| Halaman Depan | Bacaan Harian | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Lumen Christi | Dukung Renungan Pagi|

Minggu, 06 Juni 2021 Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Minggu, 06 Juni 2021
Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Paskah Kristus mencakup bukan hanya sengsara dan wafat-Nya, melainkan juga kebangkitan-Nya. Ini dikumandangkan oleh aklamasi umat sesudah konsekrasi: "Kebangkitan-Mu kami muliakan." Kurban Ekaristi menghadirkan bukan saja misteri sengsara dan wafat Juruselamat, tetapi juga misteri kebangkitan-Nya, yang memahkotai pengorbanan-Nya. (Paus Yohanes Paulus II, Surat Ensiklik Ecclesia de Eucharistia, Ekaristi dan Hubungannya dengan Gereja, No. 14)


Antifon Pembuka (Bdk. Mzm 81:17)

Ia telah memberi mereka gandum yang terbaik. Ia telah mengenyangkan mereka dengan madu dari gunung batu.

He fed them with the finest wheat and satisfied them with honey from the rock.

atau
Antifon: Cibavit eos ex adipe frumenti, alleluia: et de petra, melle saturavit eos, alleluia, alleluia, alleluia.
Ayat Mazmur.
1. Exsultate Deo adiutori nostro: iubilate Deo Iacob. (Antifon)
2. Sumite psalmum, et date tympanum: psalterium iucundum cum cithara. (Antifon)
3. Ego enim sum Dominus Deus tuus, qui eduxi te de terra Ʀgypti: dilata os tuum, et implebo illud. (Antifon)

Doa Pagi

Allah Bapa kami yang maha pengasih dan penyayang, Engkau tak henti-hentinya memperkuat Gereja dengan santapan tubuh dan darah Putra-Mu. Semoga kami selalu memperoleh kekuatan baru setiap kali kami menyambut Tubuh dan Darah Putra-Mu Yesus Kristus, Tuhan kami yang hidup dan bertakhta bersama Bapa dalam persatuan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Keluaran (24:3-8)
   
 
"Inilah darah perjanjian yang diikat Allah dengan kamu."
   
Ketika Musa turun Gunung Sinai, dan memberitahukan kepada bangsa Israel segala firman dan peraturan Tuhan, maka seluruh bangsa itu menjawab serentak, “Segala firman yang telah diucapkan Tuhan itu, akan kami laksanakan!” Musa lalu menuliskan segala firman Tuhan itu. Keesokan harinya, pagi-pagi, didirikannya mezbah di kaki gunung itu, dengan dua belas tugu sesuai dengan kedua belas suku Israel. Kemudian disuruhnyalah orang-orang muda dari bangsa Israel mempersembahkan kurban bakaran dan menyembelih lembu-lembu jantan sebagai kurban keselamatan kepada Tuhan. Sesudah itu Musa mengambil sebagian dari darah itu, lalu ditaruhnya ke dalam pasu; sebagian lagi dari darah itu disiramkannya pada mezbah itu. Lalu diambilnya kitab perjanjian itu dan dibacakannya, dan bangsa itu mendengarkan. Lalu mereka berkata, “Segala firman Tuhan akan kami laksanakan dan kami taati!” Kemudian Musa mengambil darah itu dan memercikkannya kepada bangsa itu seraya berkata, “Inilah darah perjanjian yang diikat Tuhan dengan kamu, berdasarkan segala firman ini.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, 3/4, PS 856
Ref. Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagimu, Inilah Darah-Ku yang ditumpahkan bagimu. Lakukanlah ini akan peringatan kepada-Ku.
Ayat. (Mzm 116:12-13.15.16b-18; Ul: lh. 1Kor 10: lh.16)
1. Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan, segala kebaikan-Nya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama Tuhan.
2. Sungguh berhargalah di mata Tuhan, kematian semua orang yang dikasihi-Nya, Ya Tuhan, aku hamba-Mu, aku hamba-Mu, anak sahaya-Mu, Engkau telah melepaskan belengguku.
3. Aku akan mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama Tuhan. Aku akan membayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umat-Nya.

Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (9:11-15)
   
"Darah Kristus akan menyucikan hati nurani kita."
     
Saudara-saudara terkasih, Kristus telah datang sebagai Imam Agung demi kesejahteraan masa yang akan datang; Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan lebih sempurna, yang bukan buatan tangan manusia, artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat pelunasan yang kekal. Sebab, jika darah domba dan lembu jantan dan percikan abu lembu muda mampu menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Kristus, yang atas dorongan Roh Abadi telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tidak bercacat; betapa darah ini akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup. Karena itu Kristus adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Madah Ekaristi, sol = es, m.7, PS 556 (fakultatif)
Syair: Lauda Sion, ayat 1-4.5-8 Thomas dari Aquino 1263/64, terj. Komlit KWI 1992
Lagu: Prancis abad ke-12, Graduale Romanum 1974
1. Sion, puji Penyelamat, Sang Pemimpin dan Gembala dalam kidung pujian.
2. Pujilah sekuat hati, kar'na Dia melampaui puji yang kaulambungkan.
3. Hari ini yang tersaji: Roti Hidup yang dipuji, sumber hidup yang kekal.
4. Itulah yang dihidangkan bagi para rasul Tuhan: Tak perlu diragukan.
5. Lihat Roti malaikat, jadi boga peziarah: sungguh itu roti putra, anjing jangan diberi.
6. Inilah yang dilambangkan waktu Ishak dikurbankan: Domba Paskah disajikan, dan manna dihujankan.
7. Yesus, Roti yang sejati, Kau Gembala murah hati, s'lalu lindungilah kami, dan tunjukkan pada kami bahagia yang kekal.
8. Dikau Allah mahakuasa, bimbing kami, insan fana, undang kami dalam pesta, dan jadikan kami warga umat kudus bahagia. Amin. Alleluya.

Bait Pengantar Injil, do = d, 2/2, PS 953
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (lih. Yoh 6:51) 2/4
Akulah roti hidup yang turun dari surga; siapa yang makan roti ini akan hidup selama-lamanya.

Inilah Injil Suci menurut Markus (14:12-16.22-26)
   
"Inilah Tubuh-Ku, inilah Darah-Ku."
    
Pada hari pertama Hari Raya Roti Tidak Beragi, pada waktu orang menyembelih domba Paskah, murid-murid berkata kepada Yesus, “Ke tempat mana Engkau kehendaki kami pergi untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?” Lalu Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan, “Pergilah ke kota! Di sana kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Ikutilah dia, dan katakanlah kepada pemilik rumah yang dimasukinya: Guru berpesan, ‘Di manakah ruangan yang disediakan bagi-Ku untuk makan Paskah bersama dengan murid-murid-Ku? Lalu orang itu akan menunjukkan kepadamu sebuah ruangan yang besar, yang sudah lengkap dan tersedia. Di situlah kamu harus mempersiapkan perjamuan Paskah untuk kita!’” Maka berangkatlah kedua murid itu. Setibanya di kota, mereka dapati semua seperti yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu mereka mempersiapkan Paskah. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, membagi-bagi roti itu lalu memberikannya kepada para murid, seraya berkata “Ambillah, inilah Tubuh-Ku!” Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur, lalu memberikannya kepada para murid, dan mereka semua minum dari cawan itu. Dan Yesus berkata kepada mereka, “Inilah Darah-Ku, darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya Aku tidak lagi akan minum hasil pokok anggur sampai pada hari Aku meminumnya yang baru, yaitu dalam Kerajaan Allah.” Sesudah menyanyikan lagu pujian, pergilah mereka ke Bukit Zaitun.
Verbum Domini 
U. Laus tibi Christe

Renungan


Saudara dan saudari terkasih di dalam Kristus, hari ini kita semua merayakan Hari Raya Tubuh  dan Darah Kristus, yang juga biasa dikenal sebagai Hari Raya Corpus Christi, yang berlangsung secara tradisional pada hari Kamis setelah Hari Raya Tritunggal Mahakudus, atau di beberapa tempat agar lebih banyak orang mengikuti, pada hari Minggu setelah Minggu Tritunggal Mahakudus. Dan perayaan ini sangat penting bagi kita, karena selain Tritunggal Mahakudus, Ajaran Kehadiran Nyata Kristus Tuhan dalam Ekaristi adalah salah satu prinsip inti utama dari iman Kristen kita.

Berbeda dengan sifat Trinitas dari Tuhan Kita, yang diakui dan merupakan bagian fundamental dari iman bagi kebanyakan orang yang percaya kepada Tuhan, Kehadiran Nyata Tuhan dalam Ekaristi belum diterima dan ditolak oleh beberapa segmen orang yang percaya pada Tuhan. Namun, ini jelas tidak menunjukkan sentimen dan kepercayaan para bapa Gereja dan semua orang Kristen perdana, yang semuanya percaya pada hadirat Tuhan yang benar, nyata dan hidup dalam Ekaristi.

Apa artinya, saudara dan saudari di dalam Kristus? Artinya roti dan anggur yang kita persembahkan pada perayaan Misa Kudus, dan yang diberkati dan dipersembahkan oleh imam kepada Tuhan di Konsekrasi benar-benar menjadi Tubuh dan Darah Tuhan Sendiri, substansi dan esensi Tuhan sendiri, meskipun mereka mungkin masih tampak bagi kita dalam bentuk roti dan anggur. Proses ini disebut Transubstansiasi, di mana 'Trans' berarti 'perubahan' dan 'Substantiate' yang berarti 'substansi atau esensi'.

Menurut Katekismus Gereja Katolik, kata 'Transubstansiasi' berarti 'perubahan seluruh substansi roti menjadi substansi Tubuh Kristus dan seluruh substansi anggur menjadi substansi Darah-Nya. Perubahan ini dibawa dalam Doa Syukur Agung melalui kemanjuran sabda Kristus dan oleh tindakan Roh Kudus. 'Dari Katekismus kita dapat melihat bagaimana Gereja dengan jelas mengajarkan kepada kita apa arti Ekaristi bagi kita semua.

Ini berarti bahwa masalah roti dan anggur itu sendiri telah diubah, diubah dan diubah menjadi substansi, esensi dan realitas Tubuh Yang Paling Berharga, dan Darah Paling Berharga Tuhan kita Yesus Kristus, Kristus yang sama yang telah mempersembahkan diri-Nya di kayu Salib di Kalvari sebagai Korban yang layak, sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Di dalam roti dan anggur yang diubah menjadi Tubuh dan Darah Tuhan yang Mahakudus dan Berharga, Ekaristi yang kita ambil bagian, kita berbagi dalam pengorbanan Tuhan yang sama hari itu di kayu Salib.

Itulah sebabnya Misa lebih tepat dikenal sebagai Kurban Kudus Misa, karena imam selebran bertindak 'in persona Christi' atau dalam Pribadi Tuhan kita Yesus Kristus, dengan otoritas yang Dia Sendiri telah berikan kepada para Rasul-Nya, dan karena Misa itu sendiri adalah seluruh Pengorbanan yang sama yang telah Tuhan alami, ketika Dia membawa Salib-Nya ke Kalvari, disalibkan dan mati di sana untuk kita umat manusia, seluruh Misa mewakili kita semua yang hidup melalui tindakan kasih Tuhan yang sama itu. dalam menyelamatkan kita.

Saat selebran mengucapkan kata-kata Konsekrasi, dengan kuasa Tuhan melalui Roh Kudus, roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Tuhan yang Paling Berharga, dan seperti yang dikatakan oleh selebran, dengan kata-kata yang sama yang diucapkan Tuhan Yesus. pada Perjamuan Terakhir, 'Inilah Tubuh-Ku, yang telah diserahkan bagimu', dan 'Inilah Piala Darah-Ku, Darah Perjanjian Baru dan Kekal, yang ditumpahkan bagimu dan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.

Oleh karena itu, dalam Komuni Kudus, kita tidak hanya menerima roti dan / atau anggur, dan tidak hanya sekedar 'lambang' Tubuh dan Darah Tuhan sebagaimana yang diyakini dan diyakinkan oleh sebagian orang, tetapi dalam kebenaran dan kenyataan, Tubuh dan Darah Mahakudus Tuhan kita sendiri, di dalam Daging dan Darah. Kita mungkin melihatnya sebagai penampakan roti dan anggur, rasa roti dan anggur, aroma roti dan anggur, tetapi pada kenyataannya, esensi dari semua itu telah diubah sepenuhnya menjadi sesuatu di luar kemampuan pemahaman manusia kita, Misteri dari Iman kita.

Kita percaya kepada Tuhan dan dalam misteri Transubstansiasi, doktrin terpenting Gereja ini sejak awal dan yang dipromulgasikan pada Konsili Lateran Keempat pada awal abad ketiga belas, dan yang dilakukan oleh saudara-saudara kita di Timur. Gereja Timur juga meresmikan Sinode mereka di Yerusalem lima abad kemudian, percaya bahwa Tuhan sendiri telah memberikan Tubuh dan Darah-Nya yang Berharga dan Kudus untuk kita makan, makan dan minum sebagai makanan dan minuman yang nyata, dan bukan sebagai sesuatu yang imajiner atau hanya simbolis, sama seperti Dia menekankannya kepada orang-orang dalam khotbah-Nya tentang Roti Hidup sebagai Roti Sejati dari Surga jauh lebih tinggi dari roti manna surgawi yang telah secara ajaib diberikan oleh Tuhan kepada nenek moyang orang Yahudi, bangsa Israel selama empat puluh tahun perjalanan mereka ke Tanah Perjanjian. Dia merujuk pada peristiwa itu, membandingkan bagaimana leluhur mereka meninggal, tetapi mereka yang menerima Roti Hidup baru ini, yaitu Kristus Sendiri, mereka akan memiliki hidup kekal melalui Dia.

Ketika Tuhan menyebut diri-Nya sebagai Roti Hidup, Ia juga menyebutkan kepada orang-orang bahwa mereka tidak akan memiliki  kehidupan dan tidak tinggal di dalam-Nya kecuali mereka makan dari Tubuh-Nya dan minum Darah-Nya. Ia juga secara spesifik menyebutkan bahwa Tubuh-Nya adalah benar-benar Makanan, sedangkan Darah-Nya adalah benar-benar Minuman. Dia tidak mengatakan bahwa Dia memberi mereka simbol untuk dimiliki atau untuk dirayakan, tetapi sebaliknya, menggandakan pernyataan kebenaran-Nya sendiri, sampai-sampai banyak pengikut-Nya sendiri meninggalkan-Nya setelah momen khusus ini, yang ironisnya sangat mirip dengan bagaimana beberapa dari saudara seiman kita memilih untuk meninggalkan kebenaran yang sama tentang Kehadiran Nyata dalam Ekaristi.

Kepada murid-murid-Nya yang tersisa, kepada Dua Belas Rasul-Nya, Tuhan memberikan kuasa dan wewenang pada Perjamuan Terakhir ketika Dia menetapkan Sakramen Ekaristi Kudus. Perintah-Nya kepada mereka untuk 'lakukanlah ini sebagai kenangan akan Daku' adalah misi yang sangat penting, yang telah dijalankan dengan setia oleh para Rasul dan yang mereka sampaikan kepada semua penerus mereka, para uskup dan imam Gereja, yang telah ditahbiskan dan menerima kekuatan dan otoritas yang sama dari Tuhan untuk merayakan Kurban Kudus Misa.

Dengan berbagi dan mengambil bagian Tubuh dan Darah Tuhan maka kita memiliki Komuni Kudus dan Suci di dalam Gereja, yang kemudian membentuk Tubuh Kristus. Karena dalam berbagi Tubuh dan Darah Tuhan yang sama, kita telah dipersatukan melalui Kristus dan dijadikan satu sebagai umat yang diberkati oleh Tuhan dan mempersatukan kita untuk mengambil bagian bersama dalam Roti Hidup, Kristus Juruselamat kita, menjadi Tubuh Mistik Kristus, Gereja Yang Satu, Kudus, Katolik dan Kerasulan.

Dan dari masa awal Gereja kita memiliki bukti yang sangat kuat dan bukti ekstensif tentang Kehadiran Nyata dari para bapa dan pemimpin Gereja itu sendiri, seperti St. Ignatius dari Antiokhia, Uskup Antiokhia kedua dan penerus Santo Petrus di sana, yang berkata bahwa

“…Di dalamku membara keinginan bukan untuk benda-benda materi. Aku tidak menyukai makanan dunia… Yang kuinginkan adalah roti dari Tuhan, yaitu Tubuh Kristus… dan minuman yang kuinginkan adalah Darah-Nya: sebuah makanan perjamuan abadi.”
 
Santo Yustinus Martir dan para Bapa Gereja perdana serta orang-orang kudus lainnya juga setuju dengan kebenaran ini, Santo Yustinus Martir mengatakan: "
Kami menyebut makanan ini Ekaristi, dan tak satu orangpun diperbolehkan untuk mengambil bagian di dalamnya kecuali jika ia percaya kepada pengajaran kami… Sebab kami menerima ini tidak sebagai roti biasa atau minuman biasa; tetapi karena oleh kuasa Sabda Allah, Yesus Kristus Penyelamat kita telah menjelma menjadi menjadi manusia yang terdiri atas daging dan darah demi keselamatan kita, maka, kami diajar bahwa makanan itu yang telah diubah menjadi Ekaristi oleh doa Ekaristi yang ditentukan oleh-Nya, adalah Tubuh dan Darah dari Kristus yang menjelma dan dengan perubahan yang terjadi tersebut, maka tubuh dan darah kami dikuatkan.” 
    
Bagi Tuhan, segala sesuatu mungkin, dan semuanya bisa dilakukan, bahkan mengubah materi dan esensi, realitas roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah-Nya yang Berharga, untuk diberikan kepada kita dan untuk diambil secara layak demi keselamatan kita. . Dan pada Perjamuan Terakhir, yang disebutkan oleh Santo Ambrosius dari Milan dan Rasul Santo Paulus, Tuhan berfirman, 'Inilah Tubuh-Ku…' dan 'Inilah Piala Darah-Ku', sebagai Nyata-Nya, Tak Berubah. , Tubuh dan Darah yang Mahakudus dan Berharga, bukan tiruan, bukan simbol, bukan representasi, bahkan bukan kesatuan rohani, tetapi Korban Tuhan kita yang persis sama, nyata, lengkap, dan berdarah di kayu Salib di Kalvari.

Pernah ada kejadian terkenal dari orang-orang yang meragukan kebenaran ini yang akhirnya mengarah pada institusi perayaan besar Hari Raya Corpus Christi ini. Mukjizat Ekaristi Bolsena yang terkenal di tempat yang sekarang disebut Italia menandai salah satu dari banyak mukjizat Ekaristi besar lainnya yang dari waktu ke waktu mengingatkan kita akan kebenaran sakral dan realitas Kehadiran Nyata Tuhan dalam Ekaristi. Pada kesempatan itu, menurut tradisi, seorang imam sedang merayakan Ekaristi sambil meragukan Kehadiran Nyata. Segera setelah Konsekrasi, roti dan anggur berubah menjadi real Tubuh dan Darah Tuhan.

Dengan penegasan mukjizat-mukjizat ini, termasuk mukjizat sebelumnya di Lanciano dan tempat-tempat lain, di mana terjadinya 'Tubuh Kristus yang Berdarah dalam Hosti Ekaristi' terjadi, Paus melembagakan Pesta Corpus Christi untuk merayakan dan memberikan penekanan yang lebih besar pada inti ini. aspek iman dan keyakinan inti kita dalam Kehadiran Nyata Tuhan kita dalam Ekaristi, dalam Doktrin Transubstansiasi, di mana roti dan anggur dalam Kurban Kudus Misa diubah, sepenuhnya dan sepenuhnya, menjadi esensi, materi dan realitas Tubuh dan Darah Tuhan kita.

Sekarang, saudara dan saudari di dalam Kristus, setelah memperdalam pemahaman kita tentang sejarah yang kaya dari salah satu prinsip terpenting dari iman kita ini, bagaimana kita kemudian akan benar-benar merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus Tuhan kita? Tidaklah cukup hanya kita merayakan hari ini dengan perayaan Misa Kudus yang khusyuk. Faktanya, kita semua perlu memiliki perubahan besar dalam cara kita memperlakukan Ekaristi dan bagaimana kita harus membalas hormat dan adorasi kita diberikan kepada Tuhan yang benar-benar hadir dalam Ekaristi.

Seorang terkemuka yang tidak percaya pada Kehadiran Nyata pernah berkata bahwa, jika kita benar-benar percaya kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh dan benar-benar hadir dalam Ekaristi, maka di hadapan Tuhan, dia akan sujud, dan merendahkan diri dalam doa dan penyembahan yang luar biasa. Sayangnya, ini tidak terlihat di antara banyak dari kita orang Kristen. Banyak dari kita memperlakukan Kehadiran Nyata Tuhan seolah-olah Dia hanyalah roti untuk dimakan, atau lebih buruk lagi, sebagai beban karena kita memperlakukan Misa sebagai beban kewajiban yang berat untuk kita penuhi.

Berapa banyak dari kita yang telah menerima Tuhan dengan iman dan dengan layak menerima Tubuh dan Darah-Nya ke dalam tubuh kita sendiri, ke dalam hati kita dan ke dalam diri kita sendiri? Ada kebutuhan besar bagi kita untuk memulihkan penghormatan dan penyembahan yang tepat serta adorasi yang harus kita berikan kepada Tuhan, Kehadiran-Nya yang Nyata dalam Ekaristi, dan itu harus dimulai dari kita dan dari kita. Kita harus mengalami perubahan besar dan mendalam tentang cara kita memandang Misa Kudus, menjadikannya bagian terpenting dari hidup kita dan memusatkan diri serta keberadaan kita pada Tuhan.

Dan setelah menerima Tuhan Sendiri kepada kita, seperti yang dikatakan Santo Paulus dalam Suratnya kepada Gereja dan umat beriman di Korintus, kita telah menjadi Bait Suci Roh Kudus, Bait Allah yang hadir dalam daging, dalam milik kita sendiri. tubuh. Di sini kita menjadi bait-Nya yang terbaik dan sempurna, lebih sempurna dan lebih baik daripada Kuil yang dibangun oleh Salomo dan raja Herodes. Tetapi apakah kita kemudian memperlakukan tubuh kita dan makhluk kita sebagai tempat tinggal yang layak bagi Tuhan kita? Atau apakah kita malah mencemari mereka dengan ketidaktaatan, kejahatan dan dosa kita?

Oleh karena itu hari ini, pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus ini, marilah kita memperbarui semangat dan iman yang harus kita semua miliki dalam Hadirat Sejati dalam Ekaristi, Tubuh dan Darah Kristus sendiri yang telah Dia berikan kepada kita semua untuk keselamatan kita melalui tangan para uskup dan imam-Nya. Marilah kita berusaha untuk menjadi layak menerima Tubuh dan Darah-Nya Kristus ke dalam diri kita sendiri, dan bersyukur atas Pengorbanan penuh kasih yang telah Dia lalui untuk kita, dengan menjalani kehidupan Kristen yang paling bajik dan patut dicontoh mulai sekarang. 
[RENUNGAN PAGI

Antifon Komuni (Yoh 6:56)

Siapa yang makan Daging-Ku dan minum Darah-Ku, tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, sabda Tuhan.

Whoever east my flesh and drinks my blood remains in me and I in him, says the Lord.

Qui manducat carnem meam, et bibit sanguinem meum, in me manet, et ego in eo, dicit Dominus.

 


Sabtu, 05 Juni 2021 Peringatan Wajib St. Bonifasius, Uskup dan Martir

Sabtu, 05 Juni 2021
Peringatan Wajib St. Bonifasius, Uskup dan Martir 
  
Doa kepada Bapa kita adalah doa kita, kalau itu didoakan dalam nama Yesus Bdk. Yoh 14:13; 15:16; 16:24.26.. Yesus berdoa dalam doa Imam Agung-Nya: "Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku" (Yoh 17:11). (Katekismus Gereja Katolik, 2815)

   
Antifon Pembuka (Mzm 118:85,46)

Merekalah orang suci, sahabat Allah, yang mulia karena mewartakan kebenaran Ilahi. Alleluya.
    
Doa Pagi

Ya Tuhan, Santo Bonifasius, martir, telah memeteraikan dengan darah iman yang diajarkannya dengan lidah. Semoga berkat doanya kami teguh berpegang pada iman yang sama dan setia mengamalkannya dalam karya. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.       Amin.
   
Bacaan dan mazmur tanggapan dari hari biasa, atau dari Rumus Umum Para Martir, misalnya: 1Kor 1:18-25, Mzm 34:2-3.4-5.6-7.8-9; Ul: 5b, Mat 5:3-19

Bacaan dari Kitab Tobit (12:1.5-15.20)

Setelah perayaan nikah Tobia dan Sara selesai, Tobit memanggil anaknya Tobia dan berkata, “Anakku, jangan lupa memberikan upah kepada orang yang mengantar engkau. Dan ingatlah untuk menambah upahnya!” Maka Tobit berkata kepada Rafael, “Ambillah sebagai upahmu separuh dari segala sesuatu yang kaubawa waktu datang, lalu engkau boleh pergi dengan selamat.” Tetapi Rafael memanggil Tobit dan Tobia sendiri-sendiri, lalu berkata kepada mereka, “Pujilah Allah dan muliakanlah Dia di hadapan semua orang yang hidup karena segala anugerah yang telah diberikan-Nya kepadamu. Pujilah nama-Nya, dan bernyanyi-nyanyilah kepada-Nya. Wartakanlah kepada semua orang perbuatan-perbuatan Allah sebagaimana layaknya. Jangan berayal memuliakan Dia. Memang rahasia raja patut disembunyikan, tetapi perbuatan Allah pantaslah disingkapkan dan dimuliakan. Lakukanlah yang baik, niscaya malapetaka tidak akan menimpa kalian. Lebih baiklah doa yang benar dan sedekah yang jujur daripada kekayaan orang yang lalim. Sungguh, sedekah melepaskan dari maut dan menghapus setiap dosa. Orang yang memberi sedekah akan mencapai umur panjang. Sebaliknya, orang yang melakukan dosa dan kejahatan, merugikan diri sendiri. Segenap kebenaran hendak kuwartakan kepadamu dan tidak satu pun kusembunyikan terhadap kalian. Sudah kutandaskan kepadamu: Rahasia raja patut disembunyikan tetapi perbuatan Allah pantaslah disingkapkan. Maka ketahuilah, ketika engkau dan Sara berdoa, akulah yang menyampaikan ingatan akan doamu itu ke hadapan kemuliaan Tuhan. Demikian pula waktu engkau menguburkan orang-orang mati! Ketika engkau serta merta bangkit dan meninggalkan makananmu untuk pergi mengapani jenazah itu, akulah yang diutus untuk mencobai engkau. Lagi pula, aku jugalah yang diutus oleh Allah untuk menyembuhkan baik engkau sendiri maupun Sara, menantumu. Aku ini Rafael, satu dari ketujuh malaikat yang melayani di hadapan Allah yang mulia. Oleh sebab itu pujilah Tuhan di atas bumi dan muliakanlah Allah! Camkanlah! Aku naik kepada Dia yang telah mengutus aku. Tuliskanlah segala sesuatu yang telah terjadi atas dirimu.” Lalu Rafael naik dan tidak dapat mereka lihat.
Demikianlah sabda Tuhan.
U Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Terpujilah Allah yang hidup selama-lamanya.
Ayat. (MT Tb 13:2.6.7.8)
1. Terpujilah Allah yang hidup selama-lamanya, kerajaan-Nya tetap sepanjang sekalian abad. Memang Ia menyiksa, tetapi juga mengasihani, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati, tetapi menaikkan juga dari sana; tidak seorang pun luput dari tangan-Nya.
2. Jika dengan segenap hati kamu berbalik kepada-Nya, dan dengan segenap jiwa berlaku benar di hadapan-Nya, niscaya Ia pun berbalik kepada kamu, dan wajah-Nya pun tidak disembunyikan-Nya terhadap kamu.
3. Pandanglah apa yang dikerjakan-Nya bagi kamu, muliakanlah Dia dengan segenap mulut. Pujilah Tuhan yang adil dan agungkanlah Raja yang kekal.
4. Aku memuliakan Dia di tanah pembuanganku, kunyatakan kekuasaan dan kebesaran-Nya kepada kaum berdosa. Bertobatlah, hai orang-orang berdosa, lakukanlah apa yang benar di hadapan-Nya. Siapa tahu Ia berkenan akan kamu dan menjalankan belas kasihan kepadamu.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Berbahagialah yang bersemangat miskin, sebab bagi merekalah Kerajaan Allah. Alleluya.
    
Inilah Injil Suci menurut Markus (12:38-44)

Pada suatu hari Yesus dalam pengajaran-Nya berkata, “Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat. Mereka suka berjalan-jalan dengan pakaian panjang dan suka menerima penghormatan di pasar. Mereka suka menduduki tempat-tempat terdepan dalam rumah ibadat dan tempat terhormat dalam perjamuan. Mereka mencaplok rumah janda-janda sambil mengelabui orang dengan doa panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat. Pada kali lain sambil duduk berhadapan dengan peti persembahan Yesus memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda miskin. Ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka Yesus memanggil para murid-Nya dan berkata kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda itu memberi dari kekurangannya: semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”
Verbum Domini 
U. Laus tibi Christe


Renungan


Saat kita membaca cerita atau menonton film, akan sangat membantu jika kita memperhatikan detail di bab pembuka atau adegan pembuka.

Cerita yang bagus dan film yang bagus juga akan menyajikan permulaan sedemikian rupa sehingga ketika cerita atau film sampai pada akhir, awal dan akhir memiliki keterkaitan dan segala sesuatu tentang cerita atau film itu masuk akal.

Namun apa yang terjadi dalam sebuah cerita atau film memiliki banyak kesamaan dengan apa yang terjadi dalam hidup. Faktanya, kisah hidup kita memiliki cukup detail untuk dijadikan film pribadi kita.

Kisah Tobit dan Tobias pada bacaan pertama seperti bagaimana sebuah cerita dalam sebuah film terungkap. Kita telah mengikuti kisah Tobit sejak awal minggu dan hari ini kita telah sampai pada akhir cerita.

Dan saat kita sampai pada akhir cerita, kita melihat bahwa segala sesuatu yang telah terjadi terjadi karena suatu alasan.
 
Di dalam Injil, Yesus melihat orang-orang yang memasukkan uang ke dalam perbendaharaan. Beberapa menempatkan dalam jumlah yang signifikan tetapi itu tidak penting bagi mereka.

Seorang janda miskin datang dan memasukkan dua keping uang logam kecil yang nilainya tidak berarti, tetapi itu cukup penting bagi Yesus untuk mencatatnya.

Apa yang diberikan janda malang itu dicatat oleh Yesus dan diingat bahkan sampai sekarang.

Jadi apapun yang terjadi, terjadi di depan mata Tuhan. Dan Tuhan memiliki rencana dan hal-hal terjadi sesuai dengan rencana-Nya.

Semoga kita melihat rencana Tuhan dalam hal kecil dan kecil, sehingga kita bersyukur dan memuji Tuhan dalam segala hal. Tuhan memberkati


Doa Malam

Allah yang Maharahim, terimalah persembahan kami hari ini sebagaimana Engkau menerima persembahan janda miskin. Engkaulah sandaran hidup dan masa depan kami, sehingga kami tidak takut akan apa pun. Engkau yang kami puji, kini dan sepanjang masa. Amin.


RENUNGAN PAGI

 


Jumat, 04 Juni 2021 Hari Biasa Pekan IX


Jumat, 04 Juni 2021
Hari Biasa Pekan IX

Mari kita mempersembahkan kepada Tuhan kurban agung yang meliputi segala, yakni cinta kita. (St. Efrem)


Antifon Pembuka (Tob 11:14)


Terpujilah Allah! Terpujilah nama-Nya yang agung! Hendaklah nama Tuhan yang agung berada di atas kita, dan terpujilah segala malaikat untuk selamanya. 


Doa Pagi


Allah Bapa Maharahim, sehatkanlah kiranya perbuatan kami dan ajarilah kami mengimani Yesus Kristus dan semoga kami Kaujadikan putra dan putri-Mu yang pantas.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

Bacaan dari Kitab Tobit (11:5-17)

  
"Aku telah disiksa oleh Tuhan, tetapi kini aku dikasihi-Nya, dan aku melihat kembali anakku, Tobia."
       
Pada waktu itu duduklah Hana mengamati jalan yang bakal ditempuh Tobia, anaknya. Ia telah mendapat firasat bahwa anaknya tengah datang. Berkatalah Hana kepada ayah Tobia, "Sungguh, anakmu telah datang, dan juga orang yang menyertainya." Sebelum Tobia mendekati ayahnya berkatalah Rafael kepadanya, "Aku yakin bahwa mata ayahmu akan dibuka. Oleskanlah empedu ikan itu pada matanya. Obat itu akan meresap dahulu, lalu akan terkelupaslah bintik-bintik putih itu dari matanya. Maka ayahmu akan melihat lagi dan memandang cahaya." Adapun Hana bergegas-gegas mendekap anaknya lalu berkatalah ia, "Setelah engkau kulihat, Anakku, sekarang aku dapat mati!" Dan ia pun menangis. Tobit pun berdiri, dan meskipun kakinya tersandung-sandung, ia keluar dari pintu pelataran rumah. Tobia menghampiri ayahnya dengan membawa empedu ikan itu. Lalu ditiupinya mata Tobit, ditopangnya ayahnya dan kemudian berkatalah ia kepadanya, "Tabahkan hatimu, Ayah!" Kemudian obat itu dioleskannya pada mata Tobit dan dibiarkannya sebentar. Lalu dengan kedua belah tangan dikelupaskannya sesuatu dari ujung-ujung matanya. Maka Tobit mendekap Tobia sambil menangis. Katanya, "Aku melihat engkau, Anakku, cahaya mataku!" Ia menyambung pula, "Terpujilah Allah! Terpujilah nama-Nya yang besar! Terpujilah para malaikat-Nya yang kudus! Hendaklah nama Tuhan yang besar berada di atas kita dan terpujilah segala malaikat untuk selama-lamanya. Sungguh, aku telah disiksa oleh Tuhan, tetapi aku melihat kembali anakku Tobia."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Pujilah Tuhan, hai jiwaku.
Ayat. (Mzm 146:2abc,7,8-9a,9bc-10)
1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.
2. Tuhan tetap setia untuk selama-lamanya, Dialah yang menegakkan keadilan bagi orang yang diperas, dan memberi roti kepada orang-orang yang lapar. Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung.
3. Tuhan membuka mata orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tertunduk. Tuhan mengasihi orang-orang benar, Tuhan menjaga orang-orang asing.
4. Anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-menurun!

Bait Pengantar Injil, do = f, gregorian, PS 959

Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 14:23)
Ayat. Barangsiapa mengasihi Aku, akan mentaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.

Inilah Injil Suci menurut Markus (12:35-37)

    
"Bagaimana mungkin Mesias itu anak Daud?"

Pada suatu hari Yesus mengajar di Bait Allah, kata-Nya, "Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud? Daud sendiri berkata dengan ilham Roh Kudus, "Tuhan telah bersabda kepada Tuanku: Duduklah di sisi kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. Jadi Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia sekaligus anaknya?" Orang yang besar jumlahnya mendengarkan Yesus dengan penuh minat.

Verbum Domini 
U. Laus tibi Christe


Renungan
 
Kita mungkin bertanya-tanya mengapa orang-orang senang dengan apa yang Yesus katakan dalam Injil.

Apa yang tampaknya menjadi kabar baik bagi mereka?

Topik pembahasannya adalah judul "Kristus" yang artinya Yang Diurapi.

Gelar itu terkait erat dengan gelar lain "Putra Daud".

Pada saat itu, otoritas agama menyatakan bahwa Kristus pastilah keturunan langsung Raja Daud.

Namun masalahnya adalah garis keturunan langsung Raja Daud sudah dihentikan ketika Persia menaklukkan Yehuda.

Jadi ada pertanyaan tentang Kristus sebagai anak Daud karena kemungkinan itu hampir tidak ada.

Jadi ketika Yesus mengutip mazmur dari Daud dan menjelaskannya, Dia menghilangkan kebingungan dan keraguan orang-orang dalam pikiran mereka.

Itulah sebabnya mereka senang, karena sekarang mereka bisa percaya lagi.

Kita juga memiliki pertanyaan tentang kehidupan, tentang keberadaan Tuhan, tentang penderitaan dan tentang kehidupan kekal.

Tetapi semoga Firman Tuhan memberi kita beberapa arahan untuk hidup kita sehingga meskipun kita mungkin tidak dapat memiliki jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan, kita masih akan berjalan ke arah yang menuntun kepada Tuhan.
 

Antifon Komuni (Mzm 146:2)
   
Pujilah Tuhan, hai hatiku! Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup, dan bermazmur memuji-Nya selama hayat di kandung badan. 


RENUNGAN PAGI

 

Kamis, 03 Juni 2021 Peringatan Wajib St. Karolus Lwanga, dkk Martir


Kamis, 03 Juni 2021

Peringatan Wajib St. Karolus Lwanga, dkk Martir

Kalau dalam daur tahunan, Gereja merayakan peringatan akan para martir dan para kudus yang lain, maka ia "mewartakan misteri Paska" di dalam mereka, "yang telah menderita dan dimuliakan bersama Kristus. Gereja menyajikan kepada kaum beriman teladan mereka, yang menarik semua orang kepada Bapa melalui Kristus, dan karena pahala-pahala mereka Gereja memohonkan karunia-karunia Allah" (SC 104) Bdk. SC 108 dan 111. (Katekismus Gereja Katolik, 1173)
  
Antifon Pembuka (Keb 3:6-7, 9)

Emas dalam dapur api diperiksalah mereka oleh-Nya, lalu diterima bagaikan korban bakaran. Maka pada waktu pembalasan mereka akan bercahaya, dan laksana bunga api berlari-larian di ladang jerami. Orang yang telah percaya pada Allah akan memahami kebenaran, dan yang setia dalam kasih akan tinggal pada-Nya. Sebab kasih setia dan belas kasihan menjadi bagian orang-orang pilihan-Nya.

As gold in the furnace, the Lord put his chosen to the test; as sacrificial offerings, he took them to himself; and in due time they will be honored, and grace and peace will be with the elect of God.

atau

Mereka itulah orang suci yang jaya berkat darah Anak Domba. Hidup tidak mereka sayangi, maut tidak mereka takuti. Sebab itu mereka jaya bersama Kristus selama-lamanya.

Pengantar

Karolus Lwanga adalah seorang pelayan di istana raja Muanga, di Uganda, Afrika. Sebagai seorang Katolik, Karolus giat membawa teman-temannya kepada Yesus. Aksinya ini, menyebabkan ia bersama 21 temannya dibunuh dengan dilemparkan ke dalam kobaran api pada 3 Juni 1886. Pada 6 Juni 1920 ia bersama teman-temannya dibeatifikasi dan pada 18 Oktober 1964 Paus Paulus VI menggelari mereka sebagai santo dan martir.

Doa Pagi

Allah Bapa, Tuhan panenan, Engkau memberkati darah para saksi iman menjadi benih yang menumbuhkan umat baru. Semoga ladang Gereja-Mu di Afrika, yang sudah disiram dengan darah Santo Karolus Lwanga dan teman-temannya membuahkan panenan berlimpah. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Tobit (6:10-11; 7:1.6.8-13; 8:1.5-9)
   
"Semoga Tuhan menganugerahkan damai sejahtera kepada kamu berdua."
    
Dalam perjalanannya, Tobia dan Rafael memasuki negeri Media dan sudah sampai dekat kota Ekbatana. Lalu berkatalah Rafael kepada Tobia, “Saudara Tobia!” Sahut Tobia, “Ada apa?” Rafael menyambung, “Malam ini kita harus bermalam pada Raguel. Dia itu seorang kerabatmu, dan mempunyai seorang puteri bernama Sara.” Ketika mereka tiba di Kota Ekbatana, berkatalah Tobia kepada temannya, “Saudara Azarya, antarkanlah aku langsung ke rumah Raguel, saudara kami.” Ia pun lalu mengantarkannya ke rumah Raguel. Raguel sedang duduk pada pintu pelataran rumahnya. Mereka memberi salam kepada Raguel. Dia membalas, katanya, “Banyak salam, Saudara-saudara. Selamat datang!” Lalu mereka dipersilahkannya masuk. Kemudian Raguel berkata kepada Tobia, Tuhan memberkati Engkau, Nak. Engkau adalah putera seorang mulia dan baik! Alangkah celakanya ayahmu! Orang yang begitu baik dan dermawan itu menjadi buta!” Kemudian Raguel menyembelih seekor domba betina dari kawanannya, dan ia menyambut Tobia dan Rafael dengan ramah. Sesudah mencuci dan membasuh diri mereka duduk makan. Berkatalah Tobia kepada Rafael, “Saudara Azarya, katakanlah kepada Raguel, supaya saudariku Sara diberikannya kepadaku.” Mendengar perkataan itu berkatalah Raguel kepada pemuda itu, “Makan dan minumlah, serta bersenang-senanglah malam ini. Memang, Saudara, tak seorang pun lebih berhak mengambil Sara, anakku, sebagai isterinya, daripada engkau. Karena itu aku tidak berwenang lagi memberikannya kepada seseorang kecuali kepadamu. Sebab engkaulah yang paling karib. Tetapi, anakku, aku harus memberitahukan kebenaran. Sara sudah kuberikan kepada tujuh laki-laki di antara saudara kita! Tetapi semuanya mati pada malam pertama menghampiri Sara. Maka anakku, baiklah sekarang makan dan minum saja. Tuhan akan mengambil tindakan bagimu!” Tetapi sahut Tobia, “Aku tidak akan makan atau minum apa-apa, sebelum engkau mengambil keputusan tentang diriku.” Maka jawab Raguel, “Baiklah! Sara kuberikan kepadamu sesuai dengan ketetapan kitab Musa. Allah sudah memutuskan, bahwa Sara harus diberikan kepadamu. Maka hendaklah menerima saudarimu ini. Mulai sekarang ini engkau menjadi kakaknya, dan ia menjadi adikmu. Semenjak hari ini ia diberikan kepadamu untuk selama-lamanya. Dan, anakku, semoga kamu kamu pada malam ini juga diberkati oleh Tuhan semesta langit. Semoga Ia menurunkan kasih setia dan damai sejahtera atas dirimu.” Lalu Raguel memanggil Sara, anaknya. Ketika Sara datang, Raguel memegang tangannya, dan dengan demikian ia menyerahkan Sara kepada Tobia, sambil Berkata, “Sungguh, sesuai dengan hukum Taurat ia kupercayakan kepadamu dan seturut ketetapan yang tersurat dalam kitab Musa ia kuberikan kepadamu menjadi isterimu. Ambillah dia, dan antarkanlah kepada ayahmu dengan sehat walafiat. Moga-moga Yang Berkuasa di surga menganugerahkan damai sejahtera kepada kamu berdua. Selesai makan dan minum mereka semua mau pergi tidur. Tobia diantar ke kamar yang sudah disiapkan untuk mereka. Setelah masuk kamar tidur, Tobia dan Sara berdoa dan mohon supaya mereka mendapat perlindungan. Mereka memanjatkan doa sebagai berikut: Terpujilah Engkau, ya Allah lelluhur kami, dan terpujilah nama-Mu sepanjang sekalian abad. Hendaknya sekalian langit memuji Engkau, dan juga segenap ciptaan-Mu untuk selama-lamanya. Engkaulah yang telah menjadikan Adam, dan baginya telah Kaubuat Hawa istrinya sebagai pembantu dan penopang. Dari mereka berdua lahirlah umat manusia seluruhnya. Engkau pun bersabda, ‘Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja, mari Kita menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia’. Ya Tuhan, bukan karena nafsu birahi kuambil saudariku ini melainkan dengan hati benar. Sudilah kiranya mengasihani kami berdua, dan membuat kami menjadi tua bersama.” Serentak berkatalah mereka, “Amin! Amin!” Kemudian mereka tidur semalam-malaman.
Demikianlah sabda Tuhan.
U Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah semua orang yang takwa kepada Tuhan.
Ayat. (Mzm 128:1-2.3.4-5)
1. Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
2. Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun di sekeliling mejamu!
3. Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan orang laki-laki yang takwa hidupnya. Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion: boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mzm 119:34)
Berilah aku pengertian, maka aku akan mentaati hukum-Mu, aku akan menepatinya dengan segenap hati, ya Tuhan.
      
Inilah Injil Suci menurut Markus (12:28b-34)
     
"Inilah perintah pertama. Dan yang kedua sama dengan yang pertama."
  
Pada suatu hari datanglah seorang ahli Taurat kepada Yesus, dan bertanya, “Perintah manakah yang paling utama?” Yesus menjawab, “Perintah yang utama ialah: ‘Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita itu Tuhan yang Esa! Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatanmu. Dan perintah yang kedua, ialah: Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri’. Tidak ada perintah lain yang lebih utama daripada kedua perintah ini. Berkatalah ahli Taurat itu kepada Yesus, “Guru, tepat sekali apa yang Kaukatakan, bahwa Dia itu esa, dan tak ada Allah lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati, dengan segenap pengertian, dan dengan segenap kekuatan serta mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri, jauh lebih utama daripada semua kurban bakar dan persembahan.” Yesus melihat betapa bijaksananya jawaban orang itu. Maka Ia berkata kepadanya, “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah.” Dan tak seorang pun masih berani menanyakan sesuatu kepada Yesus.
Verbum Domini 
U. Laus tibi Christe

 
Renungan
 

Kisah cinta adalah kisah yang indah. Ini adalah kisah yang indah karena tentang cinta.

Pasangan yang sudah menikah juga punya kisah cinta. Ini adalah kisah tentang bagaimana mereka bertemu, bagaimana mereka jatuh cinta, bagaimana mereka berpacaran dan bagaimana mereka akhirnya menikah.

Namun ceritanya tidak berhenti setelah menikah. Kisah cinta mereka harus berlanjut saat mereka melakukan perjalanan bersama menuju usia lanjut.

Bacaan pertama bisa disebut kisah cinta antara Tobias dan Sarah. Itu adalah cerita tentang bagaimana mereka bertemu, bagaimana mereka menikah dan yang lebih menarik bagaimana mereka berdoa di malam pertama pernikahan mereka.

Mereka berdoa memohon rahmat dan perlindungan Tuhan, dan mereka berdoa agar Tuhan berbaik hati kepada mereka dan membawa mereka ke masa tua bersama.

Tapi itu juga kisah cinta Tuhan - bagaimana Dia mencintai mereka dan bagaimana Dia mempersatukan mereka dan bagaimana Dia memberkati dan melindungi mereka dalam pernikahan mereka.

Tuhan juga memiliki kisah cinta untuk kita masing-masing - tentang bagaimana Dia mencintai kita dan bagaimana Dia memberkati kita dan bagaimana Dia melakukan perjalanan bersama kita melalui hidup.

Kita juga harus memiliki kisah cinta untuk dibagikan - tentang bagaimana kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati kita, dengan segenap jiwa kita, dengan segenap pikiran kita dan dengan segenap kekuatan kita. dan bagaimana kita mengasihii sesama seperti diri kita sendiri.

Saat kita memiliki kisah cinta untuk dibagikan, kita membuat dunia menjadi tempat yang indah. Karena cinta itu indah.
   
Antifon Komuni (Mrk 12:34)

Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah.
  
Doa Malam

Allah Bapa kami sumber kedamaian, semoga kami memahami benar apa yang mendamaikan hati kami berkat Yesus, Adam baru, yang semata-mata cinta kasih adanya, agar dapat menghimpun kami bersujud di hadapan-Mu, Bapa kami dan Tuhan segenap umat manusia. Amin.

 
RENUNGAN PAGI

Rabu, 02 Juni 2021 Hari Biasa Pekan IX


Rabu, 02 Juni 2021
Hari Biasa Pekan IX

Kalau dalam daur tahunan, Gereja merayakan peringatan akan para martir dan para kudus yang lain, maka ia "mewartakan misteri Paska" di dalam mereka, "yang telah menderita dan dimuliakan bersama Kristus. Gereja menyajikan kepada kaum beriman teladan mereka, yang menarik semua orang kepada Bapa melalui Kristus, dan karena pahala-pahala mereka Gereja memohonkan karunia-karunia Allah" (SC 104) Bdk. SC 108 dan 111. (Katekismus Gereja Katolik, 1173)

  
Antifon Pembuka (Mzm 25:1-2; PS 444)

Kepada-Mu, ya Tuhan, kuangkat jiwaku. Allahku, kepada-Mu aku percaya. Janganlah kiranya aku mendapat malu; janganlah musuh-musuhku bersukaria atas aku.
     

Doa Pagi

Allah Bapa segala sesuatu yang hidup, kami mohon berkat iman Abraham, Ishak, dan Yakub, perkenankanlah kami menyembah Engkau, Allah kami Yang Maha Esa, yang selalu menepati janji-Mu dengan setia.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.       
    
Bacaan dari Kitab Tobit (3:1-11a,16-17a)
  
"Permohonan Tobit dan Sara di hadapan kemuliaan Allah dikabulkan."
    
Pada waktu itu Tobit bersedih hati, mengeluh dan menangis. Dengan keluh kesah ia berdoa begini, "Engkau adil, ya Tuhan, dan adillah semua perbuatan-Mu. Segala tindakan-Mu penuh belas kasih dan kebenaran. Engkaulah hakim atas dunia semesta. Oleh sebab itu, ya Tuhan, ingatlah akan daku, pandanglah aku. Janganlah aku Kauhukum sekedar dosa dan kekhilafanku atau setimpal dengan dosa nenek moyangku! Aku telah berdosa di hadapan-Mu dan melanggar segala perintah-Mu. Maka kami Kauserahkan untuk dirampasi, ditawan dan dibunuh. Kami Kaujadikan sindiran dan tertawaan, orang ternista di tengah sekalian bangsa di mana kami Kaucerai-beraikan. Memang tepatlah hukuman-Mu, jika kini aku Kauperlakukan sekedar segala dosaku. Karena kami tidak memenuhi perintah-perintah-Mu dan tidak hidup baik di hadapan-Mu. Kini berbuatlah kepadaku sekehendak-Mu, sudilah mencabut nyawaku, sehingga lenyaplah aku dari muka bumi dan kembali menjadi debu. Sebab mati lebih berguna bagiku daripada hidup. Karena aku harus mengalami nista dan fitnah, dan sangat sedih rasa hatiku. Ya Tuhan, biarlah aku lepas dari susah ini, biarlah aku lenyap menuju tempat abadi. Janganlah wajah-Mu Kaupalingkan daripada-Ku, ya Tuhan. Lebih bergunalah mati saja daripada melihat banyak susah dalam hidupku. Sebab kalau mati, tak dapat lagi aku mendengar nista." Pada hari yang sama terjadilah bahwa Sara, puteri Raguel, di kota Ekbatana di negeri Media mendengar dirinya dihina oleh seorang pelayan perempuan ayahnya. Adapun Sara itu sudah diperisterikan kepada tujuh pria. Tetapi mereka semua dibunuh oleh Asmodeus, setan jahat, sebelum Sara bersatu dengan mereka sebagaimana layaknya seorang isteri. Kata pelayan itu kepada Sara, "Engkau sendirilah yang membunuh para suamimu! Engkau sudah diperisterikan kepada tujuh orang, tetapi tidak ada seorang pun yang kaunikmati! Masakan kami kaucambuki karena mereka mati! Baiklah engkau menyusul mereka saja, supaya kami tidak pernah melihat seorang putera atau puteri dari engkau!" Maka pada hari itu juga Sara sangat sedih hati, lalu menangis tersedu-sedu. Kemudian ia naik ke bilik atas kepunyaan ayahnya dengan maksud menggantung diri. Tetapi berpikirlah ia dalam hati, "Kiranya ayahku nanti dinistakan karena hal itu dan orang akan berkata kepadanya, 'Bapa hanya punya satu puteri kesayangan. Celakalah Bapa, ia telah menggantung diri." Niscaya karena sedihnya, ayahku yang lanjut umur itu akan mati. Lebih baik aku tidak menggantung diri, melainkan berdoa kepada Tuhan, supaya aku mati saja sehingga tak usah mendengar lagi nista selama hidupku." Segera Sara menadahkan tangannya, lalu berdoa, katanya, "Terpujilah Engkau, ya Allah penyayang! Aku mengarahkan mataku kepada-Mu. Semoga aku dilenyapkan saja dari muka bumi, sebab aku tidak mau lagi mendengar nista." Pada saat itu juga kedua orang tersebut, yakni Tobit dan Sara, dikabulkan permohonannya di hadapan kemuliaan Allah. Allah mengutus Rafael untuk menyembuhkan kedua-duanya, yaitu dengan menghapus bintik-bintik putih dari mata Tobit, sehingga ia dapat melihat cahaya Allah dengan matanya sendiri, dan dengan memberikan Sara, puteri Raguel, kepada Tobia, putera Tobit, sebagai isteri, dan dengan melepaskannya dari Asmodeus, setan jahat itu. Memang Tobia lebih berhak memperoleh Sara daripada semua orang lain yang ingin memperisteri dia. Pada saat yang sama Tobit kembali dari pelataran masuk ke rumahnya, dan Sara, puteri Raguel, turun dari bilik atas itu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah. 

Mazmur Tanggapan
Ref. Kepada-Mu, ya Tuhan, kuarahkan jiwaku.
Ayat. (Mzm 25:2-4a.4b-5ab.6-7bc.8-9)
1. Allahku, kepada-Mu aku percaya; janganlah kiranya aku mendapat malu; janganlah musuh-musuhku beria-ria atas diriku.
2. Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.
3. Ingatlah segala rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. Ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya Tuhan.
4. Tuhan itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 11:25a, 26)
Akulah kebangkitan dan kehidupan. Barangsiapa percaya pada-Ku, tak akan mati.

Inilah Injil Suci menurut Markus (12:18-27)
     
"Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."
   
Pada suatu hari datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya, "Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita, 'Jika seseorang yang mempunyai saudara laki-laki, mati dengan meninggalkan seorang isteri tetapi tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya.' Ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang wanita, lalu mati tanpa meninggalkan keturunan. Maka yang kedua mengawini dia, tetapi juga mati tanpa meninggalkan keturunan. Demikian juga yang ketiga. Dan begitulah seterusnya, ketujuh-tujuhnya tidak meninggalkan keturunan. Akhirnya wanita itu pun mati. Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami wanita itu? Sebab ketujuh-tujuhnya telah beristerikan dia." Jawab Yesus kepada mereka, "Kalian sesat, justru karena kalian tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah. Sebab di masa kebangkitan orang mati, orang tidak kawin atau dikawinkan; mereka hidup seperti malaikat di surga. Mengenai kebangkitan orang mati, tidakkah kalian baca dalam kitab Musa, yaitu dalam cerita tentang semak berduri, bahwa Allah bersabda kepada Musa, 'Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat."
Verbum Domini 
U. Laus tibi Christe


Renungan

  Kapanpun kita melihat seseorang dalam kesengsaraan, itu akan membangkitkan simpati kita.

Menderita sendirian bisa menjadi salah satu penderitaan terbesar karena kesepian itu sendiri adalah kesengsaraan yang besar.

Pada bacaan pertama, kita mendengar doa ratapan Tobit. Kalimat doanya itu "
Engkau adil, ya Tuhan, dan adillah semua perbuatan-Mu. Segala tindakan-Mu penuh belas kasih dan kebenaran. Engkaulah hakim atas dunia semesta. Oleh sebab itu, ya Tuhan, ingatlah akan daku, pandanglah aku. Janganlah aku Kauhukum sekedar dosa dan kekhilafanku atau setimpal dengan dosa nenek moyangku!..." mengatakan itu semua, bahwa dia sendirian dalam penderitaannya.

Tetapi di bagian yang sama, tepat setelah doa ratapannya, kita juga mendengar bahwa "
Pada hari yang sama terjadilah bahwa Sara, puteri Raguel, di kota Ekbatana di negeri Media mendengar dirinya dihina oleh seorang pelayan perempuan ayahnya."
 
Di akhir bacaan pertama, kita juga mendengar bahwa doa masing-masing dari mereka mendapat berkat di hadapan Tuhan Allah dan Rafael diutus untuk membawa kesembuhan bagi mereka berdua.

Sungguh, Tuhan mendengar teriakan mereka yang kesepian dan terhilang, yang terkecil dan yang terakhir, karena mereka adalah orang-orang yang tidak memiliki siapa pun untuk dituju dan mereka hanya memiliki Tuhan untuk membantu mereka.

Bagi mereka, Tuhan adalah satu-satunya harapan mereka dan ketika Tuhan menjawab tangisan mereka, mereka akan tahu siapa Tuhan itu.

Tuhan adalah Tuhan yang hidup dan Dia adalah Tuhan kehidupan dan cinta. Dia mengangkat mereka yang menderita dan Dia membangkitkan yang miskin sehingga mereka dapat mengalami kasih dan belas kasihan-Nya.

Semoga kita dalam kesengsaraan kita berbalik kepada Tuhan dan menerima belas kasihan-Nya. 
(RENUNGAN PAGI)

Antifon Komuni (Mrk 12:27)
    
Allah itu bukanlah Allah orang-orang mati, melainkan Allah orang hidup.

Selasa, 01 Juni 2021 Peringatan Wajib St. Yustinus, Martir


Selasa, 01 Juni 2021

Peringatan Wajib St. Yustinus, Martir
   
“Meski kami orang Kristen dibunuh dengan pedang, disalibkan, atau di buang ke moncong-moncong binatang buas, ataupun disiksa dengan belenggu api, kami tidak akan murtad dari iman kami. Sebaliknya, semakin hebat penyiksaan, semakin banyak orang demi nama Yesus, bertobat dan menjadi saleh." --- St Yustinus
             
Antifon Pembuka (Mzm 119:85.46)
  
     Orang sombong menggali lubang bagiku, mereka tidak memedulikan perintah-Mu. Aku akan berbicara tentang hukum-Mu. Aku tidak malu di hadapan para raja. Alleluya.      
  
The wicked have told me lies, but not so is your law:ispoke of your decrees before kings, and was not confounded. Alleluya.
 
Doa Pagi

Allah Bapa sumber hikmat kebijaksanaan, dengan kebodohan salib Engkau telah mengajarkan kebijaksanaan Yesus Kristus, Putra-Mu, kepada Santo Yustinus, Martir. Pada hari peringatannya hari ini kami mohon, berilah kami agar sanggup menolak segala yang dapat menjauhkan kami daripada-Mu. Berilah pula kami rahmat-Mu agar selalu setia dalam iman.  Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.    

Bacaan dari Kitab Tobit (2:9-14) 
        
"Semakin aku diolesnya dengan obat, semakin buta mataku, karena bintik-bintik putih itu."
           
Pada malam sesudah menguburkan jenazah, aku, Tobit, membasuh diri. Lalu aku pergi ke pelataran rumah dan tidur dekat pagar temboknya. Mukaku tidak tertudung karena udara panas. Aku tidak tahu bahwa ada burung pipit di tembok tepat di atas diriku. Maka jatuhlah tahi hangat ke dalam mataku, lalu muncullah bintik-bintik putih. Aku pun lalu pergi kepada tabib untuk berobat. Tetapi semakin aku diolesnya dengan obat, semakin buta mataku karena bintik-bintik putih itu, sampai buta sama sekali. Empat tahun lamanya aku tidak dapat melihat. Semua saudaraku merasa sedih karena aku. Dua tahun lamanya aku dipelihara oleh Ahikar sampai ia pindah ke kota Elumeis. Di masa itu isteriku Hana mulai memborong pekerjaan wanita. Pekerjaan itu pun diantarkannya kepada para pemesan dan ia diberi upahnya. Pada suatu hari, yaitu tanggal tujuh bulan Dustrus, diselesaikannya sepotong kain, lalu diantarkannya kepada pemesan. Seluruh upahnya dibayar, dan ditambah juga seekor anak kambing jantan untuk dimakan. Tetapi setibanya di rumahku anak kambing itu mengembik. Maka aku memanggil isteriku dan bertanya, “Dari mana anak kambing itu? Apa itu bukan curian? Kembalikanlah kepada pemiliknya! Sebab kita tidak boleh makan barang curian!” Sahut isteriku, “Kambing itu diberikan kepadaku sebagai tambahan upah.” Tetapi aku tidak percaya kepada isteriku. Maka kusuruh dia mengembalikan anak kambing itu kepada pemiliknya. Karena perkara itu, aku sangat malu karena isteriku. Tetapi dia membantah, katanya, “Apa gunanya kebajikanmu? Apa faedahnya semua amalmu itu? Lihat saja apa gunanya bagimu!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Hai orang jujur teguh, penuh kepercayaan kepada Tuhan.
Ayat. (Mzm 112:1-2.7bc-8.9)
1. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka akan segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; keturunan orang benar akan diberkati.
2. Ia tidak takut kepada kabar buruk, hatinya tabah, penuh kepercayaan kepada Tuhan. Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia mengalahkan para lawannya.
3. Ia murah hati, orang miskin diberinya derma; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 20:25)
Berikanlah kepada kaisar yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah yang menjadi hak Allah.
     
Inilah Injil Suci menurut Markus (12:13-17)
   
"Berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah."
      
Pada waktu itu beberapa orang Farisi dan Herodian disuruh menghadap Yesus, untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan. Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya, “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur. Engkau tidak takut kepada siapa pun, sebab Engkau tidak mencari muka, tetapi dengan jujur mengajarkan jalan Allah. Nah, bolehkah kita membayar pajak kepada kaisar atau tidak?” Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka, “Mengapa kalian mencobai Aku? Tunjukkanlah suatu dinar untuk Kulihat!” Mereka menunjukkan sekeping dinar. Lalu Yesus bertanya, “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka, “Gambar dan tulisan kaisar.” Maka Yesus berkata kepada mereka, “Berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar, dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah!” Mereka sangat heran mendengar Dia.
Verbum Domini 
U. Laus tibi Christe

 
Renungan


Pada bacaan pertama, kita mendengar tentang bagaimana Tobit, seorang pria yang sangat beriman, mengalami kesusahan dan kesengsaraan dalam hidup.

Dia menjadi buta karena kecelakaan yang aneh dan dia harus bergantung pada kemurahan hati orang lain.

Juga ketika dia salah menuduh istrinya mencuri seekor domba, Hana, istrinya juga membalas dengan mencemooh iman dan perbuatan baiknya.

Demikianlah pencobaan dan kekacauan yang harus dilalui semua orang, dan itu termasuk orang-orang beriman yang percaya dan percaya kepada Tuhan.

Bahkan bagi Yesus yang datang untuk mengasihi orang dan berbuat baik, para imam kepala dan ahli Taurat dan tua-tua mengirim orang Farisi untuk mempertanyakan Yesus tentang membayar pajak, dengan maksud untuk menangkap-Nya atas sesuatu yang Dia katakan.

Yesus bisa saja merasa jijik dengan semua rencana dan rencana itu tetapi Dia mengubahnya menjadi kesempatan untuk mengajar orang-orang dan itu juga membuat para penanya-Nya bingung.

Jadi dalam menghadapi kesusahan dan kekacauan, kita perlu bertanya pada diri sendiri: Apa yang bisa memisahkan kita dari kasih Tuhan? (Roma 8:35)

Jika Tuhan di pihak kita, siapa yang bisa melawan kita? (Roma 8:31) Atau apa yang bisa melawan kita? Kesulitan? Gejolak?
 
Kita milik Tuhan. Marilah kita tetap percaya kepada-Nya dan berjuang dalam pertandingan iman yang baik. Tuhan memberkati.
 
           
Antifon Komuni (1Kor 2:2)
 
Aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.
 
I resolved to know nothing while i was with you except Jesus Christ, and him crucified 


Doa Malam
 
Allah Bapa yang Mahamulia, nama-Mu kami muliakan, bila kami saling menaruh cinta kasih, karena Engkau sendirilah cinta kasih yang menghidupi kami, maka kami bersyukur kepada-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
 
 
RENUNGAN PAGI

 

Senin, 31 Mei 2021 Pesta SP Maria mengunjungi Elisabet

 

Senin, 31 Mei 2021
Pesta SP Maria mengunjungi Elisabet
 
“Maria tahu bahwa dalam beredarnya waktu ia akan melahirkan Dia, yang diakuinya sebagai sumber keselamatan sejak dari kekal” (St. Beda Venerabilis)
          
Antifon Pembuka
    
Maria, dengarkanlah, hai kalian yang takwa, aku hendak mewartakan yang dikerjakan Allah bagiku.
       
Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan, tanpa Syahadat.
      
Doa Pagi
 
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau telah mendorong Santa Perawan Maria, yang sedang mengandung Putra-Mu, untuk mengunjungi Santa Elisabet, saudarinya. Semoga kami pun senantiasa mentaati dorongan Roh Kudus. Maka bersama Santa Perawan Maria kami akan selalu dengan gembira memuji karya-Mu yang agung. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.  Amin.           
       
Bacaan dari Kitab Nubuat Zefanya (3:14-18a)

  
"Tuhan, Raja Israel, ada di tengah-tengahmu."
   
Bersorak sorailah, hai puteri Sion, bergembiralah, hai Israel! Bersukacita dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem! Tuhan telah menyingkirkan hukuman yang dijatuhkan atasmu, Ia telah menebas binasa musuh-musuhmu. Raja Israel, yakni Tuhan, ada di tengah-tengahmu; Engkau tidak akan takut lagi kepada malapetaka. Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem, “Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lunglai! Tuhan Allahmu ada di tengah-tengahmu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bersukaria karena engkau, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, dan Ia bersorak gembira karena engkau seperti pada hari pertemuan raya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Atau
           
 Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (12:9-16b)
  


"Bantulah orang yang kudus dalam kekurangannya, dan berusahalah selalu memberi tumpangan."
  
Saudara-saudara, kasihmu janganlah pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik! Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Janganlah hendaknya kerajinanmu berkurang, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! Bantulah orang-orang kudus dalam kekurangannya, dan berusahalah selalu memberi tumpangan! Berkatilah orang yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan yang muluk-muluk, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Kidung Tanggapan, do = c, 4/4, PS 864
Ref. Tuhan, Dikaulah sumber air hidup.
Ayat. (Yes 12:2-3.4bcd.5-6; R: 6b)
1. Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gemetar; sebab Tuhan Allah itu kekuatan dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.
2. Pada waktu itu kamu akan berkata, "Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya, beritahukanlah karya-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah bahwa nama-Nya tinggi luhur!"
3. Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab mulialah karya-Nya; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!
   
Bait Pengantar Injil, do = d, 2/4, PS 961
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 1:45) 
Berbahagialah dia yang telah percaya, sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana.
        
Inilah Injil Suci menurut Lukas (1:39-56)
 
"Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?"
  

Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel, bergegaslah Maria ke pegunungan menuju sebuah kota di wilayah Yehuda. Ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya, dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring, “Diberkatilah engkau di antara semua wanita, dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya, sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana.” Lalu kata Maria, “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, dan nama-Nya adalah kudus. Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya, dan menceraiberaikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya, dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.” Kira-kira tiga bulan lamanya Maria tinggal bersama dengan Elisabet, lalu pulang ke rumahnya.
Verbum Domini 
U. Laus tibi Christe

   
Renungan

   

     


Awal pesta ini terjadi pada awal abad ke-13 pada puncak devosi Maria.

Pesta ini kemudian diperluas ke seluruh Gereja pada tahun 1389 dengan harapan bahwa Kristus dan Bunda-Nya akan mengunjungi Gereja dan mengakhiri perpecahan dan perpecahan yang merobek Gereja Kristus.

Namun, pesta ini tetap relevan dan penting sekarang seperti dulu dan selama berabad-abad.

Dan pesta ini relevan dan penting bagi Gereja serta bagi kita masing-masing.

Sama seperti Gereja menghadapi banyak momen kelam dan mengerikan dalam sejarahnya, kita juga menghadapi banyak pencobaan dan tantangan sewaktu kita berusaha untuk menjalankan iman kita.

Kadang-kadang, kesusahan, rasa sakit dan luka mungkin terlalu tak tertahankan dan iman kita terguncang dan harapan kita goyah dan cinta kita mengering.

Namun, Tuhan berjanji untuk memberikan bantuan dan kekuatan kepada kita.
  
Pesta ini adalah perayaan Tuhan yang adalah Penyelamat kita.

Itulah mengapa bacaan pertama berbunyi:
Bersorak sorailah, hai puteri Sion, bergembiralah, hai Israel! Bersukacita dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem!
   
Ya, Bunda Allah datang bersama Tuhan untuk mengunjungi umat-Nya yang membutuhkan.

Bunda Allah juga akan datang bersama Tuhan Yesus untuk mengunjungi kita dalam kebutuhan kita dan terutama saat kita mengalami kesusahan.

Tuhan telah melakukan hal-hal besar untuk Maria, Tuhan juga akan melakukan hal-hal besar untuk kita.

Untuk itu kita hanya perlu bersukacita dan bersorak kegirangan serta mengucap syukur kepada Tuhan Juruselamat kita.
  
Antifon Komuni (Luk 1:48-49)
 
Mulai sekarang aku disebut "yang bahagia" oleh sekalian bangsa. Sebab karya agung dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa, kuduslah nama-Nya. 
   
Doa Malam
 
Allah Bapa yang penuh kasih, Engkau memilih Maria menjadi Bunda penebus dalam hidup ini. Kami bersyukur kepada-Mu atas anugerah ini. Pun pula kami bersyukur atas penyertaan dan rahmat-Mu yang Engkau nyatakan kepada kami sepanjang bulan Mei ini, yang didedikasikan sebagai Bulan Maria. Semoga Bunda surgawi menuntun kami agar sampai kepada-Mu, dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
       
“Sukacita merupakan kata kunci perjumpaan dengan Elisabet, di mana suara Maria dan kehadiran Yesus dalam rahimnya membuat Yohanes "melonjak kegirangan" (Luk 1:44). Sukacita juga memenuhi kawasan Betlehem ketika kelahiran Bayi Ilahi, Juruselamat dunia, diberitakan oleh nyanyian para malaikat dan dimaklumkan kepada para gembala sebagai "kesukaan besar" (Luk 2:10).” (Paus Yohanes Paulus II, Surat Apostolik Rosarium Virginis Mariae, No. 20)
 

RENUNGAN PAGI

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2023 -

Privacy Policy