Barangsiapa melakukan kehendak Bapa akan masuk Kerajaan Allah.

Kamis, 04 Desember 2014
Hari Biasa Pekan I Adven
     
 Yes. 26:1-6; Mzm. 118:1,8-9,19-21,25-27a; Mat. 7:21,24-27.

 Berdoa dan menyerukan nama Tuhan itu penting. Namun tidak cukup. Ibarat orang yang sedang mendayung sampan, kalau ia hanya mendayung di sebelah kanan saja dan tidak pernah mendayung di sebelah kiri, maka sampan tidak akan maju. Hanya berputar-putar saja di tempat. Maka, ia harus mendayung bergantian. Kadang di kanan, kadang di kiri. Demikian pula, hidup kita akan maju dan kita akan selamat sampai tujuan kalau hidup secara seimbang. Ora et labora. Berdoa dan bekerja. Oleh karena itu, apa yang menjadi doa-doa kita, hendaknya kita wujudkan dalam pekerjaan kita dan pekerjaan kita hendaknya sebagai wujud pelaksanaan akan kehendak Tuhan. Kalau kita berdoa mohon rejaki, ya kita harus bekerja untuk mendapatkan rejeki yang halal, tidak mengambil hak orang lain. Kalau kita berdoa mohon rahmat keselamatan di jalan, ya kita berkendara dengan hati-hati dan taat pada aturan lalu lintas. Kalau kita mohon agar dapat hidup dengan tenang dan damai, ya kita harus berdamai dengan semua orang. Dan seterusnya, dan seterusnya.

Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu agar kami mewujudkan doa-doa kami dalam pekerjaan kami dan menjadikan pekerjaan kami sebagai pelaksanaan kehendak-Mu. Amin. -agawpr-

Kamis, 04 Desember 2014 Hari Biasa Pekan I Adven

Kamis, 04 Desember 2014
Hari Biasa Pekan I Adven
 
“Tuhan menyembunyikan waktunya bagi kita, supaya kita berjaga-jaga” (St. Efrem)

 
Antifon Pembuka (bdk. Mzm 119 (118): 151-152)

Engkau sungguh dekat, ya Tuhan dan segala jalan-Mu benar; sejak dulu aku tahu dari sabda-Mu, bahwa Engkau selalu besertaku.
 
You, O Lord, are close, and all your ways are truth. From of old I have known of your decrees, for you are eternal.

   
Doa Pagi


Allah yang Mahakuasa, bukalah pintu-pintu hati kami yang tertutup oleh kesombongan dan kekejian. Limpahkanlah ke dalam hati kami sukacita dan damai sejahtera sehingga langkah kami hari ini menggembirakan mereka yang kami jumpai. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
  

Tuhan menjadi satu-satunya tumpuan perlindungan dan keselamatan. Setiap orang yang berlindung di dalam Tuhan akan merasakan kenyamanan dan keamanan. Oleh karena itu, setiap orang yang percaya akan merasakan damai sejahtera.

  
Bacaan dari Kitab Yesaya (26:1-6)
   
 
"Bangsa yang benar dan tetap setia biarlah masuk."
    
Pada masa itu nyanyian ini akan dinyanyikan di tanah Yehuda, “Kita mempunyai kota yang kuat! Tuhan telah memasang tembok dan benteng untuk keselamatan kita. Bukalah pintu-pintu gerbangnya, agar masuklah bangsa yang benar dan yang tetap setia. Engkau menjaga orang yang teguh hatinya dengan damai sejahtera, sebab ia percaya kepada-Mu. Percayalah kepada Tuhan selama-lamanya, sebab Tuhan Allah adalah gunung batu yang kekal. Kota-kota di atas gunung telah ditaklukkan-Nya; benteng-benteng yang kuat telah dirobohkan-Nya, diratakan-Nya dengan tanah dan dicampakkan-Nya menjadi debu. Kaki orang-orang sengsara dan telapak orang-orang lemah akan menginjak-injaknya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan.
Atau. Alleluya
Ayat. (Mzm 118:1.8-9.19-21.25-27a)
1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya. Lebih baik berlindung pada Tuhan daripada percaya kepada manusia! Lebih baik berlindung pada Tuhan daripada percaya kepada para bangsawan!
2. Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada Tuhan. Inilah pintu gerbang Tuhan, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya. Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.
3. Ya Tuhan, berilah kiranya keselamatan! Ya Tuhan, berilah kiranya kemujuran! Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan! Kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan. Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali pada tanduk-tanduk mezbah.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Yes 55:6)
Carilah Tuhan, selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya, selama Ia dekat.
 
Dalam membangun relasi dengan Tuhan, tidak cukup orang hanya berseru dan memohon kepada-Nya. Mereka harus melangkah lebih lagi dengan mendengarkan dan melaksanakan kehendak Allah dalam kehidupan mereka sehari-hari.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (7:21.24-27)
    
"Barangsiapa melakukan kehendak Bapa akan masuk Kerajaan Allah."
      
Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, ‘Tuhan! Tuhan!’ akan masuk Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga. Semua orang yang mendengar perkataan-Ku dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana yang membangun rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu. Tetapi rumah itu tidak roboh sebab dibangun di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang bodoh, yang membangun rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu. Maka robohlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan
 
Apakah kita adalah orang Katolik yang bijaksana? Yesus ingin agar kita membaca Injil dan mempraktekkannya. Kita datang mengikuti Misa Kudus setiap hari Minggu, syukur kalau juga bisa menghadiri harian dan menerima Tubuh Kristus dengan maksud memperoleh kekuatan rohani agar tidak menjadi pribadi yang angkuh, sombong, egois, maunya sendiri, susah diatur, tidak mau berdamai, memendam kebencian dan dendam. Sebaliknya kita mau lebih bertanggung jawab dan setia sebagai suami Katolik, isteri Katolk, orangtua Katolik, mertua Katolik, menantu Katolik dan anak Katolik. Melakukan kehendak Bapa di surga adalah syarat masuk Kerajaan-Nya. Semoga hari ini kita mempraktekkan kasih yang mendidik dan tulus.

Doa Malam

Allah Bapa yang Mahabaik, terima kasih karena Engkau tidak pernah menolak orang berdosa yang bertobat. Buatlah aku mampu bermawas diri di masa Adven ini agar pantas menyambut Putera-Mu, Sang Imanuel, pada Natal malam nanti. Amin.
 
 
RUAH