Selasa, 16 Februari 2021 Hari Biasa Pekan VI

 


Selasa, 16 Februari 2021
Hari Biasa Pekan VI

“Janganlah makan terlalu banyak agar kamu tidak menjejali diri dan menjadi sakit. Jadi, makanlah dengan tetap merasa lapar.” (St. Bernardus)


Antifon Pembuka (Mzm 29:1a.2)

Sampaikanlah kepada Tuhan, hai penghuni surga, sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada-Nya dengan hormat dan khidmat.

Doa Pembuka


Allah Bapa sumber cahaya kehidupan, sembuhkanlah kebutaan mata dan dosa-dosa kami agar kami dapat memandang Putra-Mu, cahaya kami, yang didambakan oleh setiap orang dalam perjalanan menuju kepada-Mu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama Dikau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
  
Bacaan dari Kitab Kejadian (6:5-8; 7:1-5.10)
     
 
"Aku akan menghapuskan manusia yang Kuciptakan dari muka bumi."
       
Tuhan melihat bahwa kejahatan manusia di bumi semakin besar, dan kecenderungan hati mereka selalu membuahkan kejahatan semata-mata. Maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Bersabdalah Tuhan, “Aku akan menghapuskan manusia yang Kuciptakan dari muka bumi, baik manusia maupun hewan, dan binatang-binatang melata maupun burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.” Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di hadapan Tuhan. Maka bersabdalah Tuhan kepada Nuh, “Masuklah ke dalam bahtera, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. Dari segala binatang yang tidak haram, haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betina. Juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpeliharalah keturunannya di seluruh bumi. Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya. Dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu.” Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Setelah tujuh hari datanglah air bah meliputi bumi.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Mazmur Tanggapan, la = fis, 2/4, PS 846
Ref. Tuhan memberkati umat-Nya dengan damai sejahtera.
Ayat. (Mzm 29:1a.2.3ac-4.3b.9b-10; R:11b)
1. Sampaikanlah kepada Tuhan, hai penghuni surga, sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan!
2. Suara Tuhan terdengar di atas air, suara Tuhan mengguruh di atas air yang besar. Suara Tuhan penuh kekuatan, suara Tuhan penuh semarak.
3. Allah yang mulia mengguntur, di dalam bait-Nya setiap orang berseru, "Hormat!" Tuhan bersemayam di atas air bah, Tuhan bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil, do = f, gregorian, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 14:23)
Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.
     
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (8:14-21)
   
"Awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes."
     
Pada suatu hari murid-murid Yesus lupa membawa roti. Hanya sebuah roti saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya, “Berjaga-jaga dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.” Maka mereka berpikir-pikir, dan seorang berkata kepada yang lain, “Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti.” Ketika Yesus tahu, apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata, “Mengapa kalian memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kalian memahami dan mengerti? Telah degilkah hatimu? Kalian mempunyai mata, tidakkah kalian melihat? Dan kalian mempunyai telinga, tidakkah kalian mendengar? Sudah lupakah kalian waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti yang kalian kumpulkan?” Jawab mereka, “Dua belas bakul.” Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti yang kalian kumpulkan?” Jawab mereka, “Tujuh bakul.” Lalu kata Yesus kepada mereka, “Masihkah kalian belum mengerti?”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan
  
   Saat telepon berdering, kita bisa melakukan dua hal.

Kita bisa menerima panggilan itu, atau kita bisa mengabaikannya.

Tapi satu hal yang pasti, kita tahu bahwa ada panggilan telepon.

Panggilan pertobatan dan pertobatan terus menerus diberikan oleh Tuhan.

Dia memanggil kita untuk berpaling dari keberdosaan kita dan kembali kepada-Nya.

Bacaan pertama mungkin terdengar kasar dan mungkin memberi kita kesan tentang Tuhan yang pendendam dan menghukum.

Tetapi ketika kita membaca keseluruhan cerita Nuh dan air bah, kita akan melihat bahwa Tuhan telah mengeluarkan panggilan demi panggilan, peringatan demi peringatan, kepada umat-Nya.

Jika hukuman datang, itu bukan karena Tuhan pendendam dan ingin menghapus ciptaan-Nya.

Itu karena makhluk-Nya tidak mengingat-Nya. Mereka lupa siapa Pencipta dan siapa makhluk.

Mereka tidak mengindahkan panggilan-Nya dan itu adalah dosa mereka sendiri yang menghukum mereka.

Karenanya faktor penting untuk pertobatan dan pertobatan adalah selalu mengingat ini.

Mengingat bahwa Tuhan adalah Pencipta dan penyedia kita.

Mengingat bahwa Tuhan itu maha pengasih dan pengampun.

Mengingat bahwa Dia memberi makan ribuan orang ketika mereka lapar.

Mengingat bahwa hanya ketika kita lapar dan haus akan Dia saja, maka Dia akan mengisi kita dengan kasih keselamatan-Nya.

 
Antifon Komuni (Mzm 29:10)
 
Tuhan bersemayam di atas air bah. Tuhan bersemayam sebagai raja untuk selama-lamanya. 
 
Doa Malam

Allah Bapa sumber kehidupan, kami bersyukur atas santapan anugerah-Mu berkat Yesus Putra-Mu dan Tuhan kami. Semoga kelaparan akan Dikau selalu Kaupuaskan dengan rezeki suci. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin.


RENUNGAN PAGI