Rabu, 13 Desember 2017 Peringatan Wajib St. Lusia, Perawan dan Martir

Rabu, 13 Desember 2017
Peringatan Wajib St. Lusia, Perawan dan Martir

“Mereka yang murni hatinya adalah bait Roh Kudus” (St. Lusia)


Antifon Pembuka

Inilah martir sejati yang bersedia menumpahkan darah untuk membela nama Kristus. Ia tidak takut terhadap ancaman di pengadilan. Kerajaan Surga kini menjadi miliknya.
    
Doa Pagi

Allah Bapa sumber cahaya abadi, dengarkanlah kiranya kami berkat bantuan Santa Lusia, perawan dan martir-Mu. Semoga kemuliaannya yang kami peringati di dunia, kelak kami saksikan pula di surga. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.


Doa Pembuka


Allah Bapa Mahakuasa, Engkau telah memanggil kami untuk menimba kekuatan baru. Perkenankanlah kami memperhatikan Sabda-Mu, ialah Yesus yang terurapi, yang telah sudi menjadi cahaya hidup kami. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (40:25-31)
 
"Tuhan yang mahakuasa memberikan kekuatan kepada yang lelah."
 
Yang Mahakudus berfirman, “Dengan siapa kalian hendak menyamakan Daku? Siapa yang setara dengan Daku? Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah! Siapa yang menciptakan semua bintang itu? Siapa yang menyuruh mereka ke luar seperti tentara, sambil memanggil nama mereka masing-masing? Tidak ada satu pun yang tidak hadir, sebab Dia itu Mahakuasa dan Mahakuat. Hai Yakub, hai Israel, mengapa engkau berkata begini, ‘Hidupku tersembunyi dari Tuhan, dan hatiku tidak diperhatikan Allahku?’ Tidakkah engkau tahu, dan tidakkah engkau mendengar? Tuhan itu Allah yang kekal, yang menciptakan alam semesta. Tuhan tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu. Pengertian-Nya tidak terduga. Tuhan memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada mereka yang tidak berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung. Tetapi orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru. Mereka seumpama rajawali yang terbang tinggi dengan kekuatan sayapnya. Mereka berlari dan tidak menjadi lesu. Mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = c, 2/2, PS 835
Ref. Pujilah Tuhan, hai jiwaku!
atau Puji, jiwaku, nama Tuhan, jangan lupa pengasih Yahwe.
Ayat. (Mzm 103:1-2.3-4.8-10)
1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya!
2. Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu, dan menyembuhkan segala penyakitmu! Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur, dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat!
3. Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak pernah Ia memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita, atau membalas kita setimpal dengan kesalahan kita.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Tuhan akan datang menyelamatkan umat-Nya. Berbahagialah orang yang menyongsong Dia

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (11:28-30)
  
"Datanglah kepada-Ku kalian yang letih lesu."
  
Sekali peristiwa bersabdalah Yesus, “Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah-lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan
 

Di tengah hiruk pikuk dunia yang penuh dengan berbagai isu kesenjangan sosial, gesekan antarkelompok dan ujaran kebencian, isu perpecahan bangsa, ketidakstabilan ekonomi, bahkan isu perang dunia, manusia zaman sekarang semakin mudah merasa lelah. Sementara dalam keluarga sendiri, tantangan untuk bertahan hidup dan mendidik anak-anak tidak semakin mudah. 
 
 Namun hari ini Tuhan menyapa kita semua, "Datanglah kepada-Ku, hai kalian yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepada-Mu." Tuhan tahu gelisahnya kita, lelahnya kita dan bahkan kerinduan kita untuk sejenak menarik nafas dan beristirahat. Betapa bahagianya kita ketika Tuhan memanggil kita untuk menerima kelegaan dari-Nya.
 
 Kuk yang selama ini membebani kita mungkin bukanlah kuk yang tepat. Bukan dalam arti bahwa Tuhan hendak mengganti beban hidup kita dengan beban yang lain. Kuk yang ditawarkan Yesus adalah cara kita memandang dan menghadapi berbagai persoalan hidup kita. Yesus menampilkan diri-Nya sebagai teladan yang dari-Nya kita bisa belajar, bagaimana menyikapi berbagai problematika. "Aku ini lemah lembut dan rendah hati." Lemah lembut dan rendah hati Yesus bukanlah sifat yang menjadikan kita lunak dan mudah patah arang, melainkan senantiasa berpikir jernih dan tidak menanggapi segala sesuatu dengan marah dan frustasi. Rendah hati menuntun kita untuk senantiasa memandang Bapa sebagai Sang Mahasumber kehidupan. Kepada-Nyalah kita berserah dan menimba kekuatan. Kedua sifat ini terbukti nyata sampai akhir hayat Yesus ketika menderita sengsara sampai wafat di salib. 
 
 Inilah jati diri kita sebagai seorang pengikut Kristus. Pengikut Kristus bukanlah orang yang dengan mudahnya mengumbar amarah karena hinaan orang. Yesus telah rela menanggung segala bentuk penghinaan, dan terbukti bahwa penghinaan yang paling keji sekalipun tidak dapat mengalahkan kemuliaan-Nya sebagai Raja. Maka kita pun yang telah ditebus-Nya turut menikmati kemuliaan tersebut. Kita pernah tersulut karena sebuah hinaan, karena kemuliaan iman kita adalah kemuliaan Allah yang Mahamulia. Justru kemuliaan itu mengantar kita pada sukacita Kabar Gembira keselamatan Tuhan, sukacita yang tak mungkin dirampas oleh siapa pun. Datanglah kepada Tuhan, bersyukurlah dan pujilah Tuhan, sebab sedemikian besar kasih-Nya bagi kita sehingga kita boleh merasakan sukacita surgawi, bahkan ketika kita masih berziarah di bumi. Sukacita Tuhan menenangkan hati dan mengubah kita menjadi tanda kehadiran Allah di dunia dengan senantiasa menebarkan kasih, kedamaian dan harapan.  (KAN/INSPIRASI BATIN 2017)
   
Antifon Komuni (Yoh 14:21-23)
 
Barangsiapa mencintai Aku, dicintai Bapa-Ku. Kami akan datang dan tinggal padanya.