. Ia berkata, “Di suatu kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun. Di kota itu ada pula seorang janda yang yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata, ‘Belalah hakku terhadap lawanku’. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi ia kemudian berkata dalam hatinya, ‘Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun, namun karena janda ini menyusahkan daku, baiklah aku membenarkan dia, supaya ia jangan terus menerus datang dan akhirnya menyerang aku.” Lalu Yesus berkata, “Camkanlah perkataan hakim yang lalim itu! Bukankah Allah akan membenarkan para pilihan-Nya, yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu, ‘Ia akan segera menolong mereka’. Akan tetapi jika Anak Manusia datang, adakah Ia menemukan iman di bumi ini?”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus
  
Renungan
  
Doa adalah ungkapan iman. Dalam kaitan dengan doa, Tuhan hanya meminta ketekunan dari pihak kita. Untuk itu kita menyerahkan segalanya kepada-Nya. Kalau kita bertekun dalam doa, Tuhan tidak pernah mengecewakan kita. Dalam doa, bukannya kita mengubah Tuhan, tetapi sebaliknya Tuhan mengubah kita yang berdoa, untuk memiliki mata baru dalam melihat rencana-Nya yang terindah.

Doa Malam

Tuhan Yesus, segala karya dan usaha manusia tak pernah Engkau pandang rendah. Maka terimalah persembahan dan pujian kami hari ini. Lindungilah kami di waktu istirahat malam ini. Semoga besok pagi kami dapat bangun dengan gembira hati untuk memuji nama-Mu, kini dan sepanjang masa. Amin.

RUAH

Kita akan selamat, kalau kita tidak cuek tetapi selalu siap sedia menyambut Tuhan yang datang.

Jumat, 14 November 2014
Hari Biasa Pekan XXXII
 
    
2Yoh. 4-9; Mzm. 119:1,2,10,11,17,18; Luk. 17:26-37.
            
 Kita semua pasti ingat peristiwa air bah pada zaman nabi Nuh, ketika Tuhan menyelamatkan Nuh dan keluarganya tetapi membinasakan semua manusia yang lain karena mereka cuek pada sabda Tuhan dan menolak untuk bertobat (Kej 7-8). Memang, setelah peristiwa itu, Tuhan berjanji tidak akan lagi membinasakan manusia dengan air bah (Kej 9:11), namun bagi orang yang selama-lamanya tidak mau bertobat dan selalu cuek pada sabda Tuhan, mereka tidak akan menerima ramat keselamatan. "Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya." (Luk 17:33). Sejalan dengan Injil kemarin, kita akan selamat, kalau kita tidak cuek tetapi selalu siap sedia menyambut Tuhan yang datang dan merajai kita sekaligus menjadi tanda dan sarana kehadiran-Nya yang mengasihi, mengampuni, melayani dan memberi damai sejahtera dalam kehidupan bersama.

Doa: Tuhan, bantulah kami untuk selalu siap menyambut kehadiran-Nya dengan menghayati pertobatan secara terus-menerus. Amin. -agawpr-

Jumat, 14 November 2014 Hari Biasa Pekan XXXII

Jumat, 14 November 2014
Hari Biasa Pekan XXXII

Kerajaan Kristus sudah Ada dalam Gereja, namun belum diselesaikan oleh kedatangan Raja di bumi "dengan segala kekuasaan dan kemuliaan" (Luk 21:27) Bdk. Mat 25:31.. Ia masih diserang oleh kekuatan-kekuatan jahat Bdk. 2 Tes 2:7., walaupun mereka sebenarnya sudah dikalahkan oleh Paskah Kristus. Sampai segala sesuatu ditaklukkan kepada-Nya Bdk. 1 Kor 15:28., "sampai nanti terwujudkan langit baru dan bumi baru, yang diwarnai keadilan, Gereja yang tengah mengembara, dalam Sakramen-sakramen serta lembaga-lembaganya yang termasuk zaman ini, mengemban citra zaman sekarang yang akan lalu. Gereja berada di tengah alam tercipta, yang hingga kini berkeluh-kesah dan menanggung sakit bersalin, serta merindukan saat anak-anak Allah dinyatakan" (LG 48). Oleh karena itu orang Kristen berdoa, terutama dalam perayaan Ekaristi Bdk. 1 Kor 11:26., supaya kedatangan kembali Kristus Bdk. 2 Ptr 3:11-12. dipercepat, dengan berseru: "Datanglah Tuhan" (1 Kor 16:22; Why 22:17.20). (Katekismus Gereja Katolik, 671)


Antifon Pembuka (2Yoh 8-9)

Setiap orang yang tidak setia pada ajaran Kristus, tetapi menyimpag dari padanya, dia tidak memiliki Allah. Barangsiapa percaya kepada ajaran, dia memiliki Bapa maupun Putra.

