Minggu, 29 November 2015 Hari Minggu Adven I

Minggu, 29 November 2015
Hari Minggu Adven I

Dalam perayaan liturgi Adven, Gereja menghidupkan lagi penantian akan Mesias; dengan demikian umat beriman mengambil bagian dalam persiapan yang lama menjelang kedatangan pertama Penebus dan membaharui di dalamnya kerinduan akan kedatangan-Nya yang kedua Bdk. Why 22:17.. Dengan merayakan kelahiran dan mati syahid sang perintis, Gereja menyatukan diri dengan kerinduannya: "Ia harus makin besar dan aku harus makin kecil" (Yoh 3:30). (Katekismus Gereja Katolik, 524)

Antifon Pembuka (Mzm 25:1-3/PS 444)

Kepada-Mu, ya Tuhan, kuangkat jiwaku: Allahku, kepada-Mu aku percaya. Janganlah kiranya aku mendapat malu. Janganlah musuh-musuhku beria-ria atas aku. Ya, semua orang yang menantikan Dikau takkan mendapat malu.

To you, I lift up my soul, O my God. In you, I have trusted; let me not be put to shame. Nor let my enemies exult over me; and let none who hope in you be put to shame.

Ad te levavi animam meam: Deus meus in te confido, non erubescam: necque irrideant me inimici mei: etenim universi qui te exspectant, non confundentur.

Mzm. Vias tuas, Domine, demonstra mihi: et semitas tuas edoce me.

Doa Pagi


Allah Bapa yang Mahakuasa, anugerahilah kami, umat-Mu, kehendak yang kuat untuk menyongsong kedatangan Kristus dengan cara hidup yang baik. Semoga dengan demikian kami layak mewarisi Kerajaan Surga, bersama Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Nubuat Yeremia (33:14-16)
  
  
"Aku akan menumbuhkan Tunas Keadilan bagi Daud."
  
Beginilah firman Tuhan, “Sungguh, waktunya akan datang, bahwa Aku menepati janji yang telah Kukatakan kepada kaum Israel dan kaum Yehuda. Pada waktu itu Aku akan menumbuhkan Tunas Keadilan bagi Daud. Ia akan melaksanakan keadilan dan kebenaran di negeri. Pada waktu itu Yehuda akan dibebaskan dan Yerusalem akan hidup dengan tenteram. Dan dengan nama inilah mereka akan dipanggil: “Tuhan keadilan-Kita.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 4/4, PS 865
Ref. Tuhan, Engkaulah penyelamatku.
Ayat. (Mzm 25:4bc-5ab.8-9.10.14)
1. Beritahukan jalan-jalan-Mu kepadaku ya Tuhan, tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku, bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.
2. Tuhan itu baik dan benar, sebab ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati, menurut hukum dan mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.
3. Segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian dan peringatan-peringatan-Nya. Tuhan bergaul karib dengan orang yang takwa pada-Nya, dan perjanjian-Nya Ia beritahukan kepada mereka.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika (1Tes 3:12-4:2)
   
"Semoga Tuhan Allah menguatkan hatimu pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita."
  
Saudara-saudara, semoga Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah, dan berkelimpahan dalam kasih satu sama lain, dan dalam kasih terhadap semua orang seperti kami pun menaruh kasih kepadamu. Semoga Ia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, bersama orang kudus-Nya. Akhirnya, Saudara-saudara, demi Tuhan Yesus kami meminta dan menasihati kamu: Kamu telah mendengar dari kami, bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang sudah kamu turuti. Tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi. Kamu tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/2, PS 951
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mzm 85:8)
Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan, dan berilah keselamatan yang dari pada-Mu.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (21:25-28.34-36)
 
"Penyelamatanmu sudah dekat."
   
Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Akan tampak tanda-tanda pada matahari, pada bulan dan bintang-bintang, dan pada bumi. Bangsa-bangsa di bumi. Bangsa-bangsa di bumi akan ketakutan dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena cemas berhubung dengan segala sesuatu yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan bergoncangan. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu di mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu sebab penyelamatanmu sudah dekat. Oleh karena itu, jagalah dirimu, jangan sampai hatimu sarat dengan pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi, dan jangan sampai hari Tuhan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjagalah-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu mendapat kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan
 
Tanggal 26 Desember 2004 lalu, bagi masyarakat Aceh merupakan hari yang sangat sulit untuk dilupakan. Betapa tidak, pada hari itu 230.000 orang meninggal karena bencana Tsunami. Tiga hari kemudian, para artis kondang ibu kota berkumpul di sebuah stasiun televisi swasta untuk mengadakan sebuah “Konser Kepedulian”. Pada saat itu, sebagian besar artis berkomentar bahwa Tsunami terjadi sebagai hukuman dari Tuhan karena Tuhan murka atas kedurhakaan manusia dengan dosa-dosa yang telah mereka lakukan. Benarkah pendapat tersebut?

Injil hari ini menjelaskan kepada kita bahwa menjelang kedatangan Tuhan untuk kedua kalinya (parousia) akan terjadi tanda-tanda pendahuluan berupa bencana alam yang dahsyat. Kedahsyatan bencana ini digambarkan dengan banyaknya orang yang mati ketakutan karena kecemasan atas bencana-bencana tersebut. Inilah yang akan terjadi pada orang-orang yang tidak beriman, bukan mati karena menjadi korban bencana tetapi mati karena kecemasan (stress). Di lain pihak, Tuhan menegaskan bahwa sesungguhnya pada saat itu orang beriman akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Maka, apabila semuanya itu mulai terjadi, “Bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat,” demikian Tuhan Yesus melanjutkan.

Iman Kristiani memandang bencana alam sebagai tanda-tanda yang bersifat positif, bukan sebagai wujud hukuman Allah atas dosa-dosa manusia, melainkan sebagai tanda-tanda semakin dekatnya Hari Penyelamatan, yaitu kedatangan Tuhan yang kedua (parousia). Oleh karena itu, alih-alih melihat bencana alam sebagai tanda kemurkaan Allah atas dosa-dosa manusia, Tuhan Yesus mengajak kita untuk melihat bencana alam lebih sebagai tanda peringatan akan semakin dekatnya Hari Penyelamatan, dan oleh karenanya kita harus sungguh-sungguh mempersiapkan diri.

Hari ini kita mulai memasuki Masa Adven. Masa Adven diselenggarakan oleh Gereja untuk mengingatkan segenap umat beriman agar senantiasa sungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk menyambut Hari Penyelamatan, hari kedatangan Tuhan Yesus Kristus untuk kedua kalinya. Oleh karena itu, kalau pada hari ini kita melihat ada bencana alam terjadi di berbagai belahan dunia, Tuhan Yesus mengajak kita untuk memandangnya secara positif. Bencana alam bukanlah tanda kemurkaan Allah atas kedurhakaan manusia yang harus membuat manusia mati ketakutan karena kecemasan, melainkan tanda semakin dekatnya Hari Penyelamatan yang harus kita sikapi dengan upaya semakin mempersiapkan diri untuk menyambut-Nya. Bagaimana caranya? Dengan terus menerus bertobat, dengan menjaga diri supaya hati tidak sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi (hidup sembrono) dan senantiasa berdoa.

Dengan demikian kelak kita semua akan tahan berdiri di hadapan Anak Manusia. Artinya, kita memiliki hidup yang pantas untuk menyambut kedatangan Tuhan pada Hari Penyelamatan. Akhirnya, bersukacitalah senantiasa, bangkitlah dan angkatlah mukamu sebab penyelamatanmu sudah dekat. Selamat memasuki Masa Adven 2015. [Wang Guangming]

Antifon Komuni (Mzm 85:13)

Tuhan akan memberikan kebaikan dan negeri kita akan memberikan hasilnya.

The Lord will bestow his bounty, and our earth shall yield its increase.

Dominus dabit benignitatem: et terra nostra dabit fructum suum.
  
 
 
 
Masa Adven adalah masa suci.
Gereja selalu merayakan masa khusus ini dengan khidmat, memberikan pujian dan syukur kepada Bapa yang kekal karena belas kasih yang ditunjukkan dalam misteri kedatangan Putra Tunggal-Nya.
(St. Karolus Borromeus)