Minggu, 17 Desember 2017 Hari Minggu Adven III

Minggu, 17 Desember 2017
Hari Minggu Adven III

Kita semua percaya akan Kristus, dan mengharapkan keselamatan di dalam Dia. (St. Agustinus)

Antifon Pembuka (Flp 4:4-5)
  
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan. Sekali lagi kukatakan: bersukacitalah! Sebab Tuhan sudah dekat.
 
Rejoice in the Lord always; again I say, rejoice. Indeed, the Lord is near.     
    
Gaudete in Domino semper: iterum dico, gaudete: modestia vestra nota sit omnibus hominibus: Dominus prope est. Nihil solliciti sitis: sed in omni oratione petitiones vestrae innotescant apud Deum.
          
Madah Kemuliaan ditiadakan, pada Misa ini ada Syahadat.
   
Doa Pagi

Ya Allah Bapa kami, Engkau memperbarui dunia dalam diri Yesus Kristus, Putra-Mu. Kami mohon, teguhkanlah iman, harapan dan kasih kami untuk menyongsong kedatangan Putra-Mu, sehingga kami pun benar-benar diperbarui. Sebab Dialah Tuhan kami, Yesus Kristus, yang bersama Engkau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (61:1-2a.10-11)
     
"Aku bersukaria di dalam Tuhan."
    
Kata nabi, “Roh Tuhan ada padaku, sebab ia telah mengurapi aku. Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati. Aku diutus untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara. Tuhan Allah berkenan kepadaku untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan dan hari pembalasan Allah kita. Aku bersukaria di dalam Tuhan, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku. Sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin pria mengenakan hiasan kepala, dan seperti pengantain wanita memakai perhiasan. Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 840
Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.
Ayat. (Luk 1:46-54; Ul: Yes 61:10b)
1. Aku mengagungkan Tuhan, hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku. Sebab Ia memperhatikan daku, hamba-Nya yang hina ini.
2. Mulai sekarang aku disebut yang bahagia oleh sekalian bangsa. Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa; kuduslah nama-Nya.
3. Kasih sayang-Nya turun-temurun kepada orang yang takwa. Perkasalah perbuatan tangan-Nya; diceraiberaikan-Nya orang yang angkuh hatinya.
4. Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta, yang hina dina diangkat-Nya. Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan; orang kaya diusir-Nya dengan tangan kosong.
5. Menurut janji-Nya kepada leluhur kita, Allah telah menolong Israel, hamba-Nya. Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya untuk selama-lamanya.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Tesalonika (1Tes 5:16-24)
    
"Semoga roh, jiwa, dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tidak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita."
    
Saudara-saudara, bersukacitalah senantiasa! Tetaplah berdoa dan mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah bagi kamu di dalam Kristus Yesus. Jangan padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat! Ujilah segala sesuatu, dan peganglah yang baik. Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan. Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya, dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia; maka Ia pun akan menggenapinya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Bait Pengantar Injil, do = f, 4/4, Kanon, PS 960
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yes 61:1)
Roh Tuhan ada padaku. Ia mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (1:6-8.19-28)
   
"Di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal."
  
Datanglah seorang yang diutus Allah namanya Yohanes. Ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Yohanes sendiri bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus kepadanya beberapa imam dan orang-orang Lewi untuk menanyakan kepadanya, “Siapakah Engkau?” Yohanes mengaku dan tidak berdusta, katanya, “Aku bukan Mesias!” Lalu mereka bertanya kepadanya, “Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?” Yohanes menjawab, “Bukan!” Engkaukah nabi yang akan datang?” Ia pun menjawab, “Bukan!” Maka kata mereka kepadanya, “Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?” Jawab Yohanes, “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan, seperti yang telah dikatakan Nabi Yesaya. Di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka bertanya kepada Yohanes, “Mengapa engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?” Yohanes menjawab kepada mereka, “Aku membaptis dengan air, tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia yang datang kemudian daripada aku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.” Hal itu terjadi di Betania yang di seberang Sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis orang.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
  

Renungan

 

 Seperti apa kita sendiri menghadapi persoalan-persoalan dalam hidup? Apakah kita cepat bingung? Apakah kita gampang stres? Nyatanya, semua orang punya problem! Selain itu, masih lebih banyak lagi yang memiliki masalah yang jauh lebih berat dari yang kita hadapi. Akan tetapi, ketika mengalami kesulitan, kita malah jadi tinggi hati. Kita mencari-cari 'penyelesaian' atau tepatnya memaksa pertolongan dari orang-orang tertentu yang kadang memang tidak bisa menolong kita. Namun, kita terus mendesak supaya mereka menolong kita. Jika perlu, dengan menimpakan 'kesalahan' pada orang lain, supaya orang tersebut merasa sungka, dan terpaksa melakukan yang kita minta. 
 
 Apakah dengan demikian lantas kita merasa puas? Apakah kita senang berhasil memaksa orang? Jika itu terjadi, tentu sungguh mengherankan. Kita meminta tolong, tetapi memaksa. Kita membuat orang jadi 'mesias prematur', keliru, hanya karena kita tidak mengenali Mesias yang sesungguhnya, yang setiap saat berdiri di sebelah kita! Kita seperti orang yang mau menyeberang jalan, tetapi tidak melihat terlebih dahulu ke kanan dan ke kiri. Pada saat itu, kita adalah orang yang mungkin paling 'tidak relevan' berada di tempat kita berada. 
 
 Yohanes Pembaptis tidak memaksa Yesus tampil sebelum waktunya. Yohanes tahu bahwa Yesus akan hadir di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat pula. Yohanes memilih untuk 'melindungi' Yesus dengan nyawanya sendiri. Ia menghadapi sendiri risiko di penjara, supaya nanti Yesus bisa muncul di depan umum, dan dikenali sebagai Mesias yang sesungguhnya. Yang ditunjukkan Yohanes ini sungguh merupakan persahabatan yang luar biasa! 
 
 Ketika kita masih menantikan perayaan Natal, apakah kita sudah belajar mengenali Mesias di sebelah kita? Apakah kita sungguh tahu cara-Nya hadir di tengah-tengah kita? Atau sebaliknya, kita masih sibuk memaksa orang lain menjadi 'penyelamat' kita? Jika itu yang masih kita lakukan, kita akan lebih banyak lagi kecewa di masa penantian ini. Mesias tidak lahir dengan terpaksa. Ia hanya akan hadir dan membawa sukacita, kalau kita belajar peka, mengenali-Nya yang sebenarnya sudah berdiri di antara kita. (BV/INSPIRASI BATIN 2017)

Antifon Komuni (bdk. Yes 35:4)

Katakanlah kepada yang tawar hati: Tabahkanlah hatimu dan jangan takut. Lihatlah, Tuhan akan datang menyelamatkan kita.

Say to the faint of heart: Be strong and do not fear. Behold, our God will come, and he will save us.

Dicite: Pusillanimes confortamini, et nolite timere: ecce Deus noster veniet, et salvabit nos
 

*************************************************************************
PENGUMUMAN PENTING: Tahun ini, umat beriman memiliki kewajiban ganda pada akhir pekan Natal. Ada kewajiban untuk menghadiri Misa hari Minggu pada hari Minggu Ke-4 Adven dan sebuah kewajiban untuk menghadiri Misa pada hari Natal. Setiap Misa yang dirayakan pada tanggal 23-24 Desember berakhir sebelum pukul 16.00 pada tanggal 24 Desember memenuhi kewajiban untuk Minggu Keempat Adven.
Setiap Misa dirayakan pada tanggal 24 Desember setelah pukul 16.00 sore adalah sebuah Misa Natal dan memenuhi kewajiban untuk menghadiri misa pada hari Natal.