Jumat, 22 September 2017 Hari Biasa Pekan XXIV

Jumat, 22 September 2017
Hari Biasa Pekan XXIV

“Orang-orang yang bercerai dan menikah lagi itu tetap menjadi anggota Gereja; dengan keprihatinan khusus Gereja mendampingi mereka dan mendorong mereka untuk menghayati sepenuh mungkin kehidupan Kristus lewat partisipasi yang teratur dalam misa, meskipun tanpa menyambut komuni, dengan mendengarkan Sabda Allah, melakukan adorasi, doa, partisipasi dalam kehidupan komunitas, dialog secara tulus dengan imam atau pembimbing rohani, dan mendedikasikan diri pada pelayanan amal, karya tobat dan komitmen kepada pendidikan anak-anak mereka.” (Sacramentum Caritatis, no.29, Paus Benediktus XVI)

     
Antifon Pembuka (1Tim 6:12)

Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar, dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil; untuk itulah engkau telah mengikrarkan ikrar yang benar.

Doa Pembuka

Allah Bapa kami sumber kekuatan, ajarilah kami mengimani dan memahami pewartaan Putra-Mu terkasih. Semoga Engkau selalu mendampingi kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Timotius (6:2c-12)
     
  
"Hai manusia Allah, kejarlah keadilan."
       
Saudara terkasih, ajarkanlah dan nasihatkanlah semua ini. Jika ada orang yang mengajarkan ajaran lain, dan tidak menurut ajaran sehat, yakni ajaran Tuhan kita Yesus Kristus, dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan iman kita, dialah orang yang berlagak tahu, padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, iri hati, fitnah, dan curiga, percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berfikiran sehat, yang kehilangan kebenaran, yang mengira agama itu suatu sumber keuntungan. Memang iman itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa apa-apa ke dalam dunia ini, dan kita pun tidak membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya, terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan pelbagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Karena memburu uanglah, maka beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa diri dengan berbagai-bagai penderitaan. Tetapi engkau, hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, takwa, kesetiaan, cinta kasih, kesabaran, dan kelembutan hati. Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil; untuk itulah engkau telah mengikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah yang hidup miskin terdorong oleh Roh Kudus, sebab bagi merekalah Kerajaan Allah.
Ayat. (Mzm 49:6-7.8-9.17-18.20)
1. Mengapa aku takut pada hari-hari celaka pada waktu aku dikepung oleh kejahatan para pengejarku, yang percaya akan harta bendanya, dan memegahkan diri karena banyaknya kekayaan mereka?
2. Tidak seorang pun dapat membebaskan diri, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya! Terlalu mahallah harga pembebasan nyawanya, dan tidak terjangkau untuk selama-lamanya kalau ia ingin hidup abadi dengan tidak melihat liang kubur.
3. Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah, sebab pada waktu mati semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.
4. Sekalipun pada masa hidupnya ia menganggap dirinya berbahagia, sekalipun orang menyanjungnya karena ia berbuat baik terhadap dirinya sendiri, namun ia akan sampai kepada angkatan nenek moyangnya, yang tidak akan melihat terang untuk seterusnya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mat 11:25)
Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (8:1-3)
     
"Beberapa wanita menyertai Yesus dan melayani Dia dengan harta bendanya."
      
Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid menyertai Dia, dan juga beberapa wanita, yang telah disembuhkan-Nya dari roh-roh jahat serta berbagai macam penyakit, selalu menyertai Dia. Para wanita itu ialah: Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh setan; Yohana, isteri Khuza, bendahara Herodes, Susana dan masih banyak lagi yang lain. Wanita-wanita itu melayani seluruh rombongan dengan harta kekayaan mereka.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan

 
Kalau kita mendengar berita radio atau melihat di televisi, sering kita bergumam, "Mengapa jumlah orang-orang yang berbuat kejahatan atau kesalahan tidak berkurang?" Semakin banyak orang yang terjebak narkoba. Banyak anak yang terperangkap pergaulan bebas. Perempuan-perempuan terjerambab di dalam bisnis prostitusi. Salah satu jawabannya adalah karena kita cenderung memandang buruk mereka dan dilanjutkan dengan sikap menjauhi mereka yang sedang jatuh ke dalam situasi itu. 
 
 hari ini pun kalau kita tidak mempunyai hati yang bersih dan pikiran yang jernih, kita akan menjadi sangat gelisah karena Yesus penuh perhatian pada perempuan-perempuan yang selalu menyertai-Nya. Para perempuan yang telah disembuhkan itu mengikuti Yesus ke mana pun Ia pergi mewartakan Injil. Ditambah pula, banyak perempuan lain yang melayani Yesus dalam menjalankan karya-Nya (bdk. Luk 8:1-3).
 
 Harus diakui bahwa perempuan mempunyai banyak keistimewaan. Salah satu kehebatan seorang wanita adalah dia mampu berpikir dan mengerjakan banyak hal pada saat yang sama. Sambil dirigen memimpin koor, dia bisa menggendong anaknya dan membuat anaknya tertidur pulas atau bahkan ikut bernyanyi. Di samping itu, dia bisa meneriaki anggota koor yang membandel sekaligus sempat menelepon suaminya supaya jika sudah sampai di rumah untuk mengambil makan malam di lemari dapur. Karena itu, Yesus merasa aman dan terbantu saat banyak perempuan mengikuti dan melayani Dia dan rombongan-Nya.
 
 Kehidupan beriman dalam Gereja Katolik akan tumbuh berkembang dan menjadi sehat apabila kita tidak lagi gosip-gosip yang membabi buta terhadap mereka yang sedang berpastoral. Terlebih gosip yang ditimpakan kepada para petugas pastoral laki-laki yang sedang menangani masalah prostitusi atau kepada para petugas pastoral perempuan yang sedang menangani masalah para suami korban narkoba atau HIV/AIDS. Mereka yang sedang ditemani atau ditolong juga tidak perlu merasa bahwa petugas patoral menaruh hati padanya. 
 
 Berpastoral dan menerima pelayanan pastoral harus dilakukan secara profesional. Yang melakukan dan yang menerima pelayanan harus sama-sama menciptakan suasana Kerajaan Allah.   (Rm. H. Krisna Aji Nugroho, O.Carm / CAFE ROHANI)

Antifon Komuni (1Tim 6:12)

Berlombalah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal.