Penyesuaian berkaitan dengan Tata Perayaan Ekaristi - TPE 2020

 

Sehubungan dengan sudah dilakukan launching buku Tata Perayaan Ekaristi edisi 2020, maka kami akan memulai transisi penyesuaian kata-kata yang digunakan dalam renungan harian sesuai dengan TPE 2020 atau Missale Romanum 2008,  "dengan hadirnya TPE baru ini, maka buku TPE 2005 tidak digunakan lagi, dalam kesempatan peluncuran TPE baru ini", Ignatius Kardinal Suharyo selaku ketua Konferensi Waligereja Indonesia menyampaikan batas terakhir penggunaan TPE 2005 sampai 1 November 2021 mendatang. 

  Penerapan buku Tata Perayaan Ekaristi yang baru ini bukan sekadar beli buku baru, atau ganti buku, melainkan TPE ini menjadi wujud kesadaran kita bahwa Gereja itu satu.

 Perlu diketahui pada tahun 2008 takhta suci Vatikan menerbitkan Misale Romawi baru, sehingga KWI mengusahakan supaya TPE 2005 yang didasarkan pada Misale Romawi 2002 itu disesuaikan dengan Misale Romawi 2008, maka terbitlah TPE 2020. Mungkin ada yang bertanya, mengapa disebut TPE 2020? Karena TPE ini diselesaikan final pada tahun 2020, seperti halnya TPE bahasa Inggris diselesaikan pada tahun 2010 baru digunakan secara resmi pada hari Minggu Adven I tahun 2011 setahun kemudian.

  Anda yang berminat untuk membeli buku tersebut harus menunggu lebih sabar, karena TPE versi umat belum terbit (9 Mei 2021). Sementara untuk TPE 2020 versi lengkap untuk imam harus memesan dahulu melalui website www.obormedia.com . Pesan sekarang pun barang baru akan datang 2-3 bulan mendatang. 

   Memang tidak mudah, dalam kondisi pandemi ini kita harus menyesuaikan perubahan-perubahan ini. 

  Berkaitan dengan renungan di blog ini, aklamasi sesudah Injil kami akan menggunakan aklamasi dalam bahasa latin berdasarkan Missale Romanum 2008, sedangkan yang lain disesuaikan dengan yang ada di TPE 2020 hanya pada koridor bacaan-bacaan kitab suci.

Berikut kami lampirkan gambaran umum perbedaan TPE 2005 dengan TPE 2020.