Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.

Kamis, 09 Juli 2015
Hari Biasa Pekan XIV


Kej. 44:18-21,23b-29; 45:1-5;Mzm. 105:16-17,18-19,20-21;Mat. 10:7-15.

Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. (Mat 10,7)

Kita semua diutus untuk mewartakan bahwa Kerajaan Sorga sudah dekat. Kadang, istilah Kerajaan Sorga disebut dengan istilah Kerajaan Allah. Kedua istilah ini sama-sama menyatakan bahwa Allah yang ada di sorga sesungguhnya dekat dengan kita. Allah kita bukanlah Allah yang jauh dan tak terjangkau tetapi Allah yang dekat dan tinggal di antara kita. Nah, tugas perutusan kita, salah satunya adalah untuk menyatakan hal tersebut: bahwa Allah dekat dengan kita. Dengan kata lain, kita diutus menjadi tanda dan sarana kehadiran dan kedekatan Tuhan dengan umat-Nya. Maka, syukur kalau kemudian orang lain bisa melihat dan mengalami kehadiran Tuhan dalam diri kita, kata-kata kita, sikap, tindakan dan hal-hal lain yang kita buat. Namun, yang menjadi fokus utama tetaplah Tuhan bukan kita. Dengan demikian, kita akan bersikap lepas bebas, tidak terikat dengan siapa pun dan dengan apa pun. Kalau ada yang mulai terikat atau tergantung pada kita dengan alasan ia/mereka bisa menemukan Tuhan dalam diri kita, kita harus hati-hati, bahkan dengan tegas harus melepaskannya. Satu-satunya yang mengikat kita adalah Tuhan yang senantiasa dekat dengan kita.

Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu agar kami mampu menjadi pewarta kedekatan-Mu pada kami serta tanda dan sarana yang menghadirkan Engkau bagi sesama kami. Amin. -agawpr-

Kamis, 09 Juli 2015 Hari Biasa Pekan XIV

Kamis, 09 Juli 2015
Hari Biasa Pekan XIV

“Kekudusan sebenarnya adalah tujuan akhir bersama semua manusia yang dipanggil menjadi anak-anak Allah” (Paus Benediktus XVI)

Antifon Pembuka (Kej 45:5)

Demi keselamatan hidup kalianlah, Allah menyuruh aku mendahului kalian ke Mesir.

Doa Pagi

Allah Bapa Sumber Pengharapan, semoga sabda-Mu Kaujadikan kekuatan di tengah-tengah kami. Teguhkanlah kerajaan-Mu pada diri kami, agar sanggup membangkitkan pengharapan serta menabahkan hati. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Hati Yusuf yang penuh belas kasihan, tidak memandang kejahatan saudara-saudaranya sebagai sesuatu yang perlu dibalas dengan kejahatan. Dia berusaha membuka hati para saudaranya untuk menyadari karya Allah yang demikian indah melalui tindakan mereka.
 
Bacaan dari Kitab Kejadian (44:18-21.23b-29; 45:1-5)
  
"Demi keselamatanmu Allah mengutus aku ke Mesir."
  