Doa Pagi


Allah Bapa sumber kehidupan sejati, Engkau telah menyampaikan undangan-Mu kepada semua bangsa. Bagi mereka Kausiapkan perjamuan roti dan anggur, bekal perjalanan dan permulaan hidup kekal. Berilah kami iman untuk menanggapi panggilan-Mu. Semoga kami semua Kaujadikan saling terbuka dan siap sedia menolong satu dengan yang lain. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Surat Kedua Rasul Yohanes ( 4 - 9 )
     
 
"Barangsiapa setia kepada ajaran, dia memiliki Bapa maupun Putra."
      
Hai Ibu yang terpilih, aku sangat bersukacita, bahwa separuh dari anak-anakmu kudapati hidup dalam kebenaran, yaitu sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa. Maka sekarang aku minta kepadamu, ya ibu agar kita saling mengasihi. Ini kutulis bukan seolah-olah merupakan perintah baru bagimu, melainkan menurut perintah yang sudah ada pada kita sejak semula yaitu supaya kita saling mengasihi. Dan kasih itu berarti bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan perintah itu ialah bahwa kalian harus hidup dalam kasih, sebagaimana telah kalian dengar sejak semula. Banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Mereka tidak mengakui, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Mereka itulah penyesat dan antikristus. Waspadalah, jangan sampai kalian kehilangan apa yang telah kami kerjakan. Tetapi berusahalah agar kalian mendapat ganjaranmu sepenuhnya. Setiap orang yang tidak setia pada ajaran Kristus, tetapi menyimpang daripadanya, dia tidak memiliki Allah. Barangsiapa setia kepada ajaran itu dia memiliki Bapa maupun Putra.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
   
Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah orang yang hidup menurut hukum Tuhan.
Ayat. (Mzm 19:1.2.10.11.17.18)
1. Berbahagialah orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat Tuhan.
2. Berbahagialah orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati.
3. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, jangan biarkan aku menyimpang dari perintah-Mu.
4. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.
5. Lakukanlah kebajikan kepada hamba-Mu ini supaya aku hidup, dan aku hendak berpegang pada firman-Mu.
6. Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban hukum-Mu.
  
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya.
Ayat. (Luk 21:28b)
Angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah mendekat.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (17:26-37)
    
"Kapan Anak Manusia akan menyatakan diri?"
      
Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula kelak pada hari Anak Manusia. Pada zaman Nuh itu orang-orang makan dan minum, kawin dan dikawinkan, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera. Lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. Demikian pula yang terjadi pada zaman Lot. Mereka makan dan minum, membeli dan menjual, menanam dan membangun, sampai pada hari Lot keluar dari Sodom. Lalu turunlah hujan api dan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari Anak Manusia menyatakan diri. Pada hari itu barangsiapa sedang ada di peranginan di atas rumah, janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang di dalam rumah. Demikian pula yang sedang berada di ladang, janganlah ia pulang. Ingatlah akan isteri Lot! Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. Aku berkata kepadamu: Pada malam itu kalau ada dua orang di atas ranjang, yang satu akan dibawa dan yang lain ditinggalkan. Kalau ada dua orang wanita yang sedang bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan." Para murid lalu bertanya, "Di mana, Tuhan?" Yesus menjawab, "Dimana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
  
Renungan
  
Ada pelbagai peristiwa yang sebelum terjadi bisa diramalkan kepastian hari H-nya. Misalnya, terjadi gerhana bulan, matahari, angin topan, dan sebagainya. Tidak demikian dengan waktu kedatangan Anak Manusia untuk kedua kalinya. Yesus tidak menyebutkan satu waktu tertentu, seperti jam berapa, tanggal berapa, bulan apa atau tahun berapa Ia datang. Hanya Bapa sendiri yang menyimpan rahasia ini (Mat 24:36; Mrk 13:32).

Yesus hanya memberi lima tanda yang harus digenapi menjelang kedatangan-Nya yang kedua (Mat 24:9-14), yaitu munculnya antikristus (ay.9; 1Yoh 2:18); banyak orang akan murtad (ay.10); banyak bermunculan nabi-nabi palsu (ay.11); kedurhakaan semakin bertambah (ay.12a) dan kasih semakin tawar atau dingin (ay.12b).

Kedatangan Anak Manusia kedua kalinya akan sangat berbeda dari yang pertama di Betlehem yang amat sederhana, tidak gempar dan heboh. Kali kedua ini akan disaksikan oleh seluruh dunia, laksana muncul dalam TV dan media elektronika lainnya. Bukan hanya itu. “Matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang” (Mat 24:29). Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya (ay. 30) dan Ia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya (ay. 31).

Situasi dan kondisi zaman itu akan seperti zaman Nuh dan Lot (Luk 17:26-30). Sesudahnya terjadilah pengadilan akhir; para malaikat akan datang memisahkan orang jahat dan orang benar lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api (Mat 13:49-50). Begitulah gambaran hari-H Anak Manusia menyatakan diri.

Bagaimana sikap kita sebaiknya? Mengingat bagi Tuhan seribu tahun sama dengan giliran ronda semalam akan sia-sialah menghamburkan waktu dan tenaga mencari tanda-tanda dan mengadakan perhitungan kapan terjadi hari-H kedatangan Anak Manusia tersebut. Adalah lebih elok hidup hari ganti hari dalam keadaan siap sedia menantikan kedatangan-Nya. Caranya, dengan saling melayani dan mengasihi. Bukankah cinta membuat hidup yang sementara ini menjadi indah, damai dan bahagia? (Fred Dewanto T, O. Carm/Cafe Rohani)

Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengahmu.

Kamis, 13 November 2014
Hari Biasa Pekan XXXII
          

Flm. 7-20; Mzm. 146:7,8-9a,9bc-10; Luk. 17:20-25.
       
Yesus menegaskan bahwa Kerajaan Allah ada di antara kita. Artinya, setiap saat Allah berkenan hadir dan merajai kita. Memang, tidak ada tanda-tanda lahiriah untuk hal ini. Malah kalau ada, misalnya kita melihat Allah secara fisik, kita malah akan ketakutan dan Allah tidak lagi menjadi Tuhan yang kita sebut dengan berbagai sebutan Maha. Allah hadir dan merajai kita bukan dengan tanda-tanda lahiriah dari diri-Nya sendiri tetapi melalui kita. Itu berarti, kita semua dipanggil untuk menjadi tanda dan sarana kehadiran Allah yang mengasihi, mengampuni, melayani dan memberi damai sejahtera dalam kehidupan bersama. Dalam suasana yang demikian inilah, kita sungguh-sungguh merasakan bahwa Allah hadir di tengah-tengah kita.
     
Doa: Tuhan, jadikanlah kami tanda dan sarana kehadiran-Mu di tengah-tengah kami untuk mengasihi, mengampuni, melayani dan memberi damai sejahtera. Amin. -agawpr-

Kamis, 13 November 2014 Hari Biasa Pekan XXXII

Kamis, 13 November 2014
Hari Biasa Pekan XXXII
  
“Jika kamu menyalakan lampu di dalam rumahmu, pasti kamu mengisi dengan minyak secukupnya, agar jangan sampai mati” (St. Agustinus)

   
Antifon Pembuka (Mzm 146:7)

Tuhan tetap setia terhadap orang yang dihina, menjamin keadilan bagi orang yang tertindas, Tuhan memberi makan orang yang lapar, membebaskan orang yang terbelenggu.

Doa Pagi


Allah Bapa kami mahapengasih, penuhilah kami dengan harapan akan datangnya kerajaan-Mu. Semoga Sabda-Mu menghasilkan buah: saling pengertian, cinta kasih dan kerukunan di antara para bangsa, serta kedamaian di dunia, yang melampaui impian kami dan tetap bertahan sepanjang zaman. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
   
Relasi Paulus dengan jemaat-jemaat yang telah dibangunnya demikian dekat. Dia begitu mencintai jemaatnya, sehingga satu anak baik yang dia dapatkan dari antara mereka, tidak ditahan demi kepentingannya, namun dikembalikan kepada jemaat untuk memperkuat mereka. Sebuah teladan penggembalaan yang indah dari Paulus.

   
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Filemon (7-20)
     
 
"Terimalah dia kembali, bukan lagi sebagai budak, melainkan sebagai saudara terkasih."
      
