Rabu, 16 September 2015 Peringatan Wajib St. Kornelius, Paus dan St. Siprianus, Uskup-Martir

Rabu, 16 September 2015
Peringatan Wajib St. Kornelius, Paus dan St. Siprianus, Uskup-Martir
 
Gereja adalah "tiang penopang dan dasar kebenaran" (1 Tim 3:15). "Perintah resmi Kristus untuk mewartakan kebenaran yang menyelamatkan itu diterima oleh Gereja dan para Rasul" (LG 17). "Gereja berwenang untuk selalu dan di mana-mana memaklumkan asas-asas kesusilaan, pun yang menyangkal tata kemasyarakatan, dan untuk membawa suatu penilaian tentang segala hal-ikhwal insani, sejauh hak-hak asasi manusia atau keselamatan jiwa menuntutnya" (CIC can. 747, | 2). Katekismus Gereja Katolik, 2032
 

Antifon Pembuka

Para kudus bergembira di surga, sebab mengikuti jejak Kristus. Mereka menumpahkan darahnya demi Dia, sehingga kini bersukaria selamanya.

Doa Pagi


Allah Bapa, Gembala kami, Engkau telah memberi umat-Mu pemimpin setia dan martir perkasa, yaitu Santo Kornelius dan Siprianus. Semoga berkat doa mereka kami tetap teguh, kuat dalam iman, dan ulet dalam memajukan kesatuan di dalam Gereja. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Timotius (3:14-16)
    
      
"Sungguh agunglah rahasia iman kita."
     
Saudara-saudara terkasih, semuanya ini kutulis kepadamu, walaupun aku berharap segera dapat mengunjungi engkau. Maka, jika aku terlambat, engkau sudah tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, artinya sebagai jemaat Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran. Sungguh agunglah rahasia iman kita: Kristus, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Ia diimani di dunia, diangkat ke dalam kemuliaan."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan
Ref. Agunglah karya Tuhan
Ayat. (Mzm111:1-6)
1. Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan di tengah jemaat. Besarlah perbuatan-perbuatan Tuhan, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.
2. Agung dan semaraklah pekerjaan-Nya, keadilan-Nya tetap untuk selama-lamanya. Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan peringatan; Tuhan itu pengasih dan penyayang.
3. Kepada orang takwa diberikan-Nya rezeki, selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya. Kekuatan perbuatan-Nya Ia tunjukkan kepada umat-Nya, dengan memberikan kepada mereka milik pusaka para bangsa.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 6:64b.69b)
Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Pada-Mulah sabda kehidupan kekal.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (7:31-35)
  
"Hikmat Allah dibenarkan oleh orang yang menerimanya."
   
Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada orang banyak, “Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini? Mereka sama dengan anak-anak yang duduk di pasar dan berseru-seru. ‘Kami meniup seruling bagimu, tetapi kalian tidak menari. Kami menyanyikan kidung duka, tetapi kalian tidak menangis.’ Sebab ketika Yohanes Pembaptis datang, dan ia tidak makan roti, dan tidak minum anggur, kalian berkata, ‘Ia kerasukan setan.’ Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kalian berkata, ‘Lihatlah, seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.’ Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
 
Renungan
 
Suatu ketika seorang Pastor mengunjungi seorang bapak yang sudah 10 tahun tidak mau lagi datang ke Gereja. Secara ekonomi sukses, namun dia tidak lagi mau percaya bahwa Tuhan ada dan berperan di dalam hidupnya. Dalam kunjungan itu, Pastor mengalami kegagalan karena dia mempertegas bahwa yang menjadi pegangannya saat ini adalah keberhasilan ekonominya. Itulah sumber kebahagiaannya. Peristiwa tidak berhenti di situ. Ternyata anaknya terkena penyakit demam berdarah dan dalam keadaan darurat kritis di ICU. Singkat kata, ia kemudian memohon Pastor untuk datang mendoakan anaknya. Barulah kemudian ia mulai kembali datang ke Gereja sesudah anaknya sembuh.

Bacaan hari ini mengajak kita merenungkan soal kebebalan hati kita terhadap undangan Tuhan untuk mendekat pada-Nya. Tuhan senantiasa mengundang, namun kadangkala kita menutup diri dengan berbagai alasan. Salah satu alasan utama adalah karena kita lebih memilih tetap berada pada kedosaan dan tidak mau berubah. Keadaan lama kita yang penuh dosa itu terasa nikmat dan menyenangkan sehingga kita tidak lagi menyadari diri tengah hidup dalam lumpur dosa.

Persis itulah yang diungkapkan oleh Injil hari ini. Walaupun Yohanes dan Yesus sudah menawarkan pewartaan Kerajaan Allah, namun orang-orang yang mendengarnya tetap menutup telinga dan bebal hati.

Bagaimana dengan kita sendiri? Barangkali hati kita juga sering kali tertutup mendengar nasihat orang lain yang sebenarnya berguna bagi keselamatan diri kita sendiri. Kita perlu membuka hati dan pikiran kita akan tawaran keselamatan dari Tuhan sendiri melalui sesama dan lingkungan sekitar kita.

Ya Bapa, bukalah hatiku dari segala macam kebebalan hati terhadap undangan-Mu. Amin. (Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian)