Kamis, 11 Februari 2021 Hari Biasa Pekan V

 

Kamis, 11 Februari 2021
Hari Biasa Pekan V

“Tanpa Allah manusia tidak tahu kemana ia harus pergi dan tidak mampu memahami siapakah dirinya.” (Paus Benediktus XVI, Ensiklik Caritas in Veritate, Kasih dalam Kebenaran, No. 78)
     
Antifon Pembuka (Mzm 128:1)

Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya

Doa Pembuka

Allah Bapa umat manusia, kami sudah diciptakan, agar berusaha menjadi sempurna dalam cinta kasih dan kebaikan. Semoga hati kami selalu terbuka dan dunia ini menjadi tempat kediaman yang membahagiakan bagi siapa saja. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
   
Bacaan dari Kitab Kejadian (2:18-25)
  
"Tuhan membawa Hawa kepada Adam, dan keduanya menjadi satu daging."
    
Tuhan Allah bersabda, “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja! Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Maka, Tuhan Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana manusia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. Lalu Tuhan Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, Tuhan Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil Tuhan Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu, “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan
Ayat. (Mzm 128:1-2.3.4-5; R: 1a)
1. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
2. Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun di sekeliling mejamu!
3. Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan orang laki-laki yang takwa hidupnya. Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion; boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya.
Ayat. Terimalah dengan lemah lembut sabda Allah yang tertanam dalam hatimu, sebab sabda itu berkuasa menyelamatkan kamu.
   
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (7:24-30)
  
"Anjing-anjing pun makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."
  
Pada waktu itu Yesus meninggalkan daerah Galilea dan berangkat ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya. Tetapi, kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. Malah di situ ada seorang ibu, yang anak perempuannya kerasukan roh jahat. Begitu mendengar tentang Yesus. Ibu itu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. Ibu itu seorang Yunani berkebangsaan Siro-Fenisia. Ia mohon kepada Yesus supaya mengusir setan dari anaknya. Yesus lalu berkata kepadanya, “Biarlah anak-anak kenyang dahulu! Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Tetapi ibu itu menjawab, “Benar, Tuhan! Tetapi anjing di bawah meja pun makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” Lalu Yesus berkata kepada ibu itu, “Karena kata-katamu itu, pulanglah, sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.” Ibu itu pulang ke rumah dan mendapati anaknya terbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan
 


Penyembuhan jarak jauh, begitulah yang sering terjadi masa kini, yang dilakukan oleh para dukun atau paranormal. Mereka yang datang mohon penyembuhan, entah untuk diri sendiri maupun orang lain, pada umumnnya memiliki kepercayaan luar biasa terhadap dukun atau paranormal yang bersangkutan. Peristiwa yang kurang lebih mirip dengan hal itu adalah ‘penampakan Bunda Maria yang dimotori oleh Bp.Thomas alm.’, dimana banyak orang datang dari segala penjuru dengan penuh gairah dan harapan akan menyaksikan ‘penampakan Bunda Maria’ di tempat ziarah Sendangsono atau Sriningsih di wilayah Keuskupan Agung Semarang. Mereka yang datang itu kurang lebih sedang ‘sakit’ atau lemah jiwanya dan dengan mudah dipengaruhi oleh paranormal, sehingga kerinduan mereka menjadi kenyataan. Semoga sikap kita demikian juga terhadap Allah, sebagaimana perempuan dari Siro-Fenisia datang dan tersungkur di kaki Yesus untuk mohon penyembuhan anaknya yang kerasukan setan. Memang penyembuhan orang kerasukan setan erat kaitannya dengan tiga keutamaan ini yaitu ‘iman, harapan dan cinta’. Ketika orang memiliki ‘iman, harapan dan cinta’ yang kuat dan mendalam maka setan atau roh jahat tak akan mampu menguasai atau menjatuhkannya. Maka marilah, jika kita kemungkinan sedang ‘kerasukan setan’ antara lain mudah marah atau menyakiti orang lain atau sesama kita, menghadap Tuhan dengan rendah hati, ‘datang dan tersungkur di kaki-Nya’, menyerahkan diri kepada-Nya. Menyerahkan diri kepada Tuhan berarti kemudian melaksanakan kehendak atau perintah Tuhan di dalam hidup sehari-hari dengan penuh gairah dan kegembiraan meskipun harus menghadapi banyak tantangan dan hambatan.

Antifon Komuni (Mzm 128:7)
 
Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion, supaya melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidup.    

Arsip Renungan Rm. Ignatius Sumarya, SJ