Jumat, 07 Agustus 2009 :: Hari Biasa Pekan XVIII

Jumat, 07 Agustus 2009
Hari Biasa Pekan XVIII

YANG MENYELAMATKAN NYAWANYA AKAN KEHILANGAN NYAWANYA, YANG KEHILANGAN NYAWANYA KARENA AKU, AKAN MEMPEROLEHNYA


Doa Renungan


Tuhan, secara tegas Engkau mengajar kami hari ini untuk menjadi murid-Mu yang layak. Kami harus berani, mau menyangkal diri, dan memikul salib kami yang kecil. Bantulah kami agar selalu berusaha tabah dan kuat dalam memikul salib kehidupan kami. Kuatkan kami agar mampu memberikan segala yang ada pada diri kami untuk kemuliaan-Mu di dunia ini. Bersama Yesus Kristus, Tuhan kami yang hidup berkuasa, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Ulangan (4:32-40)
"Allah mengasihi leluhurmu dan memilih keturunan mereka."
Dalam perjalanan di padang gurun Musa berkata kepada bangsa Israel, "Cobalah tanyakan, dari ujung langit ke ujung langit, tentang zaman dahulu, sebelum engkau ada, sejak saat Allah menciptakan manusia di atas bumi, apakah pernah terjadi sesuatu yang demikian besar, atau apakah pernah terdengar sesuatu seperti ini? Pernahkah suatu bangsa mendengar suara Allah, yang bersabda dari tengah-tengah api, seperti yang kaudengar dan engkau tetap hidup? Atau pernahkah suatu allah mencoba datang mengambil baginya suatu bangsa dari tengah-tengah bangsa lain dengan cobaan, dengan tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat serta peperangan, dengan tangan yang kuat dan lengan perkasa, dan dengan kedahsyatan yang besar, seperti yang dilakukan Tuhan, Allahmu, bagimu di Mesir, di depan matamu? Engkaulah yang diperkenankan melihat semuanya itu supaya engkau tahu, bahwa Tuhanlah Allah, dan tiada allah lain kecuali Dia. Dari langit Ia membiarkan engkau mendengar suara-Nya, untuk menghajar engkau. Di bumi Ia memperlihatkan kepadamu api-Nya yang besar, dan dari tengah-tengah api itu engkau telah mendengar sabda-sabda-Nya. Karena Ia mengasihi leluhurmu dan memilih keturunan mereka, maka Ia sendiri telah membawa engkau keluar dari Mesir dengan kekuatan-Nya yang besar. Ia akan menghalau dari hadapanmu bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat daripadamu. Ia akan membawa engkau masuk ke dalam negeri mereka, dan memberikan negeri itu kepadamu, menjadi milik pusakamu, seperti yang terjadi sekarang ini. Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah, tiada yang lain. Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baiklah keadaanmu dan keadaan anak-anakmu di kemudian hari. Maka engkau akan hidup lama di tanah yang diberikan Tuhan Allahmu kepadamu untuk selama-lamanya."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Aku hendak mengingat karya-karya Tuhan.
Ayat.
(Mzm 77:12-13.14-15.16.21)
1. Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan Tuhan, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala. Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu.
2. Ya Allah, jalan-Mu adalah kudus! Allah manakah yang begitu besar seperti Allah kami? Engkaulah Allah yang melakukan keajaiban; Engkau telah menyatakan kuasa-Mu di antara bangsa-bangsa.
3. Dengan lengan-Mu Engkau telah menebus umat-Mu, bani Yakub dan bani Yusuf. Engkau telah menuntun umat-Mu seperti kawanan domba, dengan perantaraan Musa dan Harun Kautuntun mereka.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Berbahagialah yang dikejar-kejar karena taat kepada Tuhan, sebab bagi merekalah Kerajaan Allah.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (16:24-28)
"Setiap orang akan dibalas setimpal dengan perbuatannya."
Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya, dan mengikuti Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, akan kehilangan nyawanya. Tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya bagi seseorang jika ia memperoleh seluruh dunia, tetapi kehilangan nyawanya? Apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat-Nya. Pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang setimpal dengan perbuatannya. Aku berkata kepadamu: Sungguh, di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai raja dalam kerajaan-Nya."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakan-Nya
Sabda-Mu adalah jalan kebenaran dan hidup kami.


Renungan



Apabila stress, Albanus selalu mencari pelampiasan nafsu ke pelacuran. Awalnya ia merasa dengan tindakan itu dapat lega dan terhindar dari stress. Tetapi akhirnya yang terjadi kebalikan, ia menjadi kecanduan seks. Ia menghabiskan uang banyak untuk ke pelacuran dan bahkan ia akhirnya harus berbaring di tempat tidur karena menderita AIDS akibat sering ke pelacuran tersebut.

Berbeda dengan pengalaman Pak Martinus. Ia meski berat, rela bekerja keras siang malam untuk mencari nafkah bagi anak-anaknya. Meski kerja berat, ia tampak bahagia dan sangat dicintai anak-anak dan istrinya.

Mengikuti Yesus berarti menyangkal diri dan memikul salib kita dan mengikuti Dia. Mengikuti Yesus di dunia yang banyak ketidakbaikan jelas membawa kita pada salib yang perlu kita pikul. Kadang salib itu berat, tetapi menyelamatkan. Kadang kita tidak rela memikul salib, kita enggan menyangkal diri demi mengikuti Yesus, dan akibatnya kita tidak maju dalam cinta Tuhan.

Anda memilih yang mana:

Memilih memanggul salib mengikuti Yesus,
atau
mencari kesenangan diri sendiri yang menghancurkan hidup Anda? Anda bebas. Namun hasilnya jelas, yang memilih Tuhan, akan bahagia.

Paul Suparno, SJ
Inspirasi Batin 2009


Doa Renungan Malam

Yesus Tuhan kami, setelah lebih setengah hari kami hidup di dunia ini, kami datang ke hadapan-Mu mempersembahkan segala hal yang telah kami perbuat. Banyak hal baik yang seharusnya dapat kami lakukan, namun kerap kami tidak berbuat apa-apa. Kami sering mencampakkan salib yang Kauberikan kepada kami. Ampunilah kami dan kami mohon berkat-Mu pada malam ini, dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.