Saudara terkasih, aku sudah memperoleh kegembiraan besar dan kekuatan karena kasihmu, sebab engkau telah menghibur hati orang-orang kudus. Karena itu, sekalipun dalam Kristus aku bebas memerintahkan kepadamu apa yang harus engkau lakukan, namun mengingat kasihmu itu lebih baik aku memintanya kepadamu. Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua dan kini dipenjarakan demi Kristus Yesus, mengajukan permintaan kepadamu mengenai anak yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus. Dahulu dia memang tidak berguna bagimu tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku. Dia, buah hatiku itu, kusuruh kembali kepadamu. Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk melayani aku selama aku dipenjarakan demi Injil, tetapi tanpa persetujuanmu, aku tidak mau berbuat sesuatu, supaya yang baik itu kaulakukan, bukan karena terpaksa, melainkan dengan sukarela. Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selamanya bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari itu, yaitu sebagai saudara terkasih. Bagiku ia sudah saudara, apalagi bagimu, baik secara manusiawi maupun dalam Tuhan. Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri. Dan kalau dia sudah merugikan dikau ataupun berutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku. Aku Paulus, menjaminnya dengan tulisan tanganku sendiri: aku akan membayarnya, untuk tidak mengatakan “Tanggungkanlah semuanya itu kepadamu!” karena engkau berhutang padaku, yakni dirimu sendiri. Ya Saudaraku, semoga engkau berguna bagiku di dalam Tuhan: Hiburlah hatiku di dalam Kristus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Mazmur Tanggapan, do = a, 2/4, PS 838
Ref. Tuhan telah membebaskan dan menyelamatkan daku.
Atau: Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong.
Atau: Alleluya.
Ayat. (Mzm 146:7-8-9a.9bc-10; R: 2b)
1. Dialah yang menegakkan keadilan bagi orang yang diperas, dan memberi roti kepada orang-orang yang lapar. Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung.
2. Tuhan membuka mata orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tertunduk, Tuhan mengasihi orang-orang benar. Tuhan menjaga orang-orang asing.
3. Anak yatim dan janda ditegakkannya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion turun-temurun!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (bdk Yoh 15:5)
Akulah pokok anggur, kalian ranting-rantingnya, sabda Tuhan. Tinggallah beserta-Ku, maka Aku tinggal besertamu, dan kalian akan berbuah banyak.
  
Kedatangan kerajaan Allah demikian halus, sehingga membuat orang tidak mampu mengenalinya dengan baik. Yesus menegaskan bahwa sesungguhnya Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengah manusia, namun manusia tidak mengenalinya. Diperlukan kejernihan budi dan hati untuk bisa menyadarinya.
  
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (17:20-25)
     
"Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengahmu."
          
Sekali peristiwa orang-orang Farisi bertanya kepada Yesus, kapan Kerajaan Allah datang. Yesus menjawab, “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah. Tidak dapat dikatakan, ‘Lihat, ia ada di sini’, atau ‘ia ada di sana’. Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengahmu.” Yesus berkata kepada para murid, “Akan datang waktunya kalian ingin melihat salah satu hari Anak Manusia itu. Tetapi kalian tidak akan melihatnya. Orang akan berkata kepadamu, ‘Lihat dia ada di sana! Lihat, dia ada di sini!’ Tetapi jangan kalian pergi ke situ, jangan kalian ikut. Sebab seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pula halnya dengan Anak Manusia, pada hari kedatangan-Nya kelak. Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
  
Apa itu Kerajaan Allah? Kerajaan Allah adalah saat Allah meraja dalam hati dan hidup manusia. Oleh karena itu di mana pun kita berada, kita menghadirkan Kerajaan Allah. Hanya orang yang terbuka hatinya akan mampu menyadari kehadiran Allah dalam diri sesamanya. Hanya orang yang mempunyai mata iman melihat kedatangan Tuhan dalam hidup kesehariannya. Bagaimana dengan kita?

Doa Malam

Tuhan Yesus, terimalah ucapan syukurku hari ini. Engkau hadir dalam kehidupan harianku, juga dalam sabda-Mu. Buatlah aku agar mampu mendengarkan bisikan hati nuraniku. Dengan demikian hari demi hari cinta kasih-Mu semakin nyata dalam hidup dan pelayananku. Amin.

