Rabu, 13 September 2017 Peringatan Wajib St. Yohanes Krisostomus, Uskup dan Pujangga Gereja

Rabu, 13 September 2017
Peringatan Wajib St. Yohanes Krisostomus, Uskup dan Pujangga Gereja

“Allah telah mendirikan Gereja seperti pelabuhan di tepi laut, agar kamu dapat berlindung dari pusaran kekhawatiran dan menemukan kedamaian dan ketenangan” – St. Yohanes Krisostomus


Antifon Pembuka (Yeh 34:11,23-24)


Tuhan bersabda, "Aku memperhatikan domba-domba-Ku, mengangkat seorang gembala sebagai pemimpin, dan Aku, Tuhan sendiri, menjadi Allah mereka."


Doa Pembuka


Allah Bapa, keteguhan umat, Engkau telah menganugerahkan kefasihan lidah kepada uskup-Mu Santo Yohanes Krisostomus, dan menguatkannya ketika dianiaya. Semoga kami dibimbing oleh pengajarannya dan dikuatkan oleh contoh ketabahan hatinya. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami,
yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin. 
  
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Kolose (3:1-11)
     
  
"Kalian telah mati bersama Kristus, maka matikanlah dalam dirimu segala yang duniawi."
     
Saudara-saudara, kalian telah dibangkitkan bersama Kristus. Maka carilah perkara yang di atas, di mana Kristus berada, duduk di sisi kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kalian telah mati, dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus dalam Allah. Kristuslah hidup kita. Apabila Dia menyatakan diri kelak, kalian pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan. Karena itu matikanlah dalam dirimu segala yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala. Semuanya itu mendatangkan murka Allah. Dahulu kalian juga melakukan hal-hal itu ketika kalian hidup di dalamnya. Tetapi sekarang buanglah semuanya ini yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Janganlah kalian saling menipu lagi, karena kalian telah menanggalkan manusia lama beserta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Penciptanya. Dalam keadaan yang baru itu tiada lagi orang Yunani atau Yahudi, yang bersunat atau tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka; yang ada hanyalah Kristus di dalam semua orang.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 836
Ref. Segala bangsa bertepuk tanganlah berpekiklah untuk Allah raja semesta.
atau Tuhan itu baik kepada semua orang
Ayat. (Mzm 145:2-3.10-11.12-13ab)
1. Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. Besarlah Tuhan, dan sangat terpuji; kebesaran-Nya tidak terselami.
2. Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.
3. Untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan memaklumkan kerejaan-Mu yang semarak mulia. Kerajaan-Mu ialah kerajaan abadi, pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Bersukacitalah dan bergembiralah, karena besarlah upahmu di surga.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (6:20-26)
   
"Berbahagialah orang yang miskin, celakalah orang yang kaya."
   
Pada waktu itu Yesus memandang murid-murid-Nya, lalu berkata, "Berbahagialah, hai kalian yang miskin, karena kalianlah yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kalian yang kini kelaparan, karena kalian akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kalian yang kini menangis, karena kalian akan tertawa. Berbahagialah, bila demi Anak Manusia kalian dibenci, dikucilkan, dan dicela serta ditolak. Bersukacitalah dan bergembiralah pada waktu itu karena secara itu pula nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi. Tetapi celakalah kalian, orang kaya, karena dalam kekayaanmu kalian telah memperoleh hiburan. Celakalah kalian, yang kini kenyang, karena kalian akan lapar. Celakalah kalian, yang kini tertawa, karena kalian akan berdukacita dan menangis. Celakalah kalian, jika semua orang memuji kalian; karena secara itu pula nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
 
Renungan
  
  Siapa yang sudah benar-benar tampil sungguh kaya di hadapan Allah? Di mata penulis Injil, orang itu adalah Yesus. Keilahian-Nya Ia pasrahkan kepada kemanusiaan sehingga kemanusiaan sedikit demi sedikit menemukan kembali yang sudah hilang darinya, yaitu citra Allah, gambaran Allah yang sempurna. Tentu tindakan pemasrahan diri itu bukan tanpa penderitaan, bahkan penderitaan itu bernama kematian di salib. Pada kayu salib, tampaklah secara nyata bahwa Yesus sungguh kaya di hadapan Allah. Kekayaan-Nya itu dibagikan kepada orang lain atau sesama dalam wujud sukacita. 
 
 Dari pengalaman-Nya ini jelas bahwa bagi Yesus, bukan soal kepemilikan harta duniawi yang menempatkan seseorang menjadi kaya di hadapan Allah. Sebaliknya, kebersahajaan, kesederhanaan, kemiskinan dan keterbukaan di hadapan Allah yang akan menempatkan manusia kaya atau berbahagia di hadapan Allah. Oleh karena itu, jauh sebelum menunjukkan tindak nyata pengosongan diri-Nya di salib, Yesus berseru, "Berbahagialah, hai kalian yang miskin, karena kalianlah yang empunya Kerajaan Allah."  
 
 Pengosongan diri yang dilakukan Yesus membawa-Nya kepada kemuliaan sebagai pewaris Kerajaan Allah. Sebagai pewaris Kerajaan Allah, Yesus tidak membiarkan sukacita itu menjadi miliknya pribadi. Ia membagi-bagikan harta berharga itu. Harta yang paling berharga yang dibagikan-Nya adalah Roh-Nya. Inilah kekuatan yang membangun hidup bersama para murid-Nya sepanjang zaman. 
 
 Semakin dibaca, seruan berbahagia bagi mereka ynag miskin ini semakin terasa bahwa memang yang dikehendaki Allah dari manusia bukanlah pelbagai macam prestasi hidup. Yang diharapkan adalah kedekatan relasi manusia dengan Tuhan. Manusia diajak untuk mampu menemukan hal-hal terbaik yang membawanya semakin dekat dengan kehendak Bapa di surga. Seiring itu pula, terngiang kata-kata Yesus kepada Marta mengenai Maria. Dikatakan Yesus bahwa Maria telah memilih bagian terbaik yang tak bakal hilang, yang  tak bakal diambil daripadanya. 'Menemukan dan menjadikan bagian yang terbaik menjadi milik yang akan menghantar kita pada kehidupan kekal' adalah ajakan bagi kita supaya akhirnya kita semua sanggup menjadi miskin di hadapan Allah dan disebut bahagia. (BV/INSPIRASI BATIN 2017).
 

Antifon Komuni (Yoh 15:16)
 
Bukannya kalian yang memilih Aku, melainkan Aku yang memilih kalian. Kalian telah Kutetapkan agar pergi dan berhasil dan agar hasilmu tinggal tetap.