Rabu, 27 September 2017 Peringatan Wajib St. Vinsensius a Paulo, Imam

Rabu, 27 September 2017
Peringatan Wajib St. Vinsensius a Paulo, Imam

“Kalau kamu memandang orang miskin di bawah terang iman, kamu akan melihat bahwa mereka itu mewakili Allah Putra, yang memilih menjadi miskin” (St. Vinsensius a Paulo)
  

Antifon Pembuka (Luk 4:18)

Roh Tuhan menyertai aku. Aku diurapi dan diutus mewartakan kabar gembira kepada kaum fakir miskin dan menghibur orang yang remuk redam.

      
   
Doa Pembuka

Allah Bapa, Pembela kaum papa, Engkau telah membina Santo Vinsensius, imam-Mu, dalam kegiatan kerasulan menyelamatkan orang miskin dan mendidik rohaniwan. Semoga kami dikobarkan dengan semangat yang sama, mengasihi dan dikasihinya dan melaksanakan ajarannya. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
    

Bacaan-bacaan dan Mazmur Tanggapan dari hari biasa, atau dari Rumus Umum Gembala Umat (Misionaris) atau Para Kudus (Pelaku Karya Amal), misalnya: 1 Kor 1:26-31; Mzm 112:1-2.3-4.5-7a.7b-8.9; R: 1a; Mat 9:35-38.


Bacaan dari Kitab Ezra (9:5-9)
    
  
"Dalam masa perbudakan, kami tidak engkau tinggalkan, ya Tuhan"
    
Ketika mendengar berita tentang dosa umat Israel, aku, Ezra, mengoyakkan pakaian dan jubahku, dan duduk tertegun. Pada waktu kurban petang bangkitlah aku dan berhenti menyiksa diri. Lalu aku berlutut dengan pakaian dan jubahku yang koyak-koyak; sambil menadahkan tanganku kepada Tuhan, Allahku, aku berkata, "Ya Allahku, aku malu dan mendapat cela, sehingga tidak berani menengadahkan mukaku kepada-Mu. Dosa kami telah menumpuk mengatasi kepala kami dan kesalahan kami telah membubung ke langit. Sejak zaman nenek moyang kami sampai hari ini kesalahan kami besar, dan oleh karena dosa kami maka kami sekalian dengan para raja dan para imam diserahkan kepada raja-raja negeri asing. Kami diserahkan dalam kuasa pedang, ditawan, dijarah dan dihina di depan umum, seperti yang terjadi sekarang ini. Tapi kini kami mengalami kasih karunia Tuhan, Allah kami. Ia meninggalkan pada kami orang-orang yang terluput, dan memberi kami tempat menetap di tempat-Nya yang kudus. Allah kami membuat mata kami bercahaya dan memberi kami sedikit kelegaan di masa perbudakan kami. Sekalipun kami menjadi budak, tetapi dalam perbudakan itu Allah tidak meninggalkan kami. Ia membuat kami disayangi oleh raja-raja negeri Persia, sehingga kami mendapat keleluasaan untuk membangun rumah Allah dan menegakkan kembali reruntuhannya, serta memperoleh tembok pelindung di Yehuda dan di Yerusalem."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Kidung Tanggapan
Ref. Terpujilah Allah yang hidup selama-lamanya.
Ayat. (Tobit 13:2,3-4a,4bcd,5,8)
1. Memang Allah menyiksa, tetapi juga mengasihani, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati, tetapi menaikkan juga dari sana; tidak seorang pun luput dari tangan-Nya.
2. Wartakanlah kebesaran-Nya di sana, agungkanlah Dia di hadapan segala yang hidup. Sebab Dialah Tuhan kita, Dialah Allah, Ia adalah Bapa kita untuk selama-lamanya.
3. Jika dengan segenap hati kamu berbalik kepada-Nya, dan dengan segenap jiwa berlaku benar di hadapan-Nya, niscaya Ia pun berbalik kepada kamu, dan wajah-Nya pun tidak disembunyikan-Nya terhadap kamu.
4. Pandanglah apa yang dikerjakan-Nya bagi kamu, muliakanlah Dia dengan segenap mulut. Pujilah Tuhan yang adil dan agungkanlah Raja yang kekal.
5. Aku memuliakan Dia di tanah pembuanganku, kunyatakan kekuasaan dan kebesaran-Nya kepada kaum berdosa. Bertobatlah, hai orang-orang berdosa, lakukanlah apa yang benar di hadapan-Nya. Siapa tahu Ia berkenan akan kamu dan menjalankan belas kasihan kepada-Mu.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Markus 1:15)
Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (9:1-6)
  
"Ia mengutus para murid mewartakan kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-orang sakit."
   
