Antifon Pembuka (Flp 4:4-5)
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan. Sekali lagi kukatakan: bersukacitalah! Sebab Tuhan sudah dekat.
Rejoice in the Lord always; again I say, rejoice. Indeed, the Lord is near.
Gaudete in Domino semper: iterum dico, gaudete: modestia vestra nota sit
omnibus hominibus: Dominus prope est. Nihil solliciti sitis: sed in
omni oratione petitiones vestrae innotescant apud Deum.
Doa Pagi
Ya Allah, pandanglah umat-Mu, yang dengan tekun menantikan perayaan
kelahiran Putra-Mu. Bantulah kami agar kami bersukacita karena
keselamatan yang seagung itu, dan dengan riang-ria merayakannya dalam
ibadat yang meriah. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus
Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan
Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
 |
Karya: Kara Gebhardt /istock.com (lisensi berbayar harap tidak asal gunakan di web lain) |
Hari
Minggu ini, Minggu Ketiga dalam Masa Adven, disebut "Minggu Gaudete":
"bersukacitalah", karena Antifon Pembuka Misa Kudus mengambil kata-kata
Santo Paulus dalam Surat kepada Jemaat Filipi di mana dikatakan:
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan:
Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan
sudah dekat!" (Flp 4: 4-5). Inilah alasan kegembiraan. Tetapi apa
artinya "Tuhan sudah dekat"? Dalam arti apa kita harus memahami
"kedekatan" Tuhan ini? Rasul Paulus, menulis kepada orang-orang Kristen
di Filipi, tampaknya sedang memikirkan kedatangan Kristus kembali dan
mengajak mereka untuk bersukacita karena itu pasti. Namun, Santo Paulus
dalam Suratnya kepada Jemaat Tesalonika, memperingatkan bahwa tidak
seorang pun dapat mengetahui saat kedatangan Tuhan (bdk. 1Tes 5:1-2) dan
membuat orang waspada terhadap segala jenis ketakutan, seolah-olah
kedatangan Kristus kembali. segera (lih. 2 Tes 2: 1-2). Dengan demikian
Gereja, yang diterangi oleh Roh Kudus, pada saat itu sudah semakin
memahami bahwa "kedekatan" Allah bukanlah masalah ruang dan waktu
melainkan kasih: kasih menyatukan orang! Natal yang akan datang ini akan
mengingatkan kita akan kebenaran mendasar dari iman kita dan di depan
palungan kita akan dapat menikmati sukacita Kristiani dengan merenungkan
Yesus yang baru lahir, wajah Allah yang membuat dirinya dekat dengan
kita karena cinta.
- Paus Benediktus XVI, Angelus, 14 Desember 2008.
Bacaan dari Kitab Yesaya (35:1-6a.10)
"Tuhan sendiri datang menyelamatkan kamu."
Padang gurun dan padang kering akan bergirang,
padang belantara akan bersorak-sorai dan berbunga. Seperti bunga mawar
ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan
bersorak-sorai! Kemuliaan Libanon, semarak Karmel dan Saron, akan
diberikan kepadanya. Orang akan melihat kemuliaan Tuhan, semarak Allah
kita. Kuatkanlah tangan yang lemah lesu, dan teguhkanlah lutut yang
goyah. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati, “Kuatkanlah
hatimu, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan membawa
pembalasan dan ganjaran. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!” Pada
waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang
tuli akan dibuka; orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut
orang bisu akan bersorak-sorai. Pada waktu itu orang-orang yang
dibebaskan Tuhan akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai,
sementara sukacita abadi meliputi mereka. Kegirangan dan sukacita akan
memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.