RUAH

Lupa bersyukur

Rabu, 12 November 2014
Peringatan Wajib St. Yosafat, Uskup dan Martir
  

Tit. 3:1-7; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Luk. 17:11-19
  
Ketika saya masih melayani di Paroki, setiap kali menjelang waktu ujian, selalu banyak anak-anak sekolah yang rajin ikut misa harian. Gereja hampir selalu penuh. Namun, setelah ujian selesai, apalagi kalau sudah memasuki masa liburan, tinggal sedikit mereka yang setia ke Gereja. Rupanya, sebelum ujian mereka merasa butuh ke Gereja untuk memohon kepada Tuhan agar diberi kelancaran dan kesuksesan dalam ujian. Akan tetapi, setelah ujian, banyak dari mereka yang lupa untuk bersyukur atau berterimakasih kepada-Nya. Hal ini mungkin tidak hanya berlaku bagi anak-anak sekolah, tetapi juga bagi kita. Ketika kita sedang mempunyai ujud permohonan tertentu, kita rajin bergoa dan ke gereja. Namun, kalau sudah dikabulkan, kita seringkali lupa untuk bersyukur. Kalau pun bersyukur, biasanya intensitas syukur kita lebih sedikit dibanding dengan intensitas permohonan kita. Hari ini, Yesus mengingatkan kita untuk tidak lupa bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan. Bersyukur dan berterimakasih adalah salah satu cara kita memuliakan Tuhan.
   
Doa: Tuhan berilah kami hari yang tahu berterimakasih dan selalu bersyukur kepada-Mu. Amin. -agawpr-

Rabu, 12 November 2014 Peringatan Wajib St. Yosafat, Uskup dan Martir

Rabu, 12 November 2014
Peringatan Wajib St. Yosafat, Uskup dan Martir

Uskup Yosafat menyerahkan hidupnya sebagai martir demi kehidupan Gereja (Paus Pius XI)


Antifon Pembuka (Luk 4:18)

Roh Tuhan menyertai aku. Aku diurapi-Nya dan diutus mewartakan kabar gembira kepada kaum fakir miskin dan menghibur orang yang remuk redam.

Doa Pagi

Allah Bapa di surga, sumber cahaya sejati, kami bersyukur karena Engkau telah mengangkat kami dan membuat kami melihat berkat Yesus Putra-Mu terkasih. Semoga seluruh dunia akhirnya mengakui apa yang dapat mendatangkan damai, ialah cinta kasih dan keadilan sosial, yang sangat didambakan setiap orang. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus (3:1-7)
      
"Dahulu kita sesat, tetapi berkat rahmat-Nya kita diselamatkan."
        
Saudara terkasih, ingatkanlah semua orang agar tunduk pada pemerintah dan para penguasa. Hendaklah mereka taat dan siap sedia melakukan setiap pekerjaan yang baik. Janganlah mereka memfitnah atau bertengkar. Hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang. Sebab dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: Tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji dan saling membenci. Tetapi ketika telah nyatalah kerahiman dan kasih Allah serta Juruselamat kita kepada manusia maka kita diselamatkan oleh-Nya. Hal itu terjadi bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, melainkan karena rahmat-Nya berkat permandian kelahiran kembali dan berkat pembaharuan yang dikerjakan Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita lantaran Yesus Kristus, Juruselamat kita. Dengan demikian kita sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya berhak menerima hidup yang kekal sesuai dengan pengharapan kita.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
   
Mazmur Tanggapan, do = d, 3/2, 2/4, PS. 849
Ref. Tuhanlah gembalaku, tak'kan kekurangan aku
Ayat. (Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6; R:1)
1. Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: 'ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. 'Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.
2. Sekalipun aku harus berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
3. Kausiapkan hidangan bagiku di hadapan lawanku. Kauurapi kepalaku dengan minyak dan pialaku melimpah.
4. Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi, mengiringi langkahku selalu sepanjang umur hidupku. Aku akan diam di rumah Tuhan sekarang dan senantiasa.
     
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (1Tes 5:18)
Hendaklah kalian mengucap syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah bagi kalian di dalam Kristus Yesus.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (17:11-19)
           
"Tidak adakah yang kembali untuk memuliakan Allah selain orang asing itu?"
      
Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perkotaan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak, "Yesus, Guru, kasihanilah kami!" Yesus lalu memandang mereka dan berkata, "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam." Dan sementara dalam perjalanan mereka menjadi tahir. Seorang di antara mereka, ketika melihat bahwa dirinya telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu seorang Samaria. Lalu Yesus berkata, "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang tadi? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain orang asing ini?" Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan dikau."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
  
Renungan
  
Pada Injil hari ini Yesus menyembuhkan kesepuluh orang sakit kusta. Ironisnya, dari kesepuluh orang kusta yang ditahirkan (disembuhkan) hanya satu orang yang kembali untuk memuliakan Allah. Kita sebagai manusia sering kali mampu mengucap syukur atas nikmat yang boleh kita terima, tetapi mampukah kita juga bersyukur disaat – saat susah, bukankah situasi susah yang boleh kita alami merupakan karunia Allah agar kita dapat ditempa menjadi pribadi yang tangguh dan setia kepada Allah? Pertanyaannya adalah, harus berapa lama kita bersyukur? Jawabannya adalah untuk selama – lamanya. Mengapa? Semua orang pada dasarnya mempunyai kecenderungan untuk bersyukur, tetapi mampukah kita bersyukur dan memuliakan Allah atas karya-karya-Nya yang ajaib atas diri kita untuk selama – lamanya? Kesepuluh orang kusta tersebut telah ditahirkan, namun hanya satu orang saja yang kembali memuliakan Allah. Kesembilan orang lagi pergi, menikmati rahmat kesembuhan yang diberikan Yesus, namun mereka pula yang justru “lupa daratan”, menikmati keadaan yang dirasa “cukup nyaman dan baik” bagi dirinya, hingga lupa siapa yang bekerja atas kesembuhan mereka. Uniknya, hanya satu orang yang bersyukur dan memuliakan Allah, dan orang asing! Yesus mengatakan “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau”. Disini, orang asing yang bersyukur itu tentu tidak hanya mengalami kesembuhan fisik, tetapi lebih dari itu, ia disembuhkan secara rohani, imannya semakin diteguhkan, dan karena imannya itulah ia semakin mengalami kekuatan Allah untuk “berdiri dan pergi…” untuk mewartakan karya agung Allah. Bersyukur yang dihidupi dengan iman mampu menguatkan dan memberikan kesembuhan batin, tidak hanya pemuasan fisik. Semoga, rasa syukur kita tidak hanya terbatas pada sesuatu hal yang tampak di mata tetapi juga mampu dihidupi dengan iman akan Allah sehingga kita memperoleh keksembuhan sejati, yakni kesembuhan spiritual demi keselamatan jiwa kita. Amin

Antifon Komuni (Mat 10:39)     

Barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya, demikianlah firman Tuhan.
 
     
Deus Providebit

Saling melayani dengan semangat kerendahan hati

Selasa, 11 November 2014
Peringatan Wajib St. Martinus dari Tours 
 
     
Tit. 2:1-8,11-14; Mzm. 37:3-4,18,23,27,29; Luk. 17:7-10
     
 Salah satu keutamaan seorang hamba adalah kerendahan hatinya. Baginya, semua pekerjaan yang harus dilakukan sudah jelas dan diatur atau ditentukan oleh tuannya. Bahkan, ketika pekerjaan yang satu belum selesai namun tuannya menghendaki agar ia mengerjakan pekerjaan lain, dia pun segera melaksanakannya. Setelah pekerjaan selesai, amat jarang ia mendengar ucapan terimakasih dari tuannya. Dalam hal berbuat untuk tuannya, seorang hamba selalu nomor satu (misalnya melayani makan), sebaliknya dalam hal untuk mendapatkan bagi dirinya sendiri (misalnya makan), biasanya selalu belakangan. Hal-hal ini tentu akan sangat sulit dijalani dengan gembira kalau hamba tersebut tidak mempunyai kerendahan hati. Semoga, kita pun juga mampu untuk menempatkan diri sebagai hamba satu sama lain dan saling melayani dengan semangat kerendahan hati.

Doa: Tuhan, jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang baik agar kami semakin mampu untuk saling melayani dengan semangat kerendahan hati. Amin. -agawpr-

Selasa, 11 November 2014 Peringatan Wajib St. Martinus dari Tours

Selasa, 11 November 2014
Peringatan Wajib St. Martinus dari Tours

“Ya Tuhan, kalau bagi umat-Mu aku masih dibutuhkan, bekerja aku tidak enggan. Terjadilah menurut kehendak-Mu” (St. Martinus dari Tours)


Antifon Pembuka (1Sam 2:35)

Seorang imam akan Kuangkat bagi-Ku. Ia setia pada-Ku dan bertindak menurut maksud dan keinginan-Ku.