Sekali peristiwa Yesus memanggil keduabelas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Ia mengutus mereka untuk mewartakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-orang. Yesus berkata kepada mereka, "Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan. Jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. Apabila kalian diterima di suatu rumah, tinggallah di situ sampai kalian berangkat dari situ. Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kalian, keluarlah dari kota mereka, dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka." Lalu pergilah mereka, dan menjelajah segala desa, sambil memberitakan Injil serta menyembuhkan orang sakit di segala tempat.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan


Yesus mengutus 12 murid-murid-Nya untuk pergi dan memberitakan Kerajaan Allah serta menyembuhkan penyakit. Inilah inti perikop Injil hari ini. Untuk menjalankan tugas ini, para rasul dibekali oleh Yesus dengan tenaga dan kuasa untuk menaklukkan setan dan penyakit. Bekal ini dirasa sudah cukup oleh-Nya sehingga Ia melarang mereka membawa harta bahkan kebutuhan pokok. 
 
 Saudara-saudari, kita juga diutus oleh Tuhan untuk mewartakan Kerajaan Allah. Yesus juga membekali kita dengan tenaga dan kuasa. Bekal ini kita terima dalam Sakramen Pembaptisan, diteguhkan dalam Sakramen Penguatan serta dari Tubuh dan Darah Kristus yang kita santap dalam perayaan Sakramen Ekaristi. 
 
 Seorang kontraktor bercerita bahwa banyak rekan kerjanya yang berselingkuh di tempat proyek dengan gadis setempat. Menurutnya, mereka adalah korban pelet atau guna-guna para gadis. Beberapa kali ia tergoda untuk berselingkuh, namun tidak jadi. Ia percaya bahwa keteguhan menjaga perkawinannya merupakan buah dari Tubuh Kristus yang disantapnya. Bapak ini terkenal rajin mengikuti Misa harian. Entah sadar atau tidak, ia telah menimba tenaga dan kuasa dari Allah untuk menolak setan. Bahkan, dengan teladan hidupnya, ia telah memberitakan Kerajaan Allah.
 
 Yesus juga memerintahkan agar para rasul tidak membawa harta mereka. Di balik larangan ini, Yesus mengajak kita untuk tidak khawatir akan segala sesuatu karena Allahlah yang memelihara kita. Memiliki harta itu tidak salah. Namun, ada bahaya besar bagi kita jika menjadikan harta sebagai pusat hidup karena Tuhan bukan lagi segala-galanya.
 
 Dalam hal ini, kita dapat belajar dari banyak katekis awam yang berusaha menyelamatkan jiwa-jiwa. Mereka mengajar agama, baik kepada anak-anak sekolah, calon baptis, pasangan yang hendak menikah dan lain-lain, tanpa pamrih. Padahal, sejauh yang pernah saya jumpai, para katekis ini memiliki keluarga yang harus dihidupi. Seorang bapak yang telah menjadi katekis selama 30 tahun memberi kesaksian, "Keluarga saya tidak kaya. Namun, saya merasakan bahwa sampai detik ini Tuhan selalu memelihara hidup keluarga saya. Inilah yang membuat saya dan istri bahagia" 
 
 Mari, kita bersemangat mewartakan Kerajaan Allah lewat teladan hidup maupun pengajaran. (Rm. A. Dimas Pele Alu, O.Carm/CAFE ROHANI)

Antifon Komuni (Mzm 106:8-9)
 
Hendaknya mereka bersyukur kepada Tuhan karena kasih setia-Nya dan mewartakan karya-Nya yang agung kepada umat manusia. Sebab Tuhan meredakan dahaga, dan melimpahkan kebaikan kepada yang lapar.