Sabtu, 30 Mei 2009, Hari Biasa Pekan VII Paskah

Sabtu, 30 Mei 2009
Hari Biasa Pekan VII Paskah

"Di mana pun berada, marilah mewartakan dan menumbuhkan warta Injil."


Doa Renungan

Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Roh pembaharu hati umat beriman telah Kauutus agar hidup kami segar selalu, Roh hikmat dan pengertian telah menerangi akal budi kami agar kami menjadi bijak. Kini kuatkanlah kami agar selalu tabah dan siap menghadapi derita yang datang tak dapat disangka. Kami percaya dengan penyertaan dan perlindungan-Mu kami mampu mengatasi kesulitan dan kerapuhan. Seperti Santo Paulus, ajarilah kami untuk percaya bahwa justru dalam kelemahan kami nama-Mu akan dimuliakan. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kisah Para Rasul (28:16-20.30-31)


"Paulus tinggal di Roma memberitakan Kerajaan Allah."


16 Setelah tiba di Roma, Paulus yang dalam tahanan diperbolehkan tinggal dalam rumah sendiri bersama-sama seorang prajurit yang mengawalnya. 17 Tiga hari kemudian Paulus memanggil orang-orang terkemuka bangsa Yahudi dan setelah mereka berkumpul, Paulus berkata: "Saudara-saudara, meskipun aku tidak berbuat kesalahan terhadap bangsa kita atau terhadap adat istiadat nenek moyang kita, namun aku ditangkap di Yerusalem dan diserahkan kepada orang-orang Roma. 18 Setelah aku diperiksa, mereka bermaksud melepaskan aku, karena tidak terdapat suatu kesalahanpun padaku yang setimpal dengan hukuman mati. 19 Akan tetapi orang-orang Yahudi menentangnya dan karena itu terpaksalah aku naik banding kepada Kaisar, tetapi bukan dengan maksud untuk mengadukan bangsaku. 20 Itulah sebabnya aku meminta, supaya aku melihat kamu dan berbicara dengan kamu, sebab justru karena pengharapan Israellah aku diikat dengan belenggu ini." 30 Dan Paulus tinggal dua tahun penuh di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya. 31 Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.


Mazmur Tanggapan
Ref. Orang yang tulus akan memandang wajah-Mu, ya Tuhan
Ayat.
(Mzm 11:4.5.7)
1. Tuhan ada di dalam bait-Nya yang kudus; Tuhan, takhta-Nya di surga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia.
2. Tuhan menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan.
3. Sebab Tuhan adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya.


Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (21:20-25)


"Dialah murid, yang telah menuliskan semuanya ini, dan kesaksiannya itu benar."


20 Setelah Yesus yang bangkit berkata kepada Petrus, "Ikutlah Aku," Petrus berpaling, dan melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?" 21 Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?" 22 Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku." 23 Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu." 24 Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar. 25 Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan


Bagaimana gema Tahun Santo Paulus yang telah dimulai pada tanggal 29 Juni 2008 dan akan berakhir 29 Juni 2009? Tentu pelbagai bentuk dan kegiatan pendalaman telah kita buat. Seluruh Gereja, umat dan pastor berupaya mengupas nilai-nilai rohani yang diperjuangkan oleh Santo Paulus yang dengan semangat besar mencari nilai-nilai yang relevan untuk hidup serta pastoral zaman ini.

Dalam bacaan pertama hari ini, Santo Paulus menunjukkan kegigihan hati serta ketetapan hidupnya untuk terus-menerus mewartakan Injil Tuhan. Keadaan ditawan dan dibelenggu di penjara tidak menyurutkan niatnya untuk mengajar dan mewartakan Injil karena pengharapannya akan hadirnya Kerajaan Allah yang menyelamatkan yang juga menjadi orang Israel.

Dalam banyak kesempatan doa dan pendalaman di lingkungan umat Katolik, diingatkan pula pentingnya kita menyadari pengharapan akan hidup kekal serta nilai-nilai kehidupan yang layak diperjuangkan. Agama jangan sampai kehilangan aspek mistik, karena kalau kehilangan aspek mistik, keringlah nilai-nilai rohani yang bisa dimasuki sampai ke relung kehidupan harian yang bisa menjadi kancah kehidupan dan tempat berenang menikmati kehidupan. "Karena pengharapan Israellah aku diikat dengan belenggu ini," jerit hati Santo Paulus. Kalau sekarang ini juga muncul aneka doa devosi yang menjadi tempat "berenang" bagi umat untuk mengalami nilai-nilai rohani kehidupan iman kekatolikan, kiranya kita tetap berharap bahwa umat Katolik tidak akan kehilangan oase segar dalam mengarungi samudra kehidupan sehari-hari.



Mgr. FX. Hadisumarta
Inspirasi Batin 2009



Photobucket