I shall raise up for myself a faithful priest who will act in accord with my heart and my mind, says the Lord.


Doa Pagi

Allah yang berbelas kasih, Putra-Mu telah menyerahkan diri-Nya bagi kami untuk membebaskan kami dari segala kejahatan dan untuk menguduskan kami. Secara khusus Engkau telah menguduskan St. Martinus yang kami peringati hari ini. Bantulah kami dalam upaya untuk meniti jalan kekudusan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
  
Menjaga kualitas kehidupan sebagai murid-murid Yesus sangatlah perlu. Pertama-tama berguna bagi proses pematangan hidup rohani. Berikutnya berguna sebagai bentuk kesaksian kepada umat di luar pengikut Kristus. Berguna pula untuk mencegah berbagai macam bentuk serangan yang menyudutkan.
   
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus (2:1-8.11-14)
      
 
"Hendaklah kita hidup saleh sambil menantikan kebahagiaan yang kita harapkan, yaitu penampakan Allah dan penyelamat kita Yesus Kristus."
      
Saudaraku terkasih, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat. Para lanjut usia hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, kasih dan ketekunan. Demikianlah pula para wanita tua hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik, dan dengan demikian mendidik wanita-wanita muda mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suami, agar sabda Allah jangan dihujat orang. Demikian pula terhadap orang-orang muda. Nasihatilah mereka, supaya menguasai diri dalam segala hal, dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita. Sebab sudah nyatalah kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia. Kasih karunia itu mendidik kita agar meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan agar kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dunia sekarang ini, sambil menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia, dan penyataan kemuliaan Allah yang mahabesar, dan Penyelamat kita Yesus Kristus. Ia telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, milik-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
   
Mazmur Tanggapan
Ref. Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan.
Ayat. (Mzm 37:3-4.18.23.27.29)
1. Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia; bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memenuhi keinginan hati-Mu!
2. Tuhan mengetahui hari hidup orang saleh, dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya; Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya.
3. Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan memiliki tempat tinggal yang abadi; tetapi orang-orang benar akan mewarisi negeri dan tinggal di sana untuk selama-lamanya.
   
Bait Pengantar Injil, do = a, 4/4, PS 962
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 14:23)
Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepada-Nya.
  
Sikap seorang hamba menjadi inspirasi untuk membangun relasi dengan Allah. Sikap ini ditegaskan oleh Yesus supaya para pendengar-Nya semakin mampu membangun sikap tunduk setia kepada Allah dan tidak memandang diri setara dengan Allah dan tidak merasa bingung atau menuntut ketika seolah Allah tidak menganugerahkan rahmat kepadanya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (17:7-10)
        
"Kami hamba-hamba tak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan."
          
Yesus bersabda kepada para murid, “Siapa di antaramu yang mempunyai seorang hamba, yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu waktu ia pulang dari ladang, ‘Mari segera makan?’ Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu, ‘Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai aku selesai makan dan minum! Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum’. Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena ia telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? Demikian jugalah kalian. Apabila kalian telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kalian berkata, ‘Kami ini hamba-hamba tak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan,’.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
  
Renungan
   
Kita adalah pelayan-pelayan Allah (bdk. 1Kor 3:9), sebagaimana St. Martinus dari Tours. Sebagai pelayan, kita hanya melakukan apa yang dikehendaki oleh Allah sendiri. Sebagai pelayan pula, kita siap melaksanakan segala sesuatu yang ditugaskan kepada kita. Kita tidak menuntut balasan atau ucapan terima kasih dari Tuhan. Allah dalam kasih-Nya yang melimpah akan memberikan apa yang terbaik sesuai dengan rencana-Nya yang kekal.

Antifon Komuni (Bdk. Mat 25:40)

Amin, Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku, demikianlah firman Tuhan.

Amen, I say to you: Whatever you did for one of the least of my brethren, you did it for me, says the Lord.

Doa Malam

Tuhan, terima kasih atas ajakan untuk melayani sebagai hamba. Namun seringkali kami lalai untuk melaksanakannya karena kesombongan kami. Ampunilah dan tuntunlah kami agar selalu rela berbagi dan tidak meninggikan diri dalam segala keberadaan kami sehari-hari. Amin.