Di tanah Mesir Yusuf pura-pura menuduh adiknya, Benyamin, mencuri. Maka tampillah Yehuda mendekati Yusuf dan berkata, “Mohon bicara Tuanku, izinkanlah hambamu ini mengucapkan sepatah kata kepada Tuanku, dan janganlah bangkit amarahmu terhadap hambamu ini, sebab Tuanku adalah seperti Firaun sendiri. Tuanku telah bertanya kepada hamba-hamba ini, ‘Masih adakah ayah atau saudaramu?’ Dan kami menjawab Tuanku, ‘Kami masih mempunyai ayah yang sudah tua dan masih ada anaknya yang masih muda, yang lahir pada masa tuanya; kakaknya telah mati, dan hanya dia sendirilah yang tinggal dari mereka yang seibu, sebab itu ayah sangat mengasihi dia’. Lalu Tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini, ‘Bawalah dia kemari kepadaku, supaya mataku memandang dia’. Lagi Tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini, ‘Jika adikmu yang bungsu itu tidak datang kemari bersama kalian, kalian tidak boleh melihat mukaku lagi’. Setelah kami kembali kepada hambamu, ayah kami, maka kami memberitahukan kepadanya perkataan Tuanku itu. Kemudian ayah kami berkata, ‘Kembalilah kamu membeli sedikit bahan makanan bagi kita’. Tetapi jawab kami, ‘Kami tidak dapat pergi ke sana, sebab kami tidak boleh melihat muka orang itu, apabila adik yang bungsu tidak bersama-sama kami’. Kemudian berkatalah hambamu, ayah kami, ‘Kamu tahu, bahwa isteriku telah melahirkan dua orang anak bagiku; yang seorang telah pergi, dan aku telah berkata, “Tentulah ia diterkam oleh binatang buas, dan sampai sekarang aku tidak melihat dia kembali. Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan daku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena nasib celaka’.” Ketika itu Yusuf tidak dapat menahan hatinya lagi di depan semua orang yang berdiri di dekatnya. Lalu berserulah ia, “Suruhlah keluar semua orang dari sini.” Maka tidak ada seorangpun yang tinggal di situ bersama-sama Yusuf, ketika ia memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya. Setelah itu menangislah ia keras-keras, sehingga kedengaran oleh orang-orang Mesir dan seisi istana Firaun. Dan Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya, “Akulah Yusuf! Masih hidupkah bapa?” Tetapi saudara-saudaranya tidak dapat menjawabnya, sebab mereka takut dan gemetar menghadapi dia. Lalu kata Yusuf kepada mereka, “Marilah mendekat.” Maka mendekatlah mereka. Kata Yusuf lagi, “Akulah Yusuf, saudaramu, yang kalian jual ke Mesir. Tetapi sekarang janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri karena kalian menjual aku ke sini, sebab demi keselamatan hidup kalianlah Allah menyuruh aku mendahului kalian ke Mesir.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Ingatlah akan karya Tuhan yang ajaib.
Ayat. Mzm 105:16-17.18-19.20-21; R:5a)
1. Ketika Ia mendatangkan kelaparan ke atas tanah Kanaan, dan menghancurkan seluruh persediaan makanan, diutus-Nya seorang mendahului mereka, yakni Yusuf yang dijual menjadi budak.
2. Kakinya diborgol dengan belenggu lehernya dirantai dengan besi, sampai terpenuhilah nubuat-Nya, dan firman Tuhan membenarkan dia.
3. Maka raja menyuruh melepaskan dia, dan penguasa para bangsa membebaskannya. Dijadikannya dia tuan atas istananya, dan pengelola segala harta kepunyaannya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mrk 15:1)
Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil. Alleluya.

Yesus mengutus para murid-Nya untuk melakukan pewartaan dan karya-karya nyata tentang kehadiran Kerajaan Allah. Mereka menjadi tanda kehadiran kuasa Allah yang menyelamatkan dan penuh kasih serta mengulurkan tangan untuk menarik banyak orang masuk dalam kasih Allah.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (10:7-15)
  
"Kalian telah memperoleh dengan cuma-cuma, maka berilah pula dengan cuma-cuma."
  
Pada waktu itu Yesus bersabda kepada keduabelas murid-Nya, “Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kalian telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berilah pula dengan cuma-cuma. Janganlah kalian membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kalian membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kalian membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Apabila kalian masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kalian berangkat. Apabila kalian masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun kepadanya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Dan apabila seorang tidak menerima kalian dan tidak mendengarkan perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu, dan kebaskanlah debunya dari kakimu. Aku berkata kepadamu: Sungguh, pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya daripada kota itu.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Para murid Yesus tidak perlu khawatir akan segala macam kebutuhan. Serahkan saja pada para pendengar mereka untuk mengurusnya. Tak perlu disibukkan dengan banyak urusan tetapi konsentrasi saja pada tugas pewartaan dan pada penyelenggaraan Ilahi. Bila ditolak, tak perlu melakukan reaksi keras. Tetap setia pada tugas yang sudah dipercayakan. Allah akan memberi ganjaran pada waktunya. Bagaimana dengan pengalaman Anda dalam pelayanan selama ini?

Doa Malam

Allah Bapa Mahabaik, utuslah kami mewartakan nama-Mu kepada siapa pun di sekitar kami. Jadikanlah kami pewarta kebaikan dan kemanusiaan yang selalu memperhatikan umat-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.


RUAH