Jumat, 01 Mei 2026
Hari Biasa Pekan IV Paskah (Jumat Pertama Dalam Bulan)
Hari Biasa Pekan IV Paskah (Jumat Pertama Dalam Bulan)
"Kamu tahu bahwa setiap kejahatan berakar pada cinta diri, dan cinta diri itu adalah awan yang menghilangkan cahaya akal budi, yang mana akal budi menyimpan di dalamnya cahaya iman, dan keduanya tidak akan hilang tanpa yang satu." - Santa Katarina dari Siena
Antifon Pembuka (Why 5:9-10)
Tuhan, Engkau telah menebus kami dengan darah-Mu dari setiap suku, bahasa, rakyat, dan bangsa, dan Engkau telah menjadikan kami raja dan imam bagi Allah Bapa, alleluya.
You have redeemed us, Lord, by your Blood, from every tribe and tongue and people and nation, and have made us into a kingdom, priests for our God, alleluia.
Doa Pagi
Allah Bapa pokok kebebasan dan keselamatan kami, Engkau telah menebus kami dengan darah Putra-Mu. Dengarkanlah permohonan kami, supaya kami memperoleh hidup dalam diri-Mu dan menikmati keselamatan kekal. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
"Janji telah digenapi Allah dengan membangkitkan Yesus."
Dalam perjalanannya Paulus sampai di Antiokhia di Pisidia. Di rumah ibadat Yahudi di sana Paulus berkata, "Hai saudara-saudaraku baik yang termasuk keturunan Abraham maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan sudah disampaikan kepada kita. Sebab penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinnya tidak mengakui Yesus. Dengan menjatuhkan hukuman mati atas Yesus, mereka menggenapi perkataan nabi-nabi yang dibacakan setiap hari Sabat. Dan meskipun mereka tidak menemukan sesuatu yang dapat menjadi alasan untuk hukuman mati, namun mereka telah meminta kepada Pilatus supaya Yesus dibunuh. Dan setelah mereka menggenapi segala sesuatu yang ada tertulis tentang Dia, mereka menurunkan Dia dari kayu salib, lalu membaringkan-Nya di dalam kubur. Tetapi Allah membangkitkan Yesus dari antara orang mati. Dan selama beberapa waktu Ia menampakkan diri kepada mereka yang mengikuti Dia dari Galilea ke Yerusalem. Mereka itulah yang sekarang menjadi saksi-Nya bagi umat ini. Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Kulah Engkau! Pada hari ini Engkau telah Kuperanakkan."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Anak-Kulah engkau! Pada hari ini engkau telah Kuperanakkan.
Ayat. (Mzm 2:6-7.8-9.10-11)
1. "Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!" Aku mau menceritakan tentang ketetapan Tuhan: Ia berkata kepadaku, "Anak-Kulah engkau! Pada hari ini engkau telah Kuperanakkan."
2. "Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu. Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, dan memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk."
3. Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia! Beribadahlah kepada Tuhan dengan takwa, dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar.
Bait Pengantar Injil, do = g, 4/4, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 14:6)
Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes (14:1-6)
"Akulah jalan, kebenaran, dan hidup."
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku sudah mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke sana untuk menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat Aku berada, kamu pun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke sana." Kata Tomas kepada-Nya, "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke sana?" Kata Yesus kepada-Nya, "Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe (U. Terpujilah Kristus)
Renungan
Sepertinya kebahagiaan dalam hidup begitu sulit diraih. Kita sepertinya tidak bahagia untuk waktu yang lama. Salah satu penyebabnya adalah kita selalu tidak puas, kita selalu tidak merasa cukup. Kita merasa tidak aman dalam hidup ini, dan kita juga merasa tidak aman tentang kehidupan setelah kematian. Jadi kita merasa gelisah tentang masa depan hidup ini, serta seperti apa kehidupan setelah kematian.
Dalam Injil, Yesus mengatakan kepada kita untuk tidak membiarkan hati kita gelisah. Agar hati kita tidak gelisah, kita harus percaya kepada Tuhan dan percaya kepada Yesus. Ya, Yesus mengasihi kita dan Dia akan menjaga kita dalam hidup ini, dan Dia bahkan telah menyediakan bagi kita di kehidupan setelah kematian. Dia telah menyiapkan tempat bagi kita masing-masing di rumah Bapa-Nya. Yang perlu kita lakukan dalam hidup ini adalah menyiapkan tempat bagi Yesus di dalam hati kita. Ketika Yesus berdiam di dalam hati kita, kita akan benar-benar bahagia karena kita mengetahui apa itu Jalan, Kebenaran, dan Kehidupan.. (RENUNGAN PAGI)
Dalam Injil, Yesus mengatakan kepada kita untuk tidak membiarkan hati kita gelisah. Agar hati kita tidak gelisah, kita harus percaya kepada Tuhan dan percaya kepada Yesus. Ya, Yesus mengasihi kita dan Dia akan menjaga kita dalam hidup ini, dan Dia bahkan telah menyediakan bagi kita di kehidupan setelah kematian. Dia telah menyiapkan tempat bagi kita masing-masing di rumah Bapa-Nya. Yang perlu kita lakukan dalam hidup ini adalah menyiapkan tempat bagi Yesus di dalam hati kita. Ketika Yesus berdiam di dalam hati kita, kita akan benar-benar bahagia karena kita mengetahui apa itu Jalan, Kebenaran, dan Kehidupan.. (RENUNGAN PAGI)
Orang Kudus hari ini: 01 Mei 2026 St. Yusuf, Pekerja
Baca renungan terkait bacaan Injil hari ini di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
Antifon Komuni (Rm 4:25)
Kristus, Tuhan kita diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita, alleluya.
Christ our Lord was handed over for our transgressions and was raised again for our justification, alleluia.
Taat [ob-audire] dalam iman berarti menaklukkan diri dengan sukarela kepada Sabda yang didengar, karena kebenarannya sudah dijamin oleh Allah, yang adalah kebenaran itu sendiri. Sebagai contoh ketaatan ini Kitab Suci menempatkan Abraham di depan kita. Perawan Maria melaksanakannya atas cara yang paling sempurna. (Katekismus Gereja Katolik, 144)