RUAH

Senin, 10 November 2014 Peringatan Wajib St. Leo Agung, Paus dan Pujangga Gereja

Senin, 10 November 2014
Peringatan Wajib St. Leo Agung, Paus dan Pujangga Gereja
 
Meskipun Gereja itu tersusun atas berbagai macam tingkatan, kita semua ini satu dalam Kristus. (St. Leo Agung)
   

Antifon Pembuka (Sir 45:30)

Tuhan mengikat perjanjian damai dengannya, mengangkat dia menjadi pemimpin umat dan memberinya martabat imam agung.
   
The Lord established for him a covenant of peace, and made him the prince, that he might have the dignity of the priesthood for ever.


Doa Pagi

    
   
Ya Allah, kami bersyukur atas penyelenggaraan Gereja Putra-Mu yang tak lain merupakan bangunan yang kokoh berdiri dengan Putra-Mu sebagai batu penjuru. Kuatkanlah iman kami akan Yesus Kristus, Putra-Mu dan mampukan kami hidup berakar di dalam Dia, hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang segala masa. Amin.  
          
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus (1:1-9)
      
       
"Angkatlah penatua-penatua seperti yang telah kupesankan kepadamu."
      
Dari Paulus, hamba Allah dan rasul Yesus Kristus untuk memelihara iman orang-orang pilihan Allah dan pengetahuan akan kebenaran seperti yang nampak dalam ibadah kita, dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah yang tidak berdusta, dan yang pada waktu yang dikehendaki-Nya telah menyatakan firman-Nya dalam pemberitaan Injil yang telah dipercayakan kepadaku sesuai dengan perintah Allah, Juruselamat kita. Kepada Titus, anakku yang sah menurut iman kita bersama: kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Juruselamat kita, menyertai engkau. Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan supaya engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu, yakni orang-orang yang tak bercacat, yang mempunyai hanya satu isteri, yang anak-anaknya hidup beriman dan tidak dapat dituduh karena hidup tidak senonoh atau hidup tidak tertib. Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah, melainkan suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri dan berpegang kepada perkataan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang sehat, supaya ia sanggup menasihati orang berdasarkan ajaran itu dan sanggup meyakinkan penentang-penentangnya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 841
Ref. Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan
atau Itulah angkatan yang mencari wajah-Mu, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6)
1. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagat dan semua yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan, dan menegakkan di atas sungai-sungai.
2. Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan dan tidak bersumpah palsu.
3. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 961
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Flp 2:15-16)
Hendaknya di dunia ini kalian bersinar seperti bintang-bintang sambil berpegang pada sabda kehidupan.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (17:1-6)
   
"Jika saudaramu berbuat dosa terhadapmu tujuh kali sehari dan tujuh kali kembali kepadamu dan berkata, 'Aku menyesal', engkau harus mengampuni dia."
    
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia." Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!" Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan

  
Tidak mungkin tidak ada penyesatan. Kata-kata Yesus ini sungguh benar. Kita mengalaminya. Saat ini, ketika Pemerintah kita berusaha untuk melayani rakyat dengan sebaik-baiknya, banyak orang, termasuk para legislator kita justru membawa banyak penyesatan dengan opini-opini yang mereka sampaikan. Apakah mereka lalu akan kita bandholi dengan batu kilangan lalu kita ceburkan ke laut? Tentu tidak demikian. Dengan pesan pengampuan yang disampaikan-Nya, Yesus mengajak kita untuk tetap mempunyai harapan. Harapan agar orang-orang yang sukanya membawa penyesatan tersebut segera sadar dan bertobat. Untuk itu, dalam doa-doa kita, marilah kita selalu memberi tempat untuk mendoakan mereka-mereka ini agar diberi kesadaran dan rahmat pertobatan untuk berhenti membawa penyesatan lalu dan sebagai gantinya mereka menggunakan kemampuan dan peluang yang mereka miliki untuk kebaikan.

Doa: Tuhan, anugerahilah rahmat pertobatan bagi saudara/i kami yang sukanya membawa penyesatan dalam masyarakat dan bangsa kami. Amin. -agawpr-

Antifon Komuni (Mat 16:16.18)
 
Petrus berkata kepada Yesus: Engkau adalah Mesias, Putra Allah yang hidup. Dan Yesus menjawab: Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan Gereja-Ku.
    
Tu es Petrus, et super hanc petram ├Ždificabo Ecclesiam meam.

Peter said to Jesus: You are the Christ, the Son of the living God. And Jesus replied: You are Peter, and upon this rock I will build my Church.

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2023 -

Privacy